MEMBANGUN INTI DARI HIDUP KITA
MEMBANGUN INTI DARI HIDUP KITA
CHUCK PIERCE
YOUTUBE: https://youtu.be/3TG5cpBtFL0?si=UZ8RCrgo2pyv728a
Berikut adalah ringkasan khotbah dan bincang-bincang dari video berjudul "Shipwrecked in Faith with Chuck Pierce" bersama Mike dan Cindy Jacobs:
Tema Utama: Perspektif Profetik dan Masa Depan
Khotbah ini berfokus pada pentingnya memiliki perspektif yang benar untuk menavigasi masa depan. Chuck Pierce membahas buku barunya yang berjudul "Perspective", yang menjelaskan bagaimana kita dapat melihat masa depan kita secara profetik.
Poin-Poin Penting Khotbah:
Membangun Inti Rohani: Chuck menekankan bahwa setiap individu harus membangun "inti nuklir" dalam roh mereka melalui disiplin dan upaya untuk memiliki proses berpikir yang selaras dengan firman Tuhan [04:03].
Urapan Isakhar: Mengambil teladan dari suku Isakhar, Chuck menjelaskan pentingnya memahami waktu dan musim. Suku Isakhar mampu melihat dunia dari perspektif firman Tuhan, sehingga mereka tahu kapan waktu bagi Daud untuk menjadi raja dan kapan masa pemerintahan Saul berakhir [06:51].
Melacak Perjumpaan dengan Tuhan: Bagian dari perspektif adalah meninjau kembali perjumpaan-perjumpaan masa lalu dan visi-visi yang telah Tuhan berikan. Hal ini membantu kita melihat bagaimana Tuhan menyusun potongan-potongan visi tersebut menjadi sebuah gambaran masa depan yang utuh [04:47].
Karunia Penebusan (Redemptive Gifts): Setiap orang memiliki rencana dan takdir penebusan dari Tuhan. Chuck berbagi pengalaman pribadinya tentang panggilan untuk "menyembuhkan bangsa-bangsa" yang ia terima sejak tahun 1972, namun baru terbuka jalannya ke Etiopia 47 tahun kemudian [14:03].
Bahaya Terjebak di Masa Lalu: Banyak orang mengalami "karam kapal dalam iman" (shipwrecked in faith) karena mereka terjebak dalam peristiwa traumatis di masa lalu dan tidak bisa bergerak maju, meskipun mereka masih mencintai Tuhan [17:55].
Definisi Sukses: Dalam bahasa Ibrani, sukses berarti "Tuhan telah menaruh bantuan di sepanjang jalanmu". Kita harus mampu melihat bantuan tersebut, baik dalam keadaan baik maupun buruk [17:18].
Kesimpulan:
Di tengah iklim dunia yang tidak menentu, baik secara finansial, politik, maupun hubungan antar bangsa, umat Tuhan harus berlabuh pada perspektif Tuhan agar tidak terombang-ambing dan tetap berada di jalur takdir yang telah ditetapkan-Nya [18:28].
Link Video: Nonton di YouTube



Komentar
Posting Komentar