TABERNAKEL MUSA
TABERNAKEL MUSA
Keluaran 27:9-19 (TB) "Haruslah engkau membuat pelataran Kemah Suci; untuk pelataran itu pada sebelah selatan harus dibuat layar dari lenan halus yang dipintal benangnya, seratus hasta panjangnya pada sisi yang satu itu.
Tiang-tiangnya harus ada dua puluh, dan alas-alas tiang itu harus dua puluh, dari tembaga, tetapi kaitan-kaitan tiang itu dan penyambung-penyambungnya harus dari perak.
Demikian juga pada sebelah utara, pada panjangnya, harus ada layar yang seratus hasta panjangnya, tiang-tiangnya harus ada dua puluh dan alas-alas tiang itu harus dua puluh, dari tembaga, tetapi kaitan-kaitan tiang itu dan penyambung-penyambungnya harus dari perak.
Dan pada lebar pelataran itu pada sebelah barat harus ada layar yang lima puluh hasta, dengan sepuluh tiangnya dan sepuluh alas tiang itu.
Lebar pelataran itu, yaitu bagian muka pada sebelah timur harus lima puluh hasta,
yakni lima belas hasta layar untuk sisi yang satu di samping pintu gerbang itu, dengan tiga tiangnya dan tiga alas tiang itu;
dan juga untuk sisi yang kedua di samping pintu gerbang itu lima belas hasta layar, dengan tiga tiangnya dan tiga alas tiang itu;
tetapi untuk pintu gerbang pelataran itu tirai dua puluh hasta dari kain ungu tua dan kain ungu muda, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya — tenunan yang berwarna-warna — dengan empat tiangnya dan empat alas tiang itu.
Segala tiang yang mengelilingi pelataran itu haruslah dihubungkan dengan penyambung-penyambung perak, dan kaitan-kaitannya harus dari perak dan alas-alasnya dari tembaga.
Panjang pelataran itu harus seratus hasta, lebarnya lima puluh hasta dan tingginya lima hasta, dari lenan halus yang dipintal benangnya, dan alas-alasnya harus dari tembaga.
Adapun segala perabotan untuk seluruh perlengkapan Kemah Suci, dan juga segala patoknya dan segala patok pelataran: semuanya harus dari tembaga."
Sahabat Joshua Ivan Sudrajat hari ini kita belajar Tentang Tabernakel Musa
Persiapan untuk Menyambut Heaven Resonance dan Kings Altar berdiri di Indonesia
Tabernakel Musa adalah tempat ibadah sementara yang dibangun bangsa Israel sesuai dengan perintah Allah saat mereka mengembara di padang gurun dan digunakan hingga Raja Salomo membangun sebuah bait suci. Kata tabernakel merupakan terjemahan dari kata Ibrani mishkan , yang berarti "tempat kediaman." Hari Raya Tabernakel memperingati masa pengembaraan ini sebelum bangsa Israel memasuki tanah Kanaan.
Tabernakel Musa (Kemah Suci) adalah tenda suci portabel yang diperintahkan Allah untuk dibangun oleh bangsa Israel di bawah pimpinan Musa selama pengembaraan di padang gurun. Berfungsi sebagai tempat ibadah, pusat hadirat Allah, dan tempat pendamaian dosa, struktur ini melambangkan kehadiran Allah di tengah umat-Nya.
Fitur Utama dan Bagian-bagian Tabernakel:
Struktur Portabel:
Dirancang untuk dibongkar-pasang dan dibawa-bawa saat perjalanan Israel.
Bagian Utama:
Terdiri dari Halaman Luar (tempat Mezbah Kurban dan Bak Tembaga), Ruang Kudus (tempat Mezbah Dupa, Kandil/Menorah, Meja Roti Sajian), dan Ruang Mahakudus (tempat Tabut Perjanjian).
Fungsi Ibadah:
Menjadi tempat imam (Harun dan keturunannya) mempersembahkan korban dan pelayanan.
Tanda Hadirat:
Awan di atas tabernakel menjadi penanda kapan Israel berkemah atau pindah tempat.
Makna Teologis:
Secara simbolis menggambarkan rencana penebusan Allah dan menunjuk pada Yesus Kristus sebagai "kemah" Allah di antara manusia.
Tujuan tabernakel Musa adalah untuk menyediakan tempat di mana umat dapat menyembah Tuhan dengan benar. Para imam mempersembahkan hewan kurban di atas mezbah di pelataran luar. Roti persembahan, pelita yang menyala terus-menerus, dan persembahan dupa semuanya berada di Tempat Kudus. Dan sekali setahun, imam besar akan memasuki Tempat Mahakudus sebagai bagian dari upacara Hari Pendamaian ( Imamat 16 )
Selama perjalanan mereka di padang gurun, bangsa Israel diperintahkan untuk membangun sebuah tabernakel agar Allah dapat “berdiam di antara mereka” (Keluaran 29:46). “Tabernakel secara harfiah berarti ' tempat kediaman ' dan disebut demikian karena keyakinan bahwa Allah benar-benar tinggal di dalam batas-batas sucinya.
PELATARAN
Keluaran 27: 9-15, 17-19 Keluaran 38: 9-17, 20
Pelataran Tabernakel dibatasi oleh layar (= kain gantung) dari lenan halus yang dipintal benangnya.
Panjang kelilingnya adalah 300 hasta dan tingginya 5 hasta yakni:
100 hasta panjangnya dibagian selatan
50 hasta panjangnya dibagian barat
100 hasta panjangnya dibagian utara
50 hasta panjangnya dibagian timur
Luas layar (= kain gantung) jika dibeberkan adalah 300 x 5 hasta = 1500 hasta persegi.
Luas dari halaman Tabernakel adalah 100 hasta panjangnya x 50 hasta lebarnya = 5000 hasta persegi.
Layar atau kain penutup disangga oleh 60 buah tiang dari tembaga yang berdiri di atas 60 buah alas atau kaki yang juga dibuat dari tembaga.
Kaitan-kaitan dan penyambung-penyambungnya dibuat dari perak, sedangkan patok-patoknya dibuat dari tembaga.
PENGERTIAN ROHANINYA
PELATARAN menunjuk zaman Taurat (1500 tahun), dimana hukum Taurat itu menyatakan hukumannya atas dosa.
Hampir semua benda-benda Tabernakel dan bagian-bagiannya yang berada di pelataran terbuat dari tembaga.
TEMBAGA = penghukuman (= pembalasan).
Angka 5000 menunjuk 5000 tahun yang dibatasi oleh Allah dimana dalam kurun waktu tersebut Allah berurusan dengan UmatNya yang terdiri dari Israel dan kafir, mulai dari Abraham sampai dengan akhir dari 1000 tahun Kerajaan Damai (lihat peta zaman).
PELATARAN juga berbicara soal keadilan/kebenaran Allah dan adalah daerah IMAN.
PELATARAN bersuasanakan KEBANGKITAN atau PEMBAHARUAN
Bersambung
Ditulis oleh Joshua Ivan Sudrajat






Komentar
Posting Komentar