MENGHIDUPI PERJANJIAN ZAITUN DI TENGAH MASA SULIT

MENGHIDUPI PERJANJIAN ZAITUN DI TENGAH MASA YANG SULIT 

EV IIN TJIPTO PURNOMO 





















YOUTUBE : https://www.youtube.com/live/42a3CNF-5L4?si=x-kzk-lj7taQPl9z




MENGHIDUPI PERJANJIAN ZAITUN DI TENGAH MASA SULIT

Hari-hari ini, keadaan dunia maupun di sekitar kita sering kali terasa tidak baik-baik saja dan penuh dengan tekanan. Namun, di tengah situasi yang menantang inilah anak-anak Tuhan dipanggil untuk tampil berbeda, berbuah, dan memancarkan cahaya yang cemerlang. Inilah waktunya bagi kita untuk mengangkat dan menghidupi Perjanjian Zaitun.


Di dalam sebuah perjanjian, selalu ada dua bagian yang berjalan beriringan: bagian kita sebagai umat-Nya dan bagian Tuhan sebagai Allah yang setia.


1. Tetap Segar di Rumah Allah


Bagian pertama dari perjanjian ini mengajar kita untuk selalu tinggal di hadirat-Nya. Ketika kita mengambil waktu untuk diam di rumah Allah—membangun mezbah doa, memuji, menyembah, dan merenungkan firman-Nya—maka bagian Tuhan adalah menjamin kehidupan kita untuk tetap menghijau, segar, dan sehat secara supranatural [40:44].


Mazmur 52:10

"Tetapi aku ini seperti pohon zaitun yang menghijau dalam rumah Allah; aku percaya akan kasih setia Allah untuk seterusnya dan selamanya." [40:12]


2. Percaya dan Bersyukur 


Saat Ditekan Zaitun baru bisa menghasilkan minyak setelah melalui proses penekanan (pressed). Kehidupan kita pun sering kali diizinkan melewati masa-masa sulit [54:03]. Ketika tekanan hidup datang, pastikan apa yang keluar dari hidup kita bukanlah keluhan atau kepahitan, melainkan minyak urapan berupa iman, ketaatan, cinta, dan ucapan syukur. Bagian kita adalah percaya dan mengucap syukur, maka bagian Tuhan adalah bertindak melakukan mukjizat-Nya [43:37].


Mazmur 52:11

"Aku bersyukur kepada-Mu untuk selama-lamanya, sebab Engkaulah yang bertindak; dan aku hendak menaruh harapan kepada nama-Mu, sebab nama itu baik di hadapan orang-orang yang Kauasihi!" [40:24]


3. Menjadi Terang dan Saluran Berkat

Minyak zaitun murni digunakan untuk menjaga agar pelita di Bait Allah tetap menyala senantiasa [01:03:15]. Kita dipanggil untuk menjadi donatur dan saluran berkat sejak dini, bukan menunggu sampai kita kaya raya [01:17:12]. 


Ketika kita peduli dan mau membagikan apa yang ada pada kita kepada mereka yang lapar serta tertindas, maka di tengah kegelapan dunia yang pekat, terang Tuhan akan terbit dengan dahsyat atas hidup kita [02:04:42].


Yesaya 58:10

"Apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri dan memuaskan hati orang yang tertindas, maka terangmu akan terbit dalam gelap dan kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari." [02:02:48]


Yesaya 60:1-2

"Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu." [02:03:11]


4. Berjalan Bersama Roh Kudus

Pada akhirnya, Perjanjian Zaitun menegaskan bahwa keberhasilan, terobosan ekonomi, pemulihan keluarga, dan kemenangan kita dalam memutus kutuk masa lalu tidak ditentukan oleh kekuatan atau kehebatan manusiawi kita [01:35:31], melainkan melalui persekutuan yang intim dengan Roh Kudus [01:46:04].


Zakaria 4:6

Maka berbicaralah ia, katanya: "Inilah firman TUHAN kepada Zerubabel: Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam." [01:46:04]

Mari serahkan seluruh kekhawatiran kita dan bangun ramuan rempah-rempah rohani yang harum (cinta, syukur, dan pengabdian) di hadapan altar-Nya [01:28:05]. Hiduplah sebagai pohon zaitun Allah yang siap mengeluarkan minyak, bercahaya, dan memancarkan kemuliaan-Nya di akhir zaman! Amin.

Video selengkapnya dapat Anda saksikan melalui tautan resmi: SOAR - Ev. Indriati Tjipto 

Komentar

Postingan Populer