Rabu, 29 Juni 2016

His Manifested Presence



His Manifested Presence
Ev. Mikhael Iin Tjipto



Tuhan menyatakan KemuliaanNya dengan berbagai macam cara dari jaman ke jaman. Pada waktu jaman Musa, Tuhan menyatakan diriNya dengan membelah lautan dihadapan bangsa Israel, membuat sepuluh tulah supaya Mesir melepaskan cengkreamannya atas bangsa Israel. Ketika Tuhan menyatakan kemuliaanNya seperti permintaan Musa, maka Tuhan hanya bisa memberi punggungnya untuk dilihat Musa sebab semua orang yang memandang Wajah Allah pasti akan mati. Tidak ada seorangpun yang sanggup menghadapi kekudusanNya. Dan di moment itu hanya Musa yang tahu persis bagaimana rasanya pengalaman seperti itu.

Pasti ada begitu banyak pertanyaan, “Allah yang begitu kudus apakah mudah untuk dijumpai ?” Apa yang bisa menarik hadiratNya turun ?” Kerinduan hati manusia untuk bertemu dengan Penciptanya dan tidak peduli apapun harganya, itulah yang menarik hadiratNya turun dengan dahsyat.

Sungguh, Engkau Allah yang menyembunyikan y  diri, Allah Israel, Juruselamat. z (Yesaya 45 : 15)

Daud adalah pribadi yang banyak membahas soal Allah yang suka menyembunyikan diri di dalam kekelaman. Dia menjerit-jerit memohon supaya Tuhan tidak bersembunyi dan segera menolongnya, dia juga tahu kalau Tuhan menyembunyikan diri karena dia berdosa dan dia pun berteriak meminta Tuhan mengampuninya.

Yesaya membahas tentang Allah yang menyembunyikan diriNya dalam kekelaman tetapi kitab lain berkata Mata Tuhan menjelajah ke seluruh bumi, mencari orang-orang yang mencariNya.

Karena mata o  TUHAN menjelajah seluruh bumi 1  untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia 2 . Dalam hal ini engkau telah berlaku bodoh, p  oleh sebab itu mulai sekarang ini engkau akan mengalami peperangan. q " (2 Tawarikh 16:9)

Berdiam dalam kekelaman jauh dari manusia, itulah yang dipilih Allah supaya Dia tidak menghanguskan manusia karena dosa-dosa mereka. Tetapi jika batin dan hati manusia berpaling dari dosa dan mencari Tuhan itu ternyata bisa menarik hatiNya untuk keluar dari kekelaman dan menghampiri manusia. Daud mengenal Tuhan karena kerinduannya seperti Samudera Raya berpanggil-panggilan dengan Allah karena itu timbul dari hatinya yang berkata kepada Tuhan betapa inginnya Daud membangun rumah bagi Tuhan namun Allah menjawabnya.

22:8 tetapi firman TUHAN datang kepadaku, demikian: Telah kautumpahkan sangat banyak darah dan telah kaulakukan peperangan f  yang besar; engkau tidak akan mendirikan rumah bagi nama-Ku, g  sebab sudah banyak darah kautumpahkan ke tanah di hadapan-Ku. 22:9 Sesungguhnya, seorang anak laki-laki akan lahir bagimu; ia akan menjadi seorang yang dikaruniai keamanan. h  i  Aku akan mengaruniakan keamanan kepadanya dari segala musuhnya di sekeliling. Ia akan bernama Salomo; j  sejahtera dan sentosa k  akan Kuberikan atas Israel pada zamannya. 22:10 Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama-Ku l  dan dialah yang akan menjadi anak-Ku m  dan Aku akan menjadi Bapanya; Aku akan mengokohkan n  takhta kerajaannya atas Israel sampai selama-lamanya. o (1 Tawarikh 22 : 8 – 10)

Lahir dari kerinduan Daud dijawab oleh Cinta Tuhan maka Tuhan mengaruniakan keamanan begitu rupa di jaman Salomo sehingga apa yang dirindukan Daud tergenapi. Ketika Bait Suci selesai dikerjakan maka Hadirat Tuhan turun dengan dahsyat sampai para imam tidak bisa melakukan kebaktian, mereka tidak tahan berdiri karena pekatnya Hadirat Tuhan, pekatnya Kemuliaan Tuhan yang dinyatakan di hari itu.

Allah berdiam dalam kekekalan menjawab kerinduan Daud dan turun dalam bobot kemuliaan yang hampir-hampir tidak ada manusia yang tahan. Apakah kita punya kerinduan untuk menarik Hadirat Tuhan turunn ? Bukan hanya karena kita membutuhkan pertolonganNya tetapi karena kita begitu merindukanNya. Kita tidak tahan lagi dengan tirai tipis yang berada diantara kita dengan Tuhan dan dari pihakNya salib sudah mengoyakan dan membelah tirai itu. Bagaimana dari pihak kita ? Beranikah kita berkata, “Tidak peduli apapun harganya Tuhan, aku ingin bertemu denganMu atau aku seperti mati rasanya.” Apakah ada kerinduan seperti itu dihatimu ? Di hati setiap kita ?


6:1 Pada waktu itu berkatalah Salomo: "TUHAN telah memutuskan untuk diam dalam kekelaman. a  6:2 Sekarang, aku telah mendirikan rumah kediaman bagi-Mu, tempat Engkau menetap selama-lamanya. b " (2 Tawarikh 6 : 1 – 2)

Tuhan yang berdiam dalam kekelaman memutuskan untuk turun menemui umatNya karena perjanjianNya dengan Daud. Kita bisa melihat kekuatan Cinta yang ajaib antara Allah dengan manusia dan apakah pengalaman Daud tidak membuat kita cukup merindukanNya ?

Allah yang membawa kita keluar dari kegelapan, dari lumpur dosa adalah Allah yang mau mati bagi kita karena Dia tidak ingin ada jarak antara Dia dengan ciptaanNya. Jika kita tahu rasanya seperti apa, kurang lebih seperti seorang ibu yang pernah kehilangan anaknya. Dimana ada sebuah kerinduan yang sangat menyakitkan yang tidak bisa hilang. Saya tahu persis rasanya. Saya pernah dibawa mengenal hatiNya lebih dalam waktu saya hamil anak ketiga dan anak saya yang ketiga meninggal karena sakit. Hari-hari itu saya benar-benar tidak ingin sendiri, jadi siapapun yang mau konseling saya terima dan saya isi hari-hari saya penuh dengan apapun. Sebab ketika saya sendiri, kerinduan saya dengan anak saya yang meninggal datang dan itu sangat sakit rasanya. Seperti itu kerinduan Allah kepada manusia sesungguhnya.

Karena itu di dalam tempat persembunyianNya yaitu didalam kekelaman HatiNya, Dia mencari umat manusia yang merindukan dan mencari Dia.

Rindukah kita akan kehadiranNya ?

Seberapa Rindukah kita akan kehadiranNya ?

Jatiwangi, 29 Juni 2016
By His Grace

Joshua Ivan Sudrajat S

Sumber :
Buku Kabod His Manifested Presence
Ev. Mikhael Iin Tjipto Purnomo
Halaman 1 – 5
Blessed To Bless - Bekasi

 

Melayani Tuhan Dengan Passion Yang Lain

 Melayani Tuhan Dengan Passion Yang Lain

 Pastor Steven Agustinus


 
 
Perjalanan prophetis yg sdg kita tempuh lebih menyerupai lomba lari Marathon dibandingkan lomba lari Sprint. Dlm perlombaan lari Sprint, kita mengerahkan seluruh kekuatan kita hanya utk waktu yg pendek - 100 meter saja. Sementara dlm perlombaan lari Marathon, kita membutuhkan suatu strategi sehingga walau jarak lari yg hrs ditempuh lebih jauh, tp kita akan tetap bisa mencapai garis finish dg kekuatan penuh. Dibutuhkan persiapan mental, stamina maupun semangat yg berkesinambungan mulai dari garis Start hingga garis Finish...

1. Pelajaran membangun mans roh akan menolong seseorg utk membangun mentalitas seorg pejuang sejati, memiliki stamina & semangat (passion) yg akan trs berkobar hingga garis akhir.

Ada banyak hamba Tuhan yg memulai pelayanan mrk dg kobaran api Roh Kudus yg menyala-nyala tp seringkali sblm mencapai tujuan yg diharapkan, mrk sdh kehilangan (baca: kehabisan) passion yg awalnya menggerakkan hidup mrk. Selanjutnya, alih-alih trs mendesak dlm hadirat TUHAN utk menerima passion yg baru, mrk justru mencari-cari sumber passion yg lain. Iblis dg segera menangkap hal tsb dan dg segera menawarkan jenis passion lain yg bersumber dr hal-hal yg 'lbh mudah didapatkan' - seperti kekayaan, keterkenalan, posisi yg terhormat. Semua 'sumber passion yg lain' ini lebih mudah di kejar, diperoleh dan di terima/ diakui oleh banyak org lain daripada passion Ilahi yg hanya bersumber dr hadiratNya. Utk menerima passion yg berasal dr hadiratNya, kita hrs mencari wajah Tuhan scr sedemikian rupa sehingga HatiNya terimpartasi ke dlm hati kita. Dg kita trs mempraktekkan pelajaran Membangun mans roh, akan jd lbh mudah utk kita terhub dg ruang tahta dan menemukan kembali passion kita yg sejati.

2. Melayani dg passion yg 'bersumber dr yg lain' adl sama halnya dg membawa 'api asing' ke dlm hadirat Tuhan.


Kitab Imamat 10 menceritakan bgm Tuhan menghukum pembawa 'api asing'.

Imamat 10:1-2 (TB) Kemudian anak-anak Harun, Nadab dan Abihu, masing-masing mengambil perbaraannya, membubuh api ke dalamnya serta menaruh ukupan di atas api itu. Dengan demikian mereka mempersembahkan ke hadapan TUHAN api yang asing yang tidak diperintahkan-Nya kepada mereka.
Maka keluarlah api dari hadapan TUHAN, lalu menghanguskan keduanya, sehingga mati di hadapan TUHAN. 


Alkitab jg menceritakan setiapkali murid bertanya ttg upah dr mengikut Yesus, Dia selalu mengakhiri jawab yg Dia beri dg pernyataan: "Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu." (Mat 19:27-30, 20:1-16, Mark 10:28-31, Luk 13:22-30)
Roh Kudus menegaskan bhw siapapun jg yg mulai menggantikan api passion yg menggerakkan dirinya dlm pelayanan dg 'api asing' - kita jd melayani dg motivasi ingin terkenal, hidup enak & kaya raya - ia tdk akan pernah bisa bertahan....! KekudusanNya sdg bergerak membersihkan gerejaNya. Ia ingin memastikan hanya 'api yg berasal daripadaNya' yg berkobar di mezbahNya.


Saya berdoa, biarlah anugerah Bapa membawa kita utk kembali menyala - berkobar-kobar membawa apiNya...! Jika kita memang hrs berpuasa demi kembali terhub dg hadiratNya, jgn segan & menunda-nunda utk segera melakukannya. Seringkali org kehilangan passion Ilahi krn tanpa ia sadari, ia sdh membiarkan cinta akan dunia memasuki hidupnya (1 Yoh 2:15), doa & puasa akan menolong utk kita kembali memiliki 'kirbat yg baru' dlm kehidupan & pelayanan kita (Luk 5:33-39)


Ingatlah selalu apa yg Tuhan firmankan: "Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan." (Ams 4:23) ‪#‎AkuCintaTuhan‬ (Ps. Steven Agustinus)

KAYU POHON PENAGA

29 June

KAYU POHON PENAGA


Salah satu kayu pohon yang 

terkenal di alkitab adalah kayu penaga.

Kayu penaga ini yang dipakai sebagai 

salah satu bahan membuat Kemah Suci,

tetapi tentu yang terpenting sebagai 

bahan membuat Tabut Perjanjian.

Pohon Penaga ini juga yang diperkirakan dilihat Musa 

waktu api Tuhan menyala tetapi tidak membakarnya. 

Juga diperkirakan mahkota duri Yesus, dari rantingnya.

Ini pohon yang luar biasa, 

mampu tumbuh di tempat yang paling tandus sekalipun.

Itulah kualitas yang membuatnya sangat terpilih.

Bagaimana dengan hidup kita?

Belajar dari pohon penaga ini.

Berguna sangat banyak, 

hidup begitu bermanfaat, 

buat Tuhan dan manusia. Amin.

(Disalin dari Renungan Harian "Daily Walk With The King" oleh Pdt.Petrus Agung Purnomo)

Selasa, 28 Juni 2016

Kembali ke Dalam Pelukan-Nya


Kembali ke Dalam Pelukan-Nya


Bacaan   : Kejadian 37:23-36
Setahun : Mazmur 18-22
Nats       : Sekalian anaknya laki-laki dan perempuan berusaha menghiburkan dia, tetapi ia menolak dihiburkan, serta katanya: "Tidak! Aku akan berkabung, sampai aku turun mendapatkan anakku, ke dalam dunia orang mati!" Demikianlah Yusuf ditangisi oleh ayahnya. (Kejadian 37:35)

Kembali ke Dalam Pelukan-Nya


Warisan Yakub : Kerja Keras Dan Cinta



Warisan Yakub : Kerja Keras Dan Cinta
Ev. Mikhael Indriati Tjipto


31:6 Juga kamu sendiri tahu, bahwa aku telah bekerja sekuat-kuatku e  pada ayahmu. (Kejadian 31 : 6)

31:40 Aku dimakan panas hari waktu siang dan kedinginan waktu malam, dan mataku f  jauh dari pada tertidur. 31:41 Selama dua puluh tahun g  ini aku di rumahmu; aku telah bekerja padamu empat belas tahun lamanya untuk mendapat kedua anakmu h  dan enam tahun untuk mendapat ternakmu, i  dan engkau telah sepuluh kali j  mengubah upahku. k  31:42 Seandainya Allah ayahku, l  Allah Abraham m  dan Yang Disegani oleh Ishak n  tidak menyertai aku, o  tentulah engkau sekarang membiarkan aku pergi dengan tangan hampa; tetapi kesengsaraanku dan jerih payahku p  telah diperhatikan Allah dan Ia telah menjatuhkan putusan q  tadi malam." (Kejadian 31 : 40 – 42)

Bukankah Yakub disebut Israel ? Bangsa Israel adalah bangsa yang ajaib. Pemenang Hadiah Nobel sebanyak tujuh puluh persen pemenang Nobel adalah Keturunan Israel. 70 persen orang-orang terkaya di dunia adalah keturunan Israel. Kalau saudara beriman saudara adalah keturunan Israel Rohani, berarti saudara harus ikuti teladan Yakub yaitu kerja keras. Salah satu gen dari orang Israel asli, dia selalu efektif dan bekerja keras. Mari lihat jadwal kita, apakah kita lebih banyak gunakan waktu untuk santai, ngobrol dan jalan-jalan, atau kerja keras dan efektif bagi Tuhan ? Bahkan maukah saudara mengikuti teladan kerja keras Yakub yang dimakan panas hari pada waktu siang. Kedinginan waktu malam, dan matanya jauh dari tertidur ?

29:20 Jadi bekerjalah Yakub tujuh tahun lamanya untuk mendapat Rahel z  itu, tetapi yang tujuh tahun itu dianggapnya seperti beberapa hari saja, karena cintanya kepada Rahel. a (Kejadian 29 : 20)

Hal kedua Yakub melakukan segala sesuatu karena cinta. Kerja keras Yakub lakukan tidak terasa sebagai beban karena Yakub mempunyai cinta. Seberapa besar cinta saudara kepada Tuhan ? Dan cinta saudara kepada Tuhan harus kelihatan, tidak bisa hanya di hati, karena cinta tidak dapat disembunyikan. Saudara mencintai Tuhan, amin ? Kalau saudara punya cinta, itu akan kelihatan. Cinta itu harus nyata. Apakah Tuhan hanya perlu berkata satu kalimat dan saudara melakukannya. Atau saudara perlu sepuluh tanda dari Tuhan baru saudara bergerak ? Seberapa saudara cinta Tuhan sampai saudara rela menginjil jauh ke seluruh pelosok yang medan dan perjalanannya tidak mudah ? Kalau saudara ingin terima Warisan Israel menjadi yang terbaik dalam segala hal, menjadi besar, menjadi yang terbaik dalam segala hal, menjadi kuat, saudara harus punya kerja keras dan cinta.

Jatiwangi, 28 Juni 2016
By His Grace

Jurnalis : Joshua Ivan Sudrajat S
Sumber :
Buku Warisan Higher Than Ever – Ev. Mikhael Indriati Tjipto
Halaman : 9 – 11 – Blessed To Bless – Bekasi