IMAN DI TENGAH LUKA

IMAN DI TENGAH LUKA

JKI HIGHER THAN EVER

MINGGU 19 APRIL 2026

PS NANY SUSANTY SH 






























LINK YOUTUBE : https://youtu.be/dDSLQImXe_A?si=In9RTgEJfz0TSLGX


Berikut adalah resume khotbah dari video ibadah Higher Than Ever Church bersama Pdt. Nany Susanty yang berjudul "Iman Ditengah Luka":


Pendahuluan: 

Realita Luka dalam Hidup

Pdt. Nany Susanty membuka khotbah dengan menekankan bahwa setiap manusia, dari anak-anak hingga orang tua, pasti pernah mengalami luka, baik secara jasmani maupun rohani [46:15]. Luka yang tidak diobati bisa menjadi semakin parah dan berbahaya bagi kehidupan seseorang [47:03].


1. Belajar dari Sosok Thomas


Khotbah ini menyoroti figur Thomas, salah satu dari 12 murid Yesus, yang sering dicap sebagai "si peragu". Namun, Pdt. Nany menjelaskan sisi lain dari Thomas:


Thomas yang Terluka: Thomas mengalami kekecewaan mendalam saat melihat Yesus ditangkap tanpa perlawanan [53:18]. Ia merasa bingung mengapa Tuhan yang punya kuasa besar seolah-olah menyerah [54:04].


Thomas yang Setia & Berani: Thomas sebenarnya adalah murid yang sangat berani. Ia pernah berkata, "Mari kita pergi juga untuk mati bersama-sama dengan Dia" [01:00:55].


Thomas yang Jujur (Ceplas-ceplos): Ia adalah pribadi yang apa adanya. Thomas berani bertanya ketika tidak mengerti, seperti saat Yesus bicara tentang jalan ke rumah Bapa [01:04:11]. Tuhan menyukai kejujuran dan ketulusan hati seperti ini [01:17:41].


2. Menghadapi Luka dan Kekecewaan

Jangan Meninggalkan Komunitas:


 Meskipun Thomas sedang luka dan ragu, ia tetap berada dalam komunitas murid-murid lainnya [01:21:54]. Pdt. Nany mengingatkan agar saat kita kecewa atau doa belum dijawab, jangan berhenti beribadah atau meninggalkan persekutuan [01:21:20].


Tuhan Punya Waktu Sendiri: Tuhan membiarkan Thomas menunggu selama 8 hari sebelum menemuinya [01:27:03]. Hal ini untuk menguji kesetiaan Thomas di tengah keraguannya. Tuhan tidak pernah terlambat dalam menolong kita [01:28:46].


3. Jawaban Tuhan atas Luka


Damai Sejahtera sebagai Obat: Saat Yesus menemui murid-murid-Nya, perkataan pertama-Nya adalah "Damai sejahtera bagi kamu" [01:30:29]. Damai sejahtera adalah awal dari terobosan hidup, meskipun masalah belum selesai [01:31:42].


Tuhan Mendengar Keluhan Kita: Yesus membuktikan bahwa Ia mendengar kata-kata Thomas yang sebelumnya meragukan-Nya dengan menyuruh Thomas mencucukkan jarinya ke bekas luka-Nya [01:34:42].


Penyembuhan Iman: Thomas akhirnya mengalami perjumpaan pribadi dan mengakui Yesus sebagai "Tuhanku dan Allahku" [01:36:35]. Luka Thomas sembuh ketika ia menyerahkan otoritas hidupnya sepenuhnya kepada Tuhan [01:37:05].


Kesimpulan


Khotbah diakhiri dengan pesan bahwa Tuhan sangat mengerti dan peduli dengan setiap persoalan kita [01:41:49]. Jika kita merasa terluka atau trauma karena masa lalu, datanglah kepada Tuhan dan izinkan tangan-Nya menjamah dan menyembuhkan kita [01:52:02].


Video Link: Ibadah Minggu Pagi Bersama Pdt. Nany Susanty - "Iman Ditengah Luka" 

Komentar

Postingan Populer