HIDDEN COMFORT
*HIDDEN COMFORT*
-Ev. Esther Listyawan-
Hidden comfort adalah kenyamanan yang tersembunyi.
Kadang-kadang manusia tidak sadar bahwa dalam dirinya ada hidden comfort yang sudah terjadi bertahun-tahun, sangat lama, dan akhirnya menjadi sangat terbiasa.
Yohanes 5:4 TB
Di kolam Betesda, malaikat kesembuhan datang sewaktu-waktu.
Artinya tidak bisa diprediksi dan tidak tahun kapan malaikat itu datang.
Tetapi satu hal yang pasti, ketika malaikat kesembuhan turun, airnya bergoncang.
Semua orang berdesak-desakan, sikut-sikutan, injak-injakan, dan buru-buru masuk ke kolam. Beda sepersekian detik saja, yang kedua tidak sembuh.
Yohanes 5:5-6 TB
Seseorang yang sudah 38 tahun dalam keadaan yang sama, seharusnya sudah mengamati dan memiliki strategi.
Tetapi orang lumpuh ini tetap ada di situ selama 38 tahun.
Penderitaan yang sudah begitu lama dalam diri seseorang seringkali sudah menjadi sesuatu yang biasa dan menjadi sahabat karib.
Bisa jadi ada ketakutan untuk berpisah dengan sahabat karibnya.
Yohanes 5:7 TB
Jawab orang sakit itu kepada-Nya:
“Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang. Dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku.”
Pertanyaannya adalah:
“Maukah engkau sembuh?”
Jawabannya seharusnya:
Mau atau Tidak mau
Tetapi orang lumpuh itu tidak menjawab pertanyaan Tuhan Yesus.
Ia mulai menyalahkan keadaan dan menyalahkan orang lain.
Imannya ada kepada kolam yang bisa menyembuhkan dan tidak sadar sedang berhadapan dengan Tabib di atas segala tabib.
Hidden comfort adalah keadaan ketika seseorang sudah nyaman dengan penderitaannya.
Orang lumpuh itu mungkin setiap hari:
* Ada orang yang berbelas kasihan
* Ada yang membawakan makanan
* Ada yang membantu
* Ada yang membawakan baju
Sehingga penderitaan itu menjadi sesuatu yang enak juga.
Sakit berkepanjangan dan penderitaan berkepanjangan akhirnya membuat terbiasa.
Banyak anak Tuhan tidak sadar terjebak dalam hidden comfort.
Ada orang yang terus komplain:
* Tentang pekerjaan
* Tentang bos
* Tentang teman
* Tentang gaji
* Tentang pelayanan
* Tentang keadaan
Tetapi ketika diminta mengambil keputusan untuk keluar dari penderitaan itu, ternyata tidak berani.
Karena tidak berani mengambil tanggung jawab yang menanti di depan.
Setiap perubahan membutuhkan tanggung jawab.
Identitas anak Tuhan bisa mulai bergeser menjadi mental korban.
Identitas baru itu bisa menggeser identitas sebagai makhluk yang diciptakan Tuhan segambar dan serupa dengan Allah sendiri.
Pertanyaan Tuhan Yesus:
“Maukah engkau sembuh?”
Artinya:
“Siapkah dengan konsekuensi kalau sembuh?”
Karena kalau sembuh:
* Tidak ada lagi orang yang berbelas kasihan
* Tidak ada lagi makanan datang begitu saja
* Tidak ada lagi baju datang begitu saja
* Tidak ada lagi orang mengasihani
* Harus kerja
* Harus menghidupi diri sendiri
* Harus bertanggung jawab
Hidden comfort bisa terlihat dari:
* Terlalu banyak alasan
* Selalu mengeluh tentang hidup
* Tidak pernah mau melangkah
* Takut kehilangan belas kasihan orang
* Takut terhadap konsekuensi perubahan
* Takut dengan tanggung jawab baru
* Bersahabat karib dengan penderitaan
* Memberi pemakluman terus-menerus terhadap diri sendiri
Tanggung jawab baru seringkali lebih menakutkan daripada penderitaan.
Ketika hidden comfort tidak dilepaskan, jangan harap Tuhan bisa bekerja dalam hidup kita.
Karena Tuhan mau melakukan perkara besar, tetapi hidden comfort harus dilepaskan terlebih dahulu.
Yohanes 5:8-9 TB
Tuhan tidak merespon semua alasan orang lumpuh itu.
Tuhan langsung berkata:
Bangun, angkat tilam, dan jalan.
Karena masalahnya bukan hanya fisik, tetapi jiwanya juga bermasalah.
*3 Hal yang harus dilaukan:*
1. Aware (sadari)
Sadari kondisi-kondisi yang membuat sangat comfort.
Sadari sangkar-sangkar yang sudah didekorasi sedemikian indah sampai tidak rela ditinggalkan.
Sadari:
* Kemalasan
* Kebodohan
* Kelemahan
* Sakit tubuh
* Kemarahan
* Sakit hati
* Alasan-alasan yang terus dipakai
Ada orang yang merasa aman karena dianggap bodoh, sehingga tidak diberi tugas.
Ada orang yang terus memperkatakan sakitnya dan sedang mengimani sakitnya terus ada.
1. Accept (terima)
Terima bahwa berubah memang ada tuntutan baru. Terima bahwa hidup harus dipertanggungjawabkan.
Tidak bisa lagi meminta orang lain terus memahami kondisi. Tidak bisa lagi meminta orang lain terus mengasihani dan menerima kondisi.
3. Act On It (bertindak)
Tuhan berkata:
“Bangun.”
“Angkat tilammu.”
“Jalan.”
Bangun berarti bertindak.
Jalan berarti bertindak.
Jangan terlalu lama mengasihani diri sendiri.
Jangan terlalu lama memberi pemakluman terhadap diri sendiri.
Ini sudah bukan masanya.
*Kolam di Betesda*
Di Betesda ada banyak orang sakit.
Tetapi ketika Yesus datang, hanya satu orang yang sembuh.
Orang-orang lain tetap menaruh iman kepada kolam. Imannya bukan kepada Yesus yang bisa menyembuhkan.
Kadang-kadang mata manusia hanya tertuju pada kolam.
Kolam dalam hidup bisa berupa:
* Uang
* Bisnis
* Teman-teman
* Koneksi
* Pekerjaan baru
* Keberhasilan
* Pengakuan
Tuhan berkata:
“Bangun, angkat tilammu, jalan.”
Artinya:
* Tinggalkan kolam itu
* Jangan lagi menjadikan itu sandaran
* Hiduplah seperti yang Tuhan mau
Yohanes 5:14 TB
Kemudian Yesus bertemu dengan dia dalam Bait Allah lalu berkata kepadanya:
“Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk.”
Artinya:
Jangan lagi hidup di sangkar.
Jangan lagi bersahabat dengan penderitaan.
Jangan lagi bergantung pada kolam.



Komentar
Posting Komentar