THE UNFINISHED BUSINESS (URUSAN YANG BELUM SELESAI) PDT JOSHUA CHRISTIAN

THE UNFINISHED BUSINESS (URUSAN YANG BELUM SELESAI)
PDT JOSHUA CHRISTIAN 



LINK YOUTUBE https://youtu.be/eQEiw1Nr5_A?si=w_bRJhutI463xSzw





























THE UNFINISHED BUSINESS (URUSAN YANG BELUM SELESAI)


​Pengkhotbah: Pdt. Joshua Christian


​Pendahuluan: Trauma dan Warisan Generasi


​Dalam dunia ilmu pengetahuan, ada sebuah studi yang disebut epigenetika—ilmu yang mempelajari bagaimana trauma, stres, dan pengalaman hidup dapat memengaruhi serta mengubah struktur genetik (DNA) seseorang, yang kemudian diwariskan dari generasi ke generasi.


​Hal yang sama berlaku dalam dunia roh. Dalam darah kita mengalir dua potensi: berkat atau kutuk. Jika ada peperangan, trauma, raksasa, atau ikatan masa lalu yang tidak pernah diselesaikan (unfinished business) oleh orang tua atau generasi di atas kita, maka suka atau tidak suka, kita akan menghadapi "pertandingan ulang" (rematch) melawan raksasa yang sama.


​Hari ini, mari kita belajar apa yang menjadi penghalang bagi kita untuk masuk ke dalam versi terbaik (the best version) dari hidup kita, dan bagaimana kita harus menuntaskan setiap urusan yang belum selesai.


​1. Kegagalan Memusnahkan Musuh (Kisah Saul dan Amalek)

​Seringkali kita gagal mengalami terobosan karena kita berkompromi dengan apa yang seharusnya dihancurkan. Tuhan memberikan mandat yang jelas kepada Raja Saul untuk memusnahkan bangsa Amalek sepenuhnya.


​1 Samuel 15:8-9a

​"Agag, raja bangsa Amalek, ditangkapnya hidup-hidup, tetapi seluruh rakyat penumpasannya dengan mata pedang. Tetapi Saul dan rakyat itu menyelamatkan Agag..."


​Poin Perenungan:


Saul diberi mandat bukan sekadar untuk menang perang, melainkan untuk memusnahkan. Namun, Saul berkompromi. Akibat dari unfinished business Saul ini baru terlihat sekitar 400-600 tahun kemudian dalam kitab Ester. Haman (musuh bangsa Yahudi yang ingin memusnahkan mereka) adalah keturunan langsung dari Raja Agag (orang Amalek), sedangkan Mordekhai adalah keturunan langsung dari suku Benyamin/Keluarga Saul.

​Ketika Mordekhai berhadapan dengan Haman, itu adalah rematch (tanding ulang) atas apa yang gagal diselesaikan oleh nenek moyangnya. Namun, Mordekhai memilih untuk bertindak tepat dan membalikkan keadaan. Dia menuntaskan urusan itu dengan menghabisi Haman dan seluruh keturunannya tanpa kompromi (Ester 9:25). 


Jika engkau tidak membereskan luka, kutuk, atau dosa generasi hari ini, maka generasi di bawahmu yang harus mengalami peperangan yang lebih berat.


​2. Memilih Berkat atau Kutuk dalam Garis Keturunan


​Setiap kita memiliki pilihan untuk mematahkan kutuk atau membiarkannya berlipat ganda ke generasi berikutnya.

​Kejadian 4:8, 23-24 (Kisah Kain dan Lamek)


​Ketika Kain membunuh Habel, dia menerima kutuk. Bukannya membereskan dan datang kepada Tuhan, Kain justru membalikkan diri dan pergi dari hadapan Tuhan. Beberapa generasi kemudian, lahirlah Lamek yang menduplikasi dosa Kain bahkan melipatgandakannya, dengan berkata: "Jika Kain harus dibalas tujuh kali lipat, maka Lamek tujuh puluh tujuh kali lipat."


​Kutuk yang tidak dibereskan akan tumbuh berkali-kali lipat (dari 7 kali menjadi 70x7 kali). Tetapi puji Tuhan, Yesus datang untuk membatalkan hitungan kutuk Lamek ini dengan hukum pengampunan: mengampuni 70 kali 7 kali!


​Kita harus melakukan pemetaan spiritual dalam keluarga kita. Cek apa yang berulang: Apakah ada pola kebangkrutan, kemiskinan, perceraian, sakit penyakit, atau karakter pemarah yang random? Jangan dimaklumi! Ambil keputusan untuk berdiri di garis depan dan berkata: "Aku pilih berkat, dan kutuk ini berhenti di generasiku!"


​3. Ikatan Perjanjian yang Mendatangkan Berkat (Kisah Rahab)


​Ketika kita menolak kutuk, kita harus aktif mengikat perjanjian dengan Tuhan. Lihatlah kisah Rahab, seorang perempuan pelacur di Yeriko yang rumahnya menempel di tembok kota.


​Yosua 2:18

​Pengintai berkata kepada Rahab: "Jika kami memasuki negeri ini, haruslah tali dari benang kirmisi yang telanjur kauikatkan pada jendela tempat kami turun itu..."


​Rahab bukan orang Israel dan tidak mengerti perjanjian pada awalnya, tetapi dia mendengar tentang Allah Israel yang hidup. Dia memilih mengikat perjanjian dengan mengikatkan tali benang kirmisi di jendelanya (melambangkan jubah penebusan dan pengampunan).


​Ketika tembok Yeriko runtuh total, rumah Rahab direkayasa Tuhan sehingga tetap aman. Melalui ikatan perjanjian itu, Rahab akhirnya menikah dengan Salmon (pemimpin suku Yehuda), melahirkan Boas, dan dari garis keturunan itulah lahir Raja Daud hingga Yesus Kristus Sang Juru Selamat. Ketika engkau mengikat perjanjian dengan Tuhan melalui otoritas atau hamba-Nya, berkatmu bukan datang dari manusia itu, melainkan dari Tempat Yang Maha Tinggi.


​4. Menghargai Otoritas dan Warisan Jubah Spiritual


​Untuk berjalan dalam versi terbaik, kita perlu memperlengkapi diri kita dengan "jubah-jubah" rohani melalui bimbingan mentor atau pemimpin rohani. Kita harus belajar seperti Daud yang menghormati urapan, bahkan ketika keadaan mentornya sedang tidak ideal.


​1 Samuel 24:5-6

​Daud memotong punca jubah Saul secara diam-diam di dalam gua. Meskipun jubah itu diambil saat kondisi Saul tidak baik, Alkitab mencatat bahwa jubah Saul adalah jubah kemenangan.


​2 Samuel 8:6 & 14

​"TUHAN memberi kemenangan kepada Daud ke mana pun ia pergi berperang." (Pola yang sama yang tadinya ada pada jubah Saul).


​Seringkali saat kita dididik oleh pemimpin, kita justru melihat "kotoran" atau kelemahan mereka, lalu kita mutung (ngambek) dan mundur saat ditegur. Orang yang hanya menginginkan berkat tetapi menolak dididik tidak akan pernah bisa menerima warisan jubah rohani. Daud rela menahan diri demi menghormati urapan, dan hasilnya urapan kemenangan itu turun atas hidupnya.


​Kesimpulan & Doa Pelepasan


​Selesaikan Urusan yang Belum Selesai: Lakukan pemetaan dalam keluargamu, hadapi setiap raksasa masa lalu (kemiskinan, perzinahan, amarah, sakit penyakit), dan patahkan di dalam nama Yesus.


​Miliki Jubah yang Berlapis-lapis: Izinkan dirimu dimentori, dididik, dan ditegur agar jubah pengurapan dan karakter Kristus turun atas hidupmu.


​Mari kita tuntaskan semua peperangan ini di generasi kita, agar anak-cucu kita tidak perlu melakukan rematch, melainkan langsung berjalan dalam lawatan dan janji-janji Tuhan yang besar!


​Mari angkat tanganmu di hadapan Tuhan, mulailah berdoa di dalam roh, dan patahkan setiap kutuk generasi di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Amin.

​Video Asli: The Unfinished Business - Pdt. Joshua Christian

Komentar