MENGENAL DAN MENGALAMI JEHOVAH JIREH
JEHOVAH JIREH
Sahabat Joshua Ivan Sudrajat dini hari ini saya di suruh Roh Kudus menulis tentang Jehovah Jireh
Mengenal Pribadi Jehovah Jireh: Allah yang Menyediakan
Dalam perjalanan hidup, sering kali kita dihadapkan pada situasi yang membuat kita merasa kekurangan, cemas, atau terjebak dalam jalan buntu. Di saat-saat seperti itulah, Tuhan menyatakan diri-Nya lewat salah satu nama-Nya yang paling menguatkan: Jehovah Jireh (atau Yahweh Yireh), yang berarti "Tuhan yang Menyediakan".
Nama ini bukan sekadar gelar, melainkan sebuah jaminan karakter Allah yang tidak pernah berubah. Mari kita mengenal lebih dalam pribadi Jehovah Jireh melalui firman-Nya.
1. Asal-Usul Nama Jehovah Jireh
Nama ini pertama kali muncul dalam kisah yang sangat dramatis di Kitab Kejadian. Tuhan menguji iman Abraham dengan memintanya mempersembahkan Ishak, anak tunggal yang sangat dikasihinya. Ketika Ishak bertanya di mana anak domba untuk korban bakaran, Abraham menjawab dengan iman yang radikal: "Allah yang akan menyediakan..."
Ketika Abraham membuktikan ketaatannya, Tuhan menghentikannya dan menyediakan seekor domba jantan yang tersangkut di belukar sebagai pengganti Ishak.
Kejadian 22:14 (TB)
"Dan Abraham menamai tempat itu: 'TUHAN menyediakan'; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: 'Di atas gunung TUHAN, akan disediakan.'"
Dari kisah ini, kita belajar bahwa Jehovah Jireh bertindak ketika kita melangkah dalam ketaatan dan iman, bahkan saat logika manusia tidak melihat ada jalan keluar.
2. Penyediaan-Nya Selalu Tepat Waktu dan Tepat Sasaran
Manusia sering kali menyamakan "penyediaan" dengan "keinginan". Namun, sebagai Jehovah Jireh, Allah menyediakan apa yang kita butuhkan, bukan selalu apa yang kita inginkan. Dia tahu persis kapan dan bagaimana cara menolong kita.
Filipi 4:19 (TB)
"Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus."
Tuhan tidak pernah terlambat. Burung di udara dan bunga di ladang dipelihara-Nya dengan sempurna, terlebih lagi kita yang diciptakan menurut gambar dan rupa-Nya (Matius 6:26).
3. Penyediaan Terbesar: Keselamatan di Bukit Kalvari
Arti kata Jireh dalam bahasa Ibrani sebenarnya memiliki akar kata yang berarti "melihat" (to see). Jadi, Jehovah Jireh secara literal berarti "Tuhan yang melihat ke depan dan mengantisipasi kebutuhan kita."
Kebutuhan terbesar manusia bukanlah uang, kesehatan, atau kesuksesan, melainkan kelepasan dari dosa dan maut. Ribuan tahun sebelum kita lahir, Allah telah melihat kebutuhan ini dan menyediakannya di bukit yang sama tempat Abraham hampir mempersembahkan Ishak—yaitu di Bukit Kalvari.
Yohanes 3:16 (TB)
"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal."
Jika Allah rela memberikan Anak-Nya yang paling berharga untuk menyelamatkan kita, tidak ada alasan bagi kita untuk meragukan pemeliharaan-Nya dalam hal-hal lahiriah.
Menghidupi Iman kepada Jehovah Jireh
Mengenal pribadi Jehovah Jireh seharusnya mengubah cara kita memandang masa depan. Kita tidak perlu cemas atau takut kekurangan, karena dompet atau tabungan kita boleh menipis, tetapi sumber kekayaan surgawi milik Bapa kita tidak pernah habis.
Ketika Anda berada di "gunung ujian" hari ini, ingatlah bahwa di atas gunung Tuhan, pasti akan disediakan. Tugas kita hanyalah percaya, taat, dan setia melangkah.
Apakah saat ini ada kekhawatiran spesifik tentang masa depan atau kebutuhan hidup yang sedang Anda gumuli dan ingin kita doakan bersama?
BAGAIMANA MENGALAMI JEHOVAH JIREH
Mengalami pribadi Jehovah Jireh bukan sekadar tentang menerima berkat materi yang turun dari langit secara ajaib. Mengalami Tuhan yang Menyediakan adalah tentang sebuah perjalanan iman. Penyediaan-Nya sering kali bersinggungan langsung dengan tingkat kepercayaan dan ketaatan kita kepada-Nya.
Berikut adalah langkah-langkah praktis berdasarkan kebenaran Alkitab tentang bagaimana kita dapat mengalami Jehovah Jireh secara nyata dalam kehidupan sehari-hari:
1. Melangkah dalam Ketaatan (Bahkan Saat Belum Melihat Jalan)
Abraham tidak melihat domba pengganti di atas gunung sebelum ia mendaki. Ia baru melihat penyediaan Tuhan setelah ia taat melangkah, membangun mezbah, dan bersiap mempersembahkan Ishak. Sering kali, penyediaan Tuhan berada di ujung ketaatan kita.
Jika Tuhan meminta Anda melakukan sesuatu—baik itu memberi, melepaskan pengampunan, atau melangkah ke ladang pelayanan yang baru—taatilah. Jangan menunggu berkat datang baru Anda bergerak, tetapi bergeraklah dalam ketaatan, maka Jehovah Jireh akan menyatakan diri-Nya.
Ibrani 11:8 (TB)
"Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ditujunya."
2. Memindahkan Fokus dari "Masalah" ke "Sumbernya"
Kekhawatiran adalah tanda bahwa kita sedang fokus pada besarnya kebutuhan kita, bukan pada besarnya Allah kita. Mengalami Jehovah Jireh menuntut kita untuk mengubah cara pandang.
Yesus mengajarkan dengan sangat indah dalam Khotbah di Bukit agar kita melihat bagaimana Allah memelihara alam semesta. Jika burung dan bunga saja dihiasi dengan indah, terlebih lagi hidup Anda.
Matius 6:33 (TB)
"Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu."
3. Belajar Setia dan Memberi (Prinsip Menabur dan Menuai)
Salah satu cara terbaik untuk mengalami penyediaan Tuhan adalah dengan menjadi saluran penyediaan-Nya bagi orang lain. Ketika kita menahan apa yang ada pada kita karena takut kekurangan, kita sedang menutup pintu mukjizat. Namun, ketika kita memberi dengan kerelaan, kita sedang membuka ruang bagi Allah untuk melimpahkan anugerah-Nya.
2 Korintus 9:8 (TB)
"Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan."
4. Mengucap Syukur atas "Domba-Domba Kecil" yang Sudah Ada
Sebelum Yesus melipatgandakan 5 roti dan 2 ikan untuk memberi makan 5.000 orang, Dia tidak mengeluh tentang sedikitnya jumlah makanan tersebut. Yang Dia lakukan adalah mengucap syukur (Yohanes 6:11).
Sering kali kita tidak bisa mengalami penyediaan yang besar karena kita lupa bersyukur atas penyediaan-penyediaan kecil yang Tuhan berikan setiap hari—seperti napas hidup, kesehatan, dan makanan hari ini. Rasa syukur melipatgandakan apa yang ada di tangan kita.
Mengalami "Jireh" di Tengah Lembah
Ingatlah bahwa kata Jireh juga berarti "Tuhan melihat". Dia melihat air mata Anda, Dia melihat tagihan Anda, Dia melihat kekhawatiran Anda sebelum Anda mengatakannya. Dia tidak pernah menutup mata.
Saat Anda merasa berada di titik terendah, di situlah Jehovah Jireh sedang bekerja di balik layar untuk menyediakan yang terbaik bagi Anda, tepat pada waktu-Nya.
Dari keempat poin di atas, langkah mana yang paling menantang bagi Anda untuk dipraktikkan dalam situasi yang sedang Anda hadapi saat ini?





Komentar
Posting Komentar