Abraham Dan 30 Raja Keturunannya

Abraham Dan 30 Raja Keturunannya

"Inilah nama anak-anak Ismael, disebutkan menurut urutan lahirnya: Nebayot, anak sulung Ismael, selanjutnya Kedar, Adbeel, Mibsam, Misyma, Duma, Masa, Hadad, Tema, Yetur, Nafish dan Kedma. Itulah anak-anak Ismael, dan itulah nama-nama mereka, menurut kampung mereka dan menurut perkemahan mereka, dua belas orang raja, masing-masing dengan sukunya." - Kejadian 25:13-16

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,
Ketika angka 1 melambangkan Tuhan / Yang terutama, angka 3 melambangkan Tritunggal, angka 8 melambangkan awal yang baru, maka angka 12 melambangkan suatu kegenapan dari sebuah sistem atau administrasi atau siklus kehidupan yang diberkati atau direstui oleh Tuhan sendiri. Kita dapat melihat adanya 12 bulan dalam setahun dalam berbagai almanak (Masehi, Yahudi, Islam, Tiongkok, dll), 12 pintu gerbang, 12 suku baik Israel maupun Ismael. Pola 12 ini juga ditiru Iblis dalam berbagai bentuk dan untuk berbagai tujuan jahatnya. Sebagai contoh, untuk merangsang manusia melanggar aturan mengenai masa depan dengan jalan ramalan lewat 12 zodiak, 12 shio dan sebagainya.

Abraham, bapa orang beriman, dari padanya lahir total 30 suku besar atau dapat juga disebut 30 raja-raja besar. Enam raja pertama berasal dari seorang gundik bernama Ketura, dua belas raja berikutnya berasal dari keturunan Ismael, dan dua belas raja terakhir dari Ishak & Israel. Sebagai catatan, 30 suku atau 30 raja ini menggambarkan 30 makhluk di takhta Allah, yaitu 24 tua-tua dan (awalnya) 6 makhluk - serupa singa (karnivora / binatang buas), serupa lembu (herbivora / ternak), serupa manusia, serupa rajawali (unggas), serupa ular (reptil / makhluk yang merayap di bumi), yang mewakili hewan laut. Pada masa bumi baru dan Yerusalem baru dua makhluk sudah tidak ada, yaitu reptil & hewan laut.

Sekarang mari kita cermati. Bahwa Abraham membawa kehidupan 30 suku / raja melalui 3 orang wanita berbeda:
  • Dari Ketura, anak-anak Abraham lansung menjadi raja-raja di bumi.
  • Dari Hagar, cucu-cucu Abraham, anak-anak Ismael menjadi raja-raja.
  • Dan terakhir dari Sara, cicit-cicit Abraham, cucu-cucu Ishak dan anak-anak Yakub menjadi raja-raja yang menaklukkan dunia.
Dapatkah kita melihat perbedaan yang sedemikian jelas ini? Mengapa yang disebut umat pilihan memiliki "proses" paling panjang dan lama? Mengapa mereka yang sekedar umat "yang diberkati" memiliki proses lebih pendek? Bahkan dari Ketura, yang "proses"nya paling cepat, langsung muncul raja-raja itu.

Keturunan-keturunan dari Ketura, lahir dari kedagingan Abraham yang masih kuat, kemampuan ilahi yang di"manfaat"kan untuk nafsu pribadi. Walau Sara saat itu telah wafat, namun kejadian dengan Ketura bukan atas kehendak Tuhan yang sempurna. Sementara keturunan-keturunan dari Hagar, lahir dari jiwa yang lemah. Saat itu Abraham lebih berpihak kepada logika Sara daripada kesetiaan janji Tuhan. Namun keturunan-keturunan dari Sara, lahir dari iman dan roh yang taat, itupun ketika tubuh (daging) Abraham telah mati pucuk. Dan bahkan Sara telah mati haid.

Dengan gambaran tersebut, Tuhan hendak mengatakan bahwa segala sesuatu yang lahir dari daging sungguh-sungguh cepat namun mematikan. Sementara yang lahir dari roh yang kuat membutuhkan semua kematian daging, amat lama namun menghidupkan. Baik dari Ketura maupun dari Hagar, raja-raja tersebut lahir dengan mudah. Namun raja-raja dari pada Sara, lahir melalui berbagai proses yang amat menyakitkan daging. Proses-proses tersebut adalah:
  • Kematian daging Abraham dan Sara ketika mereka menjadi tua, mati pucuk & mati haid.
  • Kematian di gunung Moria, ketika Abraham mempersembahkan Ishak. Dan Ishak rela dikorbankan.
  • Kematian jiwa, bahwa Ishak tidak memilih perempuan-perempuan Kanaan bahkan dari saudara-saudara sepupunya pun tidak.
  • Kematian jiwa lainnya, bahwa Yakub pun tidak memilih baik perempuan-perempuan Kanaan, saudara-saudara dari pamannya, Ismael, juga dari sepupu-sepupunya yang dari Ketura. Serta proses didikan Tuhan baik di dalam rumah Laban maupun setelah keluar dari rumah Laban.
  • Kematian jiwa atas orang-orang yang amat dikasihinya, bahwa Yakub harus merelakan Rahel, Yusuf dan Benyamin.
Dan akhirnya Yakub dihormati Firaun yang saat itu adalah penguasa dunia bahkan dengan mata kepalanya sendiri, Yakub menyaksikan Yusuf menjadi penguasa Mesir yang paling dihormati.

Dengan Hagar dan Ketura ada banyak kekuatan manusia yang masih bercampur, namun dari Sara semua kekuatan manusia dilucuti sampai habis, bukan saja untuk menerima janji Tuhan, namun juga menerima penggenapan atas janji tersebut. Dengan demikian, kita juga perlu menyadari bahwa ketika Tuhan menjanjikan sesuatu kepada kita, itulah saatnya bagi kita untuk bersiap menerima proses "pelucutan" tersebut. Karena janji yang diberikan atas kehendak-Nya, maka sudah seharusnya kita makin mencari kehendak dan kebenaran-Nya, bukan mencari "tambahan"nya, seperti yang dilakukan oleh orang-orang dunia (Matius 6:33-34).

TANPA GOLGOTA YANG SEJATI, TAKKAN ADA MAHKOTA YANG ABADI

Komentar

Postingan Populer