GRANDE ANOINTING
GRANDE ANOINTING
RETREAT G7
EV IRENE SUGIHARTO
Link YouTube https://youtu.be/rhCiV_3WOTo?si=kz3de5yMjJzfYDgF
Berikut adalah resume khotbah dari video tersebut:
Judul Khotbah: Grande Anointing (Retreat G7)
Pembicara: Ev. Irene Sugiharto
Tanggal: 28 Desember 2025
Ayat Alkitab Utama: Yesaya 59:2, Filipi 4:7
Poin-Poin Utama Khotbah:
1. Pemulihan Pasukan Tuhan
Tuhan ingin mempercayakan otoritas, senjata, dan jubah yang baru bagi umat-Nya untuk menghadapi peperangan yang semakin panas di depan [00:48]. Namun, Tuhan berkata bahwa Dia tidak bisa bergerak dengan pasukan yang:
Kelelahan atau sakit hati.
Memilih untuk "beku" atau mati rasa sehingga tidak bisa merasakan kehadiran Tuhan [01:12].
Tuhan rindu menyembuhkan luka dan bekas "pukulan" yang dialami oleh pasukan-Nya sebelum mereka melangkah lebih jauh [01:45].
2. Menghadapi Kejujuran Diri Sendiri
Seringkali kita hanya fokus pada kelebihan dan kekurangan secara umum. Namun, Tuhan bertanya: "Apa yang engkau tidak suka dari dirimu?" [02:38].
Ketidaksukaan terhadap diri sendiri (fisik, keadaan, atau nasib) seringkali menyimpan rasa sakit yang dalam [03:04].
Rasa sakit akibat pengkhianatan, kemiskinan, atau merasa tidak dihargai oleh orang lain dapat membuat kita berjarak dengan Tuhan, sesama, dan pelayanan kita [04:15].
3. Penghalang Hubungan dengan Tuhan
Mengutip Yesaya 59:2, Ev. Irene menekankan bahwa dosa dan kejahatan adalah pemisah antara manusia dan Allah [05:00]. Rasa sakit dari masa lalu seringkali membuat seseorang perlahan menjauh dari Tuhan tanpa disadari [05:40].
4. Perbedaan Respon: Petrus vs Yudas
Keduanya mengalami kekecewaan dan rasa sakit yang sama saat melihat Yesus disalibkan, namun akhir hidup mereka berbeda [06:06]:
Yudas: Membiarkan rasa sakit membuatnya lari dari Yesus dan berakhir dengan bunuh diri [06:44].
Petrus: Meskipun tidak mengerti, dia tetap menghadapi Tuhan. Tuhan memulihkannya dengan pertanyaan "Apakah engkau mengasihi Aku?" sebanyak tiga kali, dan akhirnya Petrus menjadi rasul yang luar biasa [07:11].
5. Damai Sejahtera yang Menjaga Hati
Dunia tidak bisa menjaga hati kita, hanya Tuhan yang mampu melalui damai sejahtera-Nya yang melampaui segala akal (Filipi 4:7) [08:02].
6. Kasih Seorang Bapa
Melalui ilustrasi seorang penyanyi legendaris yang tidak dikenali saat mengemis kecuali oleh ayahnya sendiri, khotbah ini mengingatkan bahwa di tengah segala prestasi atau kegagalan kita, Tuhan tetap mengenal kita sebagai "Anak-Nya" [09:27].
Kesimpulan & Ajakan:
Sebelum berdiri untuk melayani bangsa (menggendong Indonesia) atau keluarga, setiap pribadi harus didamaikan terlebih dahulu dengan Tuhan dan dirinya sendiri [12:13]. Jemaat diajak untuk meletakkan segala kejayaan dan prestasi di mezbah Tuhan, memanggil-Nya sebagai Bapa, dan membiarkan hati mereka disembuhkan [12:50].
Video lengkap dapat
disaksikan di sini: https://youtu.be/rhCiV_3WOTo



Komentar
Posting Komentar