5787 MEMBANGUN BAHTERA DI TENGAH GUNCANGAN DAN PERALIHAN ZAMAN
PESAN TUHAN
ROSH HASHANAH PEY ZAYIN
TOMI ARAYOMI
LINK YOUTUBE : https://youtu.be/6W1u8TjrR_E?si=WCvF-YI0j3n7A9ll
5787 MEMBANGUN BAHTERA DI TENGAH GUNCANGAN DAN PERALIHAN ZAMAN
Nats Utama: Matius 24:37-39 | Kejadian 6:13-14 | Matius 9:17 | Matius 25:8-9 | Ibrani 6:19
PENDAHULUAN
Kita sedang memasuki musim peralihan dan guncangan besar di mana dunia mengalami eskalasi—baik dalam ketegangan politik, peperangan, maupun tekanan ekonomi [00:06]. Namun, sebagai umat Allah, fokus kita tidak boleh terhipnotis oleh kegelapan atau kejahatan yang melanda dunia [03:04, 12:17].
Tuhan sedang memanggil gereja-Nya untuk tidak sekadar menjadi penonton yang memiliki penyataan (revelation), melainkan menjadi pembangun yang memiliki hikmat (wisdom) [06:22, 15:17].
1. MENGERTI PERUBAHAN WADAH: JANGAN MENYALAHKAN PERANG SPIRITUAL ATAS APA YANG SEDANG TUHAN NYATAKAN
Banyak dari kita sering kali menyalahkan iblis atas setiap tekanan dan kehancuran yang terjadi [01:23]. Padahal, terkadang yang meretakkan wadah kita bukanlah serangan musuh, melainkan kelimpahan anggur baru dan besarnya hasil tangkapan [00:22, 00:35].
Ayat Alkitab: “Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak dan anggurnya terbuang dan kantong itu pun rusak. Tetapi anggur yang baru disimpan dalam kantong yang baru, dan demikian kedua-duanya pemeliharaannya.” — Matius 9:17 [00:15]
“Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak dan anggurnya terbuang dan kantong itu pun rusak. Tetapi anggur yang baru disimpan dalam kantong yang baru, dan demikian kedua-duanya pemeliharaannya.” — Matius 9:17 [00:15]
Pesan Utama: Struktur masa lalu tidak akan sanggup menampung kapasitas masa depan [00:59]. Jangan sibuk menengking tekanan (rebuking pressure) ketika Tuhan sebenarnya sedang menyuruh kita memperbesar kapasitas dan membangun ulang sistem serta wadah hidup kita [01:41, 01:55].
2. BELAJAR DARI ZAMAN NUH: JANGAN FOKUS PADA RAKSASA, BANGUNLAH BAHTERA
Banyak orang percaya terlalu terobsesi mencari tahu tentang kegelapan, konspirasi, dan ancaman zaman [02:57, 03:14]. Namun, Alkitab mencatat bahwa sementara orang lain hidup dalam kelalaian dan kebingungan, Nuh fokus pada cetak biru (blueprint) yang Tuhan berikan kepadanya [03:25].
Ayat Alkitab: “Sebab sebagaimana halnya pada hari-hari Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.” — Matius 24:37 [02:51]
“Berfirmanlah Allah kepada Nuh: ... Buatlah bagimu sebuah bahtera dari kayu gofer...” — Kejadian 6:13-14 [03:25]
“Sebab sebagaimana halnya pada hari-hari Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.” — Matius 24:37 [02:51]
“Berfirmanlah Allah kepada Nuh: ... Buatlah bagimu sebuah bahtera dari kayu gofer...” — Kejadian 6:13-14 [03:25]
Pesan Utama: Pertanyaan terpenting di musim ini bukanlah "Apa yang akan terjadi?", melainkan "Apa yang harus saya bangun untuk menyelamatkan keluarga, gereja, dan komunitas saya ketika banjir guncangan itu datang?" [03:42, 04:22].
3. MILIKI MINYAK DAN PENGURAPAN SENDIRI
Di masa-masa krisis, kita tidak bisa lagi hidup dari iman, doa, atau pengurapan orang lain [05:24]. Seperti perumpamaan tentang lima gadis yang bijaksana dan lima gadis yang bodoh, setiap orang harus membeli dan memiliki persediaan minyaknya sendiri [05:42].
Ayat Alkitab: “Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami mau padam. Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu: Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Layak kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ bagi kamu sendiri.” — Matius 25:8-9 [05:15]
“Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami mau padam. Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu: Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Layak kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ bagi kamu sendiri.” — Matius 25:8-9 [05:15]
Pesan Utama: Bangunlah kehidupan doa dan pemahaman firman yang mandiri [12:59]. Jangan menjadi pemegang "keyakinan pinjaman" (borrowed conviction) [05:50].
4. BERLABUH PADA KRISTUS SEBAGAI JANGKAR JIWA
Ketika berita perang, krisis politik, dan ketidakpastian ekonomi mengguncang bumi, apa yang menjadi tempat bertumpu hidupmu? [08:48, 14:06]
Ayat Alkitab: “Pengharapan itu adalah anchor (jangkar) jiwa kita, yang aman dan teguh, yang telah melepaskan masuk sampai ke belakang tabir.” — Ibrani 6:19 [08:41]
“Pengharapan itu adalah anchor (jangkar) jiwa kita, yang aman dan teguh, yang telah melepaskan masuk sampai ke belakang tabir.” — Ibrani 6:19 [08:41]
Pesan Utama: Jangkar tidak menghentikan datangnya badai atau ombak, tetapi jangkar memastikan bahwa badai tidak menentukan di mana posisi akhir hidupmu [09:02, 09:10]. Taruhlah jangkar jiwa kita di dalam Kristus, bukan pada kekuatan politik, tabungan, atau kemampuan diri sendiri [13:58, 14:06].
KESIMPULAN & SERUAN BERTINDAK Tuhan sedang membuat perbedaan (distinction) antara:
Mereka yang hanya melihat dan membicarakan kegelapan vs. mereka yang melihat dan membangun bahtera [14:41, 15:17].
Mereka yang memiliki pelita vs. mereka yang memiliki persediaan minyak [14:50].
Marilah kita meresponi tiupan sangkakala ini dengan memperbaharui pengudusan diri, memperbesar wadah pelayanan dan bisnis kita, serta taat membangun apa yang telah Tuhan perintahkan dalam hidup kita [12:04, 12:36].
Tuhan Yesus Memberkati.




Komentar
Posting Komentar