Kamis, 23 Maret 2017

Badai Kebaikan

23 March

BADAI KEBAIKAN

Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!
( Roma 12 : 21 )

Dunia ini makin pekat dengan kejahatan.

Tiap hari semua pikiran dan

ide jahat
di ucapkan bahkan dikerjakan.

Apa yang harus kita lakukan ?

Ada dua hal yang kita harus buat:

1. Jangan menyumbang kejahatan lewat perkataan,

kepahitan dan kemarahan sehingga membuat

dunia kita makin kotor dan jahat.

2. Kalahkan kejahatan dengan kebaikan.

Ini sebuah solusi yang ajaib walau kelihatannya lemah.

Tidak lagi mata ganti mata, caci maki dibalas caci maki.

Tapi mari nyatakan semua

kebaikan Tuhan terhadap sesama.

Berkati dan jangan mengutuki.

Ampuni dan buang dendam serta sakit hati.

Ciptakan badai kasih, badai kebaikan,

maka semuanya akan menjadi satu dan ajaib.

Puji Tuhan.

Disalin dari Renungan Harian "Daily Walk With The King "oleh Pdt. Petrus Agung Purnomo

Rabu, 22 Maret 2017

Typharah

Typharah: Keberanian



Kisah Para Rasul 14:19-20
Tetapi datanglah orang-orang Yahudi dari Antiokhia dan Ikonium dan mereka membujuk orang banyak itu memihak mereka. Lalu mereka melempari Paulus dengan batu dan menyeretnya ke luar kota, karena mereka menyangka, bahwa ia telah mati. Akan tetapi ketika murid-murid itu berdiri mengelilingi dia, bangkitlah ia lalu masuk ke dalam kota. Keesokan harinya berangkatlah ia bersama-sama dengan Barnabas ke Derbe.

Roh yg di dlm hdp paulus membangkitkan dia, roh itu menyala spt api, itulah kuasa keberanian, itulah semangat yg membangkitkan, itulah korban yg diletakkan dg berani oleh paulus. Tapi berapa bnyk yg mau mengalami kemuliaan? Beranikah kita mengalami typharah? Beranikah meletakkan korban, meletakkan yg paling kita cintai, seberapa saudara berani dibongkar Th? Beranikah saudara melewati typharah agar sampai kpd kemuliaan? Butuh keberanian utk memulai sst yg baru, keberanian utk bersaksi, utk mengambil tgg jwb, utk berkata tidak kpd dosa, utk berjuang melawan segala sesuatu yg menyakitkan. Tapi kemuliaan akan muncul setelah typharah. Typharah adalah menghadapi persoalan, kenyataan bersama Th n melihat kemuliaan

Full video:
https://www.youtube.com/watch?v=B30Sts7Rd6o

Iman vs Percaya

Iman Vs Percaya

 

Ibrani  11:1
Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Iman adalah pondasi dasar dari kehidupan orang Kristen. Tanpa iman, kita tidak mungkin berkenan kepada Allah atau menerima sesuatu dari Allah (Ibrani  11:6). Kehidupan iman itu penting, karena segala sesuatu di dalam kehidupan rohani kita berakar dari iman.
Rasul Paulus mendeklarasikan pernyataan iman di dalam suratnya kepada jemaat di Galatia.
  Galatia 2:20
namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah HIDUP OLEH IMAN dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.


Sangat penting bagi kita untuk mengerti perbedaan antara IMAN dan PERCAYA.
Iman adalah sebuah kata benda (dasar dan bukti).
Dan percaya adalah sebuah kata kerja.


Kita bisa menyuruh seseorang untuk percaya (to believe), tetapi  kita tidak akan bisa menyuruh seseorang untuk iman (to faith). Kita tidak menjadikan kata iman itu sebagai kata kerja sebab iman adalah sebuah kata benda.


Perbedaan antara “mempercayai” dan “iman Allah” dilukiskan dengan indahnya di dalam Mark 9:24-25 Ayah dari anak yang dirasuk setan ini berkata kepadaYesus, “Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!”


Laki-laki ini datang kepada Tuhan, memohon Tuhan untuk menyembuhkan anaknya. Ia PERCAYA dengan segenap hatinya bahwa Yesus sanggup menyembuhkan. Namun ia TIDAK memiliki IMAN Allah untuk membuat kesembuhan itu menjadi kenyataan.


Karena itu, ia meminta Tuhan Yesus menolong menyelesaikan “masalah tidak adanya iman” di dalam dirinya. Dan ketika Yesus memberikan iman ke dalam hatinya, dan anaknya langsung dilepaskan dari ikatan kuasa setan dan menjadi sembuh.

CARA TUHAN BERBICARA KEPADA KITA

Luar biasa penting sekali bagi kita untuk mempercayai apa yang Allah katakan ketika Ia berbicara kepada kita supaya kita bisa mengerti  akan kehendak Tuhan bagi hidup kita (perkara atau situasi atau masa depan).
Di sinilah awal dimulainya  iman Allah ditaburkan Tuhan ke dalam hati kita.

Allah bisa berbicara kepada kita melalui ayat-ayat firman Tuhan di dalam ALKITAB, melalui PERKATAAN hamba-hamba Tuhan melalui MIMPI dan penglihatan, dan melalui KEADAAN yang terjadi di dalam hidup kita.
Saya ingin mencoba menjelaskan hal ini.
Kita semua percaya bahwa Tuhan sanggup menyembuhkan, namun kesembuhan itu tidak akan terjadi sampai Allah memberikan iman-Nya di dalam hati kita. Pada saat iman itu timbul, pada saat itu juga kita mengerti bahwa kita akan memperoleh mujizat yang kita inginkan.
 

CONTOH KESAKSIAN IMAN MENYEBABKAN MUJIZAT
Suatu kali saya berdoa untuk Dewi Sekar Wangi dan Tuhan berbicara secara pribadi kepada saya bahwa janin dalam kandungan Dewi tidak akan digugurkan sebab Tuhan akan membuat Dewi mengandung anak laki-laki dan Dewi harus menamai anak itu “Rafael  Imanuel.” Pada saat saya menyampaikan pesan Tuhan ini kepada Dewi dan Berni, pada saat itulah Tuhan menaruh iman-Nya ke dalam hati saya.

Saya memiliki jaminan bahwa Tuhan memelihara kandungan Dewi sebagaimana telah Ia katakan. Dan saya pun percaya bahwa Tuhan akan melakukan apa yang dijanjikan itu. Tepat sesuai dengan pernyataan Tuhan, pendarahan Dewi yang sangat hebat itu berhenti dan dokter batal menggugurkan janinnya. Dewi mengandung dan melahirkan anak laki-laki. Ia beri nama sesuai perintah Tuhan: “Rafael Imanuel” yang artinya karena Tuhan menyertai  maka Tuhan menyembuhkan. Dan Rafael baru saja merayakan ulang tahun yang ke3  beberapa waktu yang lalu.

  IMAN VS PERCAYA

Ini adalah iman yang sejati dan iman inilah menyebabkan mujizat-mujizat itu terjadi. Mempercayai saja tidak dapat menghasilkan mujizat karena mempercayai adalah sebuah tindakan dari kehendak kita.
Imanlah yang menghasilkan mujizat.
Iman itu bukanlah suatu perasaan.
Iman itu bukanlah hasil kehendak kita sendiri.
Iman itu pun bukanlah berasal dari diri kita.
Kita tidak bisa menghasilkan iman.

  Iman itu sendiri adalah pemberian dari Allah.

Efesus  2:8
Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,

Kita bisa saja berharap dan berdoa, meminta sesuatu dari Tuhan tetapi bagaimana kita dapat merasa yakin bahwa kita akan menerimanya?
Kita dapat memiliki jaminan bahwa kita akan menerima hal-hal yang kita minta dan doakan hanya apabila kita memiliki Iman Allah.
Karena imanlah yang menyebabkan mujizat-mujizat itu bisa terjadi.

  Sebuah prinsip untuk memperoleh janji Tuhan dalam hidup kita.
1. Pertama-tama, Tuhan berbicara kepada kita secara pribadi.
Dia berbicara kepada kita untuk menyatakan kehendak-Nya di dalam situasi tertentu.

2. Kemudian atau langkah kedua adalah respon hati kita terhadap kehendak Tuhan ini haruslah percaya dengan segenap hati.


Kita harus menaklukkan pikiran-pikiran yang bertentangan dengan kehendak Tuhan dan pikiran yang menyebabkan kita menjadi tidak percaya. Di saat kita merespon kehendak Allah janganlah membantah dan bersungut-sungut tetapi kita harus menaklukkan pikiran kita dengan berpikir bahwa Tuhan itu baik dan Tuhan  itu dapat dipercayai sebab Dia mengasihi kita. Dan segala sesuatu itu mungkin bagi Allah.

Kita harus percaya kepada apa yang Tuhan katakan kepada kita.
Namun, kita harus mengerti bahwa tindakan mempercayai saja tidak akan membuat janji Tuhan itu menjadi kenyataan. Iman Allah yang menyebabkan mujizat dan janji Tuhan itu menjadi kenyataan.

  3. Setelah kita menjadi percaya kepada kehendak Tuhan ini, maka kita harus mempraktekkan langkah ketiga.

Kita harus berdoa dengan sungguh-sungguh dan bergumul supaya Tuhan membuat apa yang Ia katakan kepada kita itu terjadi.  Kita harus berdoa dan berpuasa sampai  iman itu timbul di dalam hati kita.  Kita harus beribadah dengan sungguh-sungguh sampai iman itu timbul.

Kita melihat kisah Elia ini di dalam Kitab Raja-raja.
1 Raja-raja  18:1
Dan sesudah beberapa lama, datanglah firman TUHAN kepada Elia dalam tahun yang ketiga: “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada Ahab, sebab Aku hendak memberi hujan ke atas muka bumi.”

Ini sangat jelas sekali. Allah berbicara kepada Elia secara pribadi, dan Elia tentunya percaya, karena itu ia mentaati Tuhan dengan menunjukkan dirinya kepada Raja Ahab.
Hujan tidak turun hanya karena Allah telah berfiman dan Elia mempercayainya. Apakah yang sesungguhnya menyebabkan hujan itu turun pada akhirnya? Kita melihat kisah selanjutnya. 1 Raja-raja 18:41-44


4. Setelah Elia mengetahui kehendak Tuhan secara pasti dan ia telah menjadi percaya, ia berdoa terus menerus sampai iman itu timbul di dalam hatinya. Ia memberitahu Ahab dalam iman bahwa mereka harus bergerak cepat karena hujan akan turun.
Mengingat di Israel sudah tiga setelah tahun tidak turun hujan, deklarasi atau pernyataan iman ini merupakan suatu deklarasi iman yang luar biasa.
Keempat langkah ini sangatlah penting untuk dapat berhasil di dalam hidup kekristenan kita dan untuk memperoleh pertolongan Tuhan di dalam hidup kita.


TUHAN YESUS MEMBERKATI

Melangkah Hidup Dalam Urapan Kemudahan

Melangkah Hidup Dalam Urapan Kemudahan

 


Meningkatkan Level Pengharapan

 Meningkatkan Level Pengharapan




Lukas 2:10-11
Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: 11 Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.

Bulan Desember, bulan perayaan dan sukacita…
Sebab di bulan Desember inilah lahir Kasih Allah (Yesus Kristus), sehingga kita memiliki dasar pengharapan kepada Tuhan…

Yohanes 3:16
“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak- Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada- Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

Pada saat Allah mengutus Yesus ke dunia, Allah sedang berkata kepada Anda: “Aku mengasihi kamu.” 

Allah mengasihi kita bukan karena keadaan atau perbuatan kita. 
Allah mengasihi kita oleh karena sifat dan karakter-Nya, 
sebab Allah adalah Kasih. 

Mulailah percaya bahwa segala sesuatu akan berubah menjadi lebih baik, bangkitkanlah kembali imannya bahwa Pemulihan Seutuhnya pasti terjadi, dimana bukan karena kita layak menerimanya, tetapi karena Allah mengasihi kita. 

Inilah dasar pengharapan kita kepada Tuhan, yaitu karena Allah mengasihi kita.

Ingatlah bahwa Kehidupan kita ini mengikuti pengharapan kita.
Apa yang kita harapkan adalah apa yang akan kita terima.

APAKAH JENIS PENGHARAPAN KEPADA TUHAN ?

1. Saat Anda menaruh pengharapan kepada Tuhan, Anda percaya bahwa Anda akan melihat kebaikan Tuhan.

Mazmur 27:13-14
Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup! 14 Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!

Orang yang menaruh pengharapan kepada Tuhan adalah orang yang dapat melihat melalui “Mata Iman. Orang yang menaruh pengharapan kepada Tuhan itu orang yang percaya bahwa dia akan melihat kebaikan Tuhan. 

Saat Abraham pergi untuk mempersembahkan Ishak, anak yang dikasihinya di bukit Moria, Abraham berkata kepada kedua bujang:  “Tinggallah kamu di sini dengan keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu.” (Kejadian 22:5).

Abraham menunjukkan dirinya bahwa ia menaruh pengharapan kepada Allah yang sanggup membangkitkan Ishak dari kematian sebab Abraham percaya akan melihat kebaikan Tuhan.”

Saat Anda bangun pagi, hal pertama yang seharusnya Anda lakukan adalah mengarahkan pikiran Anda pada arah yang tepat. 
Mulailah hari Anda dengan iman dan pengharapan (pentingnya saat teduh),kemudian keluarlah dengan menantikan hal-hal yang baik. 
Harapkanlah Pemulihan yang Seutuhnya terjadi dalam hidup Anda.
Harapkanlah orang lain akan datang untuk menolong Anda.
Harapkanlah untuk berada di tempat yang tepat pada saat yang tepat.
Anda akan mendapatkan apa yang Anda harapkan.

Raja-Raja 2:9-10
Dan sesudah mereka sampai di seberang, berkatalah Elia kepada Elisa: “Mintalah apa yang hendak kulakukan kepadamu, sebelum aku terangkat dari padamu.” Jawab Elisa: “Biarlah kiranya aku mendapat dua bagian dari rohmu.” Berkatalah Elia: “Yang kauminta itu adalah sukar. Tetapi jika engkau dapat melihat aku terangkat dari padamu, akan terjadilah kepadamu seperti yang demikian, dan jika tidak, tidak akan terjadi.”

Elia, memberikan kita beberapa pandangan yang sangat menarik. Elia mengalami banyak mujizat dalam hidupnya. 
Dan Elisa, murid turut menyaksikan bagaimana Allah mengurapi Elia dengan tanda-tanda ajaib dan berkat yang luar biasa. 

Menjelang akhir hidupnya, Elia bertanya keoada Elisa, “Mintalah apa yang hendak kulakukan kepadamu, sebelum aku terangkat dari padamu.” Jawab Elisa: “Biarlah kiranya aku mendapat dua bagian rohmu.” 

Aku ingin dua kali lebih dahsyat, dua kali lebih diberkati, dua kali lebih banyak mujizat, dua kali lebih besar dari apa yang Tuhan telah berikan dan lakukan dalam hidupmu, Elia!

Berkatalah Elia: “Yang kau minta itu adalah sukar. Tetapi jika engkau dapat melihat aku terangkat dari padamu, akan terjadilah kepadamu seperti yang demikian, dan jika tidak, tidak akan terjadi.”

Jika engkau dapat membayangkannya dalam hati dan pikiranmu, jika engkau dapat melihat melalui layar firman Tuhan dengan “mata rohani atau imanmu” maka semuanya itu akan menjadi kenyataan bagimu. 

Tuhan ingin Anda menaikkan pengharapan Anda.
Kita tidak dapat mempunyai iman tanpa pengharapan.

Alkitab berkata: “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan.” Dan salah satu definisi pengharapan jenis itu adaLah “pengharapan yang penuh keyakinan.”

Jika Anda tidak mengembangkan kebiasaan mengharapkan hal-hal baik mendatangi Anda, kemungkinan besar Anda tidak akan menerima apa pun yang baik. Jika Anda tidak mengharapkan segala sesuatu menjadi lebih baik, semua itu mungkin tidak akan menjadi lebih baik.

Yesus berkata, “Jadilah kepadamu menurut imanmu.” 
Dengan kata lain: “Milikilah iman untuk apapun yang Anda harapkan.”
Pengharapan-pengharapan kita, menetapkan batas-batas kehidupan kita. 

Beberapa orang cenderung mengharapkan yang terburuk.
Mereka memiliki mentalitas mengasihani diri sendiri, selalu negatif, selalu depresi. “Tuhan, mengapa Engkau tidak melakukan sesuatu atas keadaanku ini?” Tuhan, aku kecewa…! 
Mereka mendapatkan sesuai dengan iman yang mereka harapkan.

Mulailah mengharapkan pintu-pintu kesempatan terbuka bagi Anda. Harapkanlah Anda akan berhasil dalam karir dan bisnis Anda. 
Harapkanlah Anda akan berhasil membangun kebiasaan baik.

Tuhan sangat tertarik pada apa yang Anda lihat melalui “mata rohani” Anda. ~> Inilah yang disebut dengan PENGHARAPAN!

2. Saat Anda menaruh pengharapan kepada Tuhan, Anda memelihara pikiran Anda selaras dengan doa dan pengharapan Anda. 

Jika Anda mengharapkan Tuhan memulihkan kondisi keuangan Anda, Anda tidak boleh memikirkan pikiran-pikiran bahwa Anda akan semakin terpuruk dalam kekurangan dan kemiskinan.

Sebaliknya, Anda harus memikirkan pikiran-pikiran bahwa Tuhan sanggup melakukan mujizat dan terobosan keuangan bagi Anda. 
Anda harus percaya bahwa Tuhan akan membuka pintu-pintu mujizat bagi Anda. Anda harus percaya bahwa Tuhan akan membuat Anda bertemu dengan orang-orang yang tepat, di tempat yang tepat, dan pada saat yang tepat bahkan Anda dapat merespon dengan tepat.  

Pikiran Anda harus selaras dengan doa dan pengharapan Anda.

Jika Anda mengharapkan Tuhan menyembuhkan penyakit Anda maka Anda tidak boleh memikirkan pikiran-pikiran bahwa menurut data-data medis, menurut gejala-gejala yang Anda alami, penyakit Anda akan semakin parah atau penyakit itu akan membawa kematian. 

Sebaliknya Anda harus memikirkan pikiran-pikiran yang sesuai dengan pernyataan janji firman-Nya bahwa Tuhan sanggup menyembuhkan penyakit Anda dengan cara-Nya yang ajaib. 
Anda harus suka memperkatakan janji firman-Nya, “oleh bilur-bilur-Nya aku telah disembuhkan.” 

Mungkin Anda juga perlu mengubah lingkungan pergaulan Anda.
Berhentilah duduk-duduk sambil merasa kasihan pada diri sendiri sambil meratapi nasib buruk Anda. 
Berhentilah kuatir tentang apa pun juga, tentang kesehatan Anda, tentang keuangan Anda, kuatir pendapat orang lain tentang diri Anda.

Carilah sebuah tempat di mana Anda dapat memiliki impian dan pengharapan. Suatu tempat di mana iman Anda dapat dinaikkan ke level lebih tinggi. Keluarlah dari lingkungan negatif dan masuklah ke dalam lingkungan dimana orang akan mendorong Anda menjadi yang terbaik semampu Anda. Carilah sebuah tempat dimana orang memberikan Anda inspirasi untuk mengalami perubahan hidup dan mencapai puncak-puncak baru. 

Amsal 13:20
Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang.

Jika Anda bergaul dengan orang berhasil, tidak lama kemudian Anda akan berhasil. Semangat mereka akan menular dan Anda akan menangkap visi mereka. 

Jika Anda bergaul dalam suatu lingkungan kemenangan, tidak lama kemudian Anda akan mempunyai gambaran kemenangan. 

Jika Anda bergaul dengan orang yang beriman, tidak lama kemudian Anda akan dipenuhi oleh firman iman.

Anda tidak dapat terbang membumbung tinggi bersama burung rajawali selama Anda masih terus mematuk-matuk bersama ayam.

Markus 2:3-4
ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang.  Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring.

Sesungguhnya orang lumpuh ini tidak pernah mengenal Tuhan Yesus, tidak ada inisiatif untuk datang meminta kesembuhan kepada Tuhan sekalipun ia menderita sakit lumpuh. 

Orang lumpuh ini disembuhkan oleh karena para sahabatnya mengenal Tuhan Yesus dan mereka bersepakat membawanya kepada Tuhan Yesus untuk disembuhkan. 

Mujizat dan berkat Tuhan itu bisa terjadi oleh karena pergaulan kita dengan orang punya iman seperti halnya orang lumpuh itu.


3. Saat Anda menaruh pengharapan kepada Tuhan, Anda menaruh perhatian kepada kasih dan kebaikan Tuhan di dalam hidup Anda.

Ratapan 3:21-24
Tetapi hal-hal inilah yang kuperhatikan, oleh sebab itu aku akan berharap: Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya,  selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!  “TUHAN adalah bagianku,” kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepada-Nya.

Apabila Anda bisa memilih apa yang Anda harus perhatikan sebagai alasan Anda untuk berharap maka Anda akan bisa memiliki hati yang penuh dengan ucapan syukur kepada Tuhan sebab Anda bisa melihat bahwa kebaikan dan kemurahan Tuhan itu tidak berkesudahan selalu baru tiap pagi.

Dan perhatikanlah ayat berikut ini.

Ratapan 3:25-26
TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia. Adalah baik menanti dengan diam pertolongan TUHAN.

Abraham tidak mempunyai dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya. Bagaimana Abraham memelihara pengharapannya yang penuh keyakinan itu terhadap janji Tuhan? Alkitab mengatakan: “Abraham memuliakan Allah.” (Roma 4:20-22).

Anda harus dipenuhi Roh Kudus setiap hari untuk meningkatkan level pengharapan Anda kepada Tuhan!

Roma 5:5
Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

Saat Anda dipenuhi Roh Kudus, maka Kasih Allah dicurahkan ke dalam hati Anda. Dan atas dasar Kasih Allah itulah, kita bisa memiliki pengharapan yang tidak mengecewakan. Anda dipenuhi oleh Roh Kudus disaat Anda berdoa dalam Roh, menyembah dalam Roh dan merenungkan firman-Nya.

Roma 15:13
Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan.

Saya mendorong Anda menaikkan pengharapan-pengharapan Anda.
Mulailah melihat diri Anda sedang menerima kebaikan Tuhan.
Harapkanlah kebaikan, kemurahan dan berkat Tuhan.
Harapkanlah Anda mengalami perubahan hidup.
Harapkan Anda mengalami Pemulihan Seutuhnya.

Hiduplah dengan penuh semangat setiap hari dengan terus menerus merenungkan kasih dan kebaikan Tuhan dalam hidup Anda. 

Tuhan akan membawa Anda ke tempat-tempat yang bahkan tidak pernah Anda bayangkan. Tuhan akan mengangkat Anda ke level kehidupan yang tidak pernah aanda bayangkan sebelumnya. Tuhan mempunyai hal-hal baik yang disediakan bagi Anda.