LEGACY REINHARD BONNKE
LEGACY REINHARD BONNKE
Reinhard Bonnke (1940–2019) adalah salah satu penginjil paling berpengaruh dalam sejarah kekristenan modern, yang mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk kegerakan kebangunan rohani (kebangkitan iman) di benua Afrika. Ia sering dijuluki sebagai "Penginjil Benua Afrika" atau "The Billy Graham of Africa."
Melalui pelayanannya, Christ for all Nations (CfaN), Bonnke meninggalkan warisan rohani dan historis yang sangat masif. Berikut adalah poin-poin utama dari warisan pelayanan Reinhard Bonnke:
1. Statistik Pertobatan yang Luar Biasa
Warisan paling nyata dari Bonnke adalah jumlah jiwa yang dijangkaunya. Selama beberapa dekade pelayanannya, CfaN mencatat lebih dari 79 juta orang yang mengambil keputusan untuk mengikut Kristus melalui kartu respons di khotbah-khotbahnya.
2. Inovasi Khotbah Massa:
Tenda Raksasa hingga Lapangan Terbuka
Bonnke memulai pelayanannya di Lesotho pada tahun 1969. Ia menyadari bahwa untuk menjangkau jutaan orang, ia membutuhkan sarana yang besar:
Tenda Terbesar di Dunia: Pada tahun 1984, ia memesan sebuah tenda selaras seluas lapangan bola yang mampu menampung 34.000 orang. Namun, tenda ini segera menjadi terlalu kecil.
KKR Lapangan Terbuka (Open-Air Crusades): Bonnke akhirnya meninggalkan tenda dan beralih ke KKR lapangan terbuka. Salah satu KKR terbesarnya terjadi di Lagos, Nigeria, pada tahun 2000, yang dihadiri oleh sekitar 1,6 juta orang dalam satu ibadah tunggal.
3. Semangat "Afrika akan Diselamatkan" (Africa shall be Saved)
Kalimat "Africa shall be saved!" bukan sekadar slogan bagi Bonnke, melainkan visi nubuatan yang membakar sepanjang pelayanannya. Ia memiliki keyakinan teguh bahwa benua Afrika, yang sering kali didera kemiskinan dan konflik, memiliki tempat khusus dalam rencana rohani global. Api penginjilan ini berhasil membakar semangat gereja-gereja lokal di Afrika untuk terus bergerak maju.
4. Multiplikasi dan Regenerasi Pelayanan
Bonnke tidak meninggalkan pelayanannya tanpa penerus. Salah satu warisan terbaiknya adalah bagaimana ia mempersiapkan masa depan CfaN:
Daniel Kolenda: Bertahun-tahun sebelum kesehatannya menurun, Bonnke telah mementor Daniel Kolenda, seorang penginjil muda asal Amerika. Kolenda secara resmi memimpin CfaN sebelum Bonnke wafat, memastikan bahwa pelayanan ini terus berjalan tanpa kehilangan momentum.
Sekolah Penginjilan: Melalui CfaN, ia mendirikan berbagai program pelatihan penginjil massal (Evangelism Bootcamps) untuk mencetak ribuan "Bonnke-Bonnke baru" di seluruh dunia.
5. Pendekatan yang Menghormati Gereja Lokal
Tidak seperti beberapa penginjil transional yang datang dan pergi, Bonnke selalu bekerja sama dengan dewan gereja lokal dari berbagai denominasi di kota tempat ia mengadakan KKR. Semua orang yang bertobat diarahkan kembali untuk tertanam di gereja-gereja lokal, sehingga dampak dari KKR tersebut bersifat permanen bagi pertumbuhan jemaat setempat.
Prinsip Terkenal Reinhard Bonnke:
"Saya tidak ingin memancing di akuarium. Saya ingin melepaskan jala di samudra luas."
Warisan Reinhard Bonnke melampaui angka pencapaian historis; ia mengubah lanskap religius seluruh benua dan membuktikan bahwa pesan yang sederhana, dikombinasikan dengan iman yang radikal, dapat menggerakkan jutaan hati.



Komentar
Posting Komentar