PERJANJIAN ZAITUN

PERJANJIAN ZAITUN 

EV HOLMES SITOMPUL 




























Link YouTube : https://youtu.be/iMQedUbjPuo?si=EOS8ZP7c1rhpAhDV


Berikut adalah tulisan naskah khotbah yang disusun berdasarkan khotbah dari Ev. Holmes Sitompul bertema "Perjanjian Pohon Zaitun" pada video tersebut:


PERJANJIAN POHON ZAITUN

Pembicara: Ev. Holmes Sitompul

Sumber: Bahtera Media Network


PENGANTAR

Waktu kita berada di hadirat Tuhan dan menyembah-Nya, itu adalah tempat terbaik untuk mengubah hidup dan nasib kita [00:16]. Penyembahan membutuhkan ekspresi yang mengagungkan, meninggikan, dan mempermuliakan nama Tuhan [00:35].

Di dalam Alkitab, Tuhan sering menggunakan pohon sebagai perumpamaan gambaran kehidupan manusia [01:41]. Salah satu yang paling penting dan sering disebut adalah Pohon Zaitun, yang menjadi gambaran tentang Yesus Kristus dan janji kelimpahan-Nya bagi setiap orang percaya [01:49], [05:22].

AYAT-AYAT ALKITAB UTAMA

Mazmur 52:10 – "Tetapi aku ini seperti pohon zaitun yang menghijau di dalam rumah Allah; aku percaya akan kasih setia Allah untuk seterusnya dan selamanya." [02:05]

Ulangan 8:8 – "Suatu negeri dengan gandum dan jelainya, dengan pohon anggur, pohon ara dan pohon delimanya; suatu negeri dengan pohon zaitun dan madunya..." [14:00]

Lukas 22:44 – "Ia sangat ketakutan dan semakin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah." [27:10]

Keluaran 2:24 – "Allah mendengar mereka mengerang, lalu Ia ingat kepada perjanjian-Nya dengan Abraham, Ishak dan Yakub." [28:15]

Yohanes 10:10 – "Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan." [17:21], [49:25]

Roma 11:17 – "Karena itu apabila beberapa cabang telah dipatahkan dan kamu sebagai tunas pohon zaitun liar telah dicangkokkan di antaranya dan turut mendapat bagian dalam akar pohon zaitun yang penuh getah..." [21:04]

3 Yohanes 1:2 – "Saudaraku yang kekasih, aku berdoa, semoga engkau baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti jiwamu baik-baik saja." [46:58]

POOKOK-POKOK KHOTBAH

1. Kehidupan yang Berakar di Rumah Tuhan

Pemazmur Daud berkata bahwa ia seperti pohon zaitun yang menghijau di rumah Allah [02:05]. Kehidupan yang hijau, penuh keberkatan, dan terlepas dari kutuk kemiskinan atau perhambaan terjadi ketika kita diam di kaki Tuhan [02:12], [03:08]. Kekuatan sebuah pohon tidak berasal dari ranting atau daunnya yang terlihat, melainkan dari akarnya [03:27]. Tuhan melihat kondisi akar kerohanian kita, yaitu seberapa dalam hubungan kita berakar di dalam Kristus [04:21].

2. Gambaran Pohon Zaitun dan Penggenapannya pada Yesus

Pohon zaitun adalah lambang kelimpahan, kesuburan, pengurapan Roh Kudus, damai sejahtera, dan ketahanan dalam proses [08:33]. Yesus adalah Pohon Zaitun Sejati yang menggenapi semua perumpamaan tersebut [01:13], [09:37]:

Sumber Urapan: Minyak zaitun dipakai untuk mengurapi raja, imam, dan nabi [10:10]. Kata "Kristus" sendiri berarti "Yang Diurapi" [11:26]. Saat kita mendekat kepada Yesus, kita menerima pengurapan Roh Kudus yang tanpa batas [11:51], [12:10].

Sumber Kelimpahan: Pohon zaitun bisa bertahan hidup lebih dari 1.000 tahun dan semakin tua justru semakin berbuah lebat [07:55], [13:13]. Yesus datang agar hidup kita mengalami kelimpahan yang utuh—baik pada roh, jiwa, maupun jasmani/kesehatan kita [16:06], [17:21].


TIGA HUKUM KELIMPAHAN POHON ZAITUN


1. Dicangkokkan (Roma 11:17) [20:54]


Kita manusia pada dasarnya seperti tunas zaitun liar yang cenderung ingin jalan sendiri [21:23]. Agar hidup berubah dan menghasilkan buah yang berkualitas, kita harus mau dicangkokkan kepada Kristus dan tertanam bersama otoritas/pemimpin spiritual yang Tuhan tempatkan [22:11], [22:48]. Proses pencangkokan memang membutuhkan luka atau goresan pada batang, namun hal itu dilakukan agar sifat-sifat cabang yang unggul menyatu dan menghasilkan buah-buah baru yang dahsyat [23:45], [25:21].


2. Diperas dan Mengerang (Lukas 22:44 & Keluaran 2:24) [25:58]


Minyak zaitun yang paling berharga hanya bisa keluar sewaktu buah zaitun itu diperas [08:23], [29:17].

Di Taman Getsemani ( Bukit Zaitun), Yesus sendiri diremukan dan berdoa dengan peluh seperti darah demi menanggung penderitaan kita [07:36], [27:10].


Saat menghadapi tekanan dan proses hidup, jangan menyerah atau menerima keadaan miskin/terikat [33:11]. Bangsa Israel delay 30 tahun di Mesir karena sempat puas dan tidak mengerang memohon pertolongan [31:49], [34:34].

Mengeranglah dan Berdoalah: Tuhan mendengarkan erangan doa orang-orang yang berseru kepada-Nya [28:15], [35:10]. Jangan pernah diam! Deklarasikan firman Allah, seperti Yesus mematahkan setiap godaan iblis dengan mengucapkan "Ada tertulis!" [41:01], [41:46].


3. Mengalirkan dan Menyalurkan Berkat (3 Yohanes 1:2) [45:15]


Fungsi minyak zaitun adalah untuk dioleskan dan dibagikan [45:24]. Kelimpahan dari Tuhan tidak diberikan untuk ditimbun sendiri [46:01]. Ketika kita memberkati orang lain lewat tenaga, waktu, maupun harta jasmani kita (seberapa pun yang kita miliki), kelimpahan tersebut akan terus ditambahkan oleh Tuhan [46:25]. Tuhan menghendaki anak-anak-Nya merdeka secara keuangan dan menjadi saluran berkat bagi bangsa-bangsa [47:44], [49:05].


KESIMPULAN & DOA


Tolak segala benih roh kemiskinan dan keterikatan [17:38], [53:43]! Kemiskinan bukan suatu kerohanian, sebab Yesus telah menanggung kutuk perhambaan agar kita menerima pengurapan dan kelimpahan-Nya [17:00], [43:31].

Mari bangkit, duduk di kaki Tuhan, hidup berakar di bait-Nya, dan perkatakan janji-janji Allah setiap hari [03:17], [43:03]. Terimalah perjanjian pengurapan dan kelimpahan Pohon Zaitun di dalam nama Tuhan Yesus Kristus! Amin [40:16], [50:00]. 

Komentar

Postingan Populer