SIAPKAN PERBEKALAN MU
SIAPKAN PERBEKALAN MU
HARVEY MOVEMENT CENTER
EV HADASSAH GLORIA PURNAMA
LINK YOUTUBE : https://youtu.be/54zGnE84wWU?si=N1VU4J4kvziZKoyf
Berikut adalah resume khotbah dari Ev. Hadassah Gloria P yang berjudul "Siapkan Perbekalanmu":
1. Anugerah sebagai Modal, Bukan untuk Dimanjakan
Pengkhotbah menjelaskan bahwa ada dua tipe manusia dalam memandang anugerah: mereka yang sulit menerima anugerah karena ingin mengandalkan kekuatan sendiri, dan mereka yang terlalu santai (malas) dengan dalih anugerah [01:22]. Namun, menurut 1 Korintus 15:10, anugerah seharusnya menjadi modal untuk bekerja lebih keras [03:03]. Anugerah bukanlah alasan untuk menjadi pasif, melainkan dasar yang membuat kita bergerak untuk memuliakan Tuhan [04:32].
2. Iman Adalah Menggali Parit Sebelum Hujan Turun
Mengambil kisah dari 2 Raja-raja 3, pengkhotbah menceritakan tentang tiga raja yang mengalami kekeringan. Saat mereka meminta mukjizat air, Tuhan justru memerintahkan mereka untuk "membuat parit-parit" [06:49].
Cara Kerja Iman: Iman berarti merespons perintah Tuhan dan melakukan bagian kita (bekerja) sekalipun belum ada tanda-tanda mukjizat (hujan) di langit [08:50].
Tanggung Jawab Manusia: Kita sering menginginkan mukjizat instan yang jatuh dari langit, tetapi Tuhan sering kali meminta keterlibatan kita untuk menyiapkan "wadah" bagi mukjizat tersebut [14:52].
3. Masa Persiapan (Sediakan Bekalmu)
Berdasarkan Yosua 1:9-11, sebelum bangsa Israel menyeberangi sungai Yordan untuk menduduki tanah perjanjian, Yosua memerintahkan bangsa itu untuk "menyediakan bekal" [18:08].
Persiapan Sebelum Kesempatan: Jangan menunggu kesempatan datang baru bersiap. Kita harus belajar dan mempersiapkan diri jauh-jauh hari agar ketika pintu terbuka, kita sudah siap menempatinya [35:08].
Contoh Praktis: Pengkhotbah menceritakan pengalamannya mulai belajar khotbah dalam bahasa Inggris setelah menerima nubuatan akan pergi ke bangsa-bangsa, serta bagaimana tim musik di Semarang mulai berlatih meski awalnya belum memiliki alat musik sendiri [38:23], [40:57].
4. Berhentinya "Mana" dan Dimulainya Kedewasaan
Dalam Yosua 5:12, disebutkan bahwa "Mana" (roti dari langit) berhenti segera setelah mereka memakan hasil tanah Kanaan [25:27].
Tuhan membawa kita ke level yang lebih tinggi di mana kita tidak lagi sekadar menerima secara instan, tetapi harus mengusahakan hasil tanah melalui kerja keras dan ketaatan [27:09].
Ketika sesuatu yang biasanya lancar tiba-tiba berhenti, itu mungkin tanda bahwa Tuhan sedang memanggil kita untuk naik ke level kedewasaan yang baru [32:47].
Kesimpulan
Janji Tuhan tentang apa yang tidak pernah dilihat mata dan didengar telinga (1 Korintus 2:9) adalah nyata [42:45]. Namun, bagian kita adalah menguatkan hati, menggali parit, dan menyiapkan bekal [43:25]. Mukjizat adalah urusan Tuhan, tetapi persiapan adalah tanggung jawab kita.
Video selengkapnya dapat ditonton di sini: https://youtu.be/54zGnE84wWU



Komentar
Posting Komentar