Sabtu, 10 Maret 2012

Jika Lawanmu Adalah Teman-Teman Yang Mengasihimu

Jika Lawanmu Adalah Teman-Teman Yang Mengasihimu

"Berkatalah Naomi: 'Telah pulang iparmu kepada bangsanya dan kepada para allahnya; pulanglah mengikuti iparmu itu.' Tetapi kata Rut: 'Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku; di mana engkau mati, akupun mati di sana, dan di sanalah aku dikuburkan. Beginilah kiranya TUHAN menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jikalau sesuatu apapun memisahkan aku dari engkau, selain dari pada maut!'" - Rut 1:15-17
"Berkatalah Elia kepadanya: 'Baiklah tinggal di sini, sebab TUHAN menyuruh aku ke sungai Yordan.' Jawabnya: 'Demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau.' Lalu berjalanlah keduanya." - 2 Raja-Raja 2:6
"Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: 'Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau.' Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: 'Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.'" - Matius 16:22-23

Bukankah Naomi bermaksud baik ketika ia menyarankan Rut untuk meninggalkannya dan kembali kepada bangsanya di tanah Moab? Bukankah Elia bermaksud baik supaya Elisa tidak bersusah payah mengikutinya ke arah yang tak pasti saat itu? Bukankah Petrus pun bermaksud baik supaya Tuhan Yesus tidak tertimpa sesuatu yang buruk?
Dan apa yang akan terjadi jika saat itu Rut menuruti saran Naomi? Apa yang akan terjadi jika Elisa menyerah dan berhenti di tengah jalan tidak lagi mengikuti Elia sampai menyaksikan tuannya terangkat? Dan bagaimana jika Yesus sepakat dengan Simon Petrus saat itu?

"Setelah dilihat oleh saudara-saudaranya, bahwa ayahnya lebih mengasihi Yusuf dari semua saudaranya, maka bencilah mereka itu kepadanya dan tidak mau menyapanya dengan ramah. Pada suatu kali bermimpilah Yusuf, lalu mimpinya itu diceritakannya kepada saudara-saudaranya; sebab itulah mereka lebih benci lagi kepadanya." - Kejadian 37:4-5
"Tetapi Yesus berkata kepadanya (Yudas Iskariot): 'Hai teman, untuk itukah engkau datang?' Maka majulah mereka memegang Yesus dan menangkap-Nya." - Matius 26:50
Namun jika bukan karena kebencian saudara-saudaranya, Yusuf tidak akan pernah melihat mimpinya menjadi kenyataan setelah belasan tahun kemudian ia menjadi penguasa yang berdaulat atas seluruh tanah Mesir dan dunia di zaman itu. Bahkan Yesus menyebut Yudas Iskariot sebagai "teman" karena pengkhianatannya Ia bisa merampungkan kehendak Bapa untuk mati di kayu salib dan bangkit di hari ke-3.
Hikmat manusia seringkali berbeda dengan hikmat Allah. Jalan manusia bahkan sering bertentangan dengan jalan-Nya. Rancangan kebaikan manusia yang kelihatan begitu baik, malah kelihatan usang ketika dibandingkan dengan rancangan Tuhan yang sempurna. Namun pengertian dan kebenaran diri sendiri sering menjerat diri kita sendiri. Bergaullah dengan Yang Sempurna lebih erat lagi, karena Ia adalah Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu (Yohanes 14:26).

KALEB

KALEB

By : Vendrik Torindatu 

Hari ini saya tergerak mau membagi tulisan tentang satu tokoh di Alkitab, yang terlihat jarang ditulis tetapi sesungguhnya hidupnya banyak berarti untuk perjalanan kehidupan satu bangsa yaitu Israel. Diceritakan di Bilangan pasal 13-14 tentang bagaimana akhirnya bangsa Israel harus masuk dalam 40 tahun masa berputar-putar di padang gurun( Bilangan 14:34), sebelum masuk Kanaan. hal itu dimulai waktu 10 orang pengintai ( dari 12 orang yang disuruh Musa) berbicara hal-hal negatif tentang Kanaan yang akhirnya membawa bangsa Israel kepada pemberontakan kepada Tuhan (Bilangan 14 :11).

Kita melihat dari apa yang ditulis Alkitab tentang Kaleb, paling tidak 2 kali dia bertindak dan berbicara kepada umat Israel untuk mempercayai Tuhan dan janji-Nya tentang Kanaan yang akan mampu ditaklukkan serta mengingatkan orang Israel untuk tidak memberontak kepada-Nya (Bilangan 13:30-31;Bilangan 14:8-9).

Kenapa Kaleb melakukan hal itu semua? dan apa yang mendorongnya untuk berani menyuarakan kebenaran diantara mayoritas orang-orang yang tidak mempercayai kebenaran..? Paling tidak ada 2 hal yang menjadi faktor penting kenapa Kaleb mau lakukan hal itu. Dan luar-biasanya 2 hal ini di katakan oleh Tuhan sendiri.

1. Kaleb punya Hati yang penuh kepada Tuhan ( Yosua 14:14)

Saat Kaleb sudah berumur 85 tahun, dan ia memperoleh Hebron, Tuhan tetap mendapati bahwa hatinya Penuh mengikuti Tuhan. Gereja Tuhan, untuk memiliki seluruh janji Tuhan atas kita secara utuh, dasar dan fondasi dari semua itu haruslah kita memiliki HATI YANG PENUH kepada Tuhan. Hati bicara tentang MANUSIA ROH kita..hari-hari ini ke depan, tantangan, godaan bahkan jebakan dari dunia,dan setan akan sangat gencar..!! Untuk bisa menang atas semua itu kita membutuhkan KEBENARAN Kristus..Kebenaran yang akan memampukan kita berani menyuarakan Kebenaran-Nya di tengah angkatan yang bengkok ini,menyuarakan Kebenaran-Nya di segala tempat,situasi dan kondisi hidup kita...tetapi itu bisa terjadi dalam hidup kita jika manusia roh kita kuat,sehat dan ada kebenaran Kristus didalamnya. Isi manusia roh kita dengan firman Tuhan,dengan doa, dengan pujian penyembahan, dan miliki hati/ manusia roh yang mau dididik,diajar,ditegur agar kita terus bisa menyesuaikan diri dengan Pribadi-Nya dalam kasih dan ketaataan.

2. Kaleb memiliki Jiwa yang berbeda ( Bilangan 14:24)

Rahasia kemenangan dari seorang Kaleb bukan hanya dia memiliki hati/manusia roh yang kuat dll, melainkan juga ditunjang dengan memiliki JIWA yang berbeda...apa artinya? Jiwa yang berbeda berarti kita bisa menguasai seluruh pikiran,perasaan dan kehendak kita sepenuhnya kedalam kontrol Tuhan seutuhnya. Kita tidak lagi merasa atau berpikir hanya seperti yang manusia kita rasa dan pikirkan , melainkan mengerti apa yang Tuhan rasa dan pikirkan. Jiwa kita serin lemah, oleh karena itu perlunya kita MENDIDIK JIWA kita mengikuti KEHENDAK TUHAN...bahkan bedoa minta Tuhan Paksa Kita..!! Contoh : Jika kita sering komitmen untuk bangun doa pagi jam 4,tetapi kenyataannya malah kita selalu gagal untuk lakukan itu, minta Tuhan paksa kita untun bangun dengan cara-Nya..!! Atau saat kita malas dan lelah padahal kita tahu ada tanggung-jawab yang harus kita selesaikan, minta Tuhan paksa kita supaya bangun,berdiri dan mulai kembali kerjakan tanggung-jawab itu...
Atau saat kita disuruh Tuhan untuk ampuni orang lain kita merasa tidak mampu dan masih banyak contoh lainnya..

Banyak kegagalan orang Percaya bukan karena manusia roh/hatinya yang salah tetapi banyak dimulai dari kegagalan kita untuk menguasai pikiran,perasaan dan kehendak kita...Percayalah, jika hati kita benar, jiwa kita didik sesuai dengan kehendak-Nya, kita akan melihat bahwa Daging/ Tubuh kita akan mulai mengikuti dan menurut apa yang diperintahkan roh dan jiwa kita sesuai dengan Firman-Nya..dan kita akan melihat Setiap Firman jadi Daging,Mimpi-mimoi kita akan jadi kenyataan , dan kita akan terus berkemenangan sampai garis akhir....Amin

Catatan SHRK Maret 2012 - Hari Ke-2 Vol. 1

Catatan SHRK Maret 2012 - Hari Ke-2 Vol. 1

Hebron: Sebuah Asosiasi Strategis Di Masa Transisi
"Kemudian bertanyalah Daud kepada TUHAN, katanya: 'Apakah aku harus pergi ke salah satu kota di Yehuda?' Firman TUHAN kepadanya: 'Pergilah.' Lalu kata Daud: 'Ke mana aku pergi?' Firman-Nya: 'Ke Hebron.'" - 2 Samuel 2:1
"Sesudah itu Abraham menguburkan Sara, isterinya, di dalam gua ladang Makhpela itu, di sebelah timur Mamre, yaitu Hebron di tanah Kanaan." - Kejadian 23:19
"Itulah sebabnya Hebron menjadi milik pusaka Kaleb bin Yefune, orang Kenas itu, sampai sekarang ini, karena ia tetap mengikuti TUHAN, Allah Israel, dengan sepenuh hati." - Yosua 14:14
"Peperangan antara keluarga Saul dan keluarga Daud berlarut-larut; Daud kian lama kian kuat, sedang keluarga Saul kian lama kian lemah. Di Hebron lahirlah bagi Daud anak-anak lelaki. Anak sulungnya ialah Amnon, dari Ahinoam, perempuan Yizreel; anaknya yang kedua ialah Kileab, dari Abigail, bekas isteri Nabal, orang Karmel; yang ketiga ialah Absalom, anak dari Maakha, anak perempuan Talmai raja Gesur; yang keempat ialah Adonia, anak dari Hagit; yang kelima ialah Sefaca, anak Abital; dan yang keenam ialah Yitream, dari Egla, isteri Daud. Semuanya ini dilahirkan bagi Daud di Hebron." - 2 Samuel 3:1-5
Hebron (secara harafiah artinya asosiasi / rekanan / kemitraan) merupakan daerah yang teristimewa di Tanah Perjanjian. Abraham yang menerima perjanjian dan Tanah Perjanjian yang dari Tuhan dan atas petunjuk Roh Tuhan, Abraham mengesahkan perjanjian dan Tanah Perjanjian tersebut sampai turun temurun di Hebron. Begitu juga Kaleb bin Yefune, ketika mengklaim "hadiah" atas keputusan imannya untuk tetap percaya kepada Tuhan maka Kaleb memilih Hebron untuk menjadi milik pusakanya. Dan juga Daud atas petunjuk Tuhan maka ia menetap di Hebron untuk menjadi raja atas Yehuda sebelum menjadi raja atas seluruh Israel.
Saat itu adalah masa transisi dari pemerintahan Saul kepada pemerintahan Daud. Dan bagaimana pun Isyboset bin Saul ingin menjadi raja menggantikan ayahnya, padahal seluruh Israel tahu bahwa Samuel dan Saul telah menunjuk Daud sebagai raja yang berikutnya. Tuhan berbicara tentang peran Hebron pada masa transisi karena saat-saat ini, Gereja dan dunia sedang di lembah penentuan, dan penting bagi kita sebagai umat-Nya untuk memilih kepada siapa kita berasosiasi. Jika bukan karena tinggal di Hebron, tidak mungkin bagi Daud untuk bisa memperkuat kedudukannya sekaligus memiliki anak-anak lelaki dalam keadaan damai. Jika Daud memilih sendiri kota yang akan ia tuju TANPA petunjuk Tuhan, tidak mungkin pada akhirnya ia dapat memerintah dengan kedaulatan utuh atas seluruh Israel. Karena dengan tinggal di Hebron, Tuhan seperti hendak berkata, "Hanya di dalam PERJANJIAN DENGAN AKU maka kamu akan mewarisi seluruh negeri dan menerima penggenapan janji-Ku secara utuh. Kamu tidak bisa menerima penggenapan janji-Ku dengan kekuatanmu sendiri!"
4 Hal Penting Di Lembah Penentuan 2012 (2 Samuel 5)
"Maka datanglah semua tua-tua Israel menghadap raja di Hebron, lalu raja Daud mengadakan perjanjian dengan mereka di Hebron di hadapan TUHAN; kemudian mereka mengurapi Daud menjadi raja atas Israel." - ayat 3. Ketika Saul diangkat menjadi raja, dan seluruh Israel mendukungnya, tidak ada yang dilakukan Saul selain pulang ke rumahnya. Sedangkan Daud langsung menghadapkan seluruhnya kepada Tuhan dan membuat perjanjian dengan-Nya karena Daud sadar bahwa tanpa covenant atau jaminan yang dari Tuhan, maka kerajaannya tidak akan kokoh seperti yang dikehendaki-Nya.
"Tetapi Daud merebut kubu pertahanan Sion, yaitu kota Daud. Daud telah berkata pada waktu itu: 'Siapa yang hendak memukul kalah orang Yebus, haruslah ia masuk melalui saluran air itu; hati Daud benci kepada orang-orang timpang dan orang-orang buta.' Sebab itu orang berkata: 'Orang-orang buta dan orang-orang timpang tidak boleh masuk bait.'" - ayat 7-8. Jalan untuk menuju puncak selalu bukan jalan yang mudah bahkan jalan tersebut sangat sulit, banyak jebakan dan dihindari banyak orang. Saluran air adalah saluran pembuangan tempat kotoran seluruh penduduk kota ada. Namun inilah jalan untuk memperebutkan Yerusalem pada waktu itu. Bukankah Yusuf menjadi penguasa dunia di Mesir dengan melalui jalan perbudakan, sementara Gereja-Nya hendak diangkat Tuhan untuk menjadi Yusuf-Yusuf akhir zaman yang juga memberi makan dunia.
"Hiram, raja negeri Tirus, mengirim utusan kepada Daud dan kayu alas, tukang-tukang kayu dan tukang-tukang batu; mereka mendirikan istana bagi Daud. Lalu tahulah Daud, bahwa TUHAN telah menegakkan dia sebagai raja atas Israel dan telah mengangkat martabat pemerintahannya oleh karena Israel, umat-Nya." - ayat 11-12. Daud tidak mengangkat dirinya sendiri sebagai raja, ia membiarkan segala sesuatunya dalam pengaturan Tuhan. Raja Hiram telah dua kali membangun istana, yang pertama untuk raja Daud dan yang kedua untuk raja Salomo. Namun hanya kepada Daud, Hiram mendirikan istana baginya TANPA diminta Daud. Sedangkan Salomo meminta kepada Hiram untuk juga membangunkan istana baginya.
"Bertanyalah Daud kepada TUHAN: 'Apakah aku harus maju melawan orang Filistin itu? Akan Kauserahkankah mereka ke dalam tanganku?' TUHAN menjawab Daud: 'Majulah, sebab Aku pasti akan menyerahkan orang Filistin itu ke dalam tanganmu.'" - ayat 19. "Maka bertanyalah Daud kepada TUHAN, dan Ia menjawab: 'Janganlah maju, tetapi buatlah gerakan lingkaran sampai ke belakang mereka, sehingga engkau dapat menyerang mereka dari jurusan pohon-pohon kertau.'" - ayat 23. Daud adalah seorang pahlawan yang gagah berani dengan segudang prestasi yang luar biasa. Keahliannya berperang sangat hebat. Namun ia tetap mengandalkan Tuhan dan dalam setiap langkah ia meminta dan mengikuti dengan TEPAT semua petunjuk Tuhan. Tidak peduli seberapa banyak pengalaman kita, seberapa hebat prestasi kita bahkan dalam bidang yang kita kuasai sejak lama, tetaplah meminta dan mentaati petunjuk-Nya. Dan jangan mengandalkan kekuatan kita sendiri.

Catatan SHRK Maret 2012 - Hari Ke-3

Catatan SHRK Maret 2012 - Hari Ke-3

Jemaat Laodikia: Jemaat Raja-Raja Yang Memerintah
"Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: ... Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang, maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat. Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah! ... Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya." - Wahyu 3:14-20

Ini adalah Masa Raja- Raja-Nya memerintah menjelang kedatangan-Nya yang ke-2 sebagai Raja di atas segala raja. Jadi Gereja-Nya di akhir zaman ini adalah tipe dari Jemaat Laodikia. Dan kepada jenis jemaat ini Tuhan tidak memerintah maupun memaksa melainkan menasihatkan karena tujuan akhir dari jemaat ini adalah mencapai kedewasaan Kristus untuk memerintah bersama dengan-Nya.

Perihal memerintah bersama dengan Tuhan merupakan warisan ilahi yang tertinggi dan perihal warisan ilahi memiliki protokoler tertentu karena tanpa memenuhi protokoler tersebut maka warisan itu tidak dapat diterima dan kita tidak mendapati penggenapan akan janji-janji-Nya.

Protokoler Yang Berlaku Di Tiga Tempat

Protokoler untuk menerima warisan ilahi memiliki pola yang terdiri dari dua bagian yaitu kematian (daging) dan pembayaran harga. Dan hal ini dibuktikan dari berbagai kejadian di 3 wilayah dimana Tuhan membuktikan bahwa protokoler-Nya memang berlaku dan warisan dari janji-janji-Nya digenapi. Dapatkah kita bayangkan bahwa Tanah Perjanjian yang dahulu hanya dihuni oleh keluarga Abraham sekian ratus tahun kemudian benar-benar terealisasi menjadi milik pusaka keturunannya? Dan setelah mengalami masa pembuangan puluhan tahun, Tanah Perjanjian itu tetap menjadi wilayah kedaulatan Israel. Bahkan setelah hampir 2.000 tahun bangsa Israel "dibubarkan" pada masa pemerintahan Romawi (tahun 70 Masehi), bangsa Israel tetap dapat memiliki wilayah kedaulatan yang sama dan kembali menjadi sebuah negara republik dan dinyatakan berdaulat penuh pada tahun 1948. Jika bukan karena covenant atau perjanjian dengan Tuhan, tidak akan mungkin hal itu terjadi.

Jadi demikianlah warisan ilahi itu menjadi kuat dan digenapi sesuai dengan kehendak-Nya yang sempurna:
Sikhem

"Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: 'Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; ... Abram berjalan melalui negeri itu sampai ke suatu tempat dekat Sikhem, yakni pohon tarbantin di More. Waktu itu orang Kanaan diam di negeri itu. Ketika itu TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman: 'Aku akan memberikan negeri ini kepada keturunanmu.' Maka didirikannya di situ mezbah bagi TUHAN yang telah menampakkan diri kepadanya." - Kejadian 12:1-7
"Lalu pergilah Yakub ke tanah Mesir. Di situ ia meninggal, ia dan nenek moyang kita; mayat mereka dipindahkan ke Sikhem dan diletakkan di dalam kuburan yang telah dibeli Abraham dengan sejumlah uang perak dari anak-anak Hemor di Sikhem." - Kisah Para Rasul 7:15-16
Ini adalah kali pertama Abraham berjumpa dengan Tuhan dan karena Firman-Nya, Abram tiba di Sikhem. Dan di Sikhem, Tuhan menampakkan diri-Nya kepada Abraham dan berjanji memberikan negeri. Namun Abraham tidak mungkin bisa mendirikan mezbah jika ia tidak memiliki tanahnya. Stefanus oleh pewahyuan Roh Kudus menyungkapkan suatu rahasia bahwa sesungguhnya tanah di Sikhem itu dibeli Abraham dan menjadi pekuburan Yakub. Ada kematian dan ada harga yang dibayar.
"Dalam perjalanannya dari Padan-Aram sampailah Yakub dengan selamat ke Sikhem, di tanah Kanaan, lalu ia berkemah di sebelah timur kota itu. Kemudian dibelinyalah dari anak-anak Hemor, bapa Sikhem, sebidang tanah, tempat ia memasang kemahnya, dengan harga seratus kesita. Ia mendirikan mezbah di situ dan dinamainya itu: 'Allah Israel ialah Allah.'" - Kejadian 33:18-20
Kembalinya Yakub dari Padan-Aram ke Sikhem sungguh mengulang persis apa yang dilakukan Abraham sekitar 100 tahun sebelumnya. Abraham dan Yakub sama-sama datang ke Sikhem dari Padan-Aram, mereka sama-sama membeli sebidang tanah dari anak-anak Hemor bahkan mereka sama-sama mendirikan mezbah bagi Tuhan di sana. Jadi Sikhem bahkan dua kali dibayar oleh Abraham dan keturunannya.
Hebron
"Sara hidup seratus dua puluh tujuh tahun lamanya; itulah umur Sara. Kemudian matilah Sara di Kiryat-Arba, yaitu Hebron, di tanah Kanaan, lalu Abraham datang meratapi dan menangisinya. ... Jawab Efron kepada Abraham: 'Tuanku, dengarkanlah aku: sebidang tanah dengan harga empat ratus syikal perak, apa artinya itu bagi kita? Kuburkan sajalah isterimu yang mati itu.' Lalu Abraham menerima usul Efron, maka ditimbangnyalah perak untuk Efron, sebanyak yang dimintanya dengan didengar oleh bani Het itu, empat ratus syikal perak, seperti yang berlaku di antara para saudagar. ... Sesudah itu Abraham menguburkan Sara, isterinya, di dalam gua ladang Makhpela itu, di sebelah timur Mamre, yaitu Hebron di tanah Kanaan." - Kejadian 23:1-16
Hebron pun bagian dari milik pusaka dan warisan ilahi yang akhirnya genap dimiliki umat Israel dengan pola yang sama yaitu kematian dalam hal ini Sarah yang bahkan juga menjadi pekuburan Abraham dari moyang lainnya dan dengan harga yang dibayar sesuai dengan yang berlaku di antara para saudagar (harga pasar BUKAN harga discount). Belakangan hebron mejadi milik pusaka Kaleb bin Yefune dan tempat Daud mulai mengokohkan kerajaannya.
Gunung Moria
"Salomo mulai mendirikan rumah TUHAN di Yerusalem di gunung Moria, di mana TUHAN menampakkan diri kepada Daud, ayahnya, di tempat yang ditetapkan Daud, yakni di tempat pengirikan Ornan, orang Yebus itu." - 2 Tawarikh 1
Bait Allah yang didirikan Salomo atau yang lebih dikenal dengan sebutan Bait Salomo dikehendaki Tuhan didirikan di Gunung Moria. Mengapa di Gunung Moria akhirnya janji Tuhan kepada Daud dapat digenapi? Hal itu karena sekian ribu tahun sebelumnya telah terjadi kematian daging baik bagi Abraham maupun Ishak yang menggambarkan secara profetik bagaimana akhirnya Bapa mengorbankan Putra-Nya yang tunggal - Yesus Kristus.
Dan tanah di Gunung Moria itu telah sempat dibeli Daud dan dibayar lunas dari Arauna (nama lain dari Ornan). "Bertanyalah Arauna: 'Mengapa tuanku raja datang kepada hambanya ini?' Jawab Daud: 'Untuk membeli tempat pengirikan ini dari padamu dengan maksud mendirikan mezbah bagi TUHAN, supaya tulah ini berhenti menimpa rakyat.' ... Tetapi berkatalah raja kepada Arauna: 'Bukan begitu, melainkan aku mau membelinya dari padamu dengan membayar harganya, sebab aku tidak mau mempersembahkan kepada TUHAN, Allahku, korban bakaran dengan tidak membayar apa-apa.' Sesudah itu Daud membeli tempat pengirikan dan lembu-lembu itu dengan harga lima puluh syikal perak. Lalu Daud mendirikan di sana mezbah bagi TUHAN dan mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan. Maka TUHAN mengabulkan doa untuk negeri itu, dan tulah itu berhenti menimpa orang Israel." - 2 Samuel 24:21-25. Polanya selalu sama, Gunung Moria dapat memiliki Bait Salomo setelah ada kematian dari Abraham dan Ishak dan harga yang dibayar oleh Daud.
Jadi baik di Sikhem, di Hebron maupun di Gunung Moria, semua telah mencapai puncak penggenapan janji dan menerima warisan ilahi dengan memberikan kematian (daging) dan pembayaran harga sebagai protokoler yang berlaku secara terpola dari Tuhan sendiri. Demikian juga hal ini berlaku bagi kita untuk menerima warisan ilahi adalah dengan mempersembahkan hidup kita seutuhnya dan membayar semua harga yang dibutuhkan untuk mejadi murid-Nya yang sejati.

Jaminan Keselamatan

Jaminan Keselamatan

By : Joshua Ivan Sudrajat S

Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal. 
@ 1 Yohanes 5 : 13 @ 


Renungan : 

Pemahaman tentang keselamatan sangatlah luas untuk kita pahami. Ada beberapa hal pokok dan penting untuk kita pelajari dan pahami mengenai keselamatan. Keselamatan yang kita terima dari Tuhan Yesus Kristus adalah gratis. Keselamatan yang kita peroleh adalah Anugerah Tuhan buat umatNya di muka bumi, keselamatan terjadi melalui pengorbanan Tuhan Yesus Kristus diatas kayu salib 2000 tahun yang lalu.

Tanda - tanda yang terjadi ketika kita menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai Juru Selamat pribadi :

  1. Hubungan Kita dengan Allah diberbaharui melalui Pembenaran. (Kisah 13 : 39).
  2. Dosa kita ditebus dan diampuni oleh Tuhan Yesus Kristus ( 1 Yohanes 1 : 9).
  3. Kita diangkat menjadi anak - anak Allah. (Yohanes 1 : 12)
  4. Ada Kepastian Keselamatan dimana setiap orang percaya akan menerima kepastian keselamatan kekal disurga. (1 Yohanes 5 : 11 - 13)
  5. Hidup kita di perbaharui melalui Kelahiran Baru (Yohanes 3 : 3,5), melalui :
  • Pertobatan (1 Tesalonika 1 : 9 - 10).
  • Ciptaan Baru (II Korintus 5 : 17).
  • Penyucian oleh Darah Kristus (Roma 6 : 18, 22).
Keselamatan adalah Anugerah Tuhan bukan hasil usaha manusia (Efesus 2 : 8 - 9). Saat kita percaya kepada Tuhan Yesus Kristus kita langsung memiliki hidup yang kekal. (1 Yohanes 5 : 13).

Keselamatan terjadi seketika bukan proses. Bila keselamatan diperoleh berdasarkan perbuatan maka tidak ada kepastian akan keselamatan, sebab perbuatan apapun dari manusia tidak dapat ditukar dengan keselamatan, karena harga sebuah keselamatan adalah mahal sekali yaitu melaui darah Yesus diatas kayu salib.


Status Anak Allah adalah selamanya (Yohanes 1 : 12), Status menjadi Anak Allah diperoleh melalui pembenaran oleh Tuhan Yesus Kristus. Bila kita jatuh dalam dosa maka persekutuan kita dengan Tuhan Yesus menjadi rusak, namun status anak Allah tetap ada. Hubungan persekutuan kita dipulihkan ketika kita mengakui dosa kita dan kita dibenarkan oleh darah Yesus (1 Yohanes 1 : 9).


Pembaharuan Akal Budi kita adalah proses yang dilakukan setiap hari secara terus menerus. (Ibrani 12 : 4). Allah Menjamin Keselamatan kita bahwa Bapa Surgawi Menjaga kita (Yohanes 10 : 28 - 29). Tuhan Yesus menjadi pembela kita (Yohanes 6 : 37, 40). Roh Kudus memeteraikan kita (Efesus 1 : 13 - 14).

Amin


Jatiwangi, 10 Maret 2012


By His Grace



Joshua Ivan S

Belajar Dari Musa 1

Finish Strong ! ( Belajar dari Musa ) Bilangan 20: 1- 13 : 

By : Vendrik Torindatu


Sudah ber-tahun tahun saya sering memikirkan & terkadang bertanya kepada Tuhan, kira-kira dosa besar apa yang dibuat Musa, sehingga Musa tidak diijinkan masuk Tanah Perjanjian...Awal January lalu, sewaktu saya menyelidiki Alkitab, saya diarahkan untuk membaca peristiwa Meriba di Bilangan 20...dan saya kaget bercampur senang..karena apa..karena pertanyaan tentang alasan kenapa Musa tidak diijinkan Tuhan masuk Kanaan, terjawab sudah ! Saya bersyukur kita punya Tuhan yang tidak pernah salah , adil dalam perbuatan-Nya..

Tuhan mengingatkan saya tentang kesalahan-kesalahan yang dibuat Musa hamba-Nya

1. Musa tidak membereskan hatinya dihadapan Tuhan

Musa tahu bahwa dia baru saja menghadapi keluhan dari orang Israel tentang ketiadaan air, yang menjurus kepada pemberontakan kepada pribadinya bahkan Tuhan..langkah dia sudah tepat waktu dia bersama Harun mendatangi Tuhan ( Bilangan 20:6 )tetapi tanpa Musa sadari dia sudah terkena VIRUS yang bernama Kepahitan ! yang ditularkan oleh orang Israel dalam keluhan mereka kepadanya..dan walaupun Musa kembali melihat Kemuliaan Tuhan turun kepadanya, tetapi hati Musa tetap masih menyimpan KEPAHITAN ! Dan setelah ia bertemu & mendengarkan perintah Tuhan...tanpa disadarinya Kepahitan itu tetap masih menempel di hatinya...dan ini yang menyebabkan Musa akhirnya melakukan kebodohan lewat kata & tindakannya..!!

Alkitab menceritakan di Mazmur 106 ayat 32-33 : Mereka menggusarkan Dia dekat air Meriba, sehingga Musa kena celaka karena mereka; sebab mereka memahitkan hatinya, sehingga ia teledor dengan kata-katanya. Alkitab King James menulis di ayat 33: ...they provoked his spirit... Kata provoke disini dari kata maw-raw' (baca : marah)yang mengandung arti membuat pahit !

Saya diingatkan Tuhan bahwa setan akan coba terus membuat orang-orang pilihan Tuhan menjadi marah , pahit dan akhirnya kecewa..! Dengan banyak hal setan akan buat itu kepada gereja-Nya..mungkin melalui orang-tua, istri, suami ,anak-anak kita, atau mungkin lewat teman-teman bahkan dalam pelayanan...atau situasi kondisi yang seakan akan tidak pernah selesai..! Teman, bukan cuma anda yang diserang..sayapun juga..di hari-hari menjelang Tuhan datang, mari kita jaga hati kita dihadapan Tuhan, jika kita marah cepat bereskan di hadirat-Nya, mari kita memilih untuk tetap MANIS dalam segala situasi..pastikan dalam hatimu bahwa engkau sudah benar-benar mengampuni orang yang melukaimu, minta Roh Kudus menerangi apa yang masih gelap dalam hidup kita ! Dan , jangan keluar dari hadirat-Nya sebelum anda selesaikan dan bereskan terlebih dahulu dihadapan-Nya, minta KEMANISAN TUHAN menjamah engkau kembali..

2. Musa menjadi sombong

Saya agak kaget & merenung juga waktu impresi ini datang kepada saya...iya , karena kepahitan yang tidak diselesaikan Musa dalam hadirat-Nya...Dia berubah seketika menjadi sombong ! Kita lihat baik-baik ayat 10-11 di pasal ini :

Ketika Musa dan Harun telah mengumpulkan jemaah itu di depan bukit batu itu, berkatalah ia kepada mereka: "Dengarlah kepadaku, hai orang-orang durhaka, apakah kami harus mengeluarkan air bagimu dari bukit batu ini?" Sesudah itu Musa mengangkat tangannya, lalu memukul bukit batu itu dengan tongkatnya dua kali, maka keluarlah banyak air, sehingga umat itu dan ternak mereka dapat minum.

Sewaktu Musa berbicara : ..hai orang-orang durhaka..kata durhaka disini juga dari kata maw-raw' (baca : marah) yang berarti membuat pahit...perkataan yang sama yang pernah dilontarkan umat-Nya kepada Musa, dipakai Musa kembali kepada mereka..! Ciri orang yang pahit adalah orang tersebut akan memakai cara yang sama untuk melukai orang yang melukai dia ! Musa menjadi pahit seketika dalam hatinya....di LEVEL PEMIMPIN seperti Musa hal ini sangatlah berbahaya ! Maka dengan mudah, tanpa disadari Musa dia berubah menjadi SOMBONG ! Kenapa begitu? Dengan menyebut bangsa pilihan Tuhan dengan durhaka, Musa menjadikan dirinya orang penting bagi Israel umat-Nya..jika kita baca ayat 7-8 waktu Tuhan berbicara dengan Musa, TIDAK ADA PERINTAH TUHAN untuk menyebut orang Israel itu durhaka,bangsa pemberontak dsb nya ( walau kenyataannya seperti itu ) Seorang PEMIMPIN tidak boleh seenaknya, sembarangan menyebut umat Tuhan yang dipimpinnya dengan sebutan kasar dsb nya, jika Tuhan tidak bicara jangan kita bicara bahkan tambahkan....jika Tuhan bicara, jangan kita mengabaikannya atau mengurangi artinya !

Hal kedua yang mengindikasikan Musa berubah menjadi Sombong adalah dengan perkataan :
"..apakah kami harus mengeluarkan air bagimu dari bukit batu ini?"
Perkataan seperti ini jika karena kondisi hati yang pahit akan menjadi jerat bagi kita, karena tnpa disadari Musa memakai kata " kami " dan bukan TUHAN ! Jika kita mulai bangga dengan segala pengalaman ajaib kita yang sudah lewat,ditambah dengan Kepahitan yang menempel, kita sedang memberitahukan kediri kita bahkan orang lain bahwa itu semua pekerjaan aku dan bukan Tuhan !


Ayat 11 di Alkitab King James menuliskan : And Moses lifted up his hand, and with his rod he smote the rock twice: and the water came out abundantly, and the congregation drank, and their beasts

Saya dibawa Tuhan ke kalimat lifted-up yang ternyata berasal dari kata Ibrani "room" (baca rûm )yang memiliki pengertian Negatif ! seperti meninggikan diri dan angkuh ! ini berbeda dengan kata Lift-up di Bilangan 14 ayat 1 :
And all the congregation lifted up their voice, and cried; and the people wept that night.
Hal ketiga yang menunjukkan kesombongan Musa adalah dengan cara yang angkuh dia memukul bukit batu dengan tongkat (tongkat ini kemungkinan adalah tongkat yang sama yang pernah dipakai Tuhan ke Musa untuk lakukan perkara-perkara ajaib )untuk mengeluarkan air dari bukit batu ! sesuatu yang sebenarnya Tuhan tidak suruh..! Benar Tuhan suruh ambil tongkat ,tetapi untuk mengeluarkan air dari bukit batu Tuhan hanya suruh katakan saja supaya air itu keluar..!(ayat 8 )


Pesan Tuhan lewat Renungan ini adalah jaga hati kita dari segala yang jahat...karena ternyata jika seorang PAHIT dan Level nya adalah seorang Pemimpin...maka kesombongan dengan segera akan datang. Alkitab katakan orang yang sombong akan jatuh ! Tidak sampai lama, setelah kebutuhan umat Tuhan akan air dipenuhi....Tuhan berfirman kepada Musa :
Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun: "Karena kamu tidak percaya kepada-Ku dan tidak menghormati kekudusan-Ku di depan mata orang Israel, itulah sebabnya kamu tidak akan membawa jemaah ini masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepada mereka."(ayat 12)

Sejujurnya sewaktu saya dapat hal ini di January, hati saya gentar...bahwa hal ini bisa terjadi kepada siapa saja..bahkan kepada Musa yang Tuhan sebut "orang yang paling lembut hatinya.." bisa seketika berubah menjadi Pahit & Sombong...memang umat Israel sudah berpuluh kali memberontak terhadap Tuhan & kepemimpinan Musa..tetapi dalam Level Iman & Panggilan seperti Musa...Tuhan meminta Musa untuk benar benar tanpa cacat ! Kekagetan saya belum berhenti saudara..setelah saya baca satu komentar ahli Teologia yang menerangkan tentang kejadian di Bilangan pasal 20 ini, terjadi di bulan pertama di tahun ke-40 orang Israel keluar dari Mesir !!!( Alkitab mencatat 40 tahun orang Israel mengembara) artinya Tuhan ingatkan kepada saya dan saudara...bahwa di hari-hari menjelang PENGGENAPAN segala JANJI TUHAN bagi kita yang sudah semakin DEKAT..., Masa kelimpahan atas gereja jadi NYATA...jangan sampai kita gagal & terhenti dan ujungnya kita tidak dapat MENIKMATI KEUTUHAN SEMUA JANJI TUHAN BAGI KITA...

Mari kita belajar dari kesalahan Musa....dan FINISH STRONG dalam semua tugas kita yang dari Dia...dalam anugerah & perkenanan-Nya kita dimampukan....Amin

Ayam Masak Kecap

Ayam Masak Kecap

By : Joshua Ivan Sudrajat S


Bahan - Bahan :

  • 1 ekor Ayam Kampung (0,5 kg Ayam Broiler)
  •  8 Butir Telur Rebus Kupas Kulitnya
  • 4 Buah Jamur Hioko Rendam dan Potong - Potong
  • 1 Buah Bawang Bombay Kupas dan Potong - Potong
  • 2 Buah Tomat Merah diparut
  • 3 Siung Bawang Putih dicincang kasar.
  • 6 Siung Bawang Merah Diiris - iris.
  • 6 Buah Tahu Putih digoreng
  • 4 Sdm Saus Tomat
  • 3 Sdm Kecap Manis
  • 2 Sdm Saus Tiram
  • 1 Sdt. garam
  • 2 Sdm Kaldu Bubuk Royco
  • 1 Bks Royco Gel Kaldu Ayam.
  • 1500 ml Air Putih
  • 2 Sdm Margarin
  •  

Cara Memasaknya :
  1. Ayam dicuci bersih, kemudian dipotong2 sesuai dengan selera. Kemudian direndam dalam bumbu - bumbu Marinade : Kecap, Saus Tomat, Saus Tiram, bawang Bombay, Tomat parut, jamur Hioko dan lain - lain. Masukan Telur Rebus yang sudah dikupas.
  2. Diamkan rendaman ayam selama 15 menit bisa lebih  supaya lebih meresap. Kemudian panaskan wajan, masukkan dua sendok makan margarin, tumis bawang merah dan bawang putih sampai harum.
  3. Lalu masukkan rendaman ayam dan telur, kemudian tambahkan air sebanyak 1500 cc. Diamkan hingga ayam masak dan empuk. Hidangkan.

Orang HET

Orang Het


By : Joshua Ivan Sudrajat S

Sebab MalaikatKu akan berjalan didepanmu dan membawa engkau kepada orang Amori, orang Het, orang Feris, Orang Kanaan, orang Hewi dan orang Yebus dan Aku akan melenyapkan mereka. (Keluaran 23 : 23)


Het berarti Teror. Di dalam kehidupan kita sebagian orang pernah mengalami teror didalam hidupnya sehingga membuat seseorang begitu ketakutan dan mengalami trauma didalam kehidupannya. Teror tidak selalu membuat orang ketakutan tetapi dapat membuat seseorang trauma tertentu. 


Trauma tanpa sadar masuk didalam kehidupan kita anak - anak Tuhan dan kemudian sekali waktu dapat menjadi benih yang menggagalkan rencana Tuhan dalam hidup kita. Ketika saya kelas 4 SD, saya pernah mengalami kekerasan fisik dari guru agama Kristen saya. Saya dipukuli dengan sapu lidi, padahal saya tidak melakukan kesalahan. Saya hanya mencari dia di ruang guru karena dia harus mengajar kami. Kami adalah anak - anak SD yang berkumpul satu minggu satu kali untuk mendapatkan pelajaran. Ketika saya mendapatkan beliau, beliau sedang berbincang - bincang dengan intim dan mesra. Dia kaget melihat saya dan teman saya menjemput beliau di ruang guru. Karena merasa terganggu maka dia marah - marah dan menyuruh saya dan teman saya berdiri didepan kelas dan sebelumnya saya dan teman saya dipukuli sampai berdarah. Walaupun tidak merasakan ketakutan saya menjadi trauma takut bersalah atau melakukan kesalahan.


Trauma itu dapat seperti luka yang terbuka lebar. Jika kulit kita terluka dan ketika kita disentuh, kulit kita akan mengalami rasa sakit. Ini bukan salah orang yang menyentuhnya melainkan oleh karena ada luka yang belum sembuh. Tidak ada orang yang bebas dari kondisi semacam ini.

Ada orang - orang atau anak - anak yang mengalami trauma dan ketakutan karena mereka melihat orang tua mereka bertengkar. Mama mereka mengalami kekerasan oleh papa mereka. Mereka juga mengalami trauma karena melihat papa mereka kerjanya cuma main judi, mabuk bahkan main perempuan, ini adalah teror dalam kehidupan anak - anak. Luka akibat teror atau trauma ini ada yang bisa langsung sembuh didoakan satu atau dua kali didoakan. Ada yang didoakan memerlukan beberapa kali baru dapat disembuhkan.


Jatiwangi, 10 Maret 2012

By His Grace



Joshua Ivan


Saul - Umat Yang Terluka, Fatal Dan Binasa


Saul - Umat Yang Terluka, Fatal Dan Binasa

Prolog: Letih

Raja Saul adalah seorang pria yang letih. Sejak awal tidak semua rakyat percaya kepadanya.
Saat ingin mendapatkan kepercayaan rakyat, malah kehilangan kepercayaan Tuhan.
Saat menyelamatkan raja Agag, malah mahkotanya dicopot oleh Tuhan.
Saat menang harusnya menjarah dengan kuat, malah rakyat disuruh puasa.

Hidupnya terasa selalu salah dan tidak pas. Mempersembahkan korban juga salah.
Menarik jubah Samuel malah merobeknya. Ah... terlalu dan selalu salah. Mengapa?

LUKA! ... Itu yang menyebabkan dia tak pernah maksimal bahkan tak bisa NORMAL.

Akibatnya jadi letih dan Tuhan pun letih dengan dia. Seorang yang luka akan mengacaukan semua yang di hidupnya. Karena itu jangan biarkan ada luka menganga di hidupmu. Penolakan rakyat membuat Saul luka. Jika ada yang menolakmu, jangan biarkan itu melukaimu. Daging seringkali frustrasi karena terlalu banyak yang diingini, tetapi tidak sesuai kehendak Tuhan dan akhirnya tidak mendapatkannya. 

Rancangan Yang Mulia Dari Tuhan Bagi Saul

"Maka Roh TUHAN akan berkuasa atasmu; engkau akan kepenuhan bersama-sama dengan mereka dan berubah menjadi manusia lain. Apabila tanda-tanda ini terjadi kepadamu, lakukanlah apa saja yang didapat oleh tanganmu, sebab Allah menyertai engkau." - 1 Samuel 10:6-7

Tuhan merancangkan hal yang luar biasa bagi Saul pada awalnya, namun kenyataannya dalam hidup Saul apa yang dilakukannya malah serba salah. Lama kelamaan dia frustrasi, marah dan memberontak, makin seperti itu di depan Tuhan makin salah lagi. Mengapa Saul bisa jadi seperti itu? Karena Saul punya satu kelemahan yang saat disentuh atau dididik, lukanya luar biasa dan tidak mau disembuhkan.

"Kemudian Samuel mengerahkan bangsa itu ke hadapan TUHAN di Mizpa ... Sesudah itu disuruhnyalah suku Benyamin tampil ke muka menurut kaum keluarganya, maka didapati kaum keluarga Matri. Akhirnya disuruhnyalah kaum keluarga Matri tampil ke muka seorang demi seorang, maka didapati Saul bin Kish. Tetapi ketika ia dicari, ia tidak diketemukan. Sebab itu ditanyakan pulalah kepada TUHAN: 'Apa orang itu juga datang ke mari?' TUHAN menjawab: 'Sesungguhnya ia bersembunyi di antara barang-barang.' Berlarilah orang ke sana dan mengambilnya dari sana, dan ketika ia berdiri di tengah-tengah orang-orang sebangsanya,ternyata ia dari bahu ke atas lebih tinggi dari pada setiap orang sebangsanya. Dan Samuel berkata kepada seluruh bangsa itu: 'Kamu lihatkah orang yang dipilih TUHAN itu? Sebab tidak ada seorangpun yang sama seperti dia di antara seluruh bangsa itu.' Lalu bersoraklah seluruhbangsa itu, demikian: 'Hidup raja!' ... Tetapi orang-orang dursila berkata: 'Masakan orang ini dapat menyelamatkan kita!' Mereka menghina dia dan tidak membawa persembahan kepadanya. Tetapi ia pura-pura tuli." - 1 Samuel 10:17-27

Saat Saul sudah dinubuati, lalu dibuang undi tetapi Saul malah bersembunyi di antara barang-barang. Saul mempunyai masalah rendah diri luar biasa dan tidak yakin akan dirinya karena tinggi perawakannya. Jadi kelainan fisiknya dibanding orang-orang di sekitarnya membuat jiwanya sangat minder. Orang yang minder sering menutupinya karena takut ditolak oleh orang lain, sehingga tidak nyaman berkumpul dengan orang-orang, orang seperti ini kalau dilukai dengan penolakan, maka lukanya akan terasa sakit sekali.

Inilah awal luka yg tidak pernah mau disembuhkan, yaitu ketika para dursila menghinanya. Cara Saul mengurusi kelemahannya dengan cara yang salah, pura-pura tuli, lukanya tidak pernah dibereskan atau diurusi, malah ditutupi seakan-akan tidak ada luka, tiap kali disentuh itu akan menimbulkan persoalan.

Kata "dilukai" dalam bahasa aslinya dicemari, seperti sumur yang diracun, maka air yang keluar dari sumur tersebut semuanya cemar, itulah mengapa apapun yang Saul perbuat menjadi error. Padahal Saul menerima janji Tuhan bahwa apapun yang diperbuatnya akan berhasil, tapi karena ada luka yang tidak pernah ditanggulangi maka semua yang dikerjakan jadi salah.

Saul pura-pura tuli, tapi penyakitnya masih ada, maka jiwanya mengejar sesuatu untuk menyembuhkan sendiri lukanya. Padahal seharusnya luka tersebut di bawa ke hadapan Tuhan untuk minta disembuhkan. Jiwa tidak bisa menyembuhkan dirinya sendiri, maka naluri jiwa akan melenceng ke arah yang salah. Jiwanya melenceng sehingga cenderung untuk mencari dukungan dan perkenan manusia (rakyatnya).

Berikut ini adalah berbagai peristiwa tindakan Saul yang selalu error karena jiwanya yang luka dan tidak pernah bersedia untuk disembuhkan:

1. "Saul berumur sekian tahun ketika ia menjadi raja; dua tahun ia memerintah atas Israel. Saul memilih tiga ribu orang dari antara orang Israel; dua ribu orang ada bersama-sama dengan Saul di Mikhmas dan di pegunungan Betel, sedang seribu orang ada bersama-sama dengan Yonatan di Gibea Benyamin, tetapi selebihnya dari rakyat itu disuruhnya pulang, masing-masing ke kemahnya. Yonatan memukul kalah pasukan pendudukan orang Filistin yang ada di Geba; dan hal itu terdengar oleh orang Filistin. Karena itu Saul menyuruh meniup sangkakala di seluruh negeri, sebab pikirnya: "Biarlah orang Ibrani mendengarnya." Demikianlah seluruh orang Israel mendengar kabar, bahwa Saul telah memukul kalah pasukan pendudukan orang Filistin dan dengan demikian orang Israel dibenci oleh orang Filistin. Kemudian dikerahkanlah rakyat itu untuk mengikuti Saul ke Gilgal." - 1 Samuel 13:1-4

Awalnya Israel dikuasai Filistin, lalu Yonatan mengambil inisiatif untuk berperang dan menang, tetapi Saul yang meniup sangkakala untuk mengabarkan bahwa pihaknya telah menang supaya seluruh rakyat mengikuti Saul. Kekalahan Filistin yang menyakitkan malah terasa lebih menyakitkan lagi karena tindakan Saul tersebut sehingga membuat Israel makin dibenci orang Filistin. Jadi Saul memanipulasi kemenangan Yonatan untuk mendapat dukungan seluruh rakyat kepadanya.

2. "Ia menunggu tujuh hari lamanya sampai waktu yang ditentukan Samuel. Tetapi ketika Samuel tidak datang ke Gilgal, mulailah rakyat itu berserak-serak meninggalkan dia. Sebab itu Saul berkata: 'Bawalah kepadaku korban bakaran dan korban keselamatan itu.' Lalu ia mempersembahkan korban bakaran." - 1 Samuel 13:8-9. 

Tiap kali rakyat meninggalkan Saul, dia panik dan lukanya menganga lagi. Dia mencoba menarik kembali simpati rakyat dengan mempersembahkan korban, namun bukan untuk Tuhan tetapi untuk manipulasi Tuhan, supaya rakyat kembali mendukung dia. Akhirnya Samuel datang dan memarahi Saul, karena mempersembahkan korban BUKAN wewenang Saul. Jadi Saul bahkan berani menyalahgunakan wewenang demi mendapat dukungan rakyatnya.

Mungkin luka kita beda dengan Saul tetapi bisakah kita mengenali luka terdalam dalam hidup kita? Kalau kita tidak membereskannya di hadapan Tuhan, luka tersebut akan menghancurkan diri kita sendiri.

3. "Ketika orang-orang Israel terdesak pada hari itu, Saul menyuruh rakyat mengucapkan kutuk, katanya: 'Terkutuklah orang yang memakan sesuatu sebelum matahari terbenam dan sebelum aku membalas dendam terhadap musuhku.' Sebab itu tidak ada seorangpun dari rakyat yang memakan sesuatu. ... Tetapi Yonatan tidak mendengar, bahwa ayahnya telah menyuruh rakyat bersumpah. Ia mengulurkan tongkat yang ada di tangannya dan mencelupkan ujungnya ke dalam sarang madu; kemudian ia mencedoknya ke mulutnya dengan tangan, lalu matanya menjadi terang lagi. ... Lalu kata Yonatan: 'Ayahku mencelakakan negeri; coba lihat, bagaimana terangnya mataku, setelah aku merasai sedikit dari madu ini. Apalagi, jika sekiranya rakyat pada hari ini boleh makan dengan bebas dari jarahan musuhnya, yang telah didapatnya! Tetapi sekarang tidaklah besar kekalahan di antara orang Filistin.'" - 1 Samuel 14:24-30

Kecenderungan jiwanya mencari perkenan manusia dan hal itu Tuhan tidak suka. Dan kalau Tuhan tidak suka artinya dia keluar dari jalur anugerah-Nya, maka semua janji-Nya menjadi mandul dan tidak bisa digenapi. Padahal kalau kita disertai anugrah Tuhan, apapun yang disentuh akan menjadi luar biasa, seperti janda Sarfat, apapun yang ada di sekeliling kita bisa jadi mujizat saat disentuh. Jadi tidak perlu jauh-jauh karena miracle is in the house. Seperti pernikahan di Kana, anggur dari air yang ada di dalam rumah itu.

4. "Berkatalah Saul kepada Samuel: 'Aku telah berdosa, sebab telah kulangkahi titah TUHAN dan perkataanmu; tetapi aku takut kepada rakyat, karena itu aku mengabulkan permintaan mereka. ... Ketika Samuel berpaling hendak pergi, maka Saul memegang punca jubah Samuel, tetapi terkoyak. Kemudian berkatalah Samuel kepadanya: 'TUHAN telah mengoyakkan dari padamu jabatan raja atas Israel pada hari ini dan telah memberikannya kepada orang lain yang lebih baik dari padamu. ... Tetapi kata Saul: 'Aku telah berdosa; tetapi tunjukkanlah juga hormatmu kepadaku sekarang di depan para tua-tua bangsaku dan di depan orang Israel.Kembalilah bersama-sama dengan aku, maka aku akan sujud menyembah kepada TUHAN, Allahmu.'" - 1 Samuel 15:24-30

Kecenderungan jiwanya selalu ingin mencari penghormatan dan penerimaan rakyat atau manusia. Ada orang-orang yang ingin jadi sukses & kaya hanya untuk membuktikan pada orang lain maupun keluarganya bahwa dia bisa. Karena sebenarnya dulu pernah dihina sehingga ada luka di dalam. Ada orang yang suka pamer supaya tidak ada orang yang menghina lagi, karena dulu pernah terhina dan terluka. Pembuktian diri seperti itu ternyata salah, itu sebenarnya sebuah kesombongan yang mengerikan. Bagaimana kita bisa mendapat perkenanan & berkat Tuhan di tengah-tengah kesombongan yang begitu mengerikan? Mari minta kesembuhan dari Tuhan!

5. "Tetapi pada waktu mereka pulang, ketika Daud kembali sesudah mengalahkan orang Filistin itu, keluarlah orang-orang perempuan dari segala kota Israel menyongsong ... dan perempuan yang menari-nari itu menyanyi berbalas-balasan, katanya: 'Saul mengalahkan beribu-ribu musuh,tetapi Daud berlaksa-laksa.' Lalu bangkitlah amarah Saul dengan sangat; dan perkataan itu menyebalkan hatinya, sebab pikirnya: 'Kepada Daud diperhitungkan mereka berlaksa-laksa,tetapi kepadaku diperhitungkannya beribu-ribu; akhir-akhirnya jabatan raja itupun jatuh kepadanya.' Sejak hari itu maka Saul selalu mendengki Daud. Keesokan harinya roh jahat yang dari pada Allah itu berkuasa atas Saul, sehingga ia kerasukan di tengah-tengah rumah, ..." - 1 Samuel 18:6-10a

Dari orang yang dijanjikan Tuhan bahwa apapun yang disentuhnya akan jadi dan berhasil, akhirnya menjadi orang yang kerasukan roh jahat, hanya karena ada luka yang tidak mau diselesaikan. Perlu kejujuran hati kita sendiri, minta Tuhan tunjukkan siapa diri kita yang sebenarnya, buka hati. Apakah masih ada kecenderungan-kecenderungan jiwa tertentu karena luka, selalu mengejar hal-hal tertentu yang membuat Tuhan tidak suka, yang akhirnya menyebabkan kita keluar dari jalur anugerah Tuhan. Karena begitu kita keluar maka semua janji Tuhan akan susah tergenapkan dalam hidup kita.