Kamis, 31 Mei 2012

Orang Midian

Orang Midian

By : Joshua Ivan Sudarjat S


Sebab MalaikatKu akan berjalan didepanmu dan membawa engkau kepada orang Amori, orang Het, orang Feris, Orang Kanaan, orang Hewi dan orang Yebus dan Aku akan melenyapkan mereka. (Keluaran 23 : 23)


Renungan : 


Midian artinya terbelah. Banyak orang yang tidak menyadari bahwa hidupnya, hatinya dan pikirannya terbelah sehingga ia tidak bisa fokus. Dalam beberapa hal jika kita tidak terfokus maka kita tidak akan mencapai yang terbaik.

Saat ini kita tidak menyadari bahwa roh pemecah belah sedang melanda gereja Tuhan, Yayasan Kristen, Persekutuan dan sebagainya. Sehingga banyak dari anak Tuhan mempunyai trauma dan sakit hati.

Seringkali konsentrasi kita terpecah saat mengalami masalah-masalah yang begitu banyak dalam kehidupan kita sehingga kita tidak bisa fokus kepada satu tujuan Ilahi. Untuk menanggulangi roh pemecah belah kita harus semakin unity dalam kehidupan kita.


Jatiwangi, 26 Januari 2012

By His Grace 


Joshua Ivan





Yang Semakin Ekstrim


Yang Semakin Ekstrim

"Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia. Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita." - Roma 8:17-18

Di Antara Keputusasaan Dan Penasaran Yang Semakin Ekstrim

Begitulah yang saya rasakan beberapa minggu ini. Keputusasaan datang karena penderitaan zaman ini memang semakin berat, baik yang saya rasakan secara pribadi maupun saudara-saudari yang lainnya. Karena sesungguhnya yang kita hadapi bukan lagi serangan Iblis, melainkan tuntutan Iblis (serangan atas dasar legalitas hukum roh dan kehidupan). Karena sebentar lagi semua janji Tuhan akan digenapi melalui anak-anak-Nya yang adalah ahli waris, sama ketika Iblis menuntut Simon Petrus setelah Tuhan hendak berbagi kekuasaan dengannya,"Dan Aku menentukan hak-hak Kerajaan bagi kamu, sama seperti Bapa-Ku menentukannya bagi-Ku, bahwa kamu akan makan dan minum semeja dengan Aku di dalam Kerajaan-Ku dan kamu akan duduk di atas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel. Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum, tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu." - Lukas 22:29-32.

Sederhananya Iblis hendak berkata, "Tuhan, Engkau menjadikan anak-anak-Mu yang begitu lemah ini sebagai para penguasa dan penakluk dunia, namun selama aku masih lebih baik daripada mereka, maka aku menuntut pembatalan atas pelantikan mereka menjadi ahli waris-Mu. Sebab Engkau telah melempar aku karena kesalahanku, aku juga menuntut hal yang sama atas kesalahan yang sama yang mereka lakukan." Lucifer, sebelum jatuh adalah divine connectionterbaik bagi Allah. Namun setelah ia jatuh, Allah memilih manusia yang serupa dan segambar dengan-Nya untuk menjadi divine connection partner yang baru menggantikan Lucifer yang akhirnya menjadi Iblis.

"Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan.Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri, tetapi oleh kehendak Dia, yang telah menaklukkannya, tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah." - Roma 8:19-21

Di sisi lain ada rasa penasaran yang datang dari Roh Tuhan. Penasaran ingin melihat, menikmati dan terlibat dalam saat anak-anak Allah dinyatakan, saat yang paling dinantikan & sangat dirindukan oleh seluruh makhluk. Rasa penasaran ini adalah pengharapan akan kemerdekaan yang dijanjikan-Nya. Rasa penasaran ini yang membuat kita bertahan, semakin menguatkan hati kita dan semakin mendekatkan diri kita kepada-Nya. Peliharalah rasa penasaran itu, jika memungkinkan perbesarlah rasa itu supaya keputusasaan kita semakin tak terasa.

Finish Strong, Finish Extreme

Untuk memasuki tanah perjanjian, Tuhan menguatkan Yosua sebanyak empat kali dalam satu kali perbincangan, "Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkaulah yang akan memimpin bangsa ini memiliki negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka untuk diberikan kepada mereka. ... Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati ... Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi." - Yosua 1:6-9. Tanah perjanjian adalah perkara warisan dan pusaka. Namun yang kita harapkan sesungguhnya lebih besar dan lebih mulia daripada tanah perjanjian Israel. Jadi Roh Tuhan akan jauh lebih banyak menguatkan kita daripada menguatkan Yosua dan percayalah bahwa anugerah-Nya SELALU CUKUP.

Paulus yang mencapai garis akhir dengan kuat berkeyakinan bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita - Roma 8:38-39. Inilah keyakinan yang harus kita miliki untuk finish strong maupunfinish extreme sampai segala yang baik yang dijanjikan TUHAN kepada kita, tidak ada yang tidak dipenuhi; semuanya terpenuhi (Yosua 21:45).

Jadi sekarang sadarilah bahwa penderitaan yang kita alami adalah tuntutan Iblis sekaligus usahanya untuk mengalihkan fokus kita sehingga ego kitalah yang tertuju bukan lagi kehendak Tuhan. Caranya bisa apa saja sampai kita diadu domba dengan Tuhan, kecewa dan bahkan menolak Dia. Waspada dan teruslah berjaga-jaga.

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Catatan Ibadah Pentakosta 2012


Catatan Ibadah Pentakosta 2012

"Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: 'Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?' Jawab-Nya: 'Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.' Sesudah Ia mengatakan demikian,terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, dan berkata kepada mereka: 'Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.'" - Kisah Para Rasul 1:6-11


Pdt. Petrus Hadi Santoso

Bahwa sejak saat ini, Pentakosta atau pencurahan Roh Kudus bukan lagi sekedar moment(kejadian tunggal) melainkan sebuah movement (kegerakan yang terdiri dari banyak kejadian) yang terus berkesinambungan hingga Tuhan Yesus datang kembali. Dan kegerakan ini akan melahirkan, "Dari pada mereka akan muncul batu penjuru, dari pada mereka akan munculpatok kemah, dari pada mereka akan muncul busur perang, dari pada mereka akan keluarsemua penguasa bersama-sama." - Zakharia 10:4

Sebuah generasi yang terdiri dari anak-anak Tuhan yang memiliki hati hamba dan siap diangkat secara dahsyat, yang tahan uji dan menjadi penopang yang tidak goyah betapa pun sulitnya keadaan yang dihadapi dan melakukan segala sesuatu dengan kecepatan serta ketepatan yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Generasi yang menaklukkan dunia bersama-sama dengan Tuhan.

Ev. Yusak Tjipto Purnomo

Tetaplah waspada hingga garis akhir. Kegerakan yang terdiri dari rentetan momen akan ditutup oleh sebuah momen penentuan, momen terakhir yang jika kita tidak waspada bersama Roh Kudus, maka kita akan gagal sekalipun telah begitu banyak momen yang kita lalui bersama-Nya. Yudas Iskariot dan Simon Petrus adalah dua contoh kegagalan yang terjadi di penghujung waktu.

"Lalu merekapun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau?" - Matius 25:44

Penghakiman domba dan kambing adalah Penghakiman Terakhir. Perhatikan bahwa Tuhan tidak membedakan serigala dari domba, namun Dia membedakan kambing dari domba. Artinya keduanya sama-sama lemah, sama-sama bodoh, sama-sama makan rumput, bahkan sama-sama digembalakan. Ironisnya para kambing merasa telah berjasa, merasa telah melakukan banyak dan merasa pantas untuk diberi imbalan. Namun kambing tidak masuk Sorga, hanya domba. Bedanya sangat tipis dan begitu menipu, tanpa kewaspadaan ilahi bersama Roh Kudus, dan menjaga sikap hati dengan benar maka dalam sekejap kita bisa menjadi kambing.

Ev. Iin Tjipto Purnomo

Dalam masa kegerakan ini, dan Masa Daud Salomo yang sebentar lagi datang, baik Tuhan maupun Iblis sama-sama takut. Tuhan takut jika anak-anak-Nya masih ada yang belum siap, masih terlalu banyak kecewa daripada mengucap syukur, masih banyak yang fokusnya adalah kebenaran diri sendiri daripada kehendak Tuhan. Sedangkan Iblis takut karena waktunya telah amat singkat dan kegerakan, kebangunan, lawatan dan tuaian yang sejak dahulu dijanjikan akan menjadi kenyataan yang tidak pernah dibayangkan oleh siapapun. Sekali lagi Tuhan menghendaki untuk kita semua bertahan dalam kasih karunia dan percaya bahwa anugerah-Nya cukup seberapapun lelahnya hati kita menhadapi beratnya situasi masing-masing saat ini.

Abarim-Nebo-Pisgah


Abarim-Nebo-Pisgah - Petrus Agung - Minggu 20 Mei 2012


Minggu 20 Mei 2012
Abarim - Nebo - Pisgah
Petrus Agung


Abarim, Nebo dan Pisgah, menunjuk pada satu tempat yang sama yaitu gunung Nebo, di mana Tuhan perintahkan Musa untuk mendakinya di akhir hidupnya. Tuhan menggambarkan kekuatan-kekuatan yang dimiliki Musa melalui nama gunung-gunung tersebut. Nebo adalah gunung tertinggi dalam rangkaian pegunungan Abarim. Gunung Nebo punya beberapa puncak, dan yang tertinggi adalah Pisgah. Jadi Musa memandang tanah perjanjian dari pegunungan Abarim, tepatnya di gunung Nebo, detilnya di puncak Pisgah.

Jika kita ingin mencapai sebuah destiny yang besar, maka 3 hal ini harus kita miliki, yang membuat hidup kita akan sangat berbeda dari orang dunia. Perbedaan ini akan membuat Nama Tuhan dipermuliakan. Tiga nama ini adalah thropy-nya Musa, sesuatu yang dimiliki Musa dengan kuat.

1. Abarim – Visi ke depan tentang seberapa jauh Tuhan akan bawa kita.

TUHAN berfirman kepada Musa: "Naiklah ke gunung Abarim ini,
dan pandanglah negeri yang Kuberikan kepada orang Israel.
Sesudah engkau memandangnya,
maka engkaupun juga akan dikumpulkan kepada kaum leluhurmu,
sama seperti Harun, abangmu, dahulu (Bil 27: 12-13)

Tuhan memerintahkan Musa untuk naik ke Abarim.
Abarim = עברים ăbârîym (strong H5682) = region beyond the sea = daerah di seberang lautan

Hidup kita harus bisa melihat Abarim, artinya ada kesanggupan untuk memandang jauh ke depan, yang kebanyakan orang tidak bisa melihat. Semua pemimpin besar adalah orang-orang yang bisa mencapai Abarim, artinya cara berfikir dan melihat tidak sempit dan dangkal, tapi bisa melihat jauh ke seberang lautan. Dalam kehidupan, kita akan bisa menang jika bisa melihat yang orang lain tidak bisa melihat !

Jaman dahulu orang berpikir bumi ini datar dan dikitari lautan, di bagian bawahnya neraka, dan saat manusia sampai ujung dunia dan terus, maka akan jatuh dari bumi dan masuk neraka. Suatu kali ada raja dari Makedonia: Alexander Agung (Alexander the great). Di jamannya sungai Efrat adalah batas peta terjauh, dan di seberang sungai Efrat tidak ada peta-nya. Sesampai di tepi sungai Efrat semua pasukan tidak berani menyeberangi sungai, akhirnya Alexander sendiri yang menyeberangi sungai Efrat. Ternyata di seberang Efrat masih ada daratan lain, dan akhirnya Alexander meluaskan wilayahnya hingga ke India. Di jaman itulah ada percampuran budaya barat dan timur: Helenisme. Alexander bisa melihat sesuatu di seberang yang orang lain tidak bisa melihat.

Walt Desney awalnya membeli tanah yang sangat luas di tengah gurun. Hari ini seluruh dunia berbondong-bondong datang ke Disneyland.

Di akhir pelayanannya Elia menanyakan apa yang diingini Elisa, dan Elisa minta 2 bagian roh Elia, artinya Elisa meminta hak kesulungan. Elia menjawab bahwa permintaan itu sukar, tapi akan terjadi jika Elisa bisa melihat Elia terangkat.

Artinya: hal sesukar apapun yang kita inginkan dari Tuhan,
jika kita bisa melihatnya maka akan terjadi dalam hidup kita, walaupun itu sukar.

Bagi Tuhan persoalannya bukan sukar atau tidak sukar, karena tidak ada yang sukar bagi Tuhan.
Tapi persoalannya adalah: “apakah kita bisa melihat ?” Jika kita bisa melihat, maka tidak ada yang sukar karena pasti akan terjadi !

Tuhan ingin kita memiliki Abarim – kemampuan melihat jauh ke depan, bahkan Tuhan akan berikan juga strategi, cara, dan step-stepnya. Persoalannya ada pada kita sendiri: ketidakpercayaan kita, apatis kita, cara berfikir negatif kita, semua begitu merusak sehingga kita tidak bisa melihat apa yang seharusnya kita bisa lihat.

Elisa di Dotan, dikepung lawan, bujangnya ketakutan, tapi Elisa bisa melihat bahwa malaikat yang bersama mereka jauh lebih banyak daripada pengepung mereka. Setelah Tuhan membuka mata bujang itu, barulah dia bisa lihat apa yang dilihat Elisa.

Kemampuan untuk “melihat di balik lautan” ini bukan semata-mata karunia rohani, tapi harus dilatih, harus belajar banyak hal. Firman Tuhan tetap yang utama, tapi pelajari juga hal-hal lain. Karena segala sesuatu yang bagus inspirasinya dari Firman Tuhan, baik secara langsung atau tidak langsung. Kembangkan diri kita,belajar, karena potensi Tuhan dalam diri kita besar sekali ! Persoalannya seringkali kita tidak mau membangun/ develop diri kita, dan biarkan diri kita tidak berkembang. Kita boleh pinter, asal tidak keminteratau sok ngerti. Saat kita mau belajar, maka kita akan jadi orang yang bijaksana, tahu apa yang harus dibuat, cepat menangkap maunya Tuhan.

Jika kita tidak memiliki kemampuan ini, maka kita hanya mampu melihat pendek di depan kita, dan ini berbahaya karena setan akan jebak kita dengan mudah. Saat ada orang yang sukses berbicara: dengerin baik-baik, minta Tuhan filter hati kita supaya tidak tercemar.

Secara iman kita harus men-set yang Tuhan mau: pelajari, kerjasama dengan orang lain, buat pemetaan dan strategi di otak kita, tapi beri ruang yang luas bagi Tuhan untuk menginterfensi !

Segala sesuatu ada ukuran dan indikasinya. Misalnya: hubungan dengan Tuhan, hubungan dengan keluarga, penggunaan keuangan sehari-hari, dll. Saat ada yang tidak beres, cari Tuhan, tanya di mana error-nya. Setelah Roh Kudus beritahu – segera bertobat ! Setelah pulih, pelajari !

2. Nebo – Hikmat dalam menentukan langkah menuju visi yang dari Tuhan

"Naiklah ke atas pegunungan Abarim, ke atas gunung Nebo, yang di tanah Moab,
di tentangan Yerikho, dan pandanglah tanah Kanaan
yang Kuberikan kepada orang Israel menjadi miliknya (Ul 32: 48-52)

Nebo = נבו ne (strong H5015) = mountain of wisdom = gunung hikmat
Saat kita sampai di Abarim, tahap berikutnya: kita perlu Nebo – hikmat/ wisdom.
Hikmat: apa yang harus kita lakukan untuk mencapai tujuan yang Tuhan tetapkan dalam hidup kita.

Sebesar apapun visi yang Tuhan berikan, maka yang harus dilakukan:
  1. Sepakat dengan Tuhan bahwa itu terjadi dalam hidup kita !
  2. Minta tuntunan Tuhan untuk langkah pertama dan langkah-langkah berikutnya, dan ini butuh hikmat.

Visi tanpa hikmat – tidak akan terjadi, dan hanya akan jadi impian dan angan-angan.
Hikmat tanpa impian/ visi – tidak jelas arahnya ke mana dan akan sampai di mana.

Semua yang profetis adalah Abarim – visi ke depan – merupakan impian dan keyakinan kita, maka kita harus perkatakan, nyanyikan, tarikan ! Tapi untuk menjadi sebuah kenyataan : perlu hikmat bagaimana caranya mencapai visi.

Yusuf 2 kali bermimpi: akan menjadi seorang penguasa. Tapi untuk mencapai kursi itu, hikmat Tuhan harus jalan dalam hidup Yusuf ! Yusuf harus jelaskan pada Firaun apa saja yang harus dikerjakan berkenaan dengan mimpi Firaun. Dengan hikmatnya, Yusuf selalu menjadi pemimpin di manapun dia berada: sebagai budak – Yusuf jadi pemimpin budak, di penjara – Yusuf jadi pemimpin narapidana.

Mengandalkan mimpi saja tidak cukup, karena hanya akan jadi bahan tertawaan, malah jadi batu sandngan bagi orang lain.
Orang yang punya visi dan hikmat, maka dia dengan cepat mengerti apa yang harus dikerjakannya. Tapi dalam setiap langkah harus beri ruang sangat luas bagi Tuhan untuk meng-intervensi.

Saat membangun Holy Stadium dengan jemaat baru 2000 orang, dan di awal sudah diberitahukan dananya 100 M, maka semua akan bubar dan tdak yakin akan terwujud. Tapi dengan hikmat semuanya disampaikan bertahap: kebutuhan tanah, tiang pancang, cor pondasi, naikkan kolom, dst; dan akhirnya selesai dalam 4 tahun – tanpa hutang kepada bank.

Kuasa hikmat (Amsal 8: 1-36)
Ay 1 – Hikmat dan kepandaian adalah saudara kembar.
Ay 2 – Hikmat melihat yang jauh, lalu berteriak memberi instruksi. Hikmat berseru di persimpangan jalan – di tengah kebingungan arah tujuan.
Ay 3 – Hikmat ada di pintu gerbang: di tempat para pemimpin berkumpul dan mengambil keputusan.
diambil.
Ay 5 – Yang tidak berpengalaman harus belajar !
Ay 13 – Cerdas tapi sombong, maka hikmat akan meninggalkan kita.
Ay 14 – Di dalam hikmat ada nasehat dan pertimbangan. Jika kita punya pertimbangan, nasehat, pengertian, maka otomatis kita punya kekuatan !
Ay 17 – Hikmat tidak bisa didapatkan dalam sekejap, karena butuh ketekunan. Masalahnya banyak orang tidak cukup tekun.
Ay 18 – Saat kita memiliki hikmat, dan dicampur dengan semua hal yang telah disebutkan di atas: kecerdasan, pengertian, nasehat, pertimbangan, dll; hasilnya adalah: kekuatankekayaan dan kehormatan ! Kita tidak perlu cari karena akan datang dengan sendirinya.
Ay 18-21 – Hikmat adalah rahasia hidup diberkati !
Ay 22-29 – Hikmat mengajari kita dari apa yang diperhatikannya ketika Tuhan menata dunia.

3. Pisga – Penetapan dan penunjukan Tuhan

Kemudian naiklah Musa dari dataran Moab ke atas gunung Nebo, yakni ke atas puncak Pisga,
yang di tentangan Yerikho, lalu TUHAN memperlihatkan kepadanya seluruh negeri itu:
daerah Gilead sampai ke kota Dan (Ul 34: 1)

Pisga = פּסגּה pisgâh (strong H6449) = Tempat yang ditunjuk/ ditetapkan oleh Tuhan.
Saat Tuhan tunjuk suatu tempat (= Pisga), maka segala aspek yang dibutuhkan akan berkumpul, dan campurannya menghasilkan mujizat yang luar biasa !
Untuk menghasilkan sesuatu yang luar biasa diperlukan: orang yang tepat, saat yang tepat, melalui kejadian yang tepat, dengan semua peralatan dan perlengkapan yang tepat, dan semuanya berkumpul jadi satu.

Kita bisa punya visi yang luas, punya hikmat, tapi saat di titik terakhir tidak ada devine connection yang menghubungkan, maka tidak akan terjadi apa-apa !
Jika kita ber-hikmat – hati hati ! Jika jatuh di kesombongan, maka Pisga-nya tidak akan kita dapatkan, karena di Pisga itu – semua dikombinasi oleh Tuhan, dan Tuhan yang menetapkan !
Kita tidak bisa berpolitik di dalam Tuhan, karena walau kita punya segalanya : visi, hikmat, dll; tapi di Pisga adalah hak veto Tuhan !

Maka di ujung semuanya, yang dibutuhkan adalah: ketergantungan kepada Tuhan, kerendahan hati di hadapan Tuhan, hati yang hineni.

Tuhan tunjukkan visi pada kita, Tuhan beri hikmat untuk melengkapi kita dan membawa kita kepada visi, tapikeputusan terakhir di tangan Tuhan ! Dan manusia tidak bisa merekayasa.

Pisga adalah pengharapan ajaib kita: mungkin kita tidak punya Abarim, mungkin kita tidak punya Nebo, tapi hak veto tetap di tangan Tuhan! Tuhan sangat cinta kepada kita dan selalu memilihkan yang terbaik bagi anak-anakNya !

Dengan 3 hal di atas Musa tetap gagal !

Mereka menggusarkan Dia dekat air Meriba, sehingga Musa kena celaka karena mereka;
sebab mereka memahitkan hatinya, sehingga ia teledor dengan kata-katanya. (Mzm 106: 32-33)

Orang Israel menggusarkan Musa dan memahitkan hatinya. Jika kita minta anugrah Tuhan dan terus menjagai hati kita dari kemarahan dan kepahitan, maka kita akan aman !

Ekspresi kemarahan:
  1. Meledak – gampang dimengerti
  2. Ingin membuktikan diri karena merasa terhina – kelihatannya bagus, semangat, antusias, tapi hidup kita akan sangat meletihkan.
  3. Membekukan diri, menutup hati - gampang dilihat
Kemarahan merusak banyak hal yang sebenarnya Tuhan sediakan dalam hidup kita !

Kita bisa sampai garis akhir dan mencapai destiny kita tanpa kemarahan, tanpa kebencian, tanpa kesombongan, tidak teledor dengan kata-kata kita. Bukan pembuktian, tapi penyerahan diri kepada Tuhan dan anugrahNya dalam hidup kita.


link MP3 kebaktian pagi :

link MP3 kebaktian sore (terpotong/ tidak lengkap) :


"BAGI YANG MERASA DIBERKATI DENGAN PELAYANAN KAMI DI MINYAKCADANGAN DAN MEMILIKI CUKUP DANA, HARAP BELI DVD/ VCD/ CD/ MP3 ASLINYA DI RHEMABBOKSTORE atau MEDIA INJIL KERAJAAN !"

MARI BERGERAK DARI KONSUMEN - MENJADI PRODUSEN, DARI DIBERKATI - MENJADI SALURAN BERKAT !!!