MEZBAH ABRAHAM
MEZBAH ABRAHAM
Kejadian 12:6-7 Abram berjalan melalui negeri itu sampai ke suatu tempat dekat Sikhem, yakni pohon tarbantin di More. Waktu itu orang Kanaan diam di negeri itu. Ketika itu TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman: “Aku akan memberikan negeri ini kepada keturunanmu.” Maka didirikannya di situ mezbah bagi TUHAN yang telah menampakkan diri kepadanya.
Sahabat Joshua Ivan Sudrajat Mezbah artinya tempat di mana seseorang baik pribadi ataupun kelompok membangun suatu tempat untuk pemujaan kepada pribadi yang lebih tinggi, dalam kekristenan kita menyembah kepada Allah Bapa, Tuhan Yesus
MEZBAH ABRAHAM
Dalam Kejadian 12:8 dicatat mengenai pertama kalinya Abraham membangun mezbah bagi Tuhan. Abraham memang terkenal dengan mezbah-mezbahnya. Kemanapun ia pergi, ia selalu ingat untuk membangun mezbah bagi Tuhan.
Mezbah yang telah dibangun Abraham adalah:
Berdasarkan kisah Kitab Kejadian, terdapat beberapa lokasi utama tempat Abraham membangun mezbah:
Di dekat Sikhem (Kejadian 12:7):
Mezbah pertama yang dibangun Abraham di tanah Kanaan setelah Tuhan menampakkan diri dan berjanji memberikan negeri itu kepada keturunannya.
Di antara Betel dan Ai (Kejadian 12:8): Di tempat ini, ia mendirikan mezbah untuk memanggil nama Tuhan. Ia kembali ke mezbah ini setelah ia sempat pergi ke Mesir.
Di dekat Hebron (Kejadian 13:18): Setelah berpisah dari Lot, Abraham pindah dan menetap di dekat pohon-pohon tarbantin di Mamre, Hebron, di mana ia kembali membangun mezbah bagi Tuhan.
Di Gunung Moria (Kejadian 22:9):
Mezbah khusus dan bersejarah yang dibangun Abraham untuk mempersembahkan Ishak, anaknya, sebagai ketaatan mutlak kepada ujian Tuhan
1. Mezbah dekat Sikhem (Kejadian 12:6-7).
Sikhem: Mezbah pertama didirikan di dekat pohon tarbantin di Moreh, Sikhem, setelah Tuhan menampakkan diri dan menjanjikan tanah Kanaan.
Kata Sikhem berarti bahu. Membuktikan bahwa Abraham telah menyerahkan seluruh hidupnya kepada Tuhan: Segala permasalahan dan beban hidup ia letakkan di atas bahu Tuhan. Dengan kata lain Abraham tidak lagi mengandalkan kekuatan sendiri, tapi mengandalkan Tuhan dalam segala hal.
2. Mezbah dekat Betel (Kejadian 12:8).
Kejadian 12:8 (TB) Kemudian ia pindah dari situ ke pegunungan di sebelah timur Betel. Ia memasang kemahnya dengan Betel di sebelah barat dan Ai di sebelah timur, lalu ia mendirikan di situ mezbah bagi TUHAN dan memanggil nama TUHAN.
Betel berarti rumah Tuhan. Abraham sangat menghormati rumah Tuhan, tempat di mana Ia hadir. Setiap orang yang menghormati rumah Tuhan atau dengan kata lain Hadirat Tuhan pasti akan termotivasi secara luar biasa.
3. Mezbah di Hebron (kejadian 13:18)
Kata Hebron berasal dari bahasa Ibrani chavar atau habar, yang secara harfiah berarti "persahabatan", "persekutuan", "kemitraan", atau "dipersatukan".
Kata Hebron berarti damai sejahtera. Ketika ke luar dari negerinya Abraham tidak hanya membawa keluarga, tapi juga Lot (keponakannya) sehingga Lot pun merasakan dampaknya, ditambah lagi peningkatannya.
Karena kekayaannya yang melimpah mereka harus berpisah. Abraham memilih untuk mengalah dan tidak mau berdiskusi dengan Lot, sehingga ada kedamaian sejahtera dalam diri Abraham.
4. Mezbah di gunung Moria (Kejadian 22:1-2).
Secara harfiah dalam bahasa Ibrani (MÅriyyÄ), Moria memiliki akar kata yang berarti "ditahbiskan oleh TUHAN" atau "dilihat oleh TUHAN".
Dalam bahasa Ibrani Alkitab, Moria (ditulis sebagai ××ֹרִ×ָּ× atau MÅriyyÄ) memiliki beberapa arti berdasarkan akar katanya, yang paling utama adalah "Tuhan adalah guruku" atau "ditahbiskan oleh Tuhan".
Di gunung Moria ini Abraham telah membuktikan kasihnya yang besar kepada Tuhan dengan mempersembahkan Ishak. Karena itu Abraham pernah diminta oleh Tuhan untuk membangun mezbah yang terpenting dalam hidupnya, yaitu ketika ia diminta untuk mengorbankan Ishak, anaknya yang tunggal (Kejadian 22).
Abraham memegang firman Tuhan bahwa Ishak adalah anak perjanjian. Ia percaya bahwa Tuhan dapat dipercaya, dan janji keturunan seperti pasir di laut dan seperti bintang di langit tidak akan pernah gagal, Karena itu Abraham tidak ragu untuk mempersembahkan Ishak. Itulah sebabnya Abraham disebut sebagai bapa orang beriman. Dan di situ jugalah Abraham pertama kali memanggil nama Tuhan.
Sahabat Joshua Ivan Sudrajat 7 Juni kita serempak di 38 Propinsi menaikkan Pujian dan Penyembahan karena Tuhan menginginkan ada satu juta penyembah di Indonesia
Sahabat Joshua Ivan Sudrajat mari kita bergerak bersama dan menaikan Penyembahan
Tuhan Yesus memberkati
Jatiwangi 21 Mei 2026
Joshua Ivan Sudrajat




Komentar
Posting Komentar