MEZBAH PUNCAK PERKENANAN

MEZBAH PUNCAK PERKENANAN 

EV IIN TJIPTO PURNOMO 































LINK YOUTUBE : https://youtu.be/GQDTwhT_V8Q?si=vQ9H0ZwLTPyExqkY



Berikut adalah resume khotbah dari Ev. Iin Tjipto yang berjudul "Mezbah Puncak Perkenanan" di ibadah AOC Ministry:


Tema Utama: Visi vs Ambisi

Puncak destiny atau tujuan Ilahi dalam hidup seseorang tidak dicapai melalui ambisi pribadi, melainkan melalui visi dari Tuhan [01:35]. Perbedaan utamanya adalah:


Ambisi: Berasal dari kekuatan manusia.

Visi: Terjadi ketika kita meletakkan ambisi kita di hadapan Tuhan dan bergerak dengan kekuatan Roh Kudus [01:47].


Jalan pintas menuju penggenapan janji Tuhan (puncak destiny) adalah melalui Mezbah [03:07]. Mezbah bukan untuk menyakiti kita, melainkan untuk membawa kita pada perjanjian dengan Tuhan.


Lima Tokoh Alkitab dan Mezbah Mereka

1. Nuh: Mezbah Ketaatan dan Kesetiaan [03:57]


Mezbah Nuh bukan hanya saat ia membakar korban setelah air bah, tetapi selama 370 hari di dalam bahtera.


Ia harus setia memberi makan ribuan binatang dan membuang kotorannya setiap hari di tengah ketidaknyamanan.

Hasil: Mezbah Nuh menghentikan bencana air bah selamanya melalui perjanjian "Busur di Awan" [09:04].


2. Abraham: Mezbah Penyerahan yang Terkasih [15:21]


Tuhan meminta Abraham mempersembahkan Ishak, anak yang paling ia kasihi.


Seringkali mezbah berarti mengambil "pisau" untuk memotong kenyamanan, nama baik, atau harta yang paling kita banggakan [16:18].

Hasil: Tuhan bersumpah memberkati keturunan Abraham berlimpah-limpah karena ia tidak segan menyerahkan yang tunggal [27:14].


3. Daud: Mezbah Penyaliban Daging [30:34]


Setiap melangkah enam langkah saat mengarak Tabut Perjanjian, Daud mempersembahkan korban. Angka 6 melambangkan kemanusiaan.


Ini berarti setiap aspek kemanusiaan dan kebanggaan kita harus diletakkan di bawah hadirat Tuhan [31:28].


Hasil: Tuhan menjanjikan bahwa takhta dan kerajaan Daud akan kokoh untuk selama-lamanya [35:58].


4. Daniel: Mezbah Konsistensi Doa [43:50]


Daniel tetap berdoa tiga kali sehari meskipun ada ancaman hukuman mati di gua singa.


Kadang cara Tuhan seolah membawa kita ke "kematian" atau kerugian (seperti difitnah atau diturunkan jabatan), namun sebenarnya itu adalah cara Tuhan menyelamatkan dan mengangkat kita lebih tinggi [49:18].


Hasil: Seluruh kerajaan akhirnya menyembah Allah Daniel karena mukjizat keselamatan di gua singa [44:56].


5. Sadrakh, Mesakh, dan Abednego: Mezbah Komitmen [52:47]


Mezbah mereka adalah komitmen: "Tuhan sanggup melepaskan, tetapi jika tidak pun, kami tetap tidak akan menyembah berhala" [52:57].

Mereka bersyukur baik saat Tuhan luputkan maupun saat harus melewati api.


Hasil: Raja mengeluarkan perintah agar semua orang menghormati Allah mereka karena tidak ada Allah lain yang dapat melepaskan secara demikian [55:02].


Kesimpulan untuk Jemaat

Apapun penderitaan, pekerjaan, atau pengorbanan yang sedang dialami saat ini, ubahlah hal tersebut menjadi Mezbah dengan tetap memuji dan bersyukur kepada Tuhan [01:00:33]. Mezbah pribadi inilah yang akan menentukan apakah kita akan sampai ke puncak destiny yang Tuhan siapkan.


Video Selengkapnya: MEZBAH PUNCAK PERKENANAN - Ev. Iin Tjipto

Komentar

Postingan Populer