Minggu, 01 Mei 2016

Hamba Yang Merasa Berjasa

Hamba Yang Merasa Berjasa
Ev. Yusak Tjipto Purnomo


Ya Allahku, arahkanlah telinga-Mu o  dan dengarlah, p  bukalah mata-Mu dan lihatlah q  kebinasaan kami dan kota yang disebut dengan nama-Mu, r  sebab kami menyampaikan doa permohonan kami ke hadapan-Mu bukan berdasarkan jasa-jasa kami, tetapi berdasarkan kasih sayang-Mu s  yang berlimpah-limpah. (Daniel 9 : 18)

9:4 Janganlah engkau berkata dalam hatimu, p  apabila TUHAN, Allahmu, telah mengusir mereka dari hadapanmu: Karena jasa-jasakulah TUHAN membawa aku masuk menduduki negeri ini; padahal karena kefasikan q  bangsa-bangsa r  itulah 1  TUHAN menghalau mereka dari hadapanmu. 9:5 Bukan karena jasa-jasamu s  atau karena kebenaran hatimu 2  engkau masuk menduduki negeri mereka, tetapi karena kefasikan t  bangsa-bangsa u  itulah, TUHAN, Allahmu, menghalau v  mereka dari hadapanmu, dan supaya TUHAN menepati janji yang diikrarkan-Nya dengan sumpah w  kepada nenek moyangmu, yakni Abraham, Ishak dan Yakub. x  9:6 Jadi ketahuilah, bahwa bukan karena jasa-jasamu TUHAN, Allahmu, memberikan kepadamu negeri yang baik itu untuk diduduki. Sesungguhnya engkau bangsa y  yang tegar tengkuk!" (Ulangan 9:4-6)

Jika kita jujur dengan melihat sekitar kita dan jujur terhadap diri kita sendiri akan timbul kesadaran dimana hamba yang satu berbeda dengan hamba yang lain. Pertama-tama status setiap hamba dihadapan Tuannya jelas berbeda. Ada hamba yang mendapat kepercayaan yang lebih tinggi dibandingkan dengan hamba yang lain.

Ada juga yang kedekatannya berbeda sehingga kepadanya hubungan mereka menjadi hubungan persahabatan. Selain status berbeda, ternyata sikap hamba yang satu dengan yang lain juga tidaklah sama.

Ada hamba yang ketaatannya hanya jika didepan Tuannya. Adapula yang ketaatannya penuh dengan integritas, artinya dalam dan luarnya sama. Juga ada hamba yang melakukannya demi upah. Tetapi ada pula yang bertugas dengan rasa syukur karena baginya itu suatu kehormatan. Upah ataupun tanda jasa tak pernah jadi angan-angannya. Yang terakhir ini pada akhirnya melakukan tugasnya karena kasih.

Perbedaan-perbedaan itulah yang membuat setiap pelayan Tuhan berada di level-level yang berbeda. Dan perbedaan level-level akan mempengaruhi semua aspek pelayanan serta kehidupan si hamba itu sendiri. Hamba yang sudah merasa sudah sampai pada apa yang menjadi cita-cita manusia tidak akan terbuka untuk sebuah perubahan. Akibatnya ia akan menjadi begitu kaku dan tidak fleksibel dengan kemauan Tuhan. Ia merasa sudah tahu segalanya. Dia berpikir bahwa menjadi seorang hamba Tuhan tidak lebih dari suatu profesi yang sama dengan profesi lain.

Padahal penghambaan berbeda dengan profesi. Penghambaan adalah suatu proses pengosongan diri sedang profesi tidak lain adalah mata pencaharian, pada klimaks dari sikap yang kaku dan tidak merasa perlu diubah inilah titik yang amat berbahaya. Ketidaksiapan kita untuk diubah dan terus diubah akan membatasi tangan Tuhan terus bergerak lewat hidup kita. Jangan heran pada satu puncak dari semuanya itu, tanganNya tidak akan lagi bisa menggenggam kita. Dia harus meletakkan kita dan memungut alat yang lain, yang sesuai dengan kebutuhanNya. Karena itu ingatlah, alat harus menyesuaikan diri. Jika tidak cocok lagi untuk kebutuhan Tuannya pasti akan diletakkannya.

Pada dasarnya ada empat level sikap hamba yang kita kenal. Sebagian besar para pelayan Tuhan ada dilevel pertama, yaitu Hamba Yang Merasa Berjasa. Seperti apa ciri-ciri Hamba Yang Merasa Berjasa ini..... (Bersambung)

Jatiwangi, 1 Mei 2016
By His Grace
Jurnalis : Joshua Ivan Sudraja

Tongkat Musa



Ibadah Raya Pagi Via Streaming
JKI Injil Kerajaan Semarang
Minggu, 01 Mei 2016
Tongkat Musa


Pdt. Victor Purnomo

Ketika Bangsa Israel Keluar dari Mesir, mereka dikejar oleh bangsa Mesir, Firaun dan tentaranya. Didepan mereka ada Laut Teberau yang terbentang luas, sementara itu dibelakang mereka ada Firaun dan Tentaranya sedang mengejar bangsa Israel. Posisi mereka sedang terjepit, tidak ada jalan lain. Tuhan memberikan perintah kepada Musa untuk mengangkat tongkatnya dan mengarahkan ke arah Laut Teberau, kemudian air terbelah dan Bangsa Israel bisa melewati laut itu.

Masa-masa saat ini kehidupan kita sedang terjepit, didepan kita ada laut yang menghadang jalan kita dan dibelakang kita ada musuh mengejar kita. Kita mau keluar dari Mesir kita, namun semua terjepit dan tidak ada jalan keluar bagi kita. Tidak ada pertolongan bagi kita. Kita hanya menengadahkan muka kita ke atas, sama seperti Tuhan menyuruh Musa mengangkat tongkatnya demikian kita sudah diberikan oleh Tuhan sebuah tongkat, kita angkat tongkat kita maka maka semua masalah kita akan ditenggelamkan seperti tentara Mesir dan Firaun.

Hanya yang Percaya sama Tuhan Yesus yang bisa melewati laut kemustahilan dalam hidup kita. Kita adalah orang-orang Percaya yang berjalan diatas Laut Kemustahilan kita. Tuhan akan membuat keajaiban dalam hidup kita.

Keluaran 4:2-4 4:2 TUHAN berfirman kepadanya: "Apakah yang di tanganmu itu?" Jawab Musa: "Tongkat. r " 4:3 Firman TUHAN: "Lemparkanlah itu ke tanah." Dan ketika dilemparkannya ke tanah, maka tongkat itu menjadi ular, s  sehingga Musa lari meninggalkannya. 4:4 Tetapi firman TUHAN kepada Musa: "Ulurkanlah tanganmu dan peganglah ekornya" --Musa mengulurkan tangannya, ditangkapnya ular itu, lalu menjadi tongkat di tangannya

Ketika Tuhan memanggil Musa di Padang Penggembalaan, apa yang ada ditangan Musa ? Tongkat Tuhan jawab Musa. Tongkat melambangkan Otoritas dan Kuasa. Tongkat yang ada ditangan Musa adalah tongkat biasa. Tuhan mengubah tongkat musa yang biasa menjadi luar biasa.

Ketika Musa berada dihadapan Firaun, Musa disuruh melemparkan tongkat itu ke tanah, tongkat itu berubah menjadi ular. Musa pun disuruh mengambilnya dengan memegang ekor ular tersebut. Tuhan memberikan kepercayaan kepada musa, Tuhan memberikan Kuasa dan Otoritas.

Ketika kita memegang otoritas dan kuasa dengan benar maka tongkat kita menjadi berkat, sedangkan jika kita tidak memegang kepercayaan Tuhan maka tongkat yang kita pegang bisa menjadi ular dan racun dalam kehidupan kita.

Tongkat Musa selama 40 tahun adalah tongkat biasa di padang penggembalaan, selama 40 tahun Tuhan mengerjakan hidup Musa, Musa mengalami hal-hal yang biasa. Musa mengalami pembentukan di Midian karena ia dari kecil sampai dewasa hidup di Mesir sehingga gaya hidup, perilaku dan pola pikir Mesir tertanam dalam hidup Musa, sehingga Tuhan menggantikannya dengan Pola Pikir, Perilaku dan Budaya Ilahi.

Bahaya Jika Tongkat diberikan kepada kita adalah Kita Menjadi Otoriter. Otoriter akan menghancurkan karena menggunakan kekuatan, kesanggupan dan kekuasaan diri sendiri.

Ketika Musa naik ke gunung Sinai bersama dengan Yosua, ia memberikan kepercayaan kepada Harun untuk menjagai Bangsa Israel. Harun diberi otoritas oleh Musa. Musa merasakan Hadirat Tuhan di atas gunung sehingga ia berlama-lama tinggal diatas gunung.

Orang-orang Israel mulai mengomel dan menggerutu sama Harun, orang-orang Israel menjadi gelisah, kemudian Harun dengan segala otoritasnya memberikan perintah kepada orang-orang Israel untuk mengumpulkan segala anting-anting, emas kepunyaan mereka dan meleburnya menjadi patung anak lembu emas. Kemudian Harun mengeluarkan perintah untuk mengadakan hari raya dan menyembah patung anak lembu emas.

Tuhan menjadi marah, Ia akan membinasakan orang-orang Israel, Musa mendengar dari Tuhan bahwa orang-orang Israel akan dibinasakan, Musa berkata kepada Tuhan ; Jangan Binasakan orang Israel.

Bila tidak ada wahyu 1 , menjadi liarlah rakyat. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum. b (Amsal 29:18)
Kemenangan orang Israel melawan orang Amalek
17:8 Lalu datanglah orang Amalek u  dan berperang melawan orang Israel di Rafidim. v  17:9 Musa berkata kepada Yosua 2 : w  "Pilihlah orang-orang bagi kita, lalu keluarlah berperang melawan orang Amalek, besok aku akan berdiri di puncak bukit itu dengan memegang tongkat x  Allah di tanganku." 17:10 Lalu Yosua melakukan seperti yang dikatakan Musa kepadanya dan berperang melawan orang Amalek; tetapi Musa, Harun dan Hur y  telah naik ke puncak bukit. 17:11 Dan terjadilah, apabila Musa mengangkat tangannya 3 , lebih kuatlah z  Israel, tetapi apabila ia menurunkan tangannya, lebih kuatlah Amalek. 17:12 Maka penatlah tangan Musa, sebab itu mereka mengambil sebuah batu, diletakkanlah di bawahnya, supaya ia duduk di atasnya; Harun dan Hur menopang kedua belah tangannya, seorang di sisi yang satu, seorang di sisi yang lain, sehingga tangannya tidak bergerak sampai matahari terbenam. a  17:13 Demikianlah Yosua mengalahkan Amalek b  dan rakyatnya dengan mata pedang. 17:14 Kemudian berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Tuliskanlah c  semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan, dan ingatkanlah ke telinga Yosua, bahwa Aku akan menghapuskan d  sama sekali ingatan kepada Amalek e  dari kolong langit." 17:15 Lalu Musa mendirikan sebuah mezbah f  dan menamainya: g  "Tuhanlah panji-panjiku!" 17:16 Ia berkata: "Tangan di atas panji-panji TUHAN! TUHAN berperang melawan Amalek h  turun-temurun. i " (Keluaran 17:8-16)

Ketika Yosua berperang melawan bangsa Amalek, ketika Musa mengangkat tongkatnya maka kemenangan terjadi dipihak Yosua sedangkan ketika Musa kelelahan dan menurunkan tongkatnya maka kekalahan ada dipihak Yosua.

20:8 "Ambillah tongkatmu e  itu dan engkau dan Harun, kakakmu, harus menyuruh umat itu berkumpul; katakanlah di depan mata mereka kepada bukit batu itu 1  supaya diberi airnya; f  demikianlah engkau mengeluarkan air dari bukit batu itu bagi mereka dan memberi minum umat itu serta ternaknya." 20:9 Lalu Musa mengambil tongkat g  itu dari hadapan h  TUHAN, seperti yang diperintahkan-Nya kepadanya. 20:10 Ketika Musa dan Harun telah mengumpulkan i  jemaah itu di depan bukit batu j  itu, berkatalah ia kepada mereka: "Dengarlah kepadaku, hai orang-orang durhaka, apakah kami harus mengeluarkan air bagimu dari bukit batu ini?" 20:11 Sesudah itu Musa mengangkat tangannya, lalu memukul bukit batu itu dengan tongkatnya dua kali, maka keluarlah banyak air, k  sehingga umat itu dan ternak mereka dapat minum. 20:12 Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun: "Karena kamu tidak percaya kepada-Ku dan tidak menghormati kekudusan-Ku l  di depan mata orang Israel, itulah sebabnya kamu tidak akan membawa jemaah ini masuk ke negeri 2  yang akan Kuberikan kepada mereka. m " 20:13 Itulah mata air Meriba, n  tempat orang Israel bertengkar o  dengan TUHAN dan Ia menunjukkan kekudusan-Nya di antara mereka. p (Bilangan 20:8-14)

Tongkat Otoritas sudah diberikan kepada kita baik itu kita sebagai ketua MK, guru, Full Timer, kita harus mempunyai Visi Tuhan supaya kita tidak menjadi liar. Kita akan dibawa oleh Tuhan kepada satu kemenangan kepada satu kemenangan yang lain.

Ada dua kesalahan Musa : Yang Pertama adalah Tidak PERCAYA. Musa tidak percaya sama Tuhan dalam bahasa inggrisnya You not support Me. Musa tidak mendukung Tuhan, Musa itu adalah perantara Tuhan dengan bangsa Israel. Ketika orang-orang Israel marah sama Tuhan, semua keluhan dan kemarahan orang-orang Israel masuk dalam hidup Musa, ketika Musa menghadap Tuhan ; tiba-tiba kebencian itu muncul sehingga Musa berkata : Kenapa Tuhan membuat susah orang-orang Israel.

Yang Kedua adalah Tidak Menghormati Kekudusan Tuhan. Musa berkata : Dengarkanlah kamu hai orang-orang durhaka, kami mengeluarkan air. Ia tidak berkata Tuhan yang mengeluarkan air. Akhirnya Musa tidak masuk ke Tanah Perjanjian.

Kita memegang Otoritas jika hidup kita dipenuhi dengan Kemarahan dan Kepahitan maka itu akan merusakkan hidup kita. Seperti Uzia ia memegang otoritas, ketika ia memegang bokor ukupan, ia marah sehingga ia menjadi kusta dan sampai akhir hidupnya ia tidak menjadi raja dan hidup diasingkan.

Jika Otoritas disalah gunakan maka itu akan menjadi ular yang bisa meracuni hidup kita dan merusakkan kita. Amin

Jurnalis : Joshua Ivan Sudrajat S