TETAP ON TRACK: BELAJAR DARI KOMITMEN YOSUA Menggapai TANAH PERJANJIAN

Menjaga Perjalanan Tetap On Track: Belajar dari Komitmen Yosua Menggapai Tanah Perjanjian

































Sahabat Joshua Ivan Sudrajat Perjalanan hidup kita sering kali dipenuhi oleh persimpangan, ketakutan, dan godaan untuk menyerah. 


Namun, kisah Yosua bin Nun memberikan cetak biru spiritual yang luar biasa tentang bagaimana seseorang tetap "On Track" pada destiny (panggilan dan takdir ilahi) hingga mengalami pemenuhan janji Tuhan secara penuh di Tanah Kanaan.


1. Fondasi Destiny: Ketaatan dan Keterikatan pada Firman


Yosua tidak menjadi pemimpin hebat secara instan. Ia memulai jalannya dari posisi pelayan Musa yang setia. Ketika Tuhan memanggil Yosua untuk menggantikan Musa, kriteria utama agar perjalanan hidupnya tidak tergelincir adalah menjadikan Firman Tuhan sebagai kompas utama.


Yosua 1:7-8

"Hanya, pertahankanlah hatimu dan bertindaklah dengan sangat tenang, lakukanlah dengan setia seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke mana pun engkau pergi. Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung."


On Track berarti tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri dari kebenaran Tuhan, terlepas dari seberapa besarnya tekanan atau godaan di sekeliling kita.


2. Memiliki Spirit of Faith di Tengah Lingkungan Negatif


Saat 10 dari 12 pengintai membawa kabar buruk yang melumpuhkan iman bangsa Israel di Kadesh-Barnea, Yosua bersama Kaleb memilih untuk melihat dengan mata iman. Ia fokus pada penyertaan Tuhan, bukan pada besarnya musuh (orang Enak) atau tingginya tembok kota.


Bilangan 14:8-9

"Jika TUHAN berkenan kepada kita, maka Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu dan akan memberikannya kepada kita, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. Hanya, janganlah memberontak kepada TUHAN, dan janganlah takut kepada bangsa negeri itu, sebab mereka itu roti bagi kita..."


Perbedaan cara pandang inilah yang menyaring generasi Yosua dari generasi yang gugur di padang gurun. Untuk tetap berada di jalur destiny, kita perlu menjaga hati dan pikiran dari narasi keputusasaan.


3. Buang Semua Ketakutan, Melangkah dalam Keberanian


Mengikuti pimpinan Tuhan tidak berarti perjalanan akan selalu mulus tanpa hambatan. Memasuki Tanah Perjanjian membutuhkan tindakan iman untuk menyeberangi Sungai Yordan yang meluap dan meruntuhkan tembok Yerikho.


Yosua 1:9

"Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah gemetar dan terkejut, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi."


Keberanian Yosua bersumber dari kesadaran akan kehadiran Tuhan (Presence of God). Tabut Perjanjian selalu berjalan di depan, menandakan bahwa Allah sendiri yang memimpin pertempuran.


Puncak Destiny: Mengalami Pemenuhan Janji Tuhan


Di akhir hidupnya, Yosua menjadi saksi hidup bahwa tidak ada satu pun firman Tuhan yang gugur. Seluruh perjuangan, kesetiaan, dan ketaatannya terbayar tuntas ketika bangsa Israel akhirnya menduduki dan membagi Tanah Perjanjian.


Yosua 21:45

"Dari segala yang baik yang dijanjikan TUHAN kepada kaum Israel, tidak ada yang tidak dipenuhi; semuanya terpenuhi."


Sahabat Joshua Ivan Sudrajat untuk Menjadi pribadi yang On Track pada destiny memerlukan komitmen harian. Seperti Yosua, ketika kita memegang teguh Firman-Nya, tidak takut melangkah, dan menaruh kepercayaan penuh pada penyertaan Tuhan, kita pun akan sampai pada "Tanah Perjanjian" yang telah Dia sediakan dalam hidup

Komentar

Postingan Populer