PERJANJIAN CINTA

EVERLASTING LOVE 

PERJANJIAN CINTA KEKAL ABADI 

SEPATAH KATA HARI INI 


JOSHUA IVAN SUDRAJAT 





















Tanggal 14 February Tuhan Yesus berbicara tentang EVERLASTING LOVE PERJANJIAN CINTA, Tuhan menyuruh saya membuat desain Selendang PERJANJIAN CINTA


Saya bertanya kepada Roh Kudus Tuhan bagaimana caranya saya bisa membuat selendang dan tulisan Rhema yang Tuhan berikan kepada saya 


Sahabat Joshua Ivan Sudrajat Everlasting Love (kasih yang kekal/abadi) dalam Alkitab adalah kasih Allah yang tidak bersyarat, tidak berubah, dan tidak berkesudahan terhadap manusia. Berbeda dengan kasih manusia yang berubah-ubah, kasih Allah bersifat kekal, berdaulat, dan tetap ada meskipun manusia tidak setia, berakar pada komitmen-Nya (setia/ Chesed), bukan berdasarkan kelayakan manusia. 


Everlasting Love dalam Alkitab:


Kasih yang Tidak Berubah (Yeremia 31:3): Allah menyatakan, "Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu". Kasih ini tidak bertambah saat kita berbuat baik dan tidak berkurang saat kita berbuat dosa.


Kasih Setia (Chesed): Dalam Mazmur 136, frasa "kasih setia-Nya kekal selama-lamanya" menekankan kesetiaan perjanjian Allah yang terus menerus.


APA ITU PERJANJIAN CINTA 


Perjanjian Cinta (Covenant of Love) dalam Alkitab adalah komitmen kesetiaan abadi yang didasarkan pada kasih setia Allah (kasih Agape) yang tidak bersyarat, mengikat diri-Nya dengan manusia, seperti yang digambarkan dalam pernikahan maupun relasi Allah dengan umat-Nya.


"Sebelum angin senja berembus dan bayang-bayang menghilang, kembalilah, kekasihku, berlakulah seperti kijang, atau seperti anak rusa di atas gunung-gunung tanaman rempah-rempah!" (Kidung Agung 2:17 TB) 


"-- Cepat, kekasihku, berlakulah seperti kijang, atau seperti anak rusa di atas gunung-gunung tanaman rempah-rempah." (Kidung Agung 8:14 TB) 


Kitab Kidung Agung ini berbicara tentang mempelai Kristus dimana gereja sebagai kekasih-Nya. Setiap kita mengenal Kristus sebagai Tuhan, sebagai Bapa tetapi Dia juga adalah kekasih kita dan kita ini adalah BUDAK CINTA-NYA. Hidup setiap kita sebenarnya tidak layak untuk menerima cinta dan kasih Tuhan yang begitu mulia, kudus, agung dan luar biasa tetapi kita ini adalah produk dari Cinta-Nya yang tidak bisa dibayar dan ditemukan di tempat lain. Cinta Tuhan itu begitu kuat dimana Dia tidak pernah membuang setiap kita anak-anak-Nya, di saat orang lain menganggap kita ini layak untuk dibuang tetapi Tuhan selalu mengejar kita untuk memakai hidup kita. Cinta dari Tuhan itu lebih dari cinta apapun yang ada di dunia ini, cinta yang tidak pernah membuang dan menghakimi dan Cinta-Nya justru sanggup mengubah hidup kita.


Gereja Tuhan sebagai mempelai Kristus dimana setiap kita yang ada di dunia ini adalah kekasih-Nya seperti Rasul Paulus yang berkata bahwa kita sudah dipertunangkan dengan Kristus.


"Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus. Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya." (2 Korintus 11:2-3 TB) 


Ini adalah perkataan Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus.


"Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus." (2 Korintus 11:2 TB) 


Setiap kita hari ini mesti mengerti bahwa Tuhan telah mengambil kita sebagai tunangan-Nya dengan mengikatkan Dirinya dimana Rasul Paulus sebagai perantara dan saksi yang membawa jemaat untuk mengetahui sebagai tunangan Kristus. Alasan untuk Tuhan menjadi cemburu adalah ketika hati kita mencintai dan menginginkan yang lain karena kita adalah Milik-Nya yang ditebus dengan Darah-Nya. Beberapa orang yang memiliki uang yang banyak memilih bepergian keluar negeri terus menerus untuk menemukan sesuatu yang kosong di dalam hatinya sampai kemudian menemukan cinta yang sejati itu yaitu dalam pribadi Yesus Kristus.


Sebagai mempelai-mempelai Kristus, ada beberapa point yang mesti di perhatikan.


MEMILIKI HATI YANG SETIA.


Sewaktu Cinta-Nya turun atas hidup kita maka kesetiaan itu di berikan-Nya kepada kita. Sewaktu Cinta-Nya turun di hati dan orang-orang bersentuhan dengan Hadirat-Nya maka orang-orang tidak menginginkan yang lain lagi dan menganggap yang lain itu tidak penting. Ketika kita menangkap Cinta Tuhan akan jiwa-jiwa yang terhilang yang ada kota dan bangsa ini, itu yang membuat kita untuk tidak lagi memikirkan diri kita dan membuat kita tidak lagi berdiri di zona yang nyaman karena cinta dan Hati-Nya yang setia Dia berikan dan masuk kedalam hati kita.


"jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya.” (2 Timotius 2:13 TB) 


Dikatakan Dia tetap setia, sehingga Dia memberikan hati yang setia buat setiap orang yang mengetahui bahwa Dia tetap setia. Ketika cinta yang kuat itu masuk di hati kita, kita tidak menginginkan lagi hal yang lain dan hanya menginginkan Tuhan dan taat Kepada-Nya.


𝗗𝗔𝗥𝗜 𝗔𝗛𝗔𝗩𝗔𝗛 𝗦𝗔𝗠𝗣𝗔𝗜 𝗔𝗚𝗔𝗣𝗘, 𝗠𝗔𝗞𝗡𝗔 LOVE COVENANT 



Kata-kata yang digunakan untuk “kasih” dalam bahasa Ibrani dan Yunani menyingkapkan konsep yang beraneka ragam, meliputi kesetiaan perjanjian, kepedulian yang penuh pengorbanan, dan keintiman emosional.


Kasih merupakan landasan ajaran Alkitab, yang menyingkapkan baik sifat Allah maupun panggilan tertinggi manusia. Etimologi kata-kata yang digunakan untuk "kasih" dalam bahasa Ibrani dan Yunani menyingkapkan konsep yang mendalam dan beraneka ragam, yang meliputi kesetiaan perjanjian, kepedulian yang rela berkorban, dan keintiman emosional. Dengan menelusuri istilah-istilah kunci untuk kasih dalam Kitab Suci, kita mengungkap dimensi ilahi dan manusiawinya.


LOVE 𝗕𝗮𝗵𝗮𝘀𝗮 𝗜𝗯𝗿𝗮𝗻𝗶: אַהֲבָה (𝗔𝗵𝗮𝘃𝗮𝗵)


Kata Ibrani utama untuk kasih dalam Alkitab Ibrani adalah ahavah (אַהֲבָה). Berasal dari akar kata ahav (אָהַב), yang berarti "mencintai," ahavah menyampaikan kasih insani dan ilahi. Kata ini muncul dalam berbagai konteks, dari cinta romantis (misalnya, cinta Yakub kepada Rahel dalam Kejadian 29:20) hingga kasih perjanjian antara Tuhan dan umat-Nya (misalnya, Ulangan 7:7–8).


Berbeda dengan konsep cinta modern sebagai sekadar emosi, ahavah menekankan tindakan dan komitmen . Hal ini terbukti dalam Ulangan 6:5: “Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.” Di sini, ahavah menandakan pengabdian menyeluruh yang berakar pada kesetiaan dan ketaatan.


Istilah Ibrani penting lainnya adalah chesed (חֶסֶד), yang sering diterjemahkan sebagai “kasih sayang” atau “kasih yang teguh.” Meskipun tidak sinonim dengan ahavah , chesed mengomunikasikan kesetiaan dan belas kasihan perjanjian Allah , seperti dalam Mazmur 136, di mana refrainnya menyatakan, “Kasih setia-Nya untuk selama-lamanya.” Bersama-sama, ahavah dan chesed menunjukkan kasih yang bersifat relasional dan abadi.


𝗕𝗮𝗵𝗮𝘀𝗮 𝗬𝘂𝗻𝗮𝗻𝗶: Ἀγάπη (𝗔𝗴𝗮𝗽𝗲̄) , Φιλία (𝗣𝗵𝗶𝗹𝗶𝗮), 𝗱𝗮𝗻 Ἔρως (𝗘𝗿𝗼𝘀)


Kosakata Yunani dalam Perjanjian Baru untuk kasih menawarkan kerangka teologis dengan banyak nuansa. Istilah yang paling penting adalah agapē (ἀγάπη), yang digunakan untuk menggambarkan kasih Allah yang tanpa syarat dan rela berkorban. Berakar dari kata kerja agapaō (ἀγαπάω), agapē menggambarkan kasih yang mengupayakan kebaikan bagi orang lain tanpa mempedulikan jasa atau balasan. Yohanes 3:16 dengan terkenal menyatakan "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini (ēgapēsen), sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal,” yang menyingkapkan sifat kasih ilahi yang menebus.


Philia (φιλία) merujuk pada kasih persaudaraan atau persahabatan, yang ditandai oleh kasih sayang dan niat baik bersama . Kata ini jarang muncul dalam Kitab Suci, tetapi hadir dalam kata-kata seperti philadelphos (φιλάδελφος), yang berarti "kasih persaudaraan," seperti yang terlihat dalam Roma 12:10. Yesus juga membangkitkan istilah philia ketika menyebut murid-murid-Nya sebagai "sahabat" dalam Yohanes 15:15, yang menekankan keintiman relasi antara Yesus dan para pengikut-Nya.


Eros (ἔρως), yang merujuk pada cinta romantis atau penuh gairah, tidak muncul secara langsung dalam Perjanjian Baru. Meskipun eros bukan fokus utama teologi Alkitab, gagasannya dapat ditemukan di seluruh Alkitab dalam perjanjian perkawinan, yang mewujudkan rancangan Allah bagi hubungan ant

ara manusia.


TUHAN YESUS MEMBERKATI 


Jatiwangi 15 Februari 2026





Komentar

Postingan Populer