THE BEST VERSION OF MEMPELAI
THE BEST VERSION MEMPELAI
COACH IRENE TEDJO
EV NANCY TEDJO
Ev IMMANUELLA ANTONIO
...
YOUTUBE : https://youtu.be/tC4NqDswoZw?si=Lya8k5EKjLAY1DsN
Berikut adalah naskah khotbah yang disarikan dari pesan firman Tuhan dalam video The Best Version Mempelai - Coach Irene, Ev. Nancy Tedjo, Ev. Immanuela Antonio.
THE BEST VERSION OF MEMPELAI KRISTUS
Pendahuluan
Di akhir zaman ini, kita semua dipanggil bukan hanya untuk menjadi pengikut Kristus, melainkan menjadi The Best Version dari Mempelai Kristus [00:10]. Menjadi versi terbaik dari mempelai Kristus adalah tentang kesiapan hati, kematangan karakter, serta kesatuan roh dengan Tuhan agar kita tidak tertinggal saat Tuhan menyatakan keajaiban dan kemuliaan-Nya [00:38].
1. Mendapat Perkenanan Tuhan dan Menyenangkan Hati-Nya
Mempelai Kristus yang sejati harus memiliki karakter yang matang dan dewasa [01:45].
Merespon dengan Benar: Jangan mudah tersinggung, emosi, atau memiliki pikiran negatif [01:45]. Setiap ujian atau hal yang tidak menyenangkan justru harus diubah menjadi "anggur manis" yang disajikan bagi Tuhan [01:57].
Ketaatan, Ketundukan, dan Kesepakatan: "Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: 'Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!'" — Yohanes 2:5
Seperti pelayan dalam pesta pernikahan di Kana yang taat pada arahan Maria dan Yesus, ketaatan serta kesepakatan dengan pimpinan dan Roh Kudus akan melahirkan mukjizat serta keajaiban [03:57].
"Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: 'Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!'" — Yohanes 2:5
Seperti pelayan dalam pesta pernikahan di Kana yang taat pada arahan Maria dan Yesus, ketaatan serta kesepakatan dengan pimpinan dan Roh Kudus akan melahirkan mukjizat serta keajaiban [03:57].
Belajar dari Teladan Ratu Ester: "Ester tidak meminta sesuatu pun selain dari apa yang dikatakan oleh Hegai, pegawai istana..." — Ester 2:15 Ester berespon benar, taat dididik, dan selalu mendengarkan nasihat Hegai (gambaran Roh Kudus) [09:07, 12:13]. Ia tidak mementingkan egonya sendiri, melainkan mempelajari apa yang disukai oleh Raja [04:21, 20:22].
"Ester tidak meminta sesuatu pun selain dari apa yang dikatakan oleh Hegai, pegawai istana..." — Ester 2:15
Ester berespon benar, taat dididik, dan selalu mendengarkan nasihat Hegai (gambaran Roh Kudus) [09:07, 12:13]. Ia tidak mementingkan egonya sendiri, melainkan mempelajari apa yang disukai oleh Raja [04:21, 20:22].
.
2. Mendahulukan Perasaan dan Kepentingan Raja Seorang mempelai sangat dekat dengan Raja, tetapi ia juga harus cerdas dalam memahami hati, mood, serta waktu (timing) Tuhan [18:04, 20:54].
Mengutamakan Kehendak Tuhan di Atas Perasaan Pribadi:
"Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia..." — Roma 8:28 Apapun musim yang harus kita lewati—baik dalam suka maupun duka—seorang mempelai tetap berkata, "Tuhan, perasaan-Mu dan kepentingan-Mu yang paling utama" [17:02].
"Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia..." — Roma 8:28
Apapun musim yang harus kita lewati—baik dalam suka maupun duka—seorang mempelai tetap berkata, "Tuhan, perasaan-Mu dan kepentingan-Mu yang paling utama" [17:02].
Memberikan Cinta dan Pujian yang Manis: "Kata-katamu manis bagaikan anggur yang baik..." — Kidung Agung 7:9
Mempelai senantiasa menyajikan anggur manis berupa cinta, pengagungan, dan hubungan yang karib dengan Tuhan [01:57, 23:35].
"Kata-katamu manis bagaikan anggur yang baik..." — Kidung Agung 7:9
Mempelai senantiasa menyajikan anggur manis berupa cinta, pengagungan, dan hubungan yang karib dengan Tuhan [01:57, 23:35].
3. Menangkap Hati dan Kerinduan Tuhan Mempelai Kristus yang matang bukan hanya memikirkan dirinya sendiri, melainkan berdiri bagi bangsa-bangsa dan melahirkan generasi ilahi [04:44].
Melahirkan Generasi Berperang (Gada Besi): "Maka ia melahirkan seorang anak laki-laki, yang akan memerintah semua bangsa dengan bagan besi..." — Wahyu 12:5 Gereja sebagai wanita/mempelai dipanggil untuk melahirkan dan memperlengkapi generasi muda maupun generasi senior untuk berdiri bagi Kerajaan Allah [04:54, 05:37].
"Maka ia melahirkan seorang anak laki-laki, yang akan memerintah semua bangsa dengan bagan besi..." — Wahyu 12:5 Gereja sebagai wanita/mempelai dipanggil untuk melahirkan dan memperlengkapi generasi muda maupun generasi senior untuk berdiri bagi Kerajaan Allah [04:54, 05:37].
Selalu Berada di Sisi Tuhan:
Menjadi mempelai berarti selalu siap di samping Raja (Hineni / "Ini aku") [31:05, 31:42]. Ketika Tuhan ingin kita berperang, kita siap angkat senjata; ketika Tuhan ingin kita mendidik, kita siap mendidik [31:51].
4. Mengalahkan Trauma dan Membungkam Suara Musuh
Banyak anak Tuhan yang mengalami kesulitan untuk mendengar suara Tuhan atau menangkap kerinduan-Nya karena terhalang oleh trauma masa lalu maupun trauma keturunan [36:58, 43:01].
Menghentikan Trauma Keturunan:
Generasi mempelai harus berani mengambil keputusan untuk menghentikan (STOP) semua trauma, cara berpikir yang salah, dan luka masa lalu agar tidak diteruskan ke generasi bawahnya [43:53].
Mencari Perdamaian dan Berjalan dalam Kasih Karunia:
"Jauhilah yang jahat dan lakukankah yang baik, carilah perdamaian dan berusahalah mendapatkannya!" — Mazmur 34:15
"Sebab itu marilah kita dengan keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya." — Ibrani 4:16
"Jauhilah yang jahat dan lakukankah yang baik, carilah perdamaian dan berusahalah mendapatkannya!" — Mazmur 34:15 "Sebab itu marilah kita dengan keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya." — Ibrani 4:16
Hak sebagai Anak-Anak Allah:
"Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya." — Yohanes 1:12
Tuhan telah memberikan kita kuasa sebagai anak-anak-Nya [49:53]. Kita diberi pilihan dan keberanian untuk membuang kebodohan serta kesesatan, lalu membungkam suara trauma dan memilih untuk menyanyikan pujian (pujian kecapi) bagi Tuhan [48:20, 50:46].
"Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya." — Yohanes 1:12
Tuhan telah memberikan kita kuasa sebagai anak-anak-Nya [49:53]. Kita diberi pilihan dan keberanian untuk membuang kebodohan serta kesesatan, lalu membungkam suara trauma dan memilih untuk menyanyikan pujian (pujian kecapi) bagi Tuhan [48:20, 50:46].
Kesimpulan & Doa
Mari kita ambil keputusan hari ini untuk keluar dari masa lalu, meninggalkan segala emosi negatif, dan merespon panggilan Tuhan sebagai The Best Version of Mempelai Kristus [00:23, 03:21]. Jadilah mempelai yang kudus, taat, peka terhadap hati Tuhan, dan siap mendampingi Raja di atas segala raja [06:08, 31:42].




Komentar
Posting Komentar