Jumat, 26 Mei 2017

KRISTUS ADALAH HARTA ANDA

KRISTUS ADALAH HARTA ANDA
Ps Joseph Hendrik Gomulya


"Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami." (2 Korintus 4:7 TB)

"But we have this precious treasure [the good news about salvation] in [unworthy] earthen vessels [of human frailty], so that the grandeur and surpassing greatness of the power will be [shown to be] from God [His sufficiency] and not from ourselves." (2 Korintus 4:7 AMP)

Ayat ini menjelaskan kepada setiap kita bahwa kita mempunyai “harta ini” dalam bejana tanah liat. Yang dimaksud dengan “harta ini” adalah Kristus dimana anda dan saya adalah bejana tanah liatnya, jadi harta itu berada dalam bejana tanah liat, Kristus menjadi harta yang sangat berharga bagi setiap kita karena Dia yang melayakkkan kita yang tinggal didalam kita. Sehingga kita tidak menjadi frustasi ketika kita terlihat seperti membumi, ada selalu tanah dalam tubuh kita yang fana.

Jika anda kehilangan kesabaran dengan pasangan atau anak-anak anda ingatlah selalu bahwa Kristus yang ada di dalam anda adalah kesabaran anda. Sehingga anda tidak akan lagi berdoa kepada Tuhan untuk memohon kesabaran tetapi bersyukurlah bahwa Tuhan Yesus yang ada didalam anda adalah kesabaran anda.

Pada waktu Ps Hendrik muda bahkan ketika baru saja menikah, beliau mempunyai temperamen yang buruk karena gampang sekali untuk marah. Beliau sudah mencoba berbagai macam cara, berbagai macam teknik manajemen untuk mengatasi kemarahan tetapi tidak berhasil bahkan bisa di bilang jauh dari kata berhasil dan membuat beliau berkata untuk menyerah kepada Tuhan dan menyerahkan semuanya itu kepada Tuhan dan hanya bergantung kepada-Nya, tidak lama setelah itu istri Ps Hendrik memberikan penilaian kepadanya bahwa dirinya sudah agak lebih sabaran dari sebelumnya.

Ps Hendrik kemudian merenungkan tentang penilaian yang istrinya sampaikan ini dan kemudian beliau menyadari bahwa dirinya tidak sadar akan perubahan dalam dirinya sendiri. Ketika anggota keluarga anda bisa melihat kesabaran Kristus yang anda wujudkan dalam hidup anda maka nama Tuhan yang dipermuliakan.

Anda mungkin mempunyai kebiasaan merokok dan mengkonsumsi minuman keras yang buruk dan membuat anda frustasi atau mungkin anda selalu mengalami perasaan cemburu, ketidak percayaan, depresi, kepahitan dan kekalahan, jangan menyalahkan keadaan diri sendiri karena hal yang membumi itu dan menghilangkannya. Hanya dengan menyadari bahwa anda memiliki Kristus sebagai harta di dalam diri anda maka anda akan melihat perubahan yang luar biasa.

Semakin anda bisa melihat Kristus sebagai harta yang sangat berharga di dalam diri anda maka kecemerlangan Kristus akan lebih bersinar lagi di dalam anda. Di tengah-tengah keadaan membumi anda, Tuhan akan menyatakan kemuliaan-Nya karena anda sendiri telah di ubah dari kemuliaan kepada kemuliaan.


Amin, Tuhan Yesus memberkati…

 Writer : Untung Bongga Karua

GOLIATH

GOLIATH


Saya merasa di dalam roh pagi ini, ada peperangan yang cukup kuat sedang terjadi. Roh memberi penegasan; bahwa kita memang sedang berhadapan langsung dengan pemerintahan langit atas suatu bangsa. Keberadaan kita dan doa - doa yang kita naikkan telah menggoncangkan semesta sehingga sangat mengacaukan mereka. Pagi hari ini mereka sedang mencoba melakukan perlawanan dengan cara menyumbat aliran sungai yang ada di dalam batin kita, dengan satu tujuan; membuat kita berhenti berdoa, mendeklarasikan firman, dan bernubuat. Tapi itu adalah strategi 'klasik' yang terus mereka pakai. Bagi kita yang hidup dalam kebenaran, sudah sewajarnya tidak lagi tertipu.

Kita hanya perlu mendesak dalam roh lebih kuat dan terus konsisten doa dalam roh dan memperkatakan firman, maka serangan musuh sekuat apapun pasti hancur. Dan sumbatan yang dipasang oleh mereka pasti akan jebol!!
Pengkhotbah 8:8 berkata ; 'tak ada istirahat dalam peperangan'. Efesus 6:12 berkata; 'karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.'

Dari ayat - ayat tersebut saya merasa Roh mengajar saya dalam batin; setiap hari sesungguhnya kita ada dalam peperangan. Jadi mentalitas kita memang harus siap berperang. Kita tidak bisa membawa mentalitas 'tamasya' dalam peperangan. Karena akibatnya segala situasi dan kondisi (orang, informasi, tantangan) yang terjadi justru menjadi sangat mudah mengusik batin. Dan membuat roh kita cepat lelah karena mudah terganggu.
Kita sedang dalam peperangan ; roh, jiwa, dan tubuh harus selalu siap sedia!! Tidaklah pantas dalam peperangan kita menuntut 'kenyamanan'. Aneh rasanya jika dalam peperangan kita 'ketakutan' dan menangis sejadi - jadinya saat musuh menyerang, Dan lucu akhirnya jika dalam peperangan kita minta berhenti hanya karena merasa terusik oleh suara senapan, jeritan orang yang terkena tembak, bom yang meledak, dan berbagai situasi yang terjadi saat perang. Itu semua menandakan bahwa kita memang tidak siap menjalani kehidupan sebagai orang percaya yang akan mengalahkan dunia.

Roh juga menegaskan kepada saya; kita tidak bisa menghindari berita - berita dan informasi yang sedang terjadi atas bangsa ini hanya karena alasan 'hati kita tidak mau terganggu dan terusik!!' Memang alasan tersebut terkesan 'rohani'. Tapi itulah 'sifat buruk yang mau menghindar dari kenyataan peperangan' yang sedang diekspos oleh RohNya! Jika mentalitas itu kita terus biarkan bercokol dalam batin, maka sesungguhnya kita sedang memilih meninggalkan areal peperangan. Jika kita pergi, maka musuhlah yang akan menduduki areal peperangan. Jadi, kita harus terus melatih manusia roh kita sedemikian rupa sampai kita bisa mendapati ketenangan dan damai walaupun suara deru peperangan ada dihadapan kita.

Mazmur 23:5  Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.

Ayat diatas berbicara mengenai kondisi roh yang fit dan tetap terkoneksi dengan ruang takhta Allah sehingga terus hidup dari firman yang keluar dari mulut Allah walaupun dalam situasi perang. Jadi, apapun berita yang terjadi disekitar kita, itu semua harusnya tidak mengganggu kita, sebab roh kita tetap terkoneksi di ruang takhta. Kita tau dengan pasti, bahwa segala situasi ada dalam kendali tangan Tuhan. Jadi, kita tidak perlu menjadi orang aneh yang menghindari berita dan tidak tau menau dengan apa yang sedang terjadi atas bangsa. Jadilah orang normal yang hidup diruang takhta Allah.
Bagaimana caranya agar kita bisa tetap berada dalam peperangan dalam kondisi fit dan tetap tenang? Kapasitas, posisi dan otoritas rohani kita harus terus bertumbuh!!

Saya pernah melihat suatu film yang diangkat dari kisah nyata peperangan Amerika Serikat dengan pemberontak di Somalia. Ada seorang komandan perang yang sangat menarik perhatian saya. Ia bisa sangat tenang dalam kondisi perang yang intens, bahkan seolah memiliki nyawa yang sangat banyak saat peluru - peluru berseliweran dikanan kirinya. Ia sepertinya sangat yakin, jika belum waktunya mati, maka ia tidak akan mati. Dan memang akhirnya ia tidak mati sampai peperangan tuntas. Mentalitas pemenang, berotoritas, dan berkuasa seperti itulah yang sangat kita butuhkan dalam peperangan.

Kapasitas, posisi dan otoritas rohani sangatlah menentukan sikap kita saat berperang. Jika kita terus bertumbuh, maka kita akan semakin tenang. Untuk terus bertumbuh dalam hal tersebut, maka tidak ada cara lain selain membangun manusia rohani kita secara konsisten dan sungguh - sungguh (disiplin doa sampai porsi kebangunan rohani dan firman kita terima, lalu deklarasikan, imajinasikan, tuliskan, dan pakai hal itu menggosok manusia roh kita sepanjang hari) Sehingga kita akan seperti Daud, yang tidak takut ketika harus berhadapan dengan penguasa angkasa Filistin yang bermanifestasi dalam diri Goliat!! Daud tidak gentar, khawatir, gelisah sedikitpun ketika mendengar suara Goliat yang menggelegar. Dan Daud tidak menghindari peperangan yang ada karena 'takut rohnya tercemar'. Tapi Daud justru datang dengan otoritas rohani dan kapasitas dari Tuhan semesta alam. Ia masuk medan pertempuran dan berdiri menantang Goliath. Hanya dengan sekali lempar, Goliat pun tumbang!!

Saya merasa, sedikit waktu lagi Indonesia alami pemulihan oleh karena suara Tuhan yang dilepaskan dari Sion (gerejaNya) Bagian kita saat ini haruslah terus bertumbuh dan berperang. Jangan menghindarinya.

Teruslah berdoa, deklarasi, dan bernubuat dengan tekun. Karena Goliat isu SARA, kebodohan, dan kemisikinan sedang Tuhan hadirkan dihadapan kita untuk ditumbangkan!!

Roh kembali berkata dalam diri saya: Bertekunlah dan terus latih manusia rohmu sedemikian rupa dan berperanglah, sebab hari Tuhan sudah dekat!!#AkuCintaTuhan (Ps. Steven Agustinus)

Jehovah Jireh

ARTI ALLAH SEBAGAI
JEHOVA JIREH

Nats: Kej. 22:14

(ay. 14) Dan Abraham menamai tempat itu: "TUHAN menyediakan"; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: "Di atas gunung TUHAN, akan disediakan."

(ay. 14)  And Abraham called the name of that place Jehovahjireh: as it is said to this day, In the mount of the LORD it shall be seen.

Apa yang kita pikirkan ketika kita mendengar kata Jehova Jireh. Banyak kali doa-doa yang kita dengar, bahkan kita naikkan ke hadirat Tuhan, bila itu menyangkut ke-butuhan hidup, keterdesakan akan kebutuhan finansial maka tidak jarang kita akan memanggil nama-Nya sebagai Jehova Jireh (Allah yang menyediakan).
Bila kita tidak benar-benar memahami arti sebenarnya dari kata Jehova Jireh, maka kemungkinan yang ada adalah kekecewaan karena dianggap Tuhan tidak berbuat apa-apa, walaupun kita memanggil sebagai Jehova Jireh, dalam alkitab Indonesia di-artikan sebagai Allah yang menyediakan.
Oleh sebab itu untuk mengerti kebenaran ini mari kita kembali kepada peristiwa dimana sebutan Jehova Jireh ini mulai dipergunakan.
Kejadian pasal. 22:1-14 Kita pasti sudah paham akan cerita ini, namun dalam cerita inilah pertama kalinya Allah disebutkan dengan nama Jehova Jireh, yang dalam Alkitab kita diartikan Allah yang menyediakan. Tidak salah pada akhirnya produk doa-doa kita yang kita panjatkan, apabila dalam keadaan keterdesakan, kebutuhan, maka kita akan comot ayat ini dan kita doakan dengan memanggil Jehova Jireh. Namun apakah benar demikian adanya?
Dalam peristiwa ini, kita harus membuka hati terhadap satu kebenaran, yang sampai hari ini masih sulit diterima oleh orang percaya, yaitu bahwa Allah kadang-kadang harus menguji iman anak-anak-Nya (Baca: 1 Ptr. 1:6-7) -- Ujian dipakai Allah untuk membuktikan kemurnian iman kita. Oleh sebab itu apabila kita benar-benar me-ngerti kebenaran ini, maka kita harus menganggap Ujian harus dianggap sebagai suatu kehormatan di dalam kerajaan Allah (1 Ptr. 4:12-14)
Bila kita bedah “kata Jehova Jireh” ini kita akan melihat bahwa berharap Allah menyediakan kebutuhan finansial kita adalah sesuatu yang sangat dangkal, dan dalam pasal ini Abraham menyebutnya sebagai Jehova JIreh bukan karena dilatar belakangi keterdesakan finansial seperti kita hari-hari ini yang memanggilnya sebagai Allah yang menyediakan.
Kata Jehova Jireh dalam bahasa Ibrani diartikan sebagai God sees/Allah yang me-lihat. Bahkan dalam Dalam naskah Ibrani terbaca: di atas gunung TUHAN Ia mem-perlihatkan diri/Allah yang menampakkan diri
Bila demikian arti nama Jehova Jireh, maka iman Abraham ketika hendak mengor-bankan Ishak anaknya, dalam perjalanan 3 (tiga) hari yang mereka lalui, agar semata-mata Allah di atas gunungnya akan melihat imannya. Baca kembali ay. 8 Sahut Abra-ham: "Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku." Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama, kata “menyediakan” di sini digunakan kata  har ra’ah, artinya to see/melihat.
Dalam imannya, Abraham berkata, asal Tuhan melihat, asal dia menampakkan diriNya di gunung-Nya yang kudus, itu cukup buat Dia untuk menolongnya. Asal Tuhan melihat imannya, asal Tuhan menampakkan diri-Nya pasti ada pertolongan dan jalan keluar baginya.
ASAL TUHAN MELIHAT IMANMU, ASAL DIA MELIHAT KESETIAAN DAN KESUNGGUHANMU MAKA ITU SUDAH CUKUP UNTUK MENDATANGKAN TANGAN PERTOLONGANNYA.
Oleh sebab itu mengerti kebenaran ini, menyebabkan kita harus aktif bukan pasif untuk menarik mata Tuhan melihat apa yang sedang kita kerjakan. Mengerti Jehova Jireh dalam pandangan yang dangkal membuat kita menjadi pasif, namun mengerti Jehova Jireh seperti Abraham lakukan membuat kita aktif untuk menarik hati Tuhan menampakkan diri dan menolong kita dengan segera.
Pertanyaan yang harus kita tanyakan hari ini adalah: BAGAIMANA MEMBUAT MATA TUHAN MELIHAT KITA?

1. Untuk menarik Tuhan agar menampakkan diri-Nya, maka Abraham dalam  Ay. 5 Kata Abraham kepada kedua bujangnya itu: "Tinggallah kamu di sini dengan keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu." (I will go yonder and worship, and we will come back to you.") Ujian bagi Abraham adalah sebuah kehormatan karena dalam Ujian ia boleh menemukan Tuhan dan jawaban atas ujiannya lewat penyembahannya. Kata we will come back to you, adalah kalimat kemenangan dari medan peperangan. Ujian mungkin juga sebuah peperangan dalam hidup kita, tetapi lewat penyembahan kita akan kembali dan keluar sebagai pemenangnya.

2. Untuk dapat menarik Tuhan agar menampakkan diri dan menolong kita, maka harus ada kesediaan untuk mengorbankan segala sesuatu yang diminta oleh-Nya.
    Dalam pasal ini, Allah meminta sesuatu yang sangat penting, Ishak dikasihi Abraham yaitu anak yang dinantikan selama 100 tahun, namun untuk membuat Tuhan menampakkan diri-Nya, maka setidaknya diperlukan keberanian untuk melepaskan dan mengorbankan segala sesuatu yang diminta-Nya dari saudara. Bandingkan Mat. 10:37-39 Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku. Barang-siapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku. Barang-siapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.

3. Untuk dapat menarik Tuhan agar menampakkan diriNya, Ay. 12 Lalu Ia berfirman: "Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut (yaw-ray’) akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku." Kata Yaw-ray diartikan bukan takut seperti melihat hantu, tapi diartikan reverent (hormat) akan Tuhan. Amsal 8:13  mendefinisikan Takut akan TUHAN ialah hidup yang membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecong-kakan, tingkah laku yang jahat, dan mu-lut penuh tipu muslihat.
MARI KITA MEMBUAT ALLAH MENAMPAKKAN DIRINYA DAN MENOLONG KITA karena kita memiliki pengertian benar terhadap Jehova  Jireh yang sebenar-benarnya. Amin

Agus Susetya
www.benihkebenaran.blogspot.com

FAITH

FAITH


I could increasingly feel the urgent need of a stronger and enlarged spirit capacity to win in struggling against the rulers of the air in this nation. Because in fact, whatever is happening over this nation starts in the spirit world. If we do not have the spirit capacity like Paul's and the other faith heroes', it will be extremely difficult for us to disciple the nation.
Spirit capacity is closely related to faith and the Holy Spirit. Without faith, we could never overcome the world. While without the Holy Spirit, we will never know about God's pre-ordained ways. Faith & the ways of God are essential when we are battling/struggling against the rulers, authorities, principalities over a nation.
What becomes my question is: how do we increase our spirit capacity and power? Is it through reading more of the word, or through more frequent fasting? Or to pray longer? It turns out that all of them doesn't guarantee the increase of our spirit capacity and might. For many people who do exactly that becomes weaker and more religious instead.
What determines our spirit's capacity enlargement is Holy Spirit Himself. He is the best coach of our spirit man, given by God. Every day He always have a training regime for our spirit man. His training is sometimes non-standard, unpredictable, but could also be highly intense and packed in schedule. In essence, Holy Spirit's ways of applying training is highly personalised, but it is always in accord to the principles of God's word.
When I came to understand the above discussion, my motivation rose to do the following:

1. I give myself to the Holy Spirit so He could re-train my spirit man according to His will.
Sometimes without knowing, our spiritual activities have been scheduled according to our will. We rarely ask what Holy Spirit wants to do all day, while He is the One who supposedly decides the 'training method' of our spirit man. Therefore, we have to surrender ourselves before Him to be led according to His will.
When we give ourselves, that's the moment when our spiritual senses' sensitivity and conscience's voice increase in function - we could hear it clearly. Holy Spirit's directions in dictating us will become increasingly real. Our part is to OBEY. When we obey, then that's the moment our spirit man's capacity is enlarged. The more we obey, the more we will get stronger and mightier.
Our biggest challenge at this point is our routine and comfort zone. Because it is very likely for Holy Spirit to wake us up at 3 in the morning to pray. It is also very likely for Him to ask us to pull an all-nighter to pray. Or else, He could also nag and remind us to read the Bible once an hour every day. All of them requires obedience. But truly, when we have given ourselves, the enabling grace for us to obey has been given!

2. Be active in aligning ourselves with the frequency carried by the Holy Spirit
Holy Spirit is a real individual and He is our spirit man's coach. He desires for us to carry an attitude of heart full of truth, peace and joy every day. This is the barometer of our spirit man's condition that God will use when training us.
His Spirit will urge us every morning to immediately condition ourselves aligned to His frequency (truth, peace and joy). He will urge us to pray fervently until His reality surrounds our heart. Usually Holy Spirit will deliberately use our sleepiness to train us. What we need to do is simply OBEY. Don't defend our rights to live in comfort. The faster we give up that right, the faster we will receive the flow of life we need to enlarge our spirit capacity. That's the spiritual 'nutrition' our spirit man needs.

3. Beware of the enemy's attack by having a joyful heart.
I will stay alert in all situation and circumstances. The enemy will always try to steal our peace and joy through everything. But keep calm. This is part of the training allowed by the Holy Spirit. Just stay alert and push back every enemy's attempt to attack. Face them with a victor's mentality. Keep praying in tongues, declaring God's word, and prophesy - these will help us in stabilising and calming our emotion. The enemy will start to lose their ways into our lives.

4. Keep praying for the nation with a fiery heart.
Praying for this nation with sincerity will enlarge our spirit man's capacity. It will also swallow every power of death upon this nation in victory. I will ask the Holy Spirit to keep giving me the ability to detect this nation's spiritual atmosphere every day. I will also act to always cleanse, guard, and flow peace into the existing atmosphere. I believe this is part of the capacity enlargement training.
I believe, if we persevere in doing these trainings, the nation we are praying for will experience healing from God. #iLoveGod (Ps. Steven Agustinus)

Sepon

26 May

SEPON


Sepon punya daya serap yang tinggi.

Seperti itulah seharusnya hati kita terhadap

apapun yang Tuhan tawarkan.

Sepon yang sudah jenuh

tak akan punya kemampuan serap lagi.

Maka demikian pula dengan hati kita.

Jangan serap secara sembarangan, jangan

serap yang tidak murni dan duniawi.

Jangan sampai hati kita jenuh sehingga

yang Ilahi pun kita tolak.

Menyerap kotoran membunuh iman.

Menyerap yang Ilahi memberi kehidupan.

Serap dengan teliti dan hati-hati.

Disalin dari Renungan Harian "Daily Walk With The King "oleh Pdt. Petrus Agung Purnomo