Rabu, 20 September 2017

BERPERANG DALAM KETEPATAN

_20 September 2017_


_*"Berperang dalam Ketepatan"*_
_by Ev. Mikhael Iin Tjipto_


_Siapakah yang menggerakkan dia dari timur, menggerakkan dia yang *mendapat kemenangan di setiap langkahnya*..._
_( Yesaya 41 : 2 )_

_Akhir Zaman ini TUHAN kan bangkitkan sebuah generasi yang akan menuntaskan apapun yang TUHAN inginkan._

_Generasi ini adalah *generasi yang mampu berperang.*_

_Tidak ada kata santai..._
_Tidak ada kata lengah..._

_Karena, hidup dari generasi ini setiap harinya adalah *peperangan*._

_Mereka *tahu* bagaimana caranya *menggunakan Firman sebagai Pedang*, dan_
_*KETEPATAN sebagai anak panah.*_

_Sadar tidak sadar, kita sedang ada di dalam peperangan._

_Namun demikian, banyak dari kita yang masih santai-santai saja._

_*Padahal*,_
_*Iblis sedang melipatgandakan serangannya*._

_Seringkali, kita tidak berdiri sebagaimana tentara TUHAN. Berdirilah di tempat anda masing-masing, baik di dalam pekerjaan, keluarga, pelayanan._

_*Ingatlah !!!*_
_*Jika* kita *lengah, iblis akan menuntut.*_

_Jika anda mau berkat yang berkelimpahan, maka *perlu tanggung jawab*._

_Sebagaimana kita rela berkorban demi TUHAN??Kita *tidak boleh manja.* *Jangan lupa* untuk *membayar harga.*_

_Bagi tentara TUHAN, kenyamanan dan keuangan bukan lagi menjadi kekhawatiran yang utama._

_*Jangan Berpaling !!*_
_Kita harus berperang demi Panglima kita Yang Agung, TUHAN kita._

_Generasi kita adalah generasi yang tak terbendungi, dimana tidak ada hal apapun yang dapat menghentikan rencana TUHAN terjadi atas muka bumi ini._

_Ketika kita *merelakan diri* untuk *dibentuk oleh TUHAN*, maka kita akan menjadi bagian dari generasi yang tak terbendungi._

_*Minta TUHAN* untuk *mengajar kita, bagaimana berperang dalam caraNYA*,_
_*bukan* dengan *cara kita sendiri*._

_*Ketepatan* di dalam berperang *merupakan* suatu *STRATEGI yang TUHAN rancangkan* untuk menghancurkan setiap belenggu-belenggu setan atas kota-kota di mana kita berada._


_*πŸ˜‡✨πŸ™‡πŸΌD.O.AπŸ™‡πŸΌ✨πŸ˜‡*_

_"Latih untuk tanganku berperang, TUHAN, dan *berikan KETAJAMAN MATA Rajawali*, untuk *melihat* dengan *TEPAT SASARAN*, yang harus aku bidik. Biarlah *mataku senantiasa tertuju* untuk *melihat gerakan* dari PANGLIMA BESAR-ku._
_*Amen!!"*_

_{Disalin dari buku:_
_Renungan Harian 6 Panggilan_
_*"Bahtera Imamat Rajani"*_
_edisi *"Kerendahan Hati:*_
_*KUNCI Kemenangan & Kelimpahan*"}_

_*πŸŒͺBergerak denganπŸ”₯*_
_*πŸ¦…KECEPATAN*_
_*🎯KETEPATAN dan*_
_*πŸ’—πŸŽΆSEIRAMA dengan πŸ˜‡TUHAN*_

_*πŸ”₯πŸ”₯✨UNSTOPPABLE✨πŸ”₯πŸ”₯*_
_*πŸ”₯πŸ”₯✨UNBEATABLE ✨πŸ”₯πŸ”₯*_
_*πŸ”₯πŸ”₯✨UNBREAKABLE✨πŸ”₯πŸ”₯*_
 _✨Have the most Powerful day✨_

 ✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨
✨πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯✨
_*✨  πŸ˜‡ THE LION OF JUDAH  πŸ˜‡  ✨*_
✨πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯✨
_✨✨πŸ˜‡Jehovah Shaphat πŸ˜‡✨✨_
✨πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯✨
   _πŸ˜‡Jehovah Gibbor Milchamah πŸ˜‡_
✨πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯✨
✨πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯☁☁☁πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯✨
✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨

Kematangan dan Doa

Kematangan dan Doa


Ibrani 12:14-15 (FAYH)  "Jauhi segala pertengkaran dan berusahalah menjalani hidup yang bersih dan suci, sebab orang yang tidak suci tidak akan melihat Tuhan.

Hendaklah Saudara saling menjagai, supaya tidak seorang pun di antara Saudara gagal mendapat berkat Allah.

Jagalah supaya jangan ada kepahitan yang berakar di antara Saudara-saudara, sebab kalau ada, hal itu akan menyebabkan banyak kesulitan yang merusak kehidupan rohani banyak orang."

Ternyata ada banyak kesulitan hidup ini disebabkan oleh hati yang penuh kepahitan dan pertengkaran. Hal tersebut sangat menghambat pertumbuhan kerohanian diri sendiri dan juga orang lain. Sekelompok keluarga rohani akan sulit mengalami kemajuan jika ada anggotanya yang mudah sakit hati dan kecewa. Mereka akan disibukkan untuk mengurusi salah satu anggota yang masih 'kekanak - kanakkan ini'. Sibuk menjaga perasaannya, menjaga ucapan agar tidak menyinggung, mencari cara untuk berbicara sebaik mungkin, mencoba merangkul, dan sibuk meminta maaf walaupun tidak ada niatan untuk menyakiti hatinya.

Intinya, ada banyak waktu yang terbuang untuk mengurusi konflik yang disebabkan karena diri orang tersebut memang sedang bermasalah.

Biasanya orang dengan model seperti itu adalah orang yang sedang konflik dengan dirinya sendiri. Entah bermasalah dengan persekutuannya dengan Tuhan, atau bermasalah dengan gambar diri, dan yang pastinya ia sering alami tuduhan dari iblis di dalam batinnya. Sehingga kekacauan yang terjadi di dalam hati dan pikirannya terekspresi keluar menyerang orang lain dalam kehidupan sehari - hari. Ia akan lebih mudah melihat kesalahan orang lain daripada membenahi dirinya sendiri, dan sulit bekerjasama dengan saudara rohani lainnya. Biasanya ia akan memakai 'ayat - ayat firman' (kebenaran diri sendiri) untuk menjadi tameng dari kekacauan hatinya, dan membungkus luka hatinya yang terus 'dipelihara olehnya' (tidak mau mengampuni)

Untuk menghadapi orang - orang seperti itu membutuhkan tingkat kematangan yang cukup baik. Sebab jika tidak, kita pun bisa terpancing untuk meladeni pertengkaran.

Akibatnya berkat Tuhan tidak tercurah atas kita sebagai satu keluarga gara - gara kepahitan kita ijinkan untuk berakar dalam keluarga rohani yang ada.

Oleh karenanya kita butuh serius menumbuhkan kematangan diri kita sedemikian rupa dan membawa orang - orang yang "fragile" ke dalam doa.

Karena sebagai sesama anggota tubuh Kristus kita tidak boleh membuang atau melukai kembali orang tersebut, sebab itu akan menyakiti diri kita sendiri sebagai sesama anggota tubuh.

Anggap saja orang tersebut sebagai "adik rohani yang punya permasalahan khusus" yang perlu dituntun. Kita sebagai kakak perlu memberi contoh kehidupan kepadanya ; masalah - masalah kecil kita singkirkan, masalah besar kita cari solusinya (tidak dibesar besarkan), dan memberikan contoh hati yang anti gores (sulit tersinggung namun mudah mengasihi dan mengampuni), dan memberikan contoh kerja sebagai satu keluarga yang solid.

Saya percaya, jika kita serius membawa dalam doa dan senantiasa sabar memberikan contoh/teladan, maka kita akan menyelamatkan saudara kita tersebut dari 'penjara konflik batin' yang menyiksa dirinya.

Dan membuat kita pun menjadi terlatih dalam mengekspresikan kasih ilahi setiap hari. Sebab kehadiran saudara kita tersebut merupakan kedaulatan Tuhan yang juga sedang melatih dan memproses kehidupan kita untuk semakin serupa (disempurnakan) seperti Bapa di surga. Sebab dengan demikianlah, kita sebagai anak - anak Allah (keluarga rohani) dapat diangkat oleh Tuhan diatas bangsa - bangsa untuk menjadi contoh dan inspirasi kehidupan dan peradaban serta budaya Kerajaan Allah yang menjadi solusi dari berbagi konflik yang terjadi diatas muka bumi ini !! #AkuCintaTuhan (Ps. Steven Agustinus)

Selasa, 19 September 2017

SAYAP PERLINDUNGAN

SAYAP PERLINDUNGAN
Daily Devotion

Rut 2:12 (TB)  TUHAN kiranya membalas perbuatanmu itu, dan kepadamu kiranya dikaruniakan upahmu sepenuhnya oleh TUHAN, Allah Israel, yang di bawah sayap-Nya engkau datang berlindung."

http://www.bibleforandroid.com/v/46d7701044df

Renungan :
Rut adalah Wanita Moab yang rela meninggalkan allahnya, keluarga nya dan mengikuti terus Naomi walaupun hidup Naomi sangat miskin.

Rut berinisiatif mengumpulkan bulir gandum yang tertinggal di kebun gandum. Rut tidak malu untuk bekerja seperti orang miskin.

Rut bekerja keras untuk menghidupi Naomi. Rut setia terhadap Naomi, sehingga ia diberikan Tuhan Sayap Perlindungan.

Rut bertemu Boas dan ia menjadi tempat perlindungan Rut. Upah Kesetiaan Rut sehingga ia dimasukkan sebagai salah satu wanita dalam Silsilah Tuhan Yesus.

Hidup Rut diangkat Tuhan dan menemukan Sayap Perlindungan Nya.

Tuhan adalah Sayap Perlindungan kita. Amin.

By His Grace

Joshua Ivan Sudrajat

Siklus Perjalanan Profetis

Siklus Perjalanan Profetis


Ada 3 prinsip dasar yang harus kita pahami dalam menjalani perjalanan prophetis:
1. Temukan rumah rohani
2. Temukan bapa rohani
3. Temukan panggilanmu yang sejati.

Ketika kita menemukan rumah rohani secara otomatis kita pasti akan ikut menemukan orang yang dipercaya Tuhan untuk memimpin rumah rohani yang ada yaitu sang bapa rohani; demikian pula sebaliknya, apabila kita bertemu dengan sang bapa rohani terlebih dahulu, maka otomatis kita juga akan terhisap masuk ke dalam rumah rohani yang dipercayakan kepadanya.

Setelah proses penanaman akar rohani dirumah rohani yang ada, setiap kita akan mengalami yang namanya 'proses pertumbuhan' dibawah pengayoman seorang bapa rohani, maka sampai pada titik kedewasaan rohani tertentu, barulah Bapa di surga akan menyatakan panggilan kita yang sejati. Tanpa proses pembentukan oleh seorang bapa rohani dan peleburan didalam rumah rohani merupakan hal yang mustahil bagi seseorang akan dapat menemukan destiny yang sudah Tuhan rencanakan atas dirinya.

Efesus 2:10  "Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya."

Walaupun Bapa telah menyiapkan 'pekerjaan baik' atas setiap anaknya, tetap saja ada satu kualifikasi yang harus tercapai terlebih dahulu yaitu orang tersebut harus tertuju kepada KRISTUS YESUS dan DIPOSISIKAN didalam pekerjaan baik yang telah disediakan Bapa atas kita.

Pertanyaan paling krusial yang harus di jawab adalah pada jaman akhir ini, setelah Yesus dipermuliakan dan 'standby' di sebelah kanan tahta Bapa, siapa yang menjadi representasi Yesus di muka bumi ini? Orang benar, orang percaya? Jawabannya bukan merujuk kepada 1 sosok pribadi tetapi kepada Tubuh Kristus atau Sion atau gunung rumah Tuhan atau gerejaNya.

Pekerjaan baik hanya ada didalam rumah Tuhan, diluar sana tidak ada 'pekerjaan baik', sebab masa depan hanya ada didalam Rumah. Tanpa kita terhubung akurat dengan Rumah Tuhan maka yang kita kerjakan sekarang bukanlah pekerjaan baik, bukanlah panggilan kita yang sejati.

Seharusnya, apapun yang kita lakukan 'diluar sana' adalah merupakan wujud aplikasi teknis dari panggilan dan anugerah Tuhan yang kita terima saat menanamkan diri dalam RumahNya - itulah yang dimaksud sebagai 'pekerjaan baik' (Ef 2:10)

Ada banyak orang diluar sana yang sudah merasa bahwa dirinya telah mendapatkan panggilan hidupnya yang sejati.....padahal panggilan yang dimaksud hanya untuk kepentingan pribadinya saja, sementara kehendak hati Tuhan pada generasi akhir ini adalah panggilan kita sebagai 'Tubuh Kristus', dan Tubuh Kristus tidak mungkin termanifestasi melalui kepentingan pribadi.

Dalam Yesaya ps 2 sangat jelas di nubuatkan bahwa gunung rumah Tuhan yang dimaksud adalah Sion, Tubuh Kristus, gerejaNya itu sendiri. Oleh sebab itu semua panggilan pribadi harus dileburkan kedalam agenda kekal kerajaan surga.

Agenda kekal ini baru dapat terwahyukan apabila proses pencetakan pola Ilahi telah dilakukan oleh sang bapa rohani dan penanaman akar rohani atas Rumah Tuhan sudah menghasilkan pertumbuhan dalam kehidupan sehari-hari jemaat.

Tanpa kehidupan kita pertama-tama di cetak, diperlengkapi oleh seorang bapa rohani, tanpa kita betul-betul meleburkan diri dalam suatu gereja lokal yang sedanh bergerak dalam destiny Ilahi, kita akan terus mengalami pergumulan dalam menemukan & melangkah didalam destiny Ilahi. Dengan kita memberi diri dileburkan dalam agenda kerajaan yang ada dalam sebuah gereja lokal, akan jauh lebih mudah bagi kita untuk memiliki suatu kehidupan yang sepenuhnya menyatakan keberadaan kerajaan sorga di bumi ini.

Saya melihat bagaimana Tuhan akan memakai kehidupan sehari-hari umatNya untuk menunjukkan perbedaan antara mereka yang sungguh-sungguh hidup bagi kerajaan sorga (mengejar destiny corporate) dengan orang percaya lain yang hanya sekedar mengejar kesuksesan pribadi belaka...

Yang harus kita lakukan adalah berdoa minta Roh Kudus untuk menolong kita dalam menemukan rumah kita, menemukan bapa rohani kita dan menemukan panggilan kita yang memang sudah Bapa sediakan atas kita. Matius 7:7  "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu." #AkuCintaTuhan (Ps. Steven Agustinus)

KESEMPATAN BERBUAT BAIK

19 September

KESEMPATAN BERBUAT BAIK

Karena itu selama masih ada kesempatan
bagi kita marilah kita berbuat baik kepada
semua orang, tetapi terutama kepada
kawan-kawan kita seiman. ( Galatia 6 : 10 )

Ada orang yang menunggu-nunggu
kesempatan, tetapi orang yang menciptakan

kesempatan. Kalau Anda ingin Tuhan memakai
hidupmu lebih ajaib lagi,

siapkan hidupmu untuk lebih lagi dididik Tuhan
dan menikmati anugerah Tuhan yang baru.

Orang yang dididik Tuhan dapat memanfaatkan
setiap kesempatan yang Tuhan beri.

Persoalannya tidak banyak orang yang mau dilatih
dan dididik Tuhan dengan baik untuk

mengambil setiap kesempatan yang Tuhan beri.
Saya berdoa, supaya kita menjadi orang

yang tidak menyia-nyiakan kesempatan.
Tetapi menjadi orang yang setiap kali ada

kesempatan dapat 'menjarah' apa yang
Dia sediakan di hadapan kita dan

menjadi orang pertama yang dapat
menikmatinya.

 Bahkan menjadi orang yang dapat
menciptakan kesempatan.

Disalin dari Renungan Harian "Dari Hati Sang Raja" oleh Pdt. Petrus Agung Purnomo