Kamis, 27 Juli 2017

Iman Mengalahkan Dunia

Iman Mengalahkan Dunia


Firman Tuhan yang datang dalam diri kita sesungguhnya adalah merupakan jati diri kita yang baru di dalam Kristus. Jadi jika kita ingin hidup dalam jati diri kita di dalam Dia, maka perhatikan saja firman yang 'sering/berulang' datang kepada kita.

Namun permasalahannya ada banyak orang percaya yang tidak bertekun mendengar Tuhan berfirman, jadi secara otomatis walaupun sudah menjadi orang Kristen, dirinya tetap 'mengenakan' jati dirinya yang lama, yang seturut dengan apa yang dunia katakan. Belum lagi jika saat Tuhan berfirman tapi kita menolaknya, semakin jauhlah kita dari rancangan Tuhan. Jika kita sulit percaya, maka rancangan Tuhan atas diri kita menjadi 'lama' atau bahkan tidak tergenapi. Padahal firman yang Dia ucapkan sanggup membawa kita ke dalam puncak potensi kita di dalam Kristus. Ya benar ! Hanya dengan menerima firmanNya saja !
Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana cara kita meresponi firman yang datang dalam diri kita:

1. Responi dengan kehausan dan kelaparan terhadap firmanNya (hati yang antusias)

Berhati - hatilah terhadap roh familiarity!! Sesederhana apapun firman yang kita terima, responilah dengan antusias dan sukacita!! Ini harus senantiasa menjadi 'disiplin hati' kita! Walaupun 'firman yang sama' yang datang berulang kali, sadarilah bahwa itu memang keluar dari mulut Allah. Itu tandanya Ia mau kita memperhatikan dengan serius apa yang Ia sampaikan!!

2. Gosokkan firman tersebut dalam diri kita. Yang dimaksud dengan mengosokkan firman adalah:

Merenungkan dan perkatakan firman tersebut sampai manusia roh kita berkobar - kobar. Bahkan lakukan hal tersebut sampai kita mendapatkan penyingkapan firman berikutnya (progresif revelation) Sebab inilah yang disebut dengan pekerjaan Roh Kudus yang menuntun kita ke dalam seluruh kebenaran! Dengan cara inilah kita akan terus dicetak seturut dengan rencana dan kehendakNya yang telah ditentukan untuk kita sebelum dunia dijadikan.

3. Lakukan setiap arahan Roh Kudus yang terkandung dalam firman yang kita terima. Tidak ada satupun firman yg Tuhan berikan bertujuan hanya untuk menjadi 'pengetahuan atau pewahyuan' belaka. Ia menghendaki untuk kita menjadi pelaku firmanNya.


Oleh karenanya jika kita mau membuka hati untuk merasakan dan menanti dorongan Roh yang terkandung dalam firmanNya, maka kita pasti akan menerimanya. Jika Roh mendorong kita untuk melakukan 'ini dan itu', maka baiklah kita mentaati.

Karena ketaatan kitalah yang sesungguhnya akan membuat kita menjadi seperti yang Ia rancangkan.

4. Selaraskan prinsip kebenaran yang kita terima dengan apa yang para pemimpin rasuli terima dari Tuhan.

Sebab Tuhan tidak menghendaki 'pewahyuan' firman yang kita terima menjadi pewahyuan 'liar' yang tidak seirama dengan orang kegerakan yang Tuhan tetapkan. Jika kita terhubung akurat dengan pemimpin rasuli, maka pewahyuan yang kita terima biasanya sama. Kita akan mendengar hal yang sama karena memiliki satu frekuensi rohani. Tapi walaupun kita sudah terhubung akurat, kita harus tetap mengadakan pengecekan secara rutin.

Jika kita mendapati ada beda pemahaman, maka kitalah yang harus berinisiatif menyesuaikan. Singkirkan saja pemahaman kita yang berbeda.

Karena belum tentu kita selalu mendengar dengan akurat. Kesediaan kita untuk menyingkirkan pemahaman yang berbeda justru akan membuat kita mengalami 'ketajaman' yang lebih lagi dalam mendengar suara Tuhan, sehingga keabsahan keakuratan kita akan jadi semakin nyata.

5. Jadikan firman yang kita terima sebagai dasar keyakinan yang tidak tergoyahkan (strong conviction)

Sadarilah, bahwa dunia ini tidak akan pernah berhenti 'memperkatakan' 'filosofi kehidupannya' kepada kita orang percaya. Dunia ini akan terus mempertontonkan dan mempertunjukkan 'kehidupan yang melawan' Tuhan. Intinya dunia ini tidak akan pernah berhenti mencetak kehidupan kita untuk menjadi 'pribadi lain' dari yang Tuhan tetapkan. Oleh sebab itu Paulus berkata dalam Roma 12.

Roma 12:2 (terj FAYH)  "Jangan meniru tingkah laku dan kebiasaan dunia ini, melainkan jadilah orang dengan kepribadian yang sama sekali baru dalam segala perbuatan dan pikiran, niscaya Saudara akan mengerti dari pengalaman sendiri bahwa jalan-jalan Allah itu sempurna dan sungguh-sungguh memuaskan Saudara."
Tanpa kita mempunyai dasar keyakinan yang tidak tergoyahkan (radikal/menjadi 'kaum garis keras' dalam meyakini firmanNya) maka kita akan sangat mudah dicetak oleh dunia ini. Oleh karenanya tidak ada jalan pintas, kita harus menjadikan firman sebagai dasar keyakinan yang tidak bisa digoyahkan. Apapun fakta hidup yang kita hadapi, pegang firmanNya saja!! Percayalah firman itulah yang akan menjadikan kita seturut dengan kehendakNya!! Sebab hanya oleh iman kita akan mengalahkan dunia!! Dan hanya oleh firman kita menjadi pahlawan iman!! #AkuCintaTuhan (Ps. Steven Agustinus)

Belas Kasihan

27 Juli

BELAS KASIHAN


" Lalu tergeraklah hati Yesus Oleh belas kasihan,,"...( Markus 6 : 34 )

Kekuatan untuk membuat kita rela ditarik
itu namanya "BELAS KASIHAN"

Ketika Tuhan tergerak oleh belas kasihan, setiap
kali kalimat ini muncul


Anda bisa pastikan sesuatu yang besar
terjadi.

Tetapi apa yang terjadi ?

Waktu Tuhan melihat mereka seperti domba
yang tidak tergembalakan,

maka cara penggembalaan terbaik dan
tercepat yang Dia bisa lakukan adalah:

Bukan mengkonseling mereka satu persatu,
tetapi Alkitab berkata:

Dia mengajarkan banyak hal kepada mereka
karena di dalam Firman Penggembalaan,

Firman itu sekaligus menyegarkan,
menyembuhkan,memberikan

kekuatan untuk perlengkapan peperangan.

Jangan kuatir, Dia Tuhan yang hidup
mengerti pergumulanmu.

Bangkitlah!

Disalin dari Renungan Harian "Dari Hati Sang Raja" oleh Pdt. Petrus Agung Purnomo

Rabu, 26 Juli 2017

Seminar Masa Kemuliaan 26 Juli 2017

Palangkaraya, 26 July 2017

*Seminar Masa Kemuliaan*

Ev. Mikhael Indriati Tjipto


Masa Lawatan selalu dimulai dari Penyembahan, seperti di Wales

_*Persatuan dari semua Gereja adalah awal yang luarbiasa, kita menyatukan hati. Kembali mencari Tuhan dengan segenap hati akan membawa hal yg ajaib di Palangkaraya dan Kalimantan*_.

Mari naikkan expectasi kita, sesuatu yg di dalam kita berubah. Ada yg ilahi yg keluar dari hidup kita. Karena 1 perkataan ilahi sanggung mengubah hidup kita.

Kita ada diakhir diakhir jaman.
Ketika Tuhan Yesus naik ke Surga itu sudah disebut akhir jaman. Namun kita ada dikahir akhir jaman. Sebelum kedatangan Tuhan Yesus ada masa pemulihan segala sesuatu.

Karena itu kita ini mempersiapkan masa Keemasan.
Dalam Kitab Wahyu selalu ada 2 aspek, secara rohani dan jasmani terjadi.

Wahyu 12:1 Tanda Besar di Langit..
Perang atau gempa itu tanda kecil.

Sakit Bersalin
Wahyu 12:2

Kapan digenapi?
° Perempuan = rasi Virgo
° 12 Bintang diatas Virgo pada 23 Sept 2017
° Rosh Hasannah 2017, 22 Sept 2017
° Tahun Baru Hijriah 21 Sept

Hanya sekali dalam sejarah 7x1000 tahun
Hanya setiap 7000 tahun, rasi bintang Virgo itu terjadi.

Karena itu kita sebagai Gereja ygbsedang mengandung harus makan lebih banyak.
Makan Firman Tuhan, belajar lebih banyak.

Kesaksian :
Seorang Ibu yang tinggal di daerah pantai yg sangat miskin karena tidak ada tangkapan ikan.
Karena pernah ada Kapal minyak pecah disekitar pantai itu.

Sehingga banyak preman dan penganguran di daerah itu.

Ibu itu sedang mengandung dan satu2nya Kristen di daerah itu. Mulai menjalani daerah itu dan menyembah Tuhan sampai ketengah laut.

Pertama Orang merasa aneh, namun orang merasa sejahtra mendengar nyanyian Ibu ini.

Setelah 1 tahun tiba2 Ikan datang dengan sangat banyak ke Pantai itu dan orang banyak datang berebut dan menjual.

Namun Ibu ini tidak berhenti, namun mulai membuat Abon, belajar lagi, beli mesin dan mulai di Vacum supaya bisa dapat bertahan. Dalam 3 tahun desa yg sangat miskin menjadi sangat kaya karena ada 1 Ibu yg mau mengandung.

Seberapa diantara kita mau mengandung? Karena kita tidak tau apa yang akan terjadi. Walaupun tanah kita tanah gambut, orangnya pemalas, Tuhan bisa ubahkan.

Inilah masa yg berbeda, memang kondisi bangsa kita sedang gawat Narkoba, pergaulan bebas.
Namun untuk itulah Gereja harus bangkit berdiri bagi Generasi ini.
Dimulai dari Gereja Mengandung, seberapa kita menjadi contoh dan menumpangkan tangan ke anak2 kita.

Tahun 1998 masa Krisis di Jakarta dan saya sedang mengandung dan untuk membeli sate saja tidak bisa.
Namun saat kita dimasa kesusahan, itulah saatnya kita memasuki masa keemasan, masa lawatan dan keajaiban.

Waktu itu saya melihat banyak pemulung, yang mengambil kaleng dan botol bekas. Waktu itulah saya membuka pintu rumah saya untuk memberikan makan Gratis.
Anak-anak yg tidak sekolah dikasih makan dan sekolah dirumah saya.

Waktu itu tidak ada uang. Sehingga setiap jam 4 pagi saya ke Pasar Induk meminta sayur yg dibuang. Dan meminta daging kepada Tukang daging meminta tulang-tulang.
Juga pergi ke Supermarket meminta makanan yg hampir expired.
Kemudian dapat sangat banyak, ada mie yg sudah remuk, dapat tulang sapi satu karung, sayur satu karung dan semua saya olah dan memberi mereka makan.

Namun pertama mengajari mereka kertas yg bolong atau pensil yg patah.
Namun saya memilih mengandung, dan akhirnya mereka sekolah sampai Universitas.

Tuhan menunggu siapa yg mau mengandung.

Seorang anak yg tidak punya keyboard, namun bercita-cita untuk jadi Pemain keyboard. Sehingga menggambar Keyboard diatas Kertas.
Suatu ketika menghadiri KKR di Stadion besar dan Tuhan berkata, suatu hari engkau akan main keyboard disini.

10 tahun sejak saat itu, Tuhan benar-benar membawa dia main Keyboard di GBK Stadion terbesar di Indonesia. Bahkan lulusan USA saja melihat dia bermain berkat, bagaimana engkau bisa bermain begitu?

Karena ketika kita mau mengandung, tiba-tiba Roh Allah akan berhembus san kemuliaan Tuhan turun atas kita. Jangan pernah menunggu melihat kemuliaan dulu baru mulai berjalan. Jangan menunggu hadirat Tuhan turun dulu baru mulai memyembah.

Ada anak yg dari Rumah Singgah sekarang menjadi Sutradara.
Ada anak Pemulung dibawa PBB jadi pendoa di USA. Seberapa kita mau mengandung.

*Bagaimana kita mengandung? Berdoa, menyembah, belajar bangun Divine conection.*

*Gembalakan semua Bangsa*

Wahyu 12:5 - Anak Lelaki Dewasa

Inilah masa kita mengandung dan ada generasi yg akan lahir membawa kemuliaan yg sangat kuat.
Kita bisa menjadi bagian dari Generasi itu atau bagian generasi yg mengandung.

Gada Besi berbicara tentang kekuatan, kuasa yg orang tidak mengerti.

Dibawa ketahta Allah berbicara Rapture/Pengangkatan.

Hadirat Tuhan sanggup mengubah segalanya.

Sebuah sekolah anak2nya Konglomerat tidak pernah menghormati guru dan menertawakanya.
Namun saat berdoa, mereka dilawat Tuhan.

Suatu ketika banyak Preman mendatangani rumah saya membawa pistol dan golok. Saya sambut dan ajak mereka duduk dulu. Dan Tuhan beritau berkata kepada salah satu anak itu, engkau pernah diserahkan ke Tuhan saat kecil dan orangtuamu mendoakanmu. Yang satunya lagi diberitau engkau sudah membunuh 8 orang. Tiba-tiba mereka menangis dan berlutut. Karena inilah masa Kemuliaan Tuhan.

*Anak-anak Allah dinyatakan*

Roma 8:18-19

Seberapa kita berapi membayar harganya menetukan seberapa kita menerima upah dari Tuhan.
Seberapa kita menabur menentukan Tuaian kita.
Seberapa kita taat menentukan mujizat yg kita terima.

_Inilah waktunya Tanda Besar sudah terjadi, Tuhan sangat rindu setiap kita dimuliakan. Tuhan sangat rindu engkau tampil dan orang berkata, sungguh ada kuasa Tuhan, ada kuasa Tuhan, ada hikmat Tuhan_

Seberapa kita mau merendahkan diri dan menyembah, seberapa kita mau menabur.
Jangan berhenti, karena waktunya sudah datang. Kemuliaan itu pasti datang.

Tangan Tuhan tidak terlalu pendek, dan telinganya tidak tuli. Tuhan melihat setiap kita dan Tuhan saya setiap kita yg dipelosok bukan hanya dikota.

*Hadirat Tuhan terkuat bukan saat di Gereja, namun ada disaat kita ada ditengah2 orang2 yang membutuhkan*

Mari kunjungi rumah demi rumah, buka rumah kita untuk mengajar anak-anak.
Karena dasar cinta anak Tuhan harus ditanamkan saat mereka masih sangat muda.

Saya bersyukur Tuhan mendidik saya sejak muda. Pada usia 3 tahun jari saya kena kanker dan menurut dokter harus dipotong. Waktu itu saya di Papua, dipapua usia 9 tahun baru sekolah. Sementara saya dimasukkan sekolah sejak 3 tahun karena Ibu seorang guru.
Saya menjadi yg sangat putih disana, dan disanalah saya belajar berjalan bersama Tuhan.
Dalam setiap takut meminta pertolongan Tuhan.

Namun sering kita berkata, Tuhan.. kalau engkau sayang mengapa Engkau biarkan itu terjadi?

Ayah seorang dokter berkata, kamu mau dipotong atau beriman?
Saya bertanya iman itu apa?
Iman itu kalau kamu rasa sakit mengucap syukur dan angkat jari yg sakit itu kepada Tuhan.
Trus sembuh? Belum tentu.
Kalau memilih Iman maka setiap sakit jangan nangis, tapi nyanyi.

Tidak sembuh dalam seketika, namun selalu bernyanyi *Bapa Terimakasih* tepat setahun kemudian sakitnya hilang dan sampai hari ini sembuh sempurna.

*Dimana penderitaan ada, kemuliaan Anak-anak Tuhan pasti dinyatakan*

Seperti Josua berkata, setiap tempat yg di injak duberikan kepadamu. Mari jalan desa demi desa. Lihat apa yg ada disana dan buat hidup kita jadi berkat. Kalau tidak ada kelompok doa buat menara doa. Kalau banyak yg tidak sekolah, buat pendidikan disana.

Pencuri, Penjinah atau pecandu Narkoba membutuhkan pertolongan. Karena tidak ada yg punya cita-cita menjadi seperti itu. Namun mereka mencari siapa yg mau perduli.

Blessings

Copas Elisabeth Kristiani

Mengasihi Tuhan

Mengasihi Tuhan


Menjaga diri untuk tetap haus dan lapar akan Tuhan (terus menyala - nyala didlm roh) adalah merupakan perintah Tuhan (Roma 12:11) Sebab ada banyak situasi keadaan yang sering tidak terprediksi. Itulah yang sering membuat kita jadi lemah, tidak berdaya, kecewa, dan muncul berbagai gejolak emosi negatif.

Kecenderungan kita biasanya akan langsung menyalahkan situasi, keadaan dan orang sekitar. Padahal permasalahannya bukanlah faktor eksternal, melainkan internal. Yaitu kondisi manusia batiniah kita yang sedang suam. Karena kondisi roh yang bergelora sesungguhnya adalah "pagar berapi" yang menjagai kehidupan kita.

Jadi upaya musuh ingin "menganggu, mencelakai, dan menembakkan panah apinya" tidak akan berhasil karena terhadang oleh pagar berapi tersebut.

Apalagi dengan adanya penjagaan Roh Kudus dan para malaikatNya. Semua itu menunjukkan bahwa sesungguhnya keberadaan diri kita sebagai anakNya mempunyai tingkat keamanan yang berlapis - lapis. Jadi tidaklah wajar jika sampai musuh berhasil menyentuh diri kita. Jika itu terjadi, maka permasalahannya ada didalam diri kita sendiri. Biasanya karena kobaran  api manusia roh kita mulai melemah. Sehingga tanpa sadar kita tidak lagi waspada. Tentunya bukan berarti Roh Kudus dan para malaikatNya meninggalkan kita, melainkan karena kondisi manusia roh yang suam akan membuat diri kita "seperti kehilangan hadiratNya" (didalam roh jadi ada celah untuk musuh menembak, sebab kita tidak menjaga hati dengan segala kewaspadaan sebagai tanggung jawab kita)

Kondisi tersebutlah yang seringkali dipakai musuh untuk menipu pikiran kita. Seolah kita tidak lagi layak dihadapanNya, dan agar Tuhan menerima diri kita dibutuhkan "tindakan agamawi" tertentu untuk bisa merasakan realita dan pekerjaan RohNya. Padahal sebagai anakNya kita hanya perlu memakai mulut kita untuk mengundang dimensi surgawi dan mengusir dimensi roh duniawi.

Pakai mulut kita untuk berkata - kata dalam bahasa roh dengan kuat, dan gunakan juga untuk memperkatakan firman Tuhan dengan lantang. Saat itu kita lakukan dengan fokus dan akurat, maka seketika manusia roh kita akan berkobar kembali. Iblis seketika akan langsung menjauh dari diri kita.

Kesadaran akan realita Roh Kudus dan makhluk surgawi pun dapat terbangun dengan sangat baik. Kondisi ini yang membuat kita tidak kehilangan 'pegangan' dalam kondisi peperangan. Sebab kita tahu dengan pasti ada pagar berapi, Roh Kudus dan para malaikatNya disekitar kita.

Rasa aman yang tinggi pun dapat kita peroleh!! Berbagai situasi dan keadaan yang bersifat eksternal tidak bisa mempengaruhi diri kita. Sebab damai sejahtera dan sukacita sejati datangnya dari pribadi Roh Kudus, bukan dari yang lainnya.

Saya semakin sadar, tugas terpenting kita adalah menjagai agar kondisi manusia roh kita dapat tetap berkobar. Karena itulah kondisi terutama dan utama (kondisi hati yang mengasihi Tuhan) yang harus kita jagai.  Inilah yang membuat kita terus mengalami TUHAN itu nyata dan DIA masih terus bekerja!!

Sebenarnya, yang perlu diwaspadai justru ketika kondisi kita sedang "nyaman". Karena disinilah biasanya kita akan "berupaya" memanjakan diri kita dengan berbagai fasilitas. Bukan berarti kita tidak boleh menikmati hidup. Tetapi janganlah pernah meninggalkan "pedang" (firman) dimanapun dan apapun aktivitas yang sedang kita lakukan (baik sedang santai ataupun sedang bekerja).

Ingatlah, peperangan dalam roh masih terus berlanjut.

Teruslah merenungkan dan memperkatakan firman. Ini akan membuat kita justru sangat menikmati kehidupan di dalam Tuhan. Walaupun diberkati lebih tapi kita tidak terlena dengan berkat. Dan walaupun kondisi eksternal sedang tidak baik, kita tetap bisa bersyukur dan mengubah kondisi kering menjadi sungai yang besar.

Akibatnya, kondisi roh, jiwa, dan tubuh kita akan terus terpelihara dengan sempurna!! #AkuCintaTuhan (Ps. Steven Agustinus)

Berdoa Dalam Pimpinan Roh Kudus

26 Juli

BERDOA DALAM PIMPINAN ROH KUDUS