TUJUH JAM DI SURGA

TUJUH JAM DI SURGA
SHANE WARREN 





















LINK YOUTUBE : https://youtu.be/ugkQQ9gKs04?si=TeUnLTqSR8sVWy1m















Berikut adalah resume khotbah dari video YouTube berjudul "He Spent 7 Hours in Heaven and Saw Miracles Break Out" yang menampilkan tamu Shane Warren:
1. Pengalaman Spiritual Masa Kecil
Perjumpaan Pertama [01:00]: Pada usia 12 tahun, meskipun tidak memiliki latar belakang agama, Shane Warren mendapat kunjungan dari sosok yang berpakaian sangat terang seperti matahari. Sosok tersebut meletakkan tangan di atas kepalanya dan berkata, "Aku memanggilmu untuk bangsa-bangsa."
Awal Perjalanan [02:58]: Pengalaman ini membawanya ke gereja untuk pertama kalinya pada Minggu Paskah tahun 1982, di mana ia menyerahkan hidupnya kepada Yesus.
2. Mukjizat Kesembuhan yang Luar Biasa
Penyembuhan Orang Buta [04:27]: Dalam sebuah ibadah, seorang pria bernama Sammy yang lahir buta tiba-tiba bisa melihat.
Keajaiban Medis [05:43]: Dokter menemukan bahwa pria tersebut tetap bisa melihat dengan jelas meskipun secara fisik ia tidak memiliki saraf optik. Dokter bahkan sempat menganggapnya mengalami delusi karena secara medis mustahil untuk melihat tanpa saraf optik.
Kaki yang Memanjang [06:51]: Pada malam yang sama, seorang diaken yang kakinya pendek sebelah akibat kecelakaan mengalami mukjizat di mana kakinya tumbuh memanjang seketika sehingga ia harus melepas sepatu khususnya agar bisa berdiri tegak.
3. Penglihatan 7 Jam di Surga [08:42]
Di tengah kesedihan mendalam karena kematian ayahnya dan kondisi ibunya yang sekarat, Shane Warren mengalami pengalaman "terangkat" ke surga selama 7 jam saat sedang menyembah Tuhan dengan gitarnya.
Realitas Alam Roh [10:03]: 
Pengalaman ini membuka matanya bahwa alam roh sangatlah nyata dan aktif. Malaikat-malaikat ada di sekitar kita setiap saat, bahkan jika mata jasmani tidak melihatnya.
Perspektif Teologi [11:14]: Tuhan melepaskan "kacamata teologi" manusia darinya agar ia bisa melihat kekekalan dari perspektif Tuhan, bukan sekadar teori manusia.
4. Peperangan Melalui Pujian (Warfare of Worship)
Pujian sebagai Senjata [13:33]: Berdasarkan peristiwa di Gunung Sinai (Keluaran 32), Shane menjelaskan bahwa suara penyembahan di alam roh terdengar seperti suara peperangan yang mengacaukan musuh.
Aktivasi Malaikat [14:50]: Tepuk tangan dan sorak-sorai dalam penyembahan bukan sekadar ekspresi emosi, melainkan tindakan yang mengaktifkan bantuan malaikat untuk membawa terobosan.
5. Yesus dan Nama-Nama Penebusan [16:03]
Shane menjelaskan bahwa ketika umat Tuhan menyembah, Yesus hadir dan membisikkan Nama-Nama Penebusan-Nya ke telinga rohani kita:
Jehovah Jireh: Tuhan penyedia (bagi yang kesulitan keuangan) [16:33].
Jehovah Rapha: Tuhan penyembuh (bagi yang sakit) [16:50].
Jehovah Shammah: Tuhan yang hadir (bagi yang merasa sendirian) [19:39].
Kesimpulan:
Khotbah ini menekankan bahwa tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Nama Yesus berada di atas segala nama—baik itu nama penyakit, masalah keuangan, atau masalah hukum—dan penyembahan adalah kunci untuk mengalami kehadiran dan kuasa-Nya yang mengubah keadaan [20:10].




Komentar

Postingan Populer