ZAITUN COVENANT

ZAITUN COVENANT 












Shalom


Setelah saya mendengar Khotbah ibu Iin Tjipto tentang PERJANJIAN ZAITUN saya mengunyah kembali pelajaran itu


Dalam Alkitab versi KJV Zaitun disebut sebanyak 22 kali; namun, kata Ibrani untuk pohon zaitun muncul 38 kali dalam Perjanjian Lama dan tiga kata Yunani untuk pohon zaitun muncul 18 kali dalam Perjanjian Baru.


Janji Tuhan kepada Israel adalah Tuhan memberikan hal-hal yang baik seperti dalam Firman Tuhan 


Ulangan 6:10-11 (TB) Maka apabila TUHAN, Allahmu, telah membawa engkau masuk ke negeri yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepadamu — kota-kota yang besar dan baik, yang tidak kaudirikan; 

rumah-rumah, penuh berisi berbagai-bagai barang baik, yang tidak kauisi; sumur-sumur yang tidak kaugali; kebun-kebun anggur dan kebun-kebun zaitun, yang tidak kautanami — dan apabila engkau sudah makan dan menjadi kenyang, 


Ulangan 8:7-8 (TB) Sebab TUHAN, Allahmu, membawa engkau masuk ke dalam negeri yang baik, suatu negeri dengan sungai, mata air dan danau, yang keluar dari lembah-lembah dan gunung-gunung;

suatu negeri dengan gandum dan jelainya, dengan pohon anggur, pohon ara dan pohon delimanya; suatu negeri dengan pohon zaitun dan madunya;


Yosua 24:13 (TB) Demikianlah Kuberikan kepadamu negeri yang kamu peroleh tanpa bersusah-susah dan kota-kota yang tidak kamu dirikan, tetapi kamulah yang diam di dalamnya; juga kebun-kebun anggur dan kebun-kebun zaitun yang tidak kamu tanami, kamulah yang makan hasilnya.  


Nehemia 9:25 (TB) Mereka merebut kota-kota yang berkubu dan tanah yang subur. Mereka merampas rumah-rumah yang penuh berisi berbagai-bagai barang baik, tempat-tempat air pahatan, kebun-kebun anggur dan kebun-kebun zaitun dan pohon-pohon buah-buahan dalam jumlah yang sangat banyak. Mereka makan dan menjadi kenyang dan gemuk. Mereka hidup mewah karena kebaikan-Mu yang besar. 


DAUN ZAITUN 


Daun zaitun adalah tanda selamat datang bagi Nuh bahwa banjir telah berakhir ( Kejadian 8:11 ).


Sewaktu Zaman Nuh Setelah Air Bah turun dan saat air bah sudah surut, Nuh melepaskan Burung Merpati dan burung merpati kembali ke Bahtera sambil membawa daun zaitun segar.


Daun Zaitun adalah suatu perjanjian Tuhan dengan Nuh bahwa Nuh dan keluarga selamat dari Air Bah 


PERJANJIAN ZAITUN ADALAH PERJANJIAN KELIMPAHAN 


Keluaran 23:11 (TB) tetapi pada tahun ketujuh haruslah engkau membiarkannya dan meninggalkannya begitu saja, supaya orang miskin di antara bangsamu dapat makan, dan apa yang ditinggalkan mereka haruslah dibiarkan dimakan binatang hutan. Demikian juga kaulakukan dengan kebun anggurmu dan kebun zaitunmu. 


Yeshua Hamasiach berjanji akan mengirimkan kepada mereka "panen melimpah" (yaitu hasil panen yang berlimpah) pada tahun keenam, cukup untuk mencukupi kebutuhan mereka sampai panen tahun kesembilan (yaitu panen setelah tahun pertama dari siklus baru) ( Imamat 25:20-22 ). Ketiga, setiap tahun bangsa Israel harus meninggalkan sisa setelah panen pertama "untuk orang asing, untuk anak yatim, dan untuk janda" ( Ulangan 24:20) .Dengan cara ini, Tuhan mengajari umat-Nya untuk berhemat dengan berkat mereka (mereka harus membuat satu panen cukup untuk tiga tahun) dan untuk bermurah hati, bukan serakah. 


DEFINISI PERJANJIAN ZAITUN 


Dalam Alkitab, zaitun melambangkan kedamaian, kesuburan, berkat Allah, dan kehidupan rohani yang berakar kuat.


Pohon zaitun adalah pohon gurun dan tumbuh subur di tengah terik matahari. Di sinilah buah zaitun dipanen. Buah zaitun dipetik dari pohon dan diproses melalui serangkaian penghancuran ekstrem untuk menghasilkan bubur, kemudian diperas untuk mengekstrak minyaknya. Kita membaca tentang berbagai tokoh Alkitab yang berlindung di Bukit Zaitun, seperti Raja Daud dalam 2 Samuel 15 ketika ia pergi ke Bukit Zaitun sambil menangis, dan dalam Zakharia 14 ketika ia menubuatkan bahwa orang-orang yang dianiaya akan melarikan diri ke Bukit Zaitun ketika Yesus kembali. Yesus sering pergi dan melarikan diri selama hidup-Nya di bumi ke Bukit Zaitun untuk berdoa. Betapa indahnya tempat itu yang melambangkan kedamaian (merujuk kembali pada banjir masalah) di tengah kesulitan.


FUNGSI MINYAK ZAITUN 


Minyak zaitun memiliki berbagai makna. Ia adalah makanan, obat, memberikan kecantikan, mempersiapkan kita untuk berperang, dan memberikan kekuatan. Raja dan imam diurapi dengan minyak, yang dengan demikian merupakan tanda martabat dan tanggung jawab, dan juga kekuatan yang berasal dari Tuhan. Bahkan nama yang kita sandang sebagai "Kristen" mengandung misteri minyak tersebut. Kata "Kristen", sebenarnya, yang digunakan untuk menyebut murid-murid Kristus pada masa-masa awal Kekristenan non-Yahudi, berasal dari kata "Kristus" (Kisah Para Rasul 11:20-21) – terjemahan Yunani dari kata "Mesias", yang berarti "yang diurapi". Menjadi seorang Kristen berarti berasal dari Kristus, menjadi milik Kristus, milik Yang Diurapi Allah, kepada siapa Allah menganugerahkan kekuasaan raja dan imamat. Itu berarti menjadi milik Dia yang diurapi Allah sendiri – bukan dengan minyak materi, tetapi dengan Dia yang diwakili oleh minyak itu: dengan Roh Kudus-Nya. Dengan demikian, minyak zaitun secara khusus merupakan simbol dari pendalaman total "Manusia Yesus oleh Roh Kudus.


Bahan Bakar Penerangan


Minyak zaitun murni dipakai sebagai bahan bakar utama untuk menyalakan pelita di Bait Suci. Pelita ini harus terus menyala dari petang hingga pagi sebagai lambang kehadiran dan terang Tuhan di tengah umat-Nya (Imamat 24:2).


Dalam Alkitab, minyak zaitun disebutkan beberapa kali sebagai minyak yang digunakan untuk menyalakan lampu (Imamat 24:2; Keluaran 27:20). 


Minyak zaitun juga digunakan sebagai minyak urapan (Keluaran 30:23–25) dan sebagai bagian dari persembahan biji-bijian (Imamat 2:1–10). 


Raja-raja diurapi dengan minyak zaitun sebagai tanda bahwa mereka dipilih oleh Allah untuk memerintah (1 Samuel 16:1).


Sebagai bahan penting dalam resep minyak urapan, minyak zaitun digunakan untuk menguduskan para imam (Keluaran 29:7), tabernakel, dan semua perlengkapannya (Keluaran 40:9). 


Minyak zaitun juga digunakan dalam memasak. 


Pohon zaitun tumbuh di Israel (Ulangan 8:7–8), dan orang-orang di wilayah itu menggunakan minyak dari buah zaitun yang diperas seperti halnya orang-orang di budaya lain mungkin menggunakan mentega atau lemak hewan.


Minyak zaitun merupakan bagian penting dari budaya Yahudi karena banyak kegunaannya. Karena peran sentralnya dalam banyak aspek kehidupan Yahudi, minyak zaitun kadang-kadang digunakan sebagai simbol kekayaan, sukacita, dan kesehatan (Yeremia 31:12; Ibrani 1:9). Masa penghakiman digambarkan sebagai masa ketika "minyak zaitun habis" (Yoel 1:10).


Minyak zaitun untuk pelayanan Tabernakel, yang meliputi “minyak untuk penerangan (untuk lampu) dan rempah-rempah untuk minyak urapan” (Keluaran 25:6). Minyak itu haruslah “minyak zaitun murni yang diperas untuk penerangan” (Keluaran 27:20).


Minyak Zaitun digunakan untuk mengurapi para imam, kue-kue tanpa ragi untuk persembahan (Keluaran 29 ), Tabernakel, tabut perjanjian, dan banyak hal yang dipersembahkan kepada Tuhan. Minyak urapan kudus harus berupa minyak zaitun yang dicampur dengan rempah-rempah berkualitas. Resepnya kudus dan tidak boleh ditiru untuk penggunaan biasa jika dihukum mati ( Keluaran 30:23–33 ). Kemudian, raja-raja diurapi. Mesias (“yang diurapi”) adalah Raja segala raja ( Wahyu 19:16 ) dan “Imam Besar yang agung” ( Ibrani 4:14 ).


Nabi Zakharia menerima penglihatan tentang sebuah pelita (melambangkan Tuhan) dan dua pohon zaitun di setiap sisi pelita tersebut. Hanya terungkap bahwa kedua pohon itu melambangkan dua orang yang diurapi yang berdiri di sisi Tuhan seluruh bumi ( Zakharia 4:1–5 , 11–14 ). Dalam Wahyu 11 , lebih lanjut diungkapkan kepada Yohanes bahwa kedua saksi akhir zaman itu adalah “dua pohon zaitun dan dua pelita yang berdiri di hadapan Allah bumi” (ayat 4). Mereka akan bernubuat selama empat puluh dua bulan dan diberi kuasa besar untuk melakukan mukjizat (ayat 3–12).


Bersambung 


Joshua Ivan Sudrajat 

Komentar