5787 MEMASUKI MUSIM YANG AJAIB DENGAN PERJANJIAN ZAITUN

5787 MEMASUKI MUSIM YANG AJAIB DENGAN PERJANJIAN ZAITUN 

SHRK SEMARANG 
EV IIN TJIPTO PURNOMO WENAS 
LINK YOUTUBE: https://www.youtube.com/live/3dYtaykFDkM?si=UqxXcHvmlt-5Azj2
















































SHRK Semarang bersama Ev. Iin Tjipto (3 September 2026):


MEMASUKI MUSIM AJAIB DENGAN PERJANJIAN ZAITUN

Pembawa Firman: Ev. Iin Tjipto


PENDAHULUAN


Kita sedang memasuki Tahun 5787 masa dan musim yang sangat ajaib. Sekalipun dunia dan keadaan di sekitar kita dipenuhi tantangan, ancaman resesi, penyakit, hingga bencana alam [57:07], Tuhan berjanji bahwa ada perbedaan bagi orang-orang yang hidup di dalam perjanjian-Nya [57:30].


Melalui firman-Nya, Tuhan memanggil kita untuk memegang dan mengenakan Perjanjian Zaitun (Minyak dan Anggur) [57:43]. Minyak zaitun melambangkan pengurapan, kesehatan, kelimpahan, serta keilahian [58:42, 01:25:35]. Selama minyak dan anggur ada dalam hidup kita, si jahat tidak akan dapat merusakkan atau menyentuh kehidupan kita [57:43, 58:08].


POKOK-POKOK PENGAJARAN PERJANJIAN ZAITUN 


1. Tetap Percaya dan Melimpah dalam Ucapan Syukur [01:01:59]


Langkah pertama untuk mengalami tindakan dan perbuatan ajaib Tuhan adalah dengan percaya dan senantiasa bersyukur [01:02:13]. Ucapan syukur memiliki kuasa supranatural yang sanggup mengubahkan situasi paling mustahil sekalipun, sebagaimana Yesus mengucap syukur sebelum membiakkan lima roti dan dua ikan [01:02:41] atau sebelum membangkitkan Lazarus [01:02:55].


Ayat Alkitab:

"Tetapi aku ini seperti pohon zaitun yang menghijau di dalam rumah Allah; aku percaya akan kasih setia Allah untuk seterusnya dan selamanya. Aku hendak bersyukur kepada-Mu untuk selama-lamanya, sebab Engkaulah yang bertindak..."

— Mazmur 52:10-11 [01:01:25, 02:26:57]


2. Berjalan Bukan dengan Kekuatan Sendiri, Melainkan dengan Roh Tuhan [01:12:32]


Di musim yang baru ini, kekuatan, kepintaran, dan logika manusia akan menemui keterbatasannya [01:13:04]. Kunci kemenangan kita bukanlah mengandalkan kemampuan diri sendiri, melainkan bersandar penuh pada ketujuh Roh Allah (roh keperkasaan, nasihat, takut akan Tuhan, dan hikmat) [01:13:34, 01:13:45].


Ayat Alkitab:

"...Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam."

— Zakharia 4:6 [01:12:32]


3. Masuk dan Menikmati "Negeri yang Baik" Melalui Deklarasi Iman [01:24:20]


Tuhan menuntun kita masuk ke dalam musim kelimpahan dan janji-Nya [01:24:20]. Untuk mengalaminya, perhatikan apa yang keluar dari mulut dan hati kita [01:25:47]. Mengalirlah dalam ucapan syukur, kemurahan hati, dan penyembahan [01:25:57, 01:32:44].


Ayat Alkitab:

"Sebab TUHAN, Allahmu, membawa engkau ke negeri yang baik, suatu negeri dengan sungai, mata air dan danau... suatu negeri dengan gandum dan jelai, pohon anggur, pohon ara dan pohon delima; suatu negeri dengan pohon zaitun dan madunya."

— Ulangan 8:7-8 [01:23:57]


4. Menjadi Generasi Zaitun yang Menangkap Value dan Nilai Keintiman [01:33:00]


Tuhan rindu membangkitkan generasi muda sebagai tunas-tunas zaitun di sekeliling meja-Nya [01:33:00]. Memiliki kedudukan di sekeliling meja berarti mau belajar menghargai warisan rohani, menangkap value (nilai-nilai) keintiman, serta menyerap kedalaman firman-Nya, bukan sekadar menjalankan rutinitas keagamaan [01:33:27, 01:37:44, 01:42:06].


Ayat Alkitab:

"Istrimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu!"

— Mazmur 128:3 [01:33:00]


5. Menabur Benih Firman dan Bertindak dalam Iman [01:57:45]


Pengetahuan tentang iman tidak akan membuahkan hasil tanpa adanya tindakan nyata [01:58:37, 01:59:04]. Kapan pun kita berani menabur, mempraktikkan firman, dan melangkah dalam iman—sekalipun benih itu tampak kecil—Tuhan berjanji akan mencurahkan berkat-Nya [01:58:05, 02:02:33].


Ayat Alkitab:

"Apakah benih masih tinggal tersimpan dalam lumbung? Apakah pohon anggur, pohon ara, pohon delima dan pohon zaitun belum berbuah? Mulai dari hari ini Aku akan memberi berkat!"

— Hagai 2:20 [01:57:45]


6. Memiliki Hati yang Taat: "Bukan Kehendakku, Melainkan Kehendak-Mu" [02:05:09]


Puncak dari Perjanjian Zaitun tercermin di Bukit Zaitun (Taman Getsemani), tempat di mana Tuhan Yesus berdoa dalam pergumulan-Nya [02:04:06, 02:04:19]. Perjanjian Zaitun memanggil kita untuk menundukkan ego dan kehendak pribadi demi melakukan kehendak Bapa, menjadi terang, serta siap menjadi saluran berkat dan pemulihan bagi sesama [02:05:09, 02:10:05].


Ayat Alkitab:

"Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Kaukehendaki."

— Matius 26:39 (bdk. Lukas 22:42-44) [02:04:19, 02:04:52]


KESIMPULAN & DOA [02:17:36, 02:27:45]


Melalui ibadah ini, kita diundang untuk masuk secara penuh ke dalam Perjanjian Zaitun [02:17:47, 02:27:45]. Mari serahkan seluruh hidup, cita-cita, dan masa depan kita ke dalam tangan Tuhan [02:18:34, 02:20:15]. Hiduplah sebagai terang dan pemancar bau harum Kristus melalui ucapan syukur, ketaatan, serta kepenuhan Roh Kudus [01:43:18, 02:18:07].



Video Rekaman Ibadah Lengkap: SHRK SEMARANG with EV. IIN TJIPTO [00:00]

Komentar

Postingan Populer