Selasa, 24 April 2018

SET HATI

SET HATI

Hakim-hakim 5:23 "Kutukilah kota Meros!" firman Malaikat Tuhan, "kutukilah habis-habisan penduduknya, karena mereka tidak datang membantu Tuhan, membantu Tuhan sebagai pahlawan."

Ada sebuah bahaya besar jika anak2 Tuhan tidak menyadari betapa Hari-hari ini semakin singkat karena semakin singkat menjelang kedatanganNya yg kedua kali.

Betapa pentingnya Hari-hari ini untuk menyelesaikan pekerjaan Tuhan, untuk menangkap kerinduanNya akan semua orang diselamatkan, untuk meresponi panggilan dan kesempatan unk terlibat dalam agenda Tuhan. Mari jadikan hidup kita BERKAT bagi sesama, karena Injil Keselamatan hrs diberitakan kepada semua orang.. Mari letakkan korban hidup kita demi bangsa ini dilawat Tuhan.. Mari ada dan siap saat Tuhan membutuhkan.. Mari set HATI kita sedetak dengan hatiNya akan Jiwa-Jiwa.

Salam Lawatan
Ev Indriati Tjipto

SIDANG ILAHI

Catatan Dari Robert Henderson "Sidang Ilahi"

Wahyu 12: 10-11 NIV
Kemudian saya mendengar suara keras di sorga berkata: "Sekarang telah datang keselamatan dan kuasa dan kerajaan Allah kita, dan otoritas Kristus-Nya: untuk penuduh saudara-saudara kita, yang menuduh mereka di hadapan Allah kita siang dan malam, telah dilemparkan, dikalahkan oleh darah Anak Domba dan oleh firman kesaksian mereka,

Pendakwa - Kategoros (kat-ay'-gor-os); bahasa Yunani.
Penuntut
Penuduh
Tukang Persekusi; Setan.

Wahyu 19: 10-11 NIV
Saya adalah rekan pelayan dengan Anda dan saudara-saudara Anda yang memegang kesaksian Yesus. Sembah Tuhan! Karena kesaksian Yesus adalah roh nubuatan. "11 Saya melihat surga berdiri terbuka dan di sana di depan saya ada seekor kuda putih, yang pengendarainya disebut Setia dan Benar, dengan keadilan dia meghakimi dan berperang.

Doa bukanlah mengenai memberi tahu Tuhan tentang kebutuhan kita, tetapi kita memiliki peran di ruang sidang untuk melaksanakan keputusan dan menghapus semua pemblokiran spiritual.

Kita duduk bersama Dia di tempat-tempat Surgawi ... Ef. 2: 6
Daniel doa puasa 21 hari sudah didengar sejak hari pertama.

*Konflik adalah terjadi pertama-tama di ruang sidang, BUKAN di medan perang.
*Tidak ada ruang sidang = serangan balik di medan perang; penundaan, atau kekurangan hasil.
*Keadilan Nomor Satu, Perang Nomor Dua.
SIDANG terlebih dahulu, baru Perang.
*Identitas dan arahan kita dibangun di sekitar kesaksian Yesus; bukan tuduhan2.

Senin, 23 April 2018

PEMULIHAN DI AKHIR ZAMAN

PEMULIHAN DI AKHIR ZAMAN


Terjadi 3 pemulihan besar yang Allah lakukan di bumi ini :

1. Pada saat orang mengatakan bahwa Allah telah gagal dalam rencana penciptaan manusia ( Adam & Hawa ) dimana mereka yang seharusnya bertugas untuk mengalahkan Lucifer ( Iblis ) tetapi ternyata kalah dan jatuh dalam dosa, Allah mengirimkan Adam kedua yaitu Tuhan Yesus Kristus untuk mengalahkan maut ( 1 Kor 15:45 ) dan menebus manusia dari segala dosanya. Penebusan ini adalah proses pemulihan manusia kembali pada peta dan teladan Allah untuk mengalami hidup kekal. Allah tak pernah gagal, pemulihan melalui darah Yesus menunjukkan bahwa Allah berdaulat atas seluruh ciptaanNya dan hanya Yesuslah Juruselamat umat manusia.

2. Sepanjang tahun manusia melihat dan mengklaim bahwa Allah telah gagal dalam memilih suatu bangsa yang dikhususkan bagiNya. Israel bangsa pilihan Allah justru bangsa yang senantiasa memberontak kepada Allah sampai akhirnya menyalibkan Yesus dan tercerai berai kemana-mana. Sekali lagi Allah berdaulat atas FirmanNya. Dimuliakan FirmanNya yang hidup. Tanggal 14 Mei 1948 Israel bersatu kembali dan saat ini Israel dipulihkan menjadi negara yang berpengaruh dan akan tiba saatnya dimana Israel berdamai dengan Allah dan menerima Yesus sebagai Juruselamatnya.

3. Sepanjang tahun manusia juga menganggap Allah telah gagal memilih Gereja untuk menjadi saksi, memberitakan injil keselamatan dimana sejak yesus kembali ke Surga, gereja justru mengalami kemunduran dan cenderung timbul perpecahan di mana-mana. Sejarah membuktikan Firman Allah digenapi. Gereja mengalami pemulihan dalam pengajaran kuasa dan kesaksian. Saat ini gereja menuju pada kesatuan roh dan kesempurnaan tubuh Kristus ( bukan kesatuan organisasi tetapi kesatuan oraganisme ).

Kembali kepada pola Gereja Perjanjian Baru yang dipenuhi oleh Kemuliaan Kristus dan melaksanakan seluruh perintah Allah secara lengkap. Mempelai Kristus yaitu Gereja Tuhan Yesus Kristus semakin sempurna dalam pengajaran dan kuasa.

A. Surat Kepada 7 Sidang Jemaat

Surat kepada 7 Sidang Jemaat ini dibuat melalui Rasul Yohanes di Pulau Patmos untuk memperingatkan gereja tahun mendatang.

Tujuh kota di Yunani dipakai sebagai gambaran tipe gereja karena arti daripada kota itu sesuai dengan kondisi jemaat pada tahun itu.

Surat kepada 7 gereja merupakan sejarah yang menuju kesempurnaan kepenuhan Kristus disamping adanya teguran untuk bertobat bagi mereka yang melakukan pelanggaran.

Setiap surat dimulai dengan kata " kepada malaikat jemaat " ini menunjukkan bahwa di setiap kota ada malaikat yang bertugas mengawal kota itu. Jadi malaikat bukan penatua / gembala / hamba Tuhan seperti di tafsirkan banyak orang, tetapi malaikat Allah yang sebenarnya bertugas untuk menuai di akhir zaman ( Mat 13:39b ). Dalam Alkitab asli bahasa Ibrani maupun Yunani menunjukkan kepada malaikat utusan Allah, pembawa berita ( Aggelos, Yunani - Angel, Inggris ).

Sampai saat ini setiap kota memiliki malaikat sendiri-sendiri dan baru berfungsi kalau ada gereja lokal yang bersatu dan memiliki visi yang sama untuk memenangkan kota tersebut.

Dalam membahas surat-surat tersebut, kita dapat membaginya menjadi 6 bagian :

1. Wujud keberadaan Tuhan
2. Pujian terhadap sikap dan iman jemaat
3. Teguran dan ancaman terhdap kesalahn yang diperbuat
4. Masihat dan hiburan untuk bertobat dan melangkah maju
5. Janji Tuhan bagi pemenang yang dapat keluar atau bertobat dari kesalahan yang diperbuat.
6. Arti atau keadaan jemaat dan periode tahun jemaat

B. Jemaat Efesus ( Wahyu 2:1-8 )

Wujud keberadaan Tuhan :
Yang memegang tujuh bintang di tangan kananNya dan berjalan diantara ketujuh kaki dian dari emas.

Pujian :
- Berjerih payah dan tekun
- Geram terhadap orang jahat dan pendusta yang mengaku rasul
- Sabar menderita karena nama Tuhan
- Membenci pengikut Nikolaus

Teguran dan ancaman :
- Berbalik dari kasih semula
- Jatuh terlalu dalam
- Akan diambil kaki dian dari tempatnya

Nasehat dan Hiburan :
- Bertobat
- kembali pada kasih mula-mula

Janji bagi Pemenang :
- Akan diberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Firdaus.

Arti atau keberadaan jemaat dan periode tahun :
Efesus artinya " Biarkan Berlalu " dan berlangsung tahun 33 s/d 100.
Efesus, gereja yang kehilangan kasih mula-mula mendapat pelajaran mahal yaitu dengan diangkatnya kaki dian ( pelayanan Tuhan ) dari kota tersebut. Sampai saat ini di kota Efesus tidak pernah ditemukan gereja yang dapat melaksanakan ibadahnya kembali. Penduduknya beribadah ke kota lain. Firman Allah digenapi ( Tuhan mengangkat kaki dian ). Janganlah kaki dian persekutuan yang ada diangkat karena kehilangan kasih. Jemaat tipe ini sudah hilang dimakan waktu, tetapi orang Kristen yang kehilangan kasih semakin banyak ditemui pada masa ini.

C. Jemaat Smirna ( Wahyu 2:8-11 )

Wujud keberadaan Tuhan :
Yang Awal dan yang Akhir yang telah mati dan bangkit kembali.

Pujian :
- Susah dan miskin namun kaya
- Difitnah orang Yahudi / Jemaat Iblis

Teguran dan ancaman :
- tidak ada

Nasehat dan hiburan :
- Jangan takut menderita.
- Setia sampai mati

Janji bagi pemenang :
- Akan dikaruniai mahkota kehidupan
- Tak akan menderita oleh kematian kedua

Arti atau keberadaan jemaat dan periode masa :
Smirna artinya Mur yang dihancurkan terjadi tahun 100 s/d 312.

Pada masa jemaat ini orang-orang Kristen dikejar dan dibunuh melalui adu melawan singa lapar selama masa pemerintahan 10 kaisar Roma secara terus menerus ( 10 hari dalam Wahyu 2:10 ). Jemaat tipe ini sudah hilang oleh waktu tetapi orang Kristen martir masih di dapati sampai pada kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali. Penganiayaan masa kini adalah penganiayaan jiwa atau rohani ( lebih berat resiko dan tekanannya ) seperti fitnah, penyaliban daging atau penyangkalan diri, diberhentikan dari kerja karena kesaksian Kristus.

Kesepuluh Kaisar Romawi yang melakukan penganiayaan :

1. Nero ( 33-68 M ), Rasul Paulus dipancung kepalanya.
2. Domisian ( 81 - 96 M ), rasul Yohanes digodok dalam minyak mendidih kemudian dibuang ke Pulau Patmos ( 95 M ).
3. Terajan ( 98 - 117 M ), Ignatius murid Petrus mati di kandang singa.
4. Orelius ( 161 - 180 M ), policap dan Justine tokoh gereja dibunuh.
5. Septimus Zebros ( 202 - 211 M ) membunuh orang tua teolog besar dari Afrika, Origen.
6. Meximus ( 235 - 237 M ) melakukan pembunuhan orang Kristen secara massal dan menguburkan 60 orang dalam satu liang kubur.
7. Desius ( 249-253 M ) bertekad memusnahkan agama Kristen.
8. Balerian ( 257 - 260 M ) membunuh Seperian, uskup dari Kartago.
9. Orelian ( 270 - 275 M )
10. Dioklesian ( 303 - 312 M ) ia membakar gereja dan Alkitab serta menganiaya umat Kristen secara tuntas tetapi Kekristenan tidak pernah mati.

D. Jemaat Pergamus ( Wahyu 2:12-17 )

Wujud Keberadaan Tuhan :
Yang memakai pedang yang tajam dan bermata dua

Pujian :
- Tidak menyangkal iman dan nama Tuhan sekalipun diam ditahta iblis.
- Antipas menjadi martir yang suci.

Teguran dan ancaman :
- Ada yang menganut ajaran Bileam dan nasehat Balak yang menyesatkan Israel.
- Ada yang mengikuti ajaran Nikolaus.
- Akan datang dan memerangi mereka dengan pedang di mulutNya.

Nasehat dan hiburan :
- Bertobat

Janji bagi pemenang :
- Akan diberi manna yang tersembunyi dan batu putih bertuliskan nama baru yang tidak diketahui oleh siapapun juga kecuali dirinya sendiri.

Arti atau keberadaan jemaat dan periode masa :
Pergamus artinya : perkawinan/asimilasi, terjadi antara tahun 312 s/d 590 M.

Jemaat tipe ini adalah jemaat yang kompromi dengan kekayaan sehingga terjadi perkawinan antara kehidupan rohani dengan kehidupan politik. Pada masa itu Konstantin menjadi kaisar Roma dan menyatakan Kristen sebagai agama negara. Dia mengangkat dirinya sebagai pemimpin gereja dan gereja diperalat negara untuk melaksanakan kebijaksanaan politik dan ekonomi. Sebagai pemimpin gereja sebenarnya kaisar ini tidak pernah bertobat menerima Kristus dan sampai kematiannya tidak pernah dibabtis. Hal ini menimbulkan masalah bagi pemimpin gereja sehingga disepakati jenasah kaisar dibabtis dengan percikan air di dahi. Mulai saat itulah dikenal babtis secara percik dan babtis percik sesungguhnya babtisan untuk orang sakit atau orang mati. Klimaksa dari perkawinan ini adalah terjadinya Perang Salib ( 1096 - 1270 ) yang sebenarnya hanya untuk membela kepentingan negara ( kaisar) tetapi berkedok agama.

E. Jemaat Tiatira ( Wahyu 2:18-29 )

Wujud keberadaan Tuhan :
Anak Allah yang mataNya begaikan nyala api dan kakiNya bagaikan tembaga.

Pujian :
- Berkarya dalam kasih / iman dan pelayanan serta ketekunan.
- Yang terakhir banyak bekerja.

Teguran dan ancaman :
- Membiarkan wanita Izebel (gambaran ratu Semiramis, pendiri agama Babel) menyesatkan hamba-hamba Tuhan.
- Tidak juga bertobat dari zinahnya ( perzinahan rohani ).
- Akan dilemparkan ke dalam kesukaran besar.
- Akan dimatikan anak-anaknya bila tidak bertobat dari perbuatan perempuan itu.

Nasehat dan hiburan :
- Bertobat
- Bagi yang tidak ikut ajaran Iblis, tidak menanggung beban hukuman asal jangan goyah.

Janji bagi pemenang :
- Dikaruniai kuasa atas bangsa-bangsa
- Memerintah dengan tongkat besi ( yang meremukkan seperti tembikar tukang periuk ).

Arti atau keberadaan dan periode masa :
Tiatira artinya Misa, berlangsung mulai tahun 590.
Jemaat tipe ini tidak akan diangkat kalau tidak bertobat bahkan akan masuk masa kesukaran besar ( Wahyu 2:22 ).

F. Jemaat Sardis ( Wahyu 3:1-6 )

Wujud keberadaan Tuhan :
Memiliki ketujuh Roh Allah dan ketujuh bintang itu.

Pujian :
- Ada beberapa yang tidak mencemarkan pakaiannya.

Teguran dan ancaman :
- Dikatakan hidup padahal mati
- Tak satupun pekerjaan yang didapati sempurna

Nasehat dan hiburan :
- Bangun dan kuatkanlah yang sudah hampir mati.
- Patuhi apa yang sudah diterima dan didengar.
- Bertobat dan berjaga karena Tuhan datang seperti pencuri.

Janji Tuhan bagi pemenang :
- Akan dikenakan pakaian putih
- Namanya diakui dihadapan Bapa dan para malaikatNya
- Dan tidak dicoret dari kitab kehidupan

Arti atau keberadaan jemaat dan periode masa :
Sardis artinya Luput dari Kesesatan mulai terjadi tahun 1517 sampai tahun 2018 M.

Jemaat tipe Sardis kemungkinan tidak terangkat karena kedatangan Tuhan akan seperti pencuri ( Wahyu 3:3 ). Bagi anak terang, mereka yang bersungguh-sungguh di dalam Tuhan Yesus, kedatanganNya tidak akan sebagai pencuri ( 1 Tes 5:1-4 ).


G. Jemaat Filadelfia ( Wahyu 3:7-13 )

Wujud keberadaan Tuhan :
Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud apabila Ia membuka tidak ada yang dapat menutup, apabila Ia menutup tidak ada yang bisa membuka.

Pujian :
- Dengan kekuatan yang tidak seberapa namun tidak menyangkal Tuhan dan menuruti Firman.
- Tekun menantikan Tuhan.

Teguran dan ancaman :
- Tidak ada teguran

Nasehat dan hiburan :
- Pegang teguh apa yang sudah dimiliki.
- Jangan biarkan mahkota terlepas

Janji Tuhan bagi pemenang :
- Iblis akan tersungkur di kaki jemaat
- Dilindungi dari masa kesukaran yang akan melanda dunia ini.
- Dijadikan soko guru di Bait Suci
- Akan dituliskan nama yang baru.

Arti atau keberadaan jemaat dan periode masa :
Filadelfia artinya Kasih Persaudaraan dan dimulai dari tahun 1725 sampai pengangkatan 2011.

H. Jemaat Laodikia ( Wahyu 3:14-22 )

Wujud keberadaan Tuhan :
Dari Amin saksi yang Setia dan Benar

Pujian :
- Tidak ada

Teguran dan ancaman :
- Kegiatannya tidak dingin dan tidak panas ( suam-suam kuku ).
- Akan dimuntahkan dari mulut Tuhan.
- Melarat, buta, malang dan telanjang.

Nasehat dan hiburan :
- Membeli emas yang sudah murni ( imannya teruji )
- Kain putih membungkus ketelanjangan ( kekudusan ).
- Minyak untuk melumas mata ( Roh Kudus membuka mata rohani terhadap pengajaran Firman Tuhan ).
- Bertobat dan membuka pintu bagi Tuhan (menjadikan Yesus sebagai Tuhan).
- Yang dikasihi dihajar.

Janji Tuhan bagi pemenang :
- Akan didudukkan bersama-sama dengan Tuhan diatas tahtaNya.
- Namanya diakui dihadapan Bapa dan para malaikatNya seperti Tuhan Yesus menang dan duduk bersama-sama Allah Bapa diatas tahtaNya.

Arti atau keberadaan jemaat dan periode masa :
Pada masa ini orang-orang awam dapat menjadi hamba Tuhan tanpa harus melalui pendidikan formal sekolah Teologia. Namun akibat dari kaum awam lainnya timbul gereja yang suam-suam kuku. Majelis yang mengendalikan gereja secara berlebih membuat Roh Kudus sulit untuk berkarya dalam gereja tersebut sampai akhirnya Tuhan Yesus mengetuk pintu minta ijin masuk kembali dalam gerejaNya ( Wahyu 3:20 ). Gereja tipe Laodikia tidak akan terangkat, bahkan karena suam-suam, Tuhan memuntahkannya masuk dalam masa kesukaran besar.

I. Penggenapannya pada saat ini

Setelah Tuhan naik ke Surga, jemaat mengalami kemajuan pesat dalam hal pemberitaan Injil sampai puncaknya mereka mengalami aniaya dibnuh karena nama Yesus. Tetapi pada tahun 312 M, Kaisar Konstantin menjadi Kaisar Romawi dan menyatakan bahwa Kristen menjadi agama negara. Akibatnya umat Kristen yang sebelumnya tertekan oleh aniaya dan banyak berdoa menjadi merasa bebas dan kendorlah perjuangan doa mereka. Mereka kurang berjaga-jaga hingga akhirnya unsur agama Babel masuk dalam gereja.

J. Kemunduran Gereja

Gereja mengalami kemunduran dengan hilangnya beberapa pengajaran :

1. Tahun 130
Nubuatan, penumpangan tangan hilang dari gereja.
2. Tahun 150
Babtisan Roh Kudus dan Karunia Roh Kudus hilang dari jemaat.
3. Tahun 185
Babtisan bayi pertama kali dilakukan. Alkitab menjelaskan bahwa mereka yang boleh dibabtis hanya mereka yang sudah bertobat menerima Yesus ( Kis 2:38 ). Bayi belum bisa bertobat sehingga untuk keselamatannya merupakan tanggung jawab orang tuanya ( 1 Kor 7:14 ).
4. Tahun 210
Keimanan orang percaya diatur oleh aturan manusia. Firman Allah menyatakan bahwa kita adalah imamat yang rajani ( 1 Pet 2:9 ) jadi semua yang telah terima Yesus berhak menjadi imam-imam Allah yang mempunyai martabat sebagai raja bahkan ada memerintah sebagai imam Allah dan raja 1000 tahun lamanya ( Wahyu 20:6 ).
5. Tahun 240
Kesucian dialnggar dalam kehidupan jemaat. Pelanggaran kesucian pada jemaat dapat berbentuk kompromi terhdap kebiasaan buruk yang merusak tubuh ( merokok ), percabulan bahkan kemungkinan adanya perceraian atau diaken beristri dua.
6. Tahun 350
Keselamatan oleh iman kepada karya Tuhan yesus kristus sebagai kasih karunia Allah ( Ef 2:8-9 ) menghilang dari ajaran gereja. Keselamatan harus diarih melalui amal perbuatan dan hal ini tidak ada bedanya dengan agama lain. Penyimpangan pengajaran memuncak pada abad keenam belas ketika gereja memperjualbelikan surat pengampunan dosa.
7. Tahun 392
Gereja kompromi dengan negara. Aturan negara telah menghambat pertumbuhan jemaat dan pimpinan gereja diambil alih oleh kaisar setelah Konstantin.

K. Pemulihan Gereja

1. Pemulihan iman kepada Yesus

Setelah masa kemunduran yang dalam yaitu saat pengampunan dosa diperjualbelikan, Tuhan bangkitkan seorang tokoh reformis bernama Martin Luther pada tahun 1517 yang membawa gereja kembali kepada iman keselamatan di dalam Tuhan Yesus Kristus. Dan dikenal sebagai gerakan Protestan. Dari gerakan ini muncullah berbagai kelompok denominasi gereja seperti Lutheran, Presbiterian, Calvinis, Zwingly / Menonite.

2. Pemulihan Babtisan air sesuai Firman Allah :
( diselam, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus )

Pemulihan berlangsung terus dengan munculnya gerakan Ana Babtis diprakarsai oleh Hubmaier pada tahun 1523 yang membawa babtis air kembali kepada arti dan prosesnya sesuai dengan Firman Tuhan yaitu di selam ( Babtiso, Yunani = ditenggelamkan, basah seluruh tubuh ).

Sesuai dengan makna babtis air itu sendiri yaitu mati dalam Kristus dikuburkan dan bangkit bersama Kristus ( Roma 6:3-4 ) maka pada waktu jemaat di selam menggambarkan proses kematian dan keluar air menggambarkan proses kebangkitan.

3. Pemulihan Pertobatan Sejati, tanda kelahiran baru dan mengejar kekudusan

Pemulihan berikutnya adalah pertobatan sejati untuk kelahiran baru dalam upaya mencapai kekudusan. Pemulihan dimulai tahun 1700 dan dipelopori oleh gerakan Metodis bertujuan untuk membawa jemaat hidup berkemenangan. Pertobatan berasal dari kata Metanoia ( Yunani ) artinya berubah cara berpikirnya dari kebiasaan terus menerus memikirkan perkara kedagingan / duniawi diubah untuk memikirkan semua kebenaran Firman Allah dan melakukannya dengan bantuan Roh Kudus.

Seluruh kehidupan yang semula hanya untuk pribadi (egosentris) sesudah bertobat seluruh kehidupan dipersembahkan bagi kemuliaan Allah. Segala sesuatu yang kita kerjakan adalah untuk kemuliaan Allah ( 1 Kor 10:31 b ).

4. Pemulihan Kesembuhan Ilahi

Gerakan Moravian dengan kelompok Bala Keselamatan yang dipelopori William Booth mendorong jemaat untuk aktif dalam penginjilan.
Sesuai dengan asal katanya, gereja yaitu Ecclesia berarti dipanggil keluar untuk menjadi saksi Kristus. Jadi gereja yang tidak pernah mengabarkan injil keselamatan namanya bukan gereja ( yang sesuai dengan maksud Alkitab ).

5. Pemulihan Kesembuhan Ilahi

Gerakan Christian Mission Aliance ( CMA ) yang pelayanannya dikenal melalui Kemah Injil memperkenalkan Kesembuhan Ilahi dengan pelayanan mereka. Tokoh yang mempelopori pemulihan ini adalah AB. Simpson dan AJ. Gordon. Gereja semakin disempurnakan pengajarannya melalui penggenapan Firman Allah yang berbunyi " oleh bilur-bilur Tuhan Yesus semua yang sakit telah sembuh ", 1 Petrus 2:24.

6. Pemulihan Kasih Persaudaraan

Gerakan The Brothern membawa gereja kembali kepada kasih semula ( Ef 2:4-5 ) yaitu dengan diterapkannya pelayanan diakonia (pemeliharaan orang miskin, janda, jompo, yatim piatu) secara lebih intensif. Pada masa ini nyata kasih persaudaraan ( Filadelfia ) dalam hubungan sesama manusia.

7. Pemulihan Babtisan Roh Kudus

Gerakan Pentakosta muncul tahun 1901 sebagai penggenapan Firman Allah dalam Yoel 2:28-29 bahwa pada hari-hari terakhir Tuhan akan mencurahkan RohNya keatas semua manusia. Melalui gerakan ini Tuhan menyatakan kuasaNya melalui pelaksanaan Baptisan Roh Kudus ( Luk 3:16 ) yang disertai dengan manifestasi berbagai karunia ( 1 Kor 12,14 ) dan kuasa dalam pemberitaan Injil ( Kis 1:8 ).

8. Pemulihan Penumpangan tangan, Tubuh Kristus dan Karunia-karunia Roh Kudus

Gerakan Hujan Akhir dimulai tahun 1948 melengkapi proses pemulihan gereja dengan bangkitnya pelayan-pelayan Kristus ( 1 Petrus 2:9 ). Mereka diutus melalui penumpangan tangan dan tubuh Kristus menyatakan eksistensinya melalui 5 jawatan Allah ( Rasul, Nabi, Penginjil, Gembala dan Pengajar, Ef 4:11-13 ). Gerakan ini muncul sebagai penggenapan Firman Allah akan adanya tuaian besar di hujan akhir ( Yoel 2:23 ) yang disertai dengan karunia-karunia Roh Kudus dalam setiap pelayanannya.

9. Pemulihan Kuasa Pujian dan Penyembahan

Gerakan Kharismatik ( Pantekosta Baru ) pada tahun 1960 merupakan penggenapan wahyu Tuhan dalam Amos 9:11 bahwa di akhir zaman Tuhan akan mendirikan kembali Pondok Daun yaitu suatu rumah kediaman Allah tempat orang berbakti melalui pujian dan penyembahan.

Kharismatik dimulai dari kalangan Katolik di Amerika yang mendambakan kuasa dalam kehidupan mereka dan dalam ibadahnya banyak disertai mujizat dan kesembuhan ilahi.

10. Pemulihan Hidup Berjemaat, Gereja Lokal, Kegerakan akhir menuju gereja yang penuh kemuliaan Kristus

Gerakan injil Sepenuh ( Full Gospel ) sejak tahun 1970 melakukan pemulihan dalam berjemaat yang disertai dengan pemulihan gereja yang dipenuhi kemuliaan Kristus (Ef 1:23) akan membawa gereja sebagai mempelai Kristus yang tak bercacat di hdapan Tuhan dan siap untuk dijemput oleh mempelai pria yaitu Tuhan Yesus melalui peristiwa pengangkatan ( Ef 5:25-27 ).

Saat ini banyak gereja / persekutuan telah melalui berbagai fase pemulihan sampai kepada kehidupan berjemaat yang dipenuhi kemuliaan Kristus sehingga hal ini menunjukkan bahwa pengangkatan gereja tidak lama lagi.

Yang dimaksud gereja diatas bukan membicarakan gedung, alirannya maupun organisasinya tetapi langsung berbicara terhadap pribadi lepas pribadi sebagai Bait Allah yang hidup yang tubuhnya dapat diubah dalam sekejab (1 Kor 15:51-53).

Jemaat yang terangkat adalah :

Dari pembahasan diatas kita sudah melihat bahwa tidak semua jenis jemaat terangkat hanya jemaat tipe Filadelfia !!!

Apakah ciri jemaat Filadelfia yang nyata ada dalam gereja saat ini ?

Cirinya adalah jemaat yang melakukan seluruh kehendak Allah dan kasih persaudaraan tetap dibina dan dipelihara.

Tuhan Yesus menyatakan dalam FirmanNya ( Mat 7:21 ) " Bukan setiap orang yang berseru kepadaKu Tuhan, Tuhan akan masuk ke dalam Kerajaan Surga melainkan dia yang melakukan kehendak BapaKu yang di Surga. "

Jadi agar diangkat lakukan semua kehendak Allah yaitu beriman kepada Tuhan Yesus sebagai Anak Domba Allah yang telah disembelih menjadi korban untuk menebus dosa manusia, alami babtisan air sesuai dengan Firman Allah yaitu diselam di dalam nama Bapa, Putra dan Roh Kudus yaitu Tuhan Yesus Kristus sebagai tanda kematian dalam kematian Kristus dan mengalami kuasa kebangkitan di dalam Tuhan Yesus Kristus.

Lakukan pertobatan sejati untuk mengejar kekudusan. Tanpa kekudusan orang tidak dapat melihat Kerajaan Allah.
( Ibr 12:14 ).

Lakukan pemberitaan Injil dan alami kesembuhan ilahi. Lakukan perintah " Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri " ( Mat 22:39 ).

Alami babtisan Roh Kudus dan penumpangan tangan untuk melayani Tuhan dan memperoleh karunia Roh Kudus.

Lakukan Pujian dan Penyembahan sebagai dupa yang harum dihadapan Allah.
Hiduplah berjemaat untuk menyatakan kasihmu kepada sesama terutama kepada saudara seiman ( Gal 6:10, Ibr 10:24-25 ).

Untuk melakukan seluruh kehendak Allah bukan berarti saudara harus masuk ke Gereja Kharismatik atau Injil Sepenuh tetapi saudara sebagai gereja / Bait Allah yang hidup lakukan semua kehendak Allah.

Sekalipun pembaca dari latar belakang Protestan tetapi kalau melakukan seluruh kehendak Allah (termasuk mengalami babtisan air secara selam), baptisan Roh Kudus dan setia berharap menantikan kedatanganNya ), Firman Allah menjamin akan diangkat ( Wahyu 3:10 ).

Tetapi sekalipun pembaca adalah jemaat Pentakosta, Kharismatik tetapi tidak menjaga kekudusan dan kehilangan kasih maka ada kemungkinan tidak terangkat kalau tidak segera bertobat.

Jadi yang utama adalah Iman, Pengharapan dan Kasih ( 1 Kor 13:13 ).

1. Beriman bahwa oleh kuasa darah Yesus mereka yang menerimaNya mengalami kelahiran baru ( Yoh 3:5-7 ) dan beriman mengalami pengangkatan.

2. Pengharapan akan penggenapan janji-janji Allah yang rindu menantikan kedatangan Tuhan untuk memperoleh Mahkota Kebenaran ( 1 Tes 4:16-17, 2 Tim 4:8 ).

3. Kasih yang mempersatukan sebagai hal utama karena ciri utama jemaat tipe Filadelfia sesuai dengan artinya kasih persaudaraan.

Saat ini jika saudara belum mengalami anugerah keselamatan di dalam Tuhan Yesus dan belum melakukan seluruh kehendak Allah terimalah Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatmu, undanglah masuk dalam hatimu dan serahkan hidupmu untuk menjadi pelaku Firman yang setia. Mintalah Roh Kudus untuk menolong saudara melakukan seluruh ketetapan Allah maka damai sejahtera Allah akan menguasai hidupmu di dalam Kristus Yesus.

KUASA PUJIAN PENYEMBAHAN

*KUASA PUJIAN DAN PENYEMBAHAN*


Mazmur 22:4), Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel.
Kehidupan manusia tidak hanya bisa “terpuaskan” dengan pemenuhan kebutuhan fisik dan jiwani saja. Manusia juga membutuhkan pemenuhan kebutuhan rohani. Berdoa dan memuji menyembah  Sang Pencipta pastinya sudah menjadi kebutuhan orang Kristiani. Seperti apa yang tertulis di Kitab Mazmur tersebut bahwa Allah Yang Kudus bersemayam dan bertahta di atas puji-pujian umatNya. Ketika umat Tuhan memuji Dia lewat pujian penyembahan, firman Tuhan berkata bahwa pada saat yang sama Tuhan akan bertahta di atas pujian penyembahan umat-Nya. Kehadiran Tuhan itu pasti membawa suatu dampak yang luar biasa. Coba kembali renungkan peristiwa sekitar 2000 tahun yang silam saat dimana Tuhan Yesus berada dimanapun selalu ditandai dengan penyataan mujizat dan berbagai perbuatan-perbuatan ajaib Allah yang mentakjubkan.
     
   Banyak orang sakit dan cacat (buta, kusta, timpang sejak lahir, kerasukan setan, dan lain sebagainya) mengalami kesembuhan dan mujizat pemulihan di saat berjumpa dengan Tuhan Yesus. Sayangnya masih ada sebagian orang kristen yang beranggapan bahwa ini semua peristiwa “masa lampau”. Padahal perjumpaan dengan Tuhan masih bisa dialami di zaman ini. Dan salah satunya adalah lewat pujian dan penyembahan.

Ketika umat Tuhan menyembah Dia maka ada kuasa Allah yang dilepaskan dari Sorga. Beberapa di antaranya adalah:

*1. KUASA GELAP DILUMPUHKAN*
         
 (Mazmur 149:6-9), Biarlah pujian pengagungan Allah ada dalam kerongkongan mereka, dan pedang bermata dua di tangan mereka, untuk melakukan pembalasan terhadap bangsa-bangsa, penyiksaan-penyiksaan terhadap suku-suku bangsa, untuk membelenggu raja-raja mereka dengan rantai, dan orang-orang mereka yang mulia dengan tali-tali besi, untuk melaksanakan terhadap mereka hukuman seperti yang tertulis. Itulah semarak bagi semua orang yang dikasihi-Nya. Haleluya!
         
Di saat umat Allah memuji dan menyembah Allah dengan benar, firman Tuhan berkata bahwa pada saat yang sama pula kita sedang membelenggu dan melumpuhkan kuasa-kuasa kegelapan. Suku-suku bangsa yang dimaksud dalam ayat di atas bukanlah manusia biasa. Tetapi mereka adalah penghulu kerajaan kegelapan, itulah Iblis dan pesuruh-pesuruhnya. Karena untuk menghadapi mereka tidak dibutuhkan senjata-senjata secara fisik tetapi kuasa Allah. (2 Korintus 10:4), Karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng. Dan salah satunya adalah lewat pujian dan penyembahan. Ketika umat Allah memuji dan menyembah Allah dalam roh dan kebenaran, maka benteng-benteng musuh rohani di runtuhkan. (1 Samuel 16:23), Dan setiap kali apabila roh yang dari pada Allah itu hinggap pada Saul, maka Daud mengambil kecapi dan memainkannya; Saul merasa lega dan nyaman, dan roh yang jahat itu undur dari padanya. Setiap kali Daud memainkan kecapinya dalam pujian dan penyembahan, maka roh jahat yang “biasa” menguasai Saul dihalau keluar dari padanya. Hal yang serupa pernah dialami oleh seorang anak Tuhan yang di saat memuji dan menyembah Allah dengan permainan gitarnya yang tidak terlalu profesional, namun tujuh orang pemuda dibebaskan dari kuasa gelap yang mencengkeram hidupnya.
         
Bisa dibayangkan bagaimana indahnya kehidupan (pribadi maupun keluarga) apabila kita hidup dalam suasana pujian dan penyembahan setiap hari. Yang pasti area kita akan “steril” dari pengaruh kuasa kegelapan.

*2. MENERIMA INSPIRASI ALLAH*
           
(2 Raja-Raja 3:15-19), Maka sekarang, jemputlah bagiku seorang pemetik kecapi.” Pada waktu pemetik kecapi itu bermain kecapi, maka kekuasaan TUHAN meliputi dia. Kemudian berkatalah ia: “Beginilah firman TUHAN: Biarlah di lembah ini dibuat parit-parit, sebab beginilah firman TUHAN: Kamu tidak akan mendapat angin dan hujan, namun lembah ini akan penuh dengan air, sehingga kamu serta ternak sembelihan dan hewan pengangkut dapat minum. Dan itu pun adalah perkara ringan di mata TUHAN; juga orang Moab akan diserahkan-Nya ke dalam tanganmu. Kamu akan memusnahkan segala kota yang berkubu dan segala kota pilihan; kamu akan menumbangkan segala pohon yang baik; kamu akan menutup segala mata air dan kamu akan merusakkan segala ladang yang baik dengan batu-batu.” Di tengah-tengah menghadapi situasi kekurangan air dan kepungan musuh-musuh yang hebat, Yosafat meminta sekutunya raja Israel untuk mencari nabi Tuhan. Ketika mereka berjumpa dengan Elisa, nabi Tuhan pada waktu itu, mereka diperintahkan untuk mencari pemaian kecapi. Tujuannya? Untuk mempersembahkan pujian dan penyembahan kepada Tuhan. Dan heran, ketika pemain kecapi ini memainkan musik pujian dan penyembahan kepada Tuhan, inpirasi turun ke atas nabi Tuhan. Lewat inspirasi yang turun ini, mereka mendapat pentunjuk dalam mengatasi situasi sukar yang sedang mereka hadapi. (2 Raja-Raja 3:18), Dan itu pun adalah perkara ringan di mata TUHAN; juga orang Moab akan diserahkan-Nya ke dalam tanganmu. Bagi Tuhan tidak ada satupun perkara sukar yang tidak bisa dipecahkannya dengan mudah. Semua perkara mudah bagi Allah. Betapa indahnya hidup yang mengandalkan kemampuan Allah yang ekstra ordinari ini. Karena itu jadikan peujian dan penyembahan sebagai gaya hidup sehari-hari. Orang yang hidup dengan gaya hidup seperti ini tidak akan kekurangan hikmat Allah dalam kehidupan sehari-hari. Ingatlah hikmat Allah turun atas Salomo setelah ia mempersembahkan korban bakaran kepadaNya (1 Raj. 3:4-5, 12). Pujian dan penyembahan adalah sebuah persembahan yang sangat memperkenankan hati Tuhan. Ketika umat Tuhan mempersembahkan pujian dan penyembahan, maka hikmat Allah akan turun dengan limpahnya atas kita.

*3. ALLAH BERPERANG GANTI KITA*
           
(2 Tawarikh 20:21-22), Setelah ia berunding dengan rakyat, ia mengangkat orang-orang yang akan menyanyi nyanyian untuk TUHAN dan memuji TUHAN dalam pakaian kudus yang semarak pada waktu mereka keluar di muka orang-orang bersenjata, sambil berkata: "Nyanyikanlah nyanyian syukur bagi TUHAN, bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setiaNya!" Ketika mereka mulai bersorak-sorai dan menyanyikan nyanyian pujian, dibuat TUHANlah penghadangan terhadap bani Amon dan Moab, dan orang-orang dari pegunungan Seir, yang hendak menyerang Yehuda, sehingga mereka terpukul kalah. Dua ayat di atas jelas mengatakan ketika umat Tuhan menaikkan pujian dan penyembahan maka Tuhan mengadakan penghadangan terhadap musuh-musuh umatNya. Dengan kata lain, ketika memuji dan menyembah Allah, maka Ia siap berperang ganti kita. Cara Tuhan berperang jelas berbeda dengan cara kita. Cara Tuhan berperang itu begitu efektif dan meraih hasil yang besar. Musuh-musuh yang ditakuti oleh Yosafat dan raja Israel dikalahkan dengan mudah tanpa keterlibatan Yosafat dan “sekutunya”. Mengapa Tuhan senang kita menaikkan pujian dan penyembahan dikala kita sedang menghadapi situasi yang sulit?. Jawabannya sederhana, supaya kita tidak terjebak dengan persungutan (1 Kor. 10:10) atau perkataan-perkataan negatif lainnya.
              (Ayub 34:36), Ah, kiranya Ayub diuji terus-menerus, karena ia menjawab seperti orang-orang jahat!. Lamanya ujian yang dihadapi oleh Ayub amat ditentukan oleh sikap dan perkataan-nya. Tidak disangkali tidaklah mudah menghadapi situasi sukar yang dialami oleh Ayub (bayangkan dalam satu hari, ia bukan hanya kehilangan harta bendanya, tetapi juga disertai kematian sepuluh anak kesa-yangannya, masih ditambah lagi penyakit kulit yang ia alami secara mendadak, ditinggalkan oleh istrinya, semua dalam waktu yang hampir bersamaan. Namun per-hatikan selama ia belum bersikap dan berkata dengan benar, maka ia belum lulus dalam ujiannya. Berarti, ia masih akan terus “Berputar-putar” dalam ujian sama yang amat ia tidak sukai. Kenali prinsip ini, supaya di saat berhadapan dengan ujian atau berbagai kesukaran lainnya, kita tidak bersikap dan berkata yang kontraproduktif. Firman Tuhan mengajarkan naikkan pujian dan penyembahan di tengah-tengah situasi sulit apapun. Hasilnya justru akan membuat kita terkagum-kagum.

*4. MENARIK JIWA-JIWA DATANG KEPADA DIA*

               (Mazmur 40:4), Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku untuk memuji Allah kita. Banyak orang akan melihatnya dan menjadi takut, lalu percaya kepada TUHAN. Satu lagi dampak dasyat dari pujian dan penyembahan yang tidak kalah pentingnya, ketika kita memiliki gaya hidup memuji dan menyembah Allah, maka kuasa Tuhan akan nyata dalam menarik orang datang kepadaNya lewat kehidupan kita (Yoh. 12:32) (Dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepadaKu). Tidak satupun orang bisa datang dekat kepada Bapa jika bukan Roh Allah yang menariknya. Jangan pernah mencoba “menobatkan” mengubah orang dengan kekuatan manusia kita. Perubahan hanya bisa dikerjakan oleh Tuhan. Kuasa Allah akan menarik orang datang kepadaNya melalui kehidupan yang memberikan pujian dan penyembahan kepada Tuhan. Ini berarti orang yang hidup dalam pujian dan penyembahan akan berbuah-buah secara rohani. (Dari Berbagai Sumber / Vido Fransisco)

GILA-GILAAN DENGAN TUHAN

GILA-GILAAN DENGAN TUHAN


Makin saya merenungkan kitab Kisah Rasul 19, saya semakin melihat betapa besar peranan seorang pemimpin dalam kapasitasnya untuk memastikan kemajuan jemaat yang ia pimpin. Bahkan dalam kitab Wahyu pasal 2 & 3 - yang menggambarkan keberadaan gereja-gereja akhir jaman - dalam Tuhan mengoreksi dan membawa penyelarasan atas gereja-gereja tersebut dengan rancangan kekal yang Ia miliki, Dia tetap mempergunakan seorang pemimpin; Dia mengoreksi sang pemimpin dan sang pemimpinlah yang melakukan penyelarasan atas hidup jemaat yang ia ayomi. Begitulah pola kerja Tuhan.

Pemimpin adalah orang kunci kegerakan. Dalam hidup sang pemimpinlah Tuhan mempercayakan kemajuan, terobosan maupun perubahan dalam hidup sang jemaat. Sebagaimana keberadaan sang pemimpin, sedikit banyak pasti akan bermanifestasi dalam kehidupan orang-orang yang ia pimpin...

1. Setiap individu pemimpin harus sudah terhubung dengan dimensi Kerajaan sebelum ia memulai pelayanannya sebagai seorang pemimpin.

Saat jemaat Efesus ada dibawah kepemimpinan Apolos, mereka tidak lebih hanyalah jemaat yang mencintai Tuhan tapi saat jemaat yang sama di ayomi oleh Paulus, jemaat Efesus berubah menjadi pusat kegerakan bagi seluruh Asia. Penyebabnya tidak lain adalah karena Paulus sebagai seorang pemimpin, ia sudah hidup dalam dimensi kerajaan (ia tidak hanya mampu 'melihat' realita kerajaan, atau sekedar 'masuk & hidup' didalam realita kerajaan tapi ia sudah menjadi 'yang empunya' kerajaan itu) sehingga dimanapun, kapanpun & terhadap siapapun yang ia layani, Paulus bisa menghadirkan kuasa kerajaan itu...

Faktor keberadaan seorang pemimpin yang membawa dimensi kerajaan didalam hidupnya akan menjadi faktor pembeda yang paling kuat dalam dunia pelayanan. Melalui sang pemimpin, jemaat yang dilayani tidak hanya 'memahami' tentang berbagai aspek kerohanian tapi mereka 'memiliki' esensi dari yang diajarkan tersebut - misal, jemaat tidak hanya sekedar 'memahami tentang Iman' tapi jemaat di kondisikan oleh sang pemimpin sehingga mereka jadi 'memiliki kehidupan Iman'...

Memang sebelum seseorang bisa 'melihat' realita kerajaan sorga, ia harus rela memberi dirinya ada didalam suatu pengayoman seseorang lain yang memang 'sudah terhubung' dengan Kerajaan sorga (Yoh 3:3) Dengan ia menyelaraskan pikiran/ sudut pandang yang ia miliki dengan sang pembimbing, maka apa yang 'sudah dilihat' oleh sang pembimbing, otomatis akan mulai dapat 'ia lihat' juga...

Prinsip-prinsip firman tidak boleh hanya sekedar jadi teori/ wacana belaka tapi harus menjadi realita dalam kehidupan sehari-hari setiap kita.

2. Seorang pemimpin harus terus menjagai kecenderungan hatinya untuk tetap tertuju hanya kepada kebenaran; selalu ada gelora kehausan/ kelaparan akan kebenaran yang menyala-nyala dalam batinnya.
Pemimpin yang mencintai kebenaran biasanya akan di kelilingi oleh para pengikut/ jemaat yang juga mencintai kebenaran.

Saya mendapati, keberadaan & pelayanan seorang pemimpin ternyata bekerja/ berfungsi sama seperti suatu pemancar siaran radio yang bekerja pada suatu frekuensi tertentu; hanya mereka yang memiliki alat penerima yang sudah di setel pada frekuensi yang sama, yang akan dapat mendengarkan siaran dari studio tersebut. Biasanya jemaat yang memang membawa frekuensi hidup yang berbeda akan terus merasa bagaimana kebutuhan-kebutuhan mereka sama sekali tidak tersentuh/ terlayani oleh si hamba Tuhan, sehingga hal tersebut mengkondisikan dirinya untuk cepat atau lambat segera berpindah ke gereja/ persekutuan yang lainnya lagi.

Berbeda dengan jemaat yang walau awalnya membawa frekuensi hidup yang berbeda, tapi bersedia menundukkan dirinya untuk mengadopsi frekuensi yang sama seperti yang di bawa oleh sang pemimpin, akan terjadi perubahan yang menyolok dalam kehidupannya. Semua bentuk percampuran hidup - cinta Tuhan tapi juga masih mencintai dunia ini, masih mencintai diri sendiri, masih mencintai/ mengejar uang - akan mulai terkikis; kehidupan yang sepenuhnya tertuju pada kebenaran & mengejar realita Tuhan akan terus bertumbuh dalam hidupnya.

Seorang pemimpin yang secara gila-gilaan mengejar realita Tuhan, mati-matian mempraktekkan firman & rela habis-habisan dalam menghidupi kebenaran otomatis akan melahirkan jemaat yang juga rela mati-matian, gila-gilaan & habis-habisan buat Tuhan dan penggenapan rencanaNya...
#AkuCintaTuhan
Ps. Steven Agustinus

Message ini akan dilanjutkan besok