Minyak Pelita

Minyak Pelita

Disalin dari buku: "Jalan Keimaman" - Ev. Daniel Krestianto



MINYAK PELITA
Sebagai imam Tuhan, dimana Roh-Nya tinggal dalam diri kita, berarti kita memiliki tugas dan tanggungjawab untuk menjaga pelita yang ada dalam diri kita tetap menyala.
Tidak bisa dipungkiri bahwa kita hidup di tengah-tengah dunia yang dipenuhi dengan kegealapan seperti yang tertulis di dalam kitab Yesaya: Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa(Yesaya60:2a);” sebab itu sebagai imam dan umat pilihan Tuhan, maka kita harus menjadi pelita-Nya yang tetap menyala di tengah kegelapan dunia ini, jangan malahan kita terbawa dalam kegelapan yang ada.
Pelita anda dan saya harus tetap berfungsi seperti yang Dia mau. Pelita yang terus menyala dalam hidup kita di zaman ini adalah api Roh Kudus; oleh sebab itu api Roh Kudus dalam hidup kita harus tetap menyala dan semakin berkobar, untuk itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan:
           
1.  Sumbu Pelita
Amsal 4:23
Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.
Sumbu di sini berbicara tentang hati; disinilah kita harus benar-benar memperhatikan dan menjaga hati kita. Cerminan hati kita sangat menentukan sekali apakah pelita kita tetap menyala atau tidak. Jika hati kita penuh dengan kepahitan, kedengkian, amarah, dendam, iri hati dan segala yang jahat dan bersifat keduniawian sudah dapat dipastikan akan membuat api dalam diri kita redup bahkan lama-kelamaan api tersebut akan mati. Kita harus benar-benar menjaga hati kita supaya tetap sesuai dengan apa yang Tuhan mau. Jangan pernah kita biarkan pelita hati kita redup bahkan menjadi mati. Kita harus benar-benar serius dengan perkara hati kita, dan jangan membiarkan sesuatu yang sepele yang bisa merusak hati kita.
2.  Memperhatikan Kesediaan Minyak di dalam Pelita    

                Minyak di dalam bait suci salomo harus selalu diperhatikan supaya tidak sampai kering. Seperti kita tahu bahwa minyaklah yang menentukan api dalam pelita akan menyala atau tidak. Minyak di sini berbicara tentang pengurapan dari Tuhan, selain itu dapat juga diartikan sebagai hubungan pribadi/ keintiman kita dengan-Nya.
Minyak ini harus selalu kita minta kepada Tuhan untuk Ia terus memenuhkan hidup kita. Pengurapan dari hubungan keintiman kita dengan Tuhan akan terus membuat hidup kita senantiasa mengalirkan minyak yang akan membuat pelita hidup kita terus menyala. Pengurapan dari Tuhan yang terus mengalir dalam hidup kita akan membuat kita tetap mampu berjalan mengikuti setiap hentakan kaki-Nya.

Komentar

Postingan Populer