PANGGILAN SEORANG IMAM TUHAN
PANGGILAN SEORANG IMAM TUHAN
Shalom
Sahabat Joshua Ivan Sudrajat kemarin Karena ada suatu masalah yang urgent saya berkonsultasi dengan PS Joshua Christian
PS Joshua Christian mengingatkan saya untuk Mengenakan Panggilan Imam
Hari ini saya kembali merenungkan kembali Panggilan Imam
Menjadi seorang imam Tuhan bukanlah sekadar jabatan atau tradisi keagamaan, melainkan sebuah panggilan kudus yang menetapkan posisi, tanggung jawab, dan cara hidup seseorang di hadapan Allah dan sesama.
Panggilan sebagai Imam Tuhan
Dalam Perjanjian Lama, tugas keimaman dikhususkan bagi suku Lewi. Namun, di dalam Perjanjian Baru melalui karya Kristus, setiap orang percaya dipanggil untuk menjadi bagian dari keimaman yang rajani.
Panggilan Pilihan Allah yang Kudus
"Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan ke dalam terang-Nya yang ajaib."
— 1 Petrus 2:9
Panggilan ini menunjukkan identitas baru orang percaya: diangkat menjadi perantara terang Allah bagi dunia dan dipercayakan tugas untuk memuliakan nama-Nya.
Persembahan Hidup yang Hidup
"Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati."
— Roma 12:1
Tugas utama seorang imam adalah mempersembahkan korban. Bagi orang percaya saat ini, korban tersebut bukanlah hewan, melainkan seluruh kehidupan, pikiran, dan tindakan sehari-hari.
Karakteristik Seorang Imam Tuhan
Untuk menjalankan panggilan kudus tersebut, seorang imam Tuhan dituntut memiliki karakter yang mencerminkan sifat Allah.
Kudus dan Terpisah dari Kejahatan
"Kuduslah kamu bagi-Ku, sebab Aku ini, TUHAN, kudus dan Aku telah memisahkan kamu dari bangsa-bangsa lain, supaya kamu menjadi milik-Ku."
— Imamat 20:26
Seorang imam harus menjaga kesucian hidup, menjaga hati dan perbuatannya agar tidak tercemar oleh pola pikir dunia yang berdosa.
Memiliki Pengetahuan dan Integritas Firman
"Sebab bibir seorang imam harus memelihara pengetahuan dan orang mencari pengajaran dari mulutnya, sebab dialah utusan TUHAN semesta alam."
— Maleakhi 2:7
Karakter imam dicirikan oleh pengenalan yang mendalam akan firman Tuhan serta kebenaran dalam perkataan, sehingga mampu membimbing orang lain kepada jalan yang benar.
Memiliki Belas Kasihan dan Menjadi Pendoa Syafaat
"Ia harus dapat mengerti orang-orang yang jahil dan orang-orang yang sesat, karena ia sendiri juga diliputi oleh kelemahan."
— Ibrani 5:2
Seorang imam tidak bersikap menghakimi, melainkan memiliki belas kasihan kepada sesama dan tekun membawa pergumulan orang lain dalam doa di hadapan Allah.
Berikut adalah beberapa tokoh Alkitab utama yang memegang peran dan panggilan sebagai imam, baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru:
1. Harun
"Lalu TUHAN berfirman kepada Musa: 'Suruhlah Harun, abangmu, beserta anak-anaknya datang kepadamu, dari tengah-tengah orang Israel, untuk memegang jabatan imam bagi-Ku...'"
— Keluaran 28:1
Peran: Imam Besar pertama bagi bangsa Israel.
Karakteristik & Tugas: Dipanggil dari keturunan Lewi untuk memimpin ibadah di Kemah Suci, melakukan pendamaian atas dosa bangsa Israel, serta membawa doa-doa umat di hadapan Allah.
2. Melkisedek
"Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur; dialah imam Allah Yang Mahatinggi."
— Kejadian 14:18
Peran: Raja Salem dan Imam Allah Yang Mahatinggi pada zaman Abraham.
Karakteristik & Tugas:Sosok unik yang tidak memiliki silsilah keimaman Lewi (karena hidup sebelum hukum Taurat). Ia menjadi gambaran (tipologi) dari keimaman Kristus yang bersifat kekal (Ibrani 7:1-3).
3. Samuel
"Dan Aku akan membangkitkan bagi-Ku seorang imam yang setia, yang berlaku sesuai dengan apa yang ada dalam hati-Ku dan dalam jiwa-Ku..."
— 1 Samuel 2:35
Peran: Hakim terakhir, nabi, dan imam di Israel.
Karakteristik & Tugas: Dibesarkan di bait Allah di bawah bimbingan Imam Eli, Samuel melayani Tuhan sejak kecil dengan kesetiaan tinggi dan integritas moral saat masa kemerosotan rohani Israel.
4. Zakharia
"Pada zaman Herodes, raja Yudea, adalah seorang imam dari rombongan Abia yang bernama Zakharia."
— Lukas 1:5
Peran: Imam Perjanjian Baru (ayah dari Yohanes Pembaptis).
Karakteristik & Tugas: Seorang yang hidup benar dan taat pada hukum Tuhan. Ia menerima kabar sukacita tentang kelahiran Yohanes Pembaptis ketika sedang membakar ukupan di dalam Bait Allah.
5. Yesus Kristus
"Sebab itu, hai saudara-saudara yang kudus, yang mendapat bagian dalam panggilan sorgawi, pandanglah kepada Rasul dan Imam Besar yang kita akui, yaitu Yesus."
— Ibrani 3:1
Peran: Imam Besar Agung yang Sempurna dan Kekal.
Karakteristik & Tugas: Berbeda dengan imam manusia yang mempersembahkan hewan, Yesus mempersembahkan diri-Nya sendiri sebagai kurban sempurna sekali untuk selama-lamanya. Dialah perantara utama antara manusia dan Allah.
Jatiwangi 6 Oktober 2026
Joshua Ivan Sudrajat




Komentar
Posting Komentar