PERJANJIAN TABUT
PERJANJIAN TABUT
Shalom
Sahabat Joshua Ivan Sudrajat hari ini kita akan belajar tentang PERJANJIAN TABUT
DASAR FIRMAN TUHAN :
Keluaran 25:10-11 (TB) "Haruslah mereka membuat tabut dari kayu penaga, dua setengah hasta panjangnya, satu setengah hasta lebarnya dan satu setengah hasta tingginya.
Haruslah engkau menyalutnya dengan emas murni; dari dalam dan dari luar engkau harus menyalutnya dan di atasnya harus kaubuat bingkai emas sekelilingnya.
Keluaran 25:22
"Dan di sanalah Aku akan bertemu dengan engkau dan dari atas tutup pendamaian itu, dari antara kedua kerub yang di atas tabut hukum itu, Aku akan berbicara dengan engkau tentang segala sesuatu yang akan Kuperintahkan kepadamu mengenai orang Israel."
Tabut Perjanjian dibuat atas perintah Allah kepada Musa sebagai tempat bersemayamnya kehadiran Tuhan di tengah-tengah Bangsa Israel. Bagian penutup Tabut, yang disebut Tutup Pendamaian (Mercy Seat), diapit oleh dua kerub emas dan menjadi tempat Allah bertakhta serta berbicara kepada Musa.
ISI TABUT
Ibrani 9:4
"Di situ terdapat mezbah pembakaran ukupan dari emas, dan tabut perjanjian, yang seluruhnya disalut dengan emas; di dalam tabut perjanjian itu tersimpan buli-buli emas berisi manna, tongkat Harun yang pernah bertunas dan loh batu Perjanjian
Di dalam Tabut Perjanjian diletakkan tiga benda penting yang melambangkan hubungan Perjanjian antara Allah dan Israel:
DUA LOH BATU
Dua Loh batu yang berisi Sepuluh Perintah Allah (hukum dan ketaatan).
Loh batu pertama dibuat dan ditulis langsung oleh jari Allah sendiri. Ini mengajarkan bahwa standar kebenaran, keadilan, dan moralitas bukan hasil rekayasa atau kesepakatan manusia, melainkan bersumber langsung dari karakter Allah yang kudus.
Keluaran 31:18
"Dan TUHAN memberikan kepada Musa, setelah Ia selesai berbicara dengan dia di gunung Sinai, kedua sabak kesaksian, sabak batu, yang ditulisi oleh jari Allah."
Ketika Musa turun dari Gunung Sinai membawa loh batu pertama, ia menemukan bangsa Israel sedang menyembah patung lembu emas. Musa memecahkan loh batu tersebut di kaki gunung. Peristiwa ini menggambarkan bahwa meskipun hukum Allah itu sempurna, hukum tersebut langsung dilanggar oleh ketidaksetiaan manusia. Manusia sering kali gagal menjaga perjanjian dengan Allah.
Keluaran 32:19
"Dan ketika ia makin dekat ke perkemahan itu dan melihat lembu itu dan orang menari-nari, bangkitlah amarah Musa; dilemparkannya kedua sabak itu dari tangannya dan dipecahkannya di kaki gunung itu."
Setelah peristiwa lembu emas, Allah memerintahkan Musa untuk memahat dua loh batu yang baru. Meskipun manusia gagal, Allah menyediakan jalan pemulihan. Loh batu kedua ini kemudian disimpan di dalam Tabut Perjanjian, menandakan bahwa hubungan perjanjian Allah dengan umat-Nya terus berlanjut berlandaskan belas kasih dan pengampunan.
Keluaran 34:1
"Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: 'Pahatlah dua sabak batu sama seperti yang mula-mula, maka Aku akan menulis pada sabak itu perkataan yang ada pada loh batu yang mula-mula, yang telah kapecahkan."
MANNA
Buli-buli emas berisi Manna (peringatan akan pemeliharaan Allah di padang gurun).
Manna menjadi bukti nyata bahwa pemeliharaan Allah tidak bergantung pada kondisi lingkungan, melainkan pada kemurahan-Nya. Menyimpan manna di dalam Tabut Perjanjian bertujuan agar generasi mendatang selalu mengingat ketaatan dan kesetiaan Allah dalam mencukupi kebutuhan hidup mereka.
Keluaran 16:32–33
"Musa berkata: 'Beginilah perintah TUHAN: Ambillah sesukat manna untuk disimpan turun-temurun, supaya keturunanmu melihat roti yang Kuberi kamu makan di padang gurun, ketika Aku membawa kamu keluar dari tanah Mesir.' Sebab itu Musa berkata kepada Harun: 'Ambillah sebuah buli-buli, taruhlah manna di dalamnya sesukat penuh, dan tempatkanlah itu di hadapan TUHAN untuk disimpan turun-temurun.'"
Manna dalam Tabut mengingatkan bahwa Allah adalah sumber kehidupan yang harus diandalkan dari hari ke hari.
Keluaran 16:4
"Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa: 'Sesungguhnya Aku akan menurunkan bagimu hujan roti dari langit; maka bangsa itu akan keluar dan memungut tiap-tiap hari sebanyak yang perlu untuk sehari, supaya mereka Kucoba, apakah mereka hidup menurut hukum-Ku atau tidak.'"
TONGKAT HARUN BERBUNGA
Tongkat Harun yang bertunas (simbol kepemimpinan dan penentuan imamat oleh Allah).
Tongkat Harun Berbunga sebagai lambang Penetapan Otoritas dan Pemilihan Ilahi
Bilangan 17:5
"Dan orang yang Kupiilih, tongkat orang itulah akan bertunas; demikian Aku hendak meredakan sungut-sungut yang didengungkan orang Israel kepada kamu, sehingga tidak kudengar lagi."
Lambang Kekudusan dan Penyertaan Allah
Tabut Perjanjian menjadi lambang penyertaan Allah saat Israel berjalan di padang gurun hingga memasuki Tanah Perjanjian. Ketika Tabut dibawa ke depan, air Sungai Yordan terbelah (Yosua 3:15-17) dan tembok Yerikho runtuh (Yosua 6). Namun, Tabut juga mengajarkan bahwa Allah itu kudus; Dia tidak bisa diperalat untuk kepentingan manusia tanpa rasa takut dan ketaatan kepada-Nya (1 Samuel 4).
Yosua 3:17
"Tetapi para imam pengangkat tabut perjanjian TUHAN itu berdiri tetap di tanah yang kering, di tengah-tengah sungai Yordan, sedang seluruh Israel menyeberang melalui tanah yang kering, sampai seluruh bangsa itu selesai menyeberangi sungai Yordan."
DILAPISI EMAS LUAR DAN DALAM
Keluaran 25:17 (TB) Juga engkau harus membuat tutup pendamaian dari emas murni, dua setengah hasta panjangnya dan satu setengah hasta lebarnya.
Tutup Pendamaian (Mercy Seat atau dalam bahasa Ibrani Kapporet)
Penggunaan emas murni yang melapisi bagian luar dan dalam Tabut serta Tutup Pendamaian ini mengandung makna :
Kemurnian dan Integritas
Keluaran 25:11
"Haruslah engkau menyalutnya dengan emas murni; dari dalam dan dari luar engkau harus menyalutnya dan di atasnya harus kaubuat bingkai emas sekelilingnya."
Kemuliaan dan Kekudusan
Keluaran 25:11-12 (TB) Haruslah engkau menyalutnya dengan emas murni; dari dalam dan dari luar engkau harus menyalutnya dan di atasnya harus kaubuat bingkai emas sekelilingnya.
Haruslah engkau menuang empat gelang emas untuk tabut itu dan pasanglah gelang itu pada keempat penjurunya, yaitu dua gelang pada rusuknya yang satu dan dua gelang pada rusuknya yang kedua.
KEMATIAN DAN KEAJAIBAN
Bilangan 17:8, 10 (TB) Ketika Musa keesokan harinya masuk ke dalam kemah hukum itu, maka tampaklah tongkat Harun dari keturunan Lewi telah bertunas, mengeluarkan kuntum, mengembangkan bunga dan berbuahkan buah badam.
TUHAN berfirman kepada Musa: "Kembalikanlah tongkat Harun ke hadapan tabut hukum untuk disimpan menjadi tanda bagi orang-orang durhaka, sehingga engkau mengakhiri sungut-sungut mereka dan tidak Kudengar lagi, supaya mereka jangan mati."
PERJANJIAN TABUT
HUJAN AWAL DAN HUJAN AKHIR
Zakharia 10:1 (TB) Mintalah hujan dari pada TUHAN pada akhir musim semi! TUHANlah yang membuat awan-awan pembawa hujan deras, dan hujan lebat akan diberikan-Nya kepada mereka dan tumbuh-tumbuhan di padang kepada setiap orang.
PERJANJIAN TABUT
MENJADI KUAT
Zakharia 10:12 NLT
"Dengan kuasa-Ku Aku akan membuat umat-Ku kuat, dan dengan wewenang-Ku mereka akan pergi ke mana pun mereka mau. Aku, TUHAN, yang telah mengatakannya!"
PERJANJIAN TABUT
KELIMPAHAN BESAR
Maleakhi 3:10 TPT
Bawalah seluruh persembahan persepuluhanmu ke dalam perbendaharaan bait suci agar ada persediaan yang cukup di rumah-Ku. Ujilah Aku dan lihatlah apakah Aku, YAHWEH, Panglima Bala Tentara Malaikat, akan membuka pintu-pintu surga bagimu dan mencurahkan berkat yang melimpah kepadamu sehingga kamu tidak akan dapat menampungnya.
Sahabat Joshua Ivan Sudrajat kita bersyukur karena Tuhan Memberikan Perjanjian Tabut pada tahun Pey Zayin
Tuhan Yesus memberkati
Jatiwangi 30 September 2026
Joshua Ivan Sudrajat



Komentar
Posting Komentar