PERSIAPAN YOM KIPPUR 22 SEPTEMBER 2026
PERSIAPAN YOM KIPPUR 22 SEPTEMBER 2026
BEBERES BEBENAH DIRI
PS NANY SUSANTY SH
YOUTUBE : https://youtu.be/ZTwbt5WCeVM?si=eEGtJbFbqmQE6-Ak
Membenahi Diri Menjelang Yom Kippur
Tema: Pemulihan Karakter & Pembersihan Diri Menuju Hari Pendamaian
Pembicara Video: Gembala (SION MEDIA)
Referensi Ayat Utama:
Yeremia 17:10 – "Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang sejajar dengan tingkah lakunya, sejajar dengan hasil perbuatannya."
2 Korintus 7:1 – "Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah."
Efesus 4:31-32 – "Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah dalam Kristus telah mengampuni kamu."
Pendahuluan
Shalom Saudara yang dikasihi Tuhan,
Tidak lama lagi kita akan memasuki peringatan Yom Kippur (Hari Pendamaian). Respon yang paling tepat bagi kita saat ini bukanlah bersikap biasa-biasa saja, melainkan belajar meresponi apa yang Tuhan mau, yaitu bebenah diri dan membereskan hidup kita di hadapan Tuhan.
Ketika merenungkan arti dari beberes diri, hal ini sama seperti ketika kita sedang membersihkan gudang di rumah kita. Dalam hidup ini, tanpa kita sadari ada banyak "kamar" atau "gudang" rohani yang sudah terisi kotoran, berantakan, dan sesak.
Isi Khotbah
1. Mengeluarkan dan Memilah Kotoran Rohani [01:50]
Sering kali gudang kehidupan kita dipenuhi oleh dua jenis hal yang merusak:
Hal yang memang sudah tidak berguna dan harus dibuang [02:00]: Ini adalah dosa-dosa nyata dan penyakit hati seperti rasa sakit hati, kebencian, ketidaktaatan, serta kepahitan.
Sebagaimana tertulis dalam Efesus 4:31, kita diperintahkan untuk membuang segala kepahitan, kegeraman, dan kemarahan.
Sebagaimana tertulis dalam Efesus 4:31, kita diperintahkan untuk membuang segala kepahitan, kegeraman, dan kemarahan.
Hal yang sebetulnya tidak berguna tetapi kita simpan karena "eman-eman" (sayang dibuang) [02:26]: Ini menyangkut kebiasaan-kebiasaan buruk, kemalasan, kelalaian waktu, atau ketidaksabaran. Jangan lagi pertahankan kebiasaan buruk tersebut hanya karena kita sudah terbiasa padanya.
2. Pemeriksaan Diri Secara Berkala [05:01] Mengapa kita perlu membenahi diri secara terus-menerus? Sebab gudang kehidupan kita sering kali tanpa disadari dapat kembali penuh dengan barang-barang kotor dan tidak tertata. Masa-masa persiapan ini adalah momen khusus dari Tuhan agar kita tidak menunda pembersihan hidup. Tuhan rindu agar kita melepaskan karakter yang lama dan menerima karakter baru yang diubahkan oleh-Nya. Beretukanlah dan bereskanlah hubungan kita dengan sesama—baik dengan orang tua, anak-anak, maupun sesama anggota jemaat.
3. Merendahkan Diri untuk Menerima Lembaran Baru [07:00]
Makna mendasar dari Yom Kippur adalah merendahkan diri dan memohon pengampunan dosa dari Tuhan. Ketika kita membereskan gudang rohani kita dan membuang segala yang kotor, Tuhan akan memberikan lembaran baru. Hati yang bersih ibarat wadah yang siap dan cukup besar untuk menampung berkat-berkat dan janji Tuhan yang dicurahkan bagi kehidupan kita. Tanpa pembersihan diri, wadah rohani kita akan tetap sesak dan terhalang oleh hal-hal yang tidak berguna.
Penutup & Doa Peratapan
Mari dalam minggu ini kita sungguh-sungguh datang di hadapan Tuhan. Katakan kepada Tuhan: "Tuhan, ampuni saya jika saya masih kurang sabar, masih menyimpan rasa jengkel, sakit hati, dan kebiasaan buruk. Hari ini saya mau buang semuanya dan menyerahkan hidup saya untuk dibersihkan oleh-Mu." Ketika hati kita dibersihkan, kita siap memasuki Yom Kippur dengan kelegaannya, ketenangan, serta sukacita baru dari Tuhan. Amin!



Komentar
Posting Komentar