Catatan Kotbah Daniel


catatan khotbah - Ev. Daniel Krestianto (AoC Bandung, 6 September 2011)



Yesaya 64:6
Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor; kami sekalian menjadi layu seperti daun dan kami lenyap oleh kejahatan kami seperti daun dilenyapkan oleh angin.

Kesalehan bisa diartikan sebagai perbuatan baik, atau sesuatu yang DIPANDANG ORANG terhadap diri kita kalau kita baik atau saleh.

Dalam Bahasa Indonesia yang lama, kain kotor di situ disebutkan sebagai kain bekas wanita datang bulan. Pada zaman dahulu kain itu tidak sekali pakai buang, tapi dipakai berkali-kali.

Kita diciptakan hanya untuk menggenapi dan menyelesaikan setiap bagian yang harus diselesaikan.
Setiap manusia punya visi dan misi (bagian dan tugas)

Kalau tiap pribadi mau masuk ke bagiannya dengan tepat, tidak ada lagi kegagalan, kemiskinan, kehancuran, tapi yang ada adalah Glory to the Glory.
Tapi kenapa sampai saat ini yang dihadapi manusia adalah kegagalan dan kehancuran? Karena tidak nangkep, tidak ngerti, dan tidak jalan dalam skenario yang sudah ditetapkan (artinya jalan sendiri, melakukan apa yang kita mau)

coba koreksi apa yang kita lakukan, sebenarnya untuk apa sih?
1. untuk penampilan
2. supaya diakui

Kadang kita lakuin sesuatu bukan jadi jalan untuk nama Tuhan dipermuliakan, tapi untuk kesenangan pribadi. Hal inilah yang membuat kita bisa jenuh, merasa capek (karena tidak hidup dalam jalan Tuhan)

Kalau kita berada di jalan Tuhan, Tuhan akan beri kekuatan ekstra
tadi pada waktu Pak Daniel dan timnya berdoa, Tuhan bilang: Nak, waktunya lari! Ini waktunya kerja keras, bukan waktunya diam, bukan mengenakkan badanmu dan kondisimu! Lari! Seberapa kau bisa berkorban dan untuk jadi jalan bagi Tuhanmu untuk berjalan, itu sesuatu yang luar biasa.

waktuNya sudah sangat singkat.. terlalu dekat..
ada yang tanya: kalau begitu Pak? aku ndak usah sekolah, tak pelayanan full aja. Pada saat engkau ambil keputusan seperti itu, firman ini harus engkau mengerti, apa yang kau lakukan itu tidak tepat, apa yang kau lakukan tidak berguna, semuanya nol. Justru karena waktuNya udah singkat, jadi harus hidup dalam ketepatan, harus sungguh2 di hati Tuhan, sungguh2 di hati Dia.
Jangan senangkan nafsumu, karena apa yang kau pandang benar belum tentu benar di hati Tuhan. Jangan bilang kalau pelayanan itu pasti baik, siapa bilang? Belum tentu!

Tapi kadang ada pelayanan yang sepertinya tidak ada orang yang memuji, mungkin bersihin karpet, ndak diakuin orang, tapi Tuhan bisa bangga, karena dia lakukan itu dengan kesetiaan.

Amsal 2:20-21 (BIS)
Karena itu anakKu, ikutilah teladan orang baik, dan hiduplah menurut kemauan Allah.
Sebab orang yang hidup menurut kemauan Allah, ia itu orang yang tulus hatinya, merekalah yang akan tinggal di negeri yang dijanjikan oleh Tuhan.

yang akan menikmati janji2 Allah > yang menurut kehendak Bapa
ndak buat jalan cerita sendiri, ndak jalan sesuai yang kita mau
banyak orang menderita, melarat, gagal, frustasi, jenuh > karena keluar skenario > kenapa keluar? karena menganggap apa yang dia lakukan itu benar di hadapan Tuhan

setan itu kerjanya kalo ndak menghambat, ya dorong
grup tari juga gitu, kalo lagunya itu, narinya itu, si setan bisa dorong > jadi masuk kerutinitasan > karena sudah biasa, pas lagu ini model narinya kayak gini.. Harusnya tanya Tuhan lagi..
sama dengan pemusik, asher, dll, semua yang dilakukan banyak yang rutin, akhirnya jenuh, bosen, abis rutin, dia bisa berkata-kata seperti ini: "kok sepertinya ndak ada kemajuan ya? aku sudah berbuat banyak, rasanya kok tidak ada kemajuan? rasanya kok Tuhan diem-diem aja?" Hati2, itu setan mulai berbicara dalam hidupmu.

ingat Kuncinya: hineni > prinsip hamba > hanya melakukan apa yang Tuan suruh dia melakukannya

setiap hari kita harus membiasakan diri untuk tanya sama Roh Kudus..
Hari2 ini Tuhan banyak ngomong sama Pak Daniel: Hari2 ini Tuhan sedih karena Banyak orang yang udah hidupnya dalam kerutinitasan sehingga kesempatan terbuang karena banyak pertimbangan (pikiran).
Coba kita introspeksi diri.. kalau sesuatu dalam hidup kita terobosannya seperti tidak terjadi2, berarti itu something wrong, seperti bangsa Israel di padang gurun 40 tahun

Beberapa hari yang lalu, Tuhan menerangkan sesuatu ke Pak Daniel: Kerajaan Surga itu seperti banyak jalan menuju Roma. Pak Daniel sempet kira itu dari setan, makanya diusir dalam nama Yesus, tapi Tuhannya malah ketawa, karena itu memang dari Tuhan.
anak2Ku itu Tuhan sodorkan jalan paling enak, harga yang dibayar paling enak, tapi mereka ndak mau, mereka mau bayar harga dengan caranya mereka sendiri, Tuhan ya tenang2 saja walaupun hati Tuhan sedih sedikit karena Tuhan udah kasih yang terbaik untuk kita, tapi kita ndak mau. Ya sudahlah ndak apa2, tapi Tuhan tetap tunggu kita di ujung.
Tuhan bilang: banyak kali Tuhan ingin menolong, tapi Dia ndak bisa, karena mereka sudah memilih jalannya sendiri.

banyak orang yang cuma bilang mau, tapi untuk bertindaknya tidak ada, hanya di mulut.

Amsal 2:22
but the wicked will be cut off from the land, and the unfaithful will be torn from it.(NIV)
tetapi orang jahat dan berdosa akan dilempar keluar oleh Allah dari negeri itu seperti rumput dicabut dari tanah.(BIS)

kita tidak ada yang bisa setia..
ngomong memang gampang.. manusia itu kalau berhadapan sama sesuatu yang dia sukai, belum kelihatan apakah dia benar2 setia atau ndak.. tapi kalau udah ketemu sesuatu yang dia dambakan, yang sudah didoain, tapi Tuhan bilang tidak, di situ baru kelihatan, sebenarnya kita ikut Yesus sebatas apa.

Tapi kuncinya di Yohanes 15
kita ada di dalam Tuhan, dan Tuhan ada di dalam kita..
kadang2 kita secara daging mau ngomong ya, tapi tiba2 jadi ngomong tidak.. inilah gunanya tinggal di dalam Tuhan dan Tuhan di dalam kita.
pengalaman Pak Daniel sama Pak Yusak dulu pas di jalan tol baru2 dibuat (baru jadi) mau ke Cikampek, pas malem belum ada lampu, Pak Yusak mau belok kanan, kecepatannya tinggi, jadi gas nya diangkat dikit.. tapi tiba2 kaki Pak Yusak injak rem sampai mobil berhenti, dan setelah berhenti, tiba2 ada trailer lewat.. Dan saat itu mereka bilang "kok bisa ya?" Tuhan bilang ya kuncinya yang tadi itu..

untuk tinggal di dalam Tuhan itu seperti apa?
hatimu harus tulus ikut Tuhan, harus sungguh2 liat hidupmu.. ndak cuma buka tangan, terima.. tapi harus ada usaha juga bersama dengan Roh Kudus.. benahi karaktermu.. banyak yang ikut Tuhan karena ingin kaya, ingin jodoh, ingin sukses, ingin apa yang dia inginkan sampai.. ingat, Tuhan tahu hatimu lebih daripada engkau sendiri kenal hatimu.
sebelum engkau alami proses, 99% tidak akan pernah motivasimu tulus dalam ikut Tuhan.
senangi yang namanya hajaran Tuhan... orang yang mau keluar cepat2 dari proses Tuhan, berarti orang itu belum senang yang namanya proses.. padahal proses itu akan membuahkan sesuatu yang luar biasa. seberapa engkau ingin diberkati, siapkan cawan sebagai tempat Tuhan taruh berkatNya.
jangan pernah bilang cukup, jangan cepet puas, karena kadang2 berkat membuat engkau "khilaf". Pada saat di puncak, kadang kita bisa lupa dengan proses yang kita hadapi sebelum sampai di puncak.
jangan bangga pada saat engkau di atas, karena suatu kali kita pasti akan di bawah lagi dan diproses lagi.

pada saat tadi setelah Pak Daniel dan pastoral berdoa, lalu Pak Daniel dan istrinya ke ruang Tabut, dan Tuhan mengingatkan tentang sepatu yang sudah Tuhan berikan di Cirebon, kita harus pakai sepatu itu, lari bersama Tuhan karena ada sesuatu yang besar di depan. jangan bilang capek, jenuh, kenapa bisa jenuh? karena engkau ndak menikmati sesuatu yang exciting yang Tuhan sudah kerjakan dalam hidupmu. sepertinya ndak baru, itu2 saja. Tapi di Firman udah jelas, setiap pagi adalah baru..

kalau kita ngerti tentang kata2 Tuhan yang terakhir: SUDAH GENAP, tiap kali kita melangkah, sebenarnya Tuhan akan selalu memperlengkapi kita, makanya jangan pernah minta fasilitas, karena ketika kita jan di jalannya Tuhan, semuanya sudah tersedia. nikmati dengan apa yang ada, maka kemuliaan demi kemuliaan akan menjadi bagianmu.

baca alkitab, dan ketahuilah kemauan Bapamu di Surga itu seperti apa? kita diciptakan untuk menggenapi semua yang sudah tertulis. contohnya di kitab Yoel udah banyak yang digenapi.
contoh: anaknya pak Daniel (Kezia) tiba2 bilang kalo ada murid baru, tiba2 besoknya pas di sekolah ada murid baru, padahal ndak ada yang ngasih tahu kalau akan ada murid baru..

cuma ada 2 jalan:
1. ikut Tuhan
2. Jalan sendiri > Firman ngomong suatu ketika engkau akan dicabut seperti rumput yang dicabut dari tanah
bisa jadi dalam arti yang lain: dibawa pulang dalam waktu yang cepat, daripada maju terus tapi ndak bisa apa2.. Tuhan sediakan semuanya yang terbaik.. untuk yang pulang duluan, jangan disedihkan, asal dia pulang dengan waktu yang Tuhan tentukan.

tentang pengangkatan:
kalau ndak diangkat ya ndak apa2, siap2 bayar dengan darahnya. Pak Yusak bilang ndak sakit, kalau bagi orang yang memang sudah ditentukan. jadi ditinggal karena sudah ditentukan, bukan karena ndak genap hidupnya. tapi kalo ndak genap hidupnya, ya ditinggal, ya bayar dengan darah karena udah milih jalan sendiri.
kita harus konsekuen, berani berbuat, berani menanggung harga di depannya.. jangan pernah jual Tuhanmu karena cinta, duit, pekerjaan, teman, dll.
ada lagi orang yang memang harus disiksa dulu sebelum meninggal, contohnya murid Tuhan Yesus, mereka harus bayar dengan harga darah yang mengucur untuk mendapatkan tempat yang tinggi di surga.

minta 1 hal: kesetiaan TOTAL agar kita bisa sampai garis akhir dan masuk dalam Kerajaan Surga. Belajar masuk skenarioNya Tuhan. ikuti saja..
ini bukan waktunya jenuh, ini waktunya lari.. tidak lihat mana upahku..
karena kalau makin kau dapat upah di dunia, hati2, apakah di surga juga benar2 dapet? tapi kalau ndak dapet apa2, kita tahu bahwa upah kita terjamin di surga..
kejar kebenaran yang sejati.. jangan lihat manusia.. jangan lihat hamba Tuhan.. karena engkau bisa kecewa dan mundur..
harus terus lihat Yesus..
ingat ke Surga tidak gandeng2an.. belajar introspeksi diri..

Komentar

Postingan Populer