PELAJARAN TENTANG KUTUK DAN LEPAS DARI KUTUK
PELAJARAN TENTANG KUTUK DAN LEPAS DARI KUTUK
Shalom
Sahabat Joshua Ivan kemarin ada pembaca yang WA Bertanya kepada saya tentang Cara Pelepasan Kutuk Keturunan dan lain-lain
Dalam pandangan Kristen, kutuk adalah pernyataan resmi atau konsekuensi rohani akibat ketidaksetiaan kepada Allah atau pelanggaran terhadap hukum-Nya, yang mendatangkan malapetaka, hukuman, atau pemisahan dari berkat Allah. Kutuk berbeda dengan sekadar makian, karena melibatkan kekuatan ilahi yang mewujudkan dampak negatif nyata
Definisi Utama: Kutuk (Ibrani: 'alah, Yunani: katara) berarti keinginan jahat atau nubuat malapetaka yang disampaikan oleh Allah atau orang yang diberi kuasa.
Akar Kutuk: Berasal dari dosa dan ketidaktaatan manusia, mulai dari kejatuhan di Eden hingga pelanggaran hukum Taurat.
Jenis Kutuk: Sering kali dikaitkan dengan kutuk keturunan (dosa masa lampau orang tua) atau kutuk serapah.
Kutuk adalah kekuatan si jahat yang bekerja untuk mendatangkan bahaya dan kehancuran bagi kita, dan/atau menghalangi kita untuk menerima berkat Tuhan.
Kata kutuk dalam Alkitab merupakan lawan dari kata berkat Alkitab dengan jelas menyampaikan tentang tindakan mengutuk berarti mengucapkan hukum ilahi atas seseorang sebagai respon terhadap pelanggaran yang dilakukan (UI. 27:15-26; 28:16-20).
Saya ingin membahas tiga jenis kutukan yang umum:
1. Kutukan Antargenerasi
Kutukan antargenerasi adalah kutukan yang diturunkan melalui garis keturunan keluarga dari satu generasi ke generasi berikutnya. Kita menerima warisan rohani dari orang tua kita, dan warisan rohani ini mencakup berkat dan kutukan. Keluaran 36:7 mengatakan bahwa Allah membalaskan “kejahatan bapak-bapak kepada anak-anaknya dan cucu-cucunya sampai generasi ketiga dan keempat.” Artinya, dosa dan perilaku destruktif yang tidak dapat ditaklukkan oleh orang tua akan lebih rentan dan cenderung dilakukan oleh anak-anak mereka
Saya telah menyaksikan hal-hal dahsyat terjadi ketika kutukan turun-temurun dipatahkan. Saya telah melihat penyakit disembuhkan, belenggu dosa dipatahkan, dan pembebasan datang. Sebagai orang percaya di dalam Kristus, kita tidak harus hidup di bawah kuasa kutukan turun-temurun apa pun. Lihat artikel ini untuk informasi lebih lanjut tentang membebaskan diri dari kutukan turun-temurun.
2. Kutukan Kata-kata
Kata-kata kita memiliki kekuatan, dan Alkitab mengatakan demikian:
“Dari mulut yang sama keluar berkat dan kutukan. Saudara-saudaraku, hal-hal ini seharusnya tidak demikian.” ( Yakobus 3:10 )
Kata-kata kita memiliki kapasitas untuk membawa dorongan dan berkat yang besar bagi orang lain, tetapi kata-kata itu juga dapat berbentuk kutukan . Ketika orang—terutama tokoh-tokoh otoritas—mengucapkan hal-hal yang memengaruhi identitas atau takdir kita yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan, kita dapat dikutuk oleh kata-kata tersebut jika kita menerimanya. Banyak orang perlu dibebaskan dari kuasa kata-kata yang merusak agar mereka dapat mengatasi kutukan yang telah dilepaskan atas mereka.
3. Kutukan Okultisme
Jenis kutukan terakhir yang ingin saya sebutkan adalah kutukan yang sengaja dilepaskan oleh mereka yang terlibat dalam praktik okultisme . Mereka yang mendalami ilmu sihir, satanisme, dan aktivitas okultisme gelap lainnya sering kali mencoba mengutuk orang lain melalui ritual, mantra, jampi-jampi, dan aktivitas iblis lainnya. Saya percaya bahwa ini adalah beberapa "panah api si jahat" yang perlu kita tangkis dengan perisai iman. ( Efesus 6:16 )
Kutukan bukanlah sesuatu yang perlu kita takuti. Jika kita berjalan bersama Tuhan dan tidak memiliki celah dalam hidup kita, kutukan tidak dapat menimpa kita. Tetapi kita perlu menyadari bahwa ini adalah kenyataan dan percaya bahwa Roh Kudus akan menyingkapkan segala cara yang digunakan musuh untuk menyerang melalui praktisi okultisme.
KUTUK KETURUNAN
AYAT ALKITAB
Ayat-ayat Alkitab tentang Kutuk Keturunan:
Keluaran 20:5 & 5:9 (10 Perintah Allah): "...sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku".
Keluaran 34:7: "Ia tidak membiarkan orang yang bersalah lolos dari hukuman; Ia menghukum anak-anak dan cucu-cucu mereka karena dosa orang tua mereka sampai generasi ketiga dan keempat".
Bilangan 14:18: "...yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat".
Ulangan 28:15-45: Bagian ini menjabarkan rincian kutuk yang akan menimpa seseorang dan keturunannya jika tidak mendengarkan suara Tuhan, termasuk dalam hal hasil tanah dan kandungan.
Ditulis oleh Joshua Ivan Sudrajat



Komentar
Posting Komentar