BERKAT TABGHA
SEPATAH KATA HARI INI
TABGHA
MUKJIZAT PELIPATGANDAAN
BERKAT ISRAEL
Shalom
Sahabat Joshua Ivan Sudrajat pagi hari ini ketika saya mengikuti HEAVENLY REALM, Roh Kudus memberi Sepatah kata TABGHA
Tabgha (Arab: الطابغة, Ibrani: עין שבע, Ein Sheva) secara harfiah berarti "tujuh mata air".
Matius 14:16-21 (TB) Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan."
Jawab mereka: "Yang ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan."
Yesus berkata: "Bawalah ke mari kepada-Ku."
Lalu disuruh-Nya orang banyak itu duduk di rumput. Dan setelah diambil-Nya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya membagi-bagikannya kepada orang banyak.
Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, dua belas bakul penuh.
Yang ikut makan kira-kira lima ribu laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak.
February 2020 Tuhan Yesus membawa saya ke Israel salah satu daerah yang dikunjungi adalah Tabgha Gereja Lima Roti dan Dua Ikan atau Gereja Mukjizat PELIPATGANDAAN
Gereja Katolik sehingga kita harus doa hening tidak bisa mengeluarkan suara
Saya berdoa dan membawa saudara saya Edy Handjojo ke hadapan Tuhan biar kami mengalami PELIPATGANDAAN
Saat ini enam Tahun sudah saya mengucap syukur atas Penyertaan Tuhan dan boleh mengalami PELIPATGANDAAN karena Jaminan Tujuh Sumpah
Tabgha dari Bahasa Yunani Heptapegon (dalam bahasa Yunani artinya "tujuh sumber air").
Tuhan Yesus mengingatkan saya bahwa di Tabgha Tuhan Yesus memberikan Tujuh Mata Air Yang Berbual-bual ada Jaminan Pemeliharaan Tuhan dan Perjanjian Tuhan PENYEDIAAN TUHAN untuk saya yang tidak pernah habis habisnya
Tuhan Yesus katakan Tidak ada Resesi di dalam hidup mu
Firman Tuhan pagi hari ini Yesaya 54:2-3 yang berkata, “Lapangkanlah tempat kemahmu, dan bentangkanlah tenda tempat kediamanmu, janganlah menghematnya; panjangkanlah tali-tali kemahmu dan pancangkanlah kokoh-kokoh patok-patokmu! Sebab engkau akan mengembang ke kanan dan ke kiri, keturunanmu akan memperoleh tempat bangsa-bangsa, dan akan mendiami kota-kota yang sunyi.”
Kamu akan terus mengembang dan tidak pernah berhenti memberi makan kepada banyak orang
CARA MENGALAMI PELIPATGANDAAN
Memulai dengan "Benih" yang Ada (Prinsip Lima Roti Dua Ikan)
Pelipatgandaan dimulai ketika Anda menyerahkan apa yang Anda miliki saat ini, sekecil apa pun itu, kepada Tuhan.
Jangan meremehkan apa yang ada: Seperti kisah Yesus memberi makan 5.000 orang (Matius 14:13-21), pelipatgandaan terjadi bukan dari kelimpahan, melainkan dari penyerahan apa yang sedikit.
Berani menabur: Anda harus berani menabur—baik dalam bentuk waktu, talenta, maupun materi—untuk menuai pelipatgandaan.
Memberi dalam Iman (Hukum Tabur Tuai)
Pelipatgandaan sering kali didahului oleh tindakan memberi, bahkan di tengah kekurangan.
Memberi dengan sukacita: Memberi bukan karena paksaan, melainkan sebagai wujud iman bahwa Tuhan memelihara.
Menabur kebaikan: Teruslah melakukan kebaikan dan pelayanan meskipun ada kesulitan, karena Tuhan melihat dan menjanjikan tuai.
Mengikuti Cara-cara Tuhan (Ketaatan)
Pelipatgandaan bukan sekadar kebetulan, melainkan hasil ketaatan pada prinsip Tuhan.
Percaya dan tidak takut: Mengambil langkah iman tanpa rasa takut (seperti janda di Sarfat yang memberi makan Elia).
Hidup dalam kekudusan: Mengejar kekudusan dan kebenaran membuat hidup kita selaras dengan berkat Tuhan.
Pelipatgandaan Rohani (Pemuridan)
Pelipatgandaan yang sejati juga terjadi dalam hal kerohanian, bukan hanya materi.
Membina murid (2 Timotius 2:2): Melipatgandakan dampak dengan melatih orang lain untuk menjadi murid Kristus yang juga mampu melatih orang lain.
Membaca dan merenungkan firman: Membangun relasi pribadi dengan Yesus melalui firman-Nya agar karakter kita semakin serupa dengan-Nya.
Membangun "Lumbung"
Tuhan memerlukan wadah untuk mencurahkan pelipatgandaan-Nya. Ini berarti menyiapkan diri secara mental, spiritual, dan praktis untuk mengelola berkat yang lebih besar.
Kunci terjadinya pelipatgandaan
Bagaimana supaya terjadi pelipatgandaan? Kita melihat rumus-rumus/kunci terjadinya pelipatgandaan dalam Alkitab:
1. SEDIAKAN LUMBUNG-LUMBUNG
Salah seorang dari isteri-isteri para nabi mengadukan halnya kepada Elisa, sambil berseru: "Hambamu, suamiku, sudah mati dan engkau ini tahu, bahwa hambamu itu takut akan TUHAN. Tetapi sekarang, penagih hutang sudah datang untuk mengambil kedua orang anakku menjadi budaknya." Jawab Elisa kepadanya: "Apakah yang dapat kuperbuat bagimu? Beritahukanlah kepadaku apa-apa yang kaupunya di rumah." Berkatalah perempuan itu: "Hambamu ini tidak punya sesuatu apa pun di rumah, kecuali sebuah buli-buli berisi minyak." Lalu berkatalah Elisa: "Pergilah, mintalah bejana-bejana dari luar, dari pada segala tetanggamu, bejana-bejana kosong, tetapi jangan terlalu sedikit. Kemudian masuklah, tutuplah pintu sesudah engkau dan anak-anakmu masuk, lalu tuanglah minyak itu ke dalam segala bejana. Mana yang penuh, angkatlah!" [Karena janda itu adalah orang yang takut akan Tuhan, maka dia percaya. Tetapi orang yang tidak takut kepada Tuhan, maka dia tidak akan percaya. Kita harus takut kepada Tuhan supaya kita bisa melakukan pelipatgandaan.] Pergilah perempuan itu dari padanya; ditutupnyalah pintu sesudah ia dan anak-anaknya masuk; dan anak-anaknya mendekatkan bejana-bejana kepadanya, sedang ia terus menuang. Ketika bejana-bejana itu sudah penuh, berkatalah perempuan itu kepada anaknya: "Dekatkanlah kepadaku sebuah bejana lagi," tetapi jawabnya kepada ibunya: "Tidak ada lagi bejana." Lalu berhentilah minyak itu mengalir. (2 Raja-raja 4:1-6).
Jadi minyak itu akan mengalir terus selama disediakan bejana (wadah).
Ulangan 28:8, "TUHAN akan memerintahkan berkat ke atasmu di dalam lumbungmu dan di dalam segala usahamu; Ia akan memberkati engkau di negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu." Karena itu kita harus bekerja (usaha) dan juga menyediakan lumbung-lumbung, salah satu lumbung adalah tabungan. Hari-hari ini kita harus menyediakan Store House (lumbung-lumbung), dan Tuhan yang akan mengisi lumbung-lumbung itu. Jangan sampai kita berkata bahwa kita tidak mempunyai apa-apa, kita pasti punya walaupun hanya kecil/sedikit. Tuhan berkata: "Sediakan untuk menjadi lumbung-lumbung!" Dan melalui lumbung-lumbung itu Tuhan akan mencurahkan berkat (memberikan Pelipatgandaan/Multiplikasi).
Kita berdoa dan bertanya kepada Tuhan: "Tuhan, apa lumbung yang harus saya sediakan?" Karena hari-hari ini Tuhan akan mencurahkan berkat yang berkelimpahan kepada kita, tetapi bagian kita adalah menyediakan bejana/lumbung.
KITA HARUS MENGIKUTI CARA-CARA TUHAN
Hakim-hakim 7:12, "Adapun orang Midian dan orang Amalek dan semua orang dari sebelah timur itu bergelimpangan di lembah itu, seperti belalang banyaknya, dan unta mereka tidak terhitung, seperti pasir di tepi laut banyaknya." Gideon disuruh Tuhan untuk memimpin orang Israel menghadapi musuh-musuhnya. Gideon harus menghadapi musuh-musuh orang Israel yang sangat banyak dan kuat, dan mereka mengalahkan musuh-musuhnya hanya dengan 300 orang saja. Inilah contoh dari pelipatgandaan di dalam kekuatan.
Kita harus mempersembahkan sesuatu
Lukas 9:10-11. Pada suatu hari Tuhan Yesus bersama dengan murid-murid-Nya ada di Betsaida setelah 12 murid-Nya diutus untuk memberitakan Kerajaan Allah.' Murid-murid itu menguasai setan-setan dan menyembuhkan orang-orang sakit. Mereka pulang dengan sukacita dan melaporkannya kepada Tuhan Yesus. Kemudian mereka pergi ke Betsaida untuk mengasingkan diri, tetapi orang banyak tahu dan mereka mengejar Tuhan Yesus. Tuhan Yesus menyembuhkan orang-orang yang sakit sampai sore hari. Pada waktu hari mulai malam datanglah kedua belas murid-Nya kepada-Nya dan berkata: "Suruhlah orang banyak itu pergi, supaya mereka pergi ke desa-desa dan kampung-kampung sekitar ini untuk mencari tempat penginapan dan makanan, karena di sini kita berada di tempat yang sunyi." Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Kamu harus memberi mereka makan!" Mereka menjawab: "Yang ada pada kami tidak lebih dari pada lima roti dan dua ikan, kecuali kalau kami pergi membeli makanan untuk semua orang banyak ini." Sebab di situ ada kira-kira lima ribu orang laki-laki. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Suruhlah mereka duduk berkelompok-kelompok, kira-kira lima puluh orang sekelompok." Murid-murid melakukannya dan menyuruh semua orang banyak itu duduk. Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya supaya dibagi-bagikannya kepada orang banyak. Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian dikumpulkan potongan-potongan roti yang sisa sebanyak dua belas bakul. (Lukas 9:12-17).
Kesaksian
Semenjak saya pulang dari Israel saya belajar menerapkan Firman Tuhan saya belajar untuk Menabur dan mengikuti maunya Tuhan
Sekitar tahun 2021 saya diberi mandat untuk membuat Kaos Pertama saya Redominate, saya habiskan uang sisa pergi ke Israel untuk Menabur kaos untuk Para Pemimpin
Lalu saya menemui kendala dalam membuat desain dan produksi kaos akhirnya Tuhan memberikan Divine Connection yg baru saya mulai diberikan hikmat untuk desain lalu ada mandat dari PMI untuk Belajar Desain dengan Memakai AI
Dari awal trial and error akhirnya saya bisa meningkatkan kualitas desain dan saya mulai merambah ke dunia gantungan kunci mug kaos baju selendang
Saya mengalami Mukjizat PELIPATGANDAAN Puji Tuhan
Tuhan Yesus memberkati
Selasa 12 Mei 2026
Joshua Ivan Sudrajat



Komentar
Posting Komentar