ANUGERAH DAN KASIH SETIA DI TAHUN PEDANG

ROSH HASHANAH TAHUN PEY ZAYIN 

MAHANAIM 

EV DAVID LEO PAISA
































































YOUTUBE : https://youtu.be/Y7KqHLeBh8Q?si=bf0va9XwkOJHn3FH


Berikut adalah rangkuman dan tulisan naskah khotbah berdasarkan video "Rosh Hashanah - Pdt. Leo David" (Lihat Video YouTube):


KHOTBAH: 


ANUGERAH DAN KASIH SETIA DI TAHUN PEDANG

Pembicara: Pdt. Leo David Paisa

Sumber: Bahtera Media Network


1. Memahami Tahun Pedang (Tahun Pey Zayin)


Dua Sisi Tahun Pedang:

Di tahun ini, pedang memiliki dua mata. 


Dari pihak Tuhan, Tuhan mengerjakan keadilan dan firman-Nya. Namun, pihak kegelapan (iblis) juga berupaya memunculkan kejahatan, intimidasi, dan perkataan yang menjatuhkan, memotong, serta membunuh.

Pey melambangkan mulut atau deklarasi. Ketika Tuhan menghendaki umat-Nya mendeklarasikan kebenaran dan kemuliaan-Nya, iblis berusaha membendungnya.


2. Terluput dari Pedang oleh Kasih Setia Tuhan (Chesed)


Nats Firman: Yeremia 31:1-3

"Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu."

Pesan Utama:

Bangsa dan umat pilihan Tuhan mendapat kasih karunia di padang gurun—menjadi bangsa dan pribadi yang terluput dari pedang kegelapan.


Walaupun situasi dunia atau keadaan sekitar terasa berat, kasih setia Tuhan (Hesed) senantiasa menjumpai dan meluputkan kehidupan kita.


3. Pemulihan di Sidang Ilahi


Nats Firman: Zakaria 3:1-10 (Penglihatan tentang Imam Besar Yosua)


Dalam penglihatan Zakaria, Imam Besar Yosua berdiri dengan pakaian kotor di hadapan Malaikat Tuhan, sementara iblis mendakwanya di sebelah kanan.


Tindakan Tuhan:

Menghardik Iblis: Tuhan sendiri yang membela dan menghardik pendakwa.


Pembersihan Dosa: Pakaian kotor ditanggalkan dan digantikan dengan pakaian pesta serta serban tahir di atas kepala.


Penyucian Cepat: Tuhan berjanji menghapuskan kesalahan dan memulihkan keadaan.


Pancaran Hadirat: Permata bermata tujuh melambangkan radiasi keintiman dan hadirat Tuhan yang dilipatgandakan.


4. Kesaksian Pribadi: Pemulihan Hati yang Terluka


Pdt. Leo David membagikan kesaksian masa lalunya ketika ia pernah jatuh, kecewa, pahit, dan mengalami kejatuhan spiritual yang berat.

Di tengah rasa bersalah, kepahitan, dan niat untuk meninggalkan pelayanan, Tuhan tidak meninggalkannya. Lewat panggilan nama dan penglihatan akan kasih Tuhan yang begitu mendalam, Tuhan menyapa: "Nak, Aku kangen engkau." 


Pengalaman ini melahirkan kesadaran bahwa anugerah Tuhan melampaui segala kegagalan manusia.

Kesimpulan dan Panggilan Altar

Mungkin ada bagian dari hati, iman, pengharapan, atau persaudaraan kita yang terasa luka atau terpotong oleh "pedang" ujian kehidupan.


Namun di tahun ini, pedang Tuhan hadir bukan untuk membinasakan, melainkan untuk membenarkan, memulihkan, dan memberikan jubah serta mahkota yang baru bagi mereka yang mau datang dan bertobat di hadapan-Nya. 

Komentar

Postingan Populer