Kamis, 23 Oktober 2014

Berjalan Bersama Tuhan Yesus

Berjalan Bersama Tuhan Yesus

Saat ini 23 Oktober 2014, tak terasa sudah setahun lebih saya tinggal di kota Semarang. Banyak suka duka yang dialami, saya sangat bersukacita sekali boleh mengabdikan hidup untuk melayani anak-anak disini. Suatu kehormatan bagi saya untuk bisa melayani disini, semua karena anugerah Tuhan Yesus Kristus, tanpa Tuhan saya tdk bisa apa-apa.

Di semarang saya belajar namanya hidup dgn menamakan diri Tuhan sebagai Jehovah Jireh Allah yang mencukupi setiap kebutuhan saya, sejak april 2013 sampai sekarang Oktober 2014 banyak hal yang Tuhan ajarkan mengenai Jehovah Jireh, ketika saya punya kerinduan untuk pergi ke India, Tuhan mencukupkan kebutuhan saya, awalnya saya tidak berani melangkah untuk membuat visa India, namun entah kenapa saya berani mengajukan setiap persyaratan visa kmdn setelah saya ajukan Visi  India, ada BBM dari teman kuliah yang mengatakan bahwa ia mengirimkan uang untuk membuat visa india, oh ya sebelumnya saya juga mendapatkan BB dr seorang teman di Indonesia bagian Timur, sebelumnya saya disuruh Tuhan menabur HP Nokia saya yang sederhana.

Tuhan itu ajaib selama saya mengikuti sekolah IMPACT 2013 Tuhan Yesus mencukupi setiap kebutuhan dan keperluan saya, MULAI dari uang untuk pembayaran kuliah impact, mission trip, kebutuhan sehari-hari dan untuk wisuda. Tuhan memberikan keajaiban sehingga saya bisa pergi ke India tanpa uang sepeser pun semuanya Free. Disana Tuhan memberikan banyak pengalaman supranatural dan AMAZING Tuhan berkarya dengan ajaib. Disana pun saya mengalami namanya Tuhan mencukupi setiap kebutuhanku, sebelum pulang dr kota Shillong saya diberkati oleh orang Ukraina dan orang India asli, hal demikian merupakan pengalaman pertama kali sejak saya mengikut Tuhan Yesus. Pulang dr India, saya harus membayar uang utk misision trip. Tuhan mencukupi setiap kebutuhan mission trip dgn ajaib, ada seorang teman FB yang mengirimkan uang untuk membayar uang mission trip>. Puji Tuhan banget !

Hari demi hari ku alami mujijat dari Tuhan, mulai Tuhan sediakan untuk setiap kebutuhan pribadiku spt sandal, sepatu, celana dan sebagainya. Tuhan memberikan banyak pengalaman berjalan bersama Tuhan, oh ya nanti saya sambung lagi ya tulisan saya. God Bless You


Semarang, 23 Oktober 2014
By His Grace



Joshua Ivan Sudrajat

Jumat, 09 Mei 2014

its my Time

Jumat-Sabtu-Minggu, 28-29-30 Maret 2014
Its my Time
John Avanzini

Petrus Agung
Kairos
Yesus sering sembuhkan banyak orang yang sakit dalam suatu peristiwa. Di tepi kolam Betesda banyak orang yang sakit, tapi kairos saat itu hanya untuk 1 orang. Hari ini mata Tuhan sedang tertuju kepada pribadi, dan Tuhan bertanya kepada masing-masing kita: "maukah engkau sembuh?"

Banyak orang pergi ke gereja, tapi tidak punya level iman yang cukup untuk berkata: “ini hari-ku !”, “aku terima mujizatku hari ini”, dan “tidak kubiarkan berkat itu tercecer !”.

Noise dan Voice
Kata noise dan voice mirip. Voice adalah suara yang bermakna, noise adalah suara tanpa makna. Ada banyak noise di sekitar kita: suara-suara yang bukan dari Tuhan, maka kita harus belajar mengabaikannya.
Suatu kali Yohanes Pembabtis membabtis Yesus, Dia kenali Yesus sebagai Mesias. Saat keluar dari air banyak orang mendengar suara petir menyambar-nyambar, itulah noise yang tidak ada artinya. Tapi Yohanes Pembabtis dan Yesus mendengar voice dari Bapa: “Inilah anakKu yang Ku kasihi”.

Bartimeus yang buta mengemis di gerbang Yerikho. Kota Yerikho dikutuk Yosua, Timeus artinya anak haram. Bartimeus artinya anak haram yang mengemis di depan kota terkutuk. Suatu hari dia mendengar noise, dia bertanya apa yang terjadi. Ada noise lain yang berkata bahwa itu adalah Yesus dari Nazaret. Di Nazaret Yesus tidak bisa melakukan mujizat apapun, ditolak oleh keluarga dan kampungnya. Tapi di antara begitu banyak noise, ada voice dari Tuhan: itulah Yesus anak Daud.

Pilihlah untuk mendengar voice: suara Tuhan, abaikan semua noise yang lain!

Saat Yesus menyampaikan kebenaran, banyak orang meninggalkannya. Tapi murid-murid tetap tinggal. Yang meninggalkan Yesus mendengar noise, murid-murid yang tinggal mendengar voice .

Respon
Banyak janda di Israel, tapi saat kekeringan, Tuhan utus Elia ke janda Sarfat. Sarfat adalah kampung halaman Izebel. Di ujung cerita ada mujizat: tepung dan gandum milik janda itu tidak pernah habis. Raja Ahab dan Izebel berkata pada seluruh Israel bahwa kekeringan selama 3 tahun itu adalah karena Elia. Berita ini meracuni hati orang-orang Israel. Maka jika saat itu Elia meminta makan pada salah satu keluarga di Israel, dia akan ditolak, karena dia dianggap penyebab terjadinya kemarau.

Seberapa besar mujizat terjadi tergantung seberapa kita merespon.

Samaria dikepung musuh selama beberapa waktu, hingga terjadi kelaparan. Saat nabi mengatakan bahwa besok terjadi kelimpahan, seorang perwira mentertawakan. Akibatnya saat kelimpahan itu datang, perwira itu hanya lihat dan tidak ikut menikmati, malah mati terinjak-injak.

unbelieve is deadly - ketidakpercayaan itu mematikan! Jangan biarkan setan melemahkan hidup kita!

John Avanzini
Tuhan mengutus ps John untuk alasan yang sangat spesial: sesuatu yang sangat dahsyat akan terjadi. Gereja ini memasuki hari yang baru. Dan itu juga muncul dalam hidup kita. Sejak hari ini hingga akhir tahun ada 1 proyek yang baru: yaitu kita masing-masing sebagai pribadi. Tuhan akan bergerak dengan cara yang sama-sekali baru. Tuhan melihat semua yang sudah gereja lakukan bagi semua lapisan yang membutuhkan, maka Tuhan berkata bahwa sudah waktunya menerima hadiah.

Saat ada orang banyak mengikuti Yesus. Tapi seorang wanita menerobos dan meraih ujung jubah Yesus. Wanita itu berkata bahwa "itu waktuku!, aku akan memperoleh apa yang aku inginkan"

Kita selalu berfikir sebagai kelompok, tapi hari ini spotlight surga tertuju kepada masing-masing pribadi, bukan kelompok. Mulai hari ini hingga 9 bulan kemenangan. Ini tidak ada hubungan dengan iman ps john, tapi iman jemaat untuk percaya bahwa ini adalah waktu kita pribadi.

Ini adalah waktu kita, bukan sebagai kelompok, tapi sebagai pribadi.

Yes 43: 18-21
"Jangan ingat-ingat hal-hal yang dahulu" – ini bukan hanya melupakan hal-hal buruk, tapi juga yang baik di masa lalu. Hal-hal yang baik di masa lalu tidak sebanding dengan apa yang akan kita alami segera. Apa yang di masa lalu terlihat besar, akan terlihat kecil saat kita terima hal baru di depan kita. Tuhan akan buat sesuatu mujizat yang besar, dan kita tidak akan terkejut karena kita sudah tahu. Segala sesuatu akan berubah sejak hari ini dan selanjutnya!

Ada standart baru untuk mujizat yang akan kita terima segera.

Mujizat kita tidak hanya terjadi 1 kali (event), tapi dalam siklus (cycle) yang terus terjadi. Hal ini hanya terjadi pada mereka yang tahu bahwa ini adalah waktu baginya.

Ay 19 – sesuatu yang baru akan muncul, mujizat akan mengejar kita, dan kita tidak perlu bersusah-payah untuk mendapatkannya.

Setiap tempat yang diinjak oleh telapak kakimu, kamulah yang akan memilikinya: mulai dari padang gurun sampai gunung Libanon, dan dari sungai itu, yakni sungai Efrat, sampai laut sebelah barat, akan menjadi daerahmu. (Ul 11: 24)

Allah memerintahkan kepada Abraham untuk menjalani negeri, dan dimanapun yang dia jalani- jadi miliknya. Karena kita di dalam Kristus, maka kita juga benih Abraham, dan juga berhak mendapat janji yang sama. Dunia menuju resesi besar, tapi kita akan ada di puncak gunung Tuhan. Setiap tanah yang kita injak akan menjadi milik kita. Bukan Tuhan yang menentukan berapa besar berkat yang kita terima, tapi kitalah yang menentukannya.

Ay 25 - iblis berkata bahwa dia punya kuasa. Tapi kita harus berkata balik: "kami tidak takut, dan iblis harusnya takut pada kami". Semua kuasa kegelapan akan ketakutan karena kuasa Roh Kudus yang kita bawa. Tidak ada musuh yang bertahan di hadapan kita, musuh kita akan ada di bawah kaki kita.

Ul 28: 2-8
Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu (Ul 28: 2)

Sejak hari ini, saat kita melangkah, berkat akan mengikuti dan mencari kita. Kesembuhan terjadi, kelimpahan mengalir.

Ay 3a – bisnis ada di kota, tersedia bagi semua pengusaha muda.
Ay 4 – Tuhan sedang mengirim kemakmuran ke dalam kehidupan kita.
Ay 5 – keranjang/ bakul adalah transaksi harian kita. Mujizat ini tidak hanya mencukupi kebutuhan sehari-hari, tapi juga untuk masa depan: tabungan, investasi, rumah, kendaraan, dll.
Ay 7 – musuh ketakutan melihat kedatangan kita.
Ay 8 – Tuhan memerintahkan berkat ke atas kita. Firman Tuhan ini seperti terang: bergerak cepat mengusir kegelapan.

Im 26: 5 – ada siklus panen. Setelah memanen kacang-kacangan, anggur siap dipanen. Setelah anggur selesai di panen, gandum siap dipanen. Artinya: panen yang terus-menerus.

Supaya ada panen yang terus-menerus, harus ada taburan yang terus menerus

Setiap pagi kita harus menyadari bahwa:
  1. Musuh ada di bawah telapak kaki kita.
  2. Kita berjalan di dalam janji-janji Tuhan.
Untuk itu ps John memberikan “talking shoes” (sepatu yang berbicara):
  • Stiker E artinya enemy (musuh) : rekatkan di bagian dalam sepatu kiri.
  • Stiker P arinya promise (janji) : rekatkan di bagian dalam sepatu kanan.
Maka setiap kali kita melepas dan memasang sepatu, sepatu itu akan “berbicara” :

engkau akan menginjak musuh, dan melangkah dalam janji-janji Tuhan.

Kita akan menjalani seluruh negeri, dan di setiap tempat kaki kita menjejak, akan menjadi milik kita.


Petrus Agung
Mujizat finansial tidak berkaitan dengan profesi: pendeta atau pengusaha.

Tidak ada hal yang kita tuai yang tidak kita tabur

Petani Indonesia berfikir bagaimana bisa panen setiap hari. Sebagai contoh durian di Indonesia hanya panen 2 kali setahun. Tapi di Thailand tersedia durian setiap hari.

Seorang rekan bercerita bahwa dia bisa membuat supaya panen setiap hari: setiap hari menanam benih yang berbeda, di tempat yang berbeda. Dia menanam tanaman yang jangka waktu panen pendek, tapi juga yang waktu panen panjang. Misal: apel dan mangga, harus bertumbuh jadi pohon terlebih dulu sebelum bisa dipetik hasilnya. Petani yang tidak menabur benih akan menuai rumput liar.

Saat p Agung merefleksi ke belakang, ternyata banyak menabur: membantu bea siswa seorang anak, membayar sewa rumah seseorang, dll. Begitu memberi, lalu terupakan karena berbagai kesibukan. Ternyata ujungnya saat p Agung membutuhkan sesuatu, tuaiannya telah tersedia.

Memberkati harus jadi gaya hidup: mendoakan, mengunjungi yang sakit, hibur yang sedih, memberi makan orang miskin, memberi perhatian, mendukung dana pelayanan, memberi persembahan, dll. Maka suatu hari kita akan menuai dengan luar biasa.

Saat kita berbagi kebaikan, maka suatu saat apa yang kita tabur akan tumbuh dan menghasilkan panen bagi kita.

Amplop persembahan:
  1. Persembahan reguler
  2. Janji iman untuk menabur benih yang signifikan dalam 30 hari.