I Will Not Fear Joyce Meyer

Festival of Life                           

Jan. 19, 2013

By Joyce Meyer

Jurnalis : Jean O Berlin C

                                                                                                  
                                                        

I will not fear.              

                                                                                                                                                                     God has something for me to do. Tuhan mempunyai sesuatu buat saya untuk dikerjakan. Namun untuk bisa menuntaskan apa yang Tuhan ingin kita kerjakan, kita harus tahu bagaimana caranya. Bagaimana caranya? Jawabannya adalah: Jadilah berani dan teguhkanlah hatimu. Tidak takut. Kita semua, tanpa terkecuali, tentu pernah takut. Kata takut dalam bahasa Inggris berasal dari kata: FEAR. Akronim dari FEAR adalah: “False Evidence Against Reality” yang berarti “Bukti yang Salah Bertentangan dengan Realita/kenyataannya”. Ketika kita takut, itu adalah sebuah kebohongan dari iblis. Itu salah. Yang kita takutkan padahal belum tentu terjadi. Kalaupun itu terjadi kita tetap tidak takut. Paulus memperingatkan Timotius yang masih muda dalam pelayanannya di 2 Timotius 1 : 7 Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.” Tidak ada ketakutan melainkan kekuatan, kasih dan ketertiban. Raja Daud mendeklarasikan: “Aku tidak akan takut, apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?” (Mazmur 118:6)

 
Pertama kali saya berkotbah dihadapan orang banyak adalah waktu saya menjadi salah satu pembicara di sebuah konferensi. Waktu itu ada sekitar 900 orang yang hadir. Waktu itu saya begitu gentar dan tidak percaya diri. Itu adalah pertama kalinya saya berbicara didepan banyak orang. Ditambah lagi pembicara-pembicara lainnya adalah pendeta dan gembala sidang yang punya nama dan punya gelar akademis. Sementara saya tidak pernah sekolah Alkitab dan mungkin saya belum pernah dikenal oleh orang-orang di konferensi itu. Waktu itu saya begitu gugup. Suara saya begitu kecil dan saya hampir tidak berani mengeluarkan suara. Saya harus buat keputusan. Mempercayai Tuhan dan terus berkotbah atau menyerah, turun dari mimbar, keluar dari ruangan tersebut dan kembali ke kota dimana saya tinggal. Akhirnya saya memutuskan untuk membuka mulut saya. Dan waktu saya mulai membuka mulut saya, keberanian mulai keluar dan saya bisa berkotbah dan berbicara dengan lancar. Mulut saya akhirnya tidak bisa berhenti berbicara. Saya memilih untuk tidak mundur dalam ketakutan. Kita masih ingat kejadian 12 murid Yesus yang ada dalam perahu (Matius 14:22-33). Waktu itu murid-murid melihat Yesus, yang dikira hantu, berjalan diatas air, namun hanya satu murid, yaitu Petrus yang memutuskan untuk melangkah keluar dari perahu. Murid-murid yang lain berteriak takut, namun hanya Petrus yang berani melangkah keluar. Keputusan ada ditanganmu, tetap dalam perahu atau melangkah keluar dengan berani. Tuhan tidak terbatas. Tapi engkau harus berani melangkah keluar dari perahu.

Seorang nabi dari Afrika, saya tidak kenal secara pribadi, bernubuat bahwa acara Festival of Life di Jakarta akan menjadi sangat dashyat, ditengah-tengah banjir di Jakarta. Tuhan akan mematahkan roh ketakutan. Jangan memperhatikan apa yang kelihatan dengan mata jasmanimu. Lihat ada kuasa yang mematahkan ketakutan didalam dirimu. Saya berdiri disini bukan sekedar berbicara dihadapan Anda semua, namun saya ingin “mentransfer”kuasa pada generasi ini. Ada impartasi kuasa buat generasi ini. Setiap benteng-benteng dipatahkan. Semakin engkau mengasihi , berbelaskasihan, semakin berkuasa hidupmu. Jangan takut sebab aku menyertaimu. Jika Allah besertaku, siapa yang bisa melawan aku.
 Ada seorang wanita yang begitu takut hidupnya. Dia takut dengan kegelapan. Takut mengendarai kendaraan. Takut berteman. Begitu tersiksa hidupnya karena ketakutan. Karena itu mulailah lakukan meskipun engkau takut. Start doing afraid. Ketika engkau takut, jangan kabur dan lari. Lakukan meskipun engkau merasa takut. Saya bisa menjadi takut karena acara Festival of Life bisa gagal karena banjir yang mengancam. Apakah banjir akan membuat saya takut? Saya berkata:” Engkau iblis ketakutan, engkau tidak akan mengendalikan hidupku.”

37 tahun yang lalu saya dipanggil masuk kedalam pelayanan. Tidak ada yang mendukung saya. Keluarga saya tidak mendukung. Begitupula dengan teman-teman saya. Saya kehilangan teman-teman saya di usia yang masih muda. Ditambah lagi di Amerika dizaman itu wanita tidak dipandang untuk menjadi seorang pengkotbah. Wanita tidak seharusnya berkotbah. Hal itu tentu saja bisa mematahkan semangat saya. Hati saya bisa ciut seperti balon yang kempes, semakin mengecil, mengecil dan mengecil. Tapi saya percaya bahwa Tuhan punya sesuatu yang besar di hidup saya.  Saya percaya firman Allah di Kisah Rasul 5:29:
“Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: "Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia.” Taat pada Tuhan daripada kepada manusia kalau itu bertentangan dengan firman Tuhan. Beranilah untuk mengikuti firman Tuhan yang ditaruh dihatimu.

Usia saya 70 tahun tahun ini. Bagaimana jika saya mengikuti perkataan keluarga, teman-teman, dan lingkungan yang tidak mendukung saya? Saya tidak akan berdiri disini sekarang. Saya tidak pernah menyesali keputusan saya untuk berani menjawab panggilan Tuhan dalam hidup saya. Saya menang atas ketakutan. Jika saya bisa menang, engkau juga bisa menang atas ketakutan. Jangan biarkan apa yang orang lain lakukan kepadamu membuat engkau menjadi menderita. Dalam Galatia 1:10 Paulus bertanya kepada jemaat disana: “Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus.” Apakah kita mau populer dimata manusia? Kalau Paulus mau jadi populer dimata manusia dia tidak akan mejadi rasul yang menjungkirbalikkan dunia. Engkau harus populer dan reputasimu diakui surga, bukan manusia. Keputusan saya untuk berani meninggalkan segalanya membuat saya kehilangan banyak hal. Teman-teman saya meninggalkan saya, namun sekarang saya punya jutaan teman diseluruh dunia. Keluarga saya menolak saya karena keputusan saya, tapi sekarang saya punya keluarga besar, keluarga dalam Tuhan. Saya bayar harganya!
  
God has access through faith. Devil has access through fear.” Imanmu adalah akses untuk Tuhan bekerja. Ketakutanmu adalah akses untuk iblis bekerja.  Kata “Jangan takut!” adalah perintah yang paling sering diulang didalam Alkitab. Faktanya, telah dikatakan bahwa ada 365 kata “Jangan takut!” didalam Alkitab — satu kata untuk setiap harinya hingga sepanjang tahun yang adalah 365 hari. Tuhan tidak ingin kita melewati satu haripun tanpa mendengarkan kata-kata penghiburan, “Jangan takut!” Syukur pada Tuhan karena kita perlu diingatkan untuk “Jangan takut!” dan percaya pada Tuhan setiap hari.
Apakah cara yang paling cepat agar kita tidak takut gagal dan langsung bangkit? Saya minta maaf dan saya melanjutkan hidup saya. Saya bisa salah. Tapi saya tidak akan berhenti. Lebih baik saya mencoba dan salah daripada tidak perbah mencoba sama sekali karena takut gagal.   

Saya berdoa ada urapan baru yang membuat kita menjadi berani dan tidak takut. Ada tingkat kepercayaan diri yang baru. Waktu ketakutan datang, kita berkata: Aku tidak akan takut. Engkau punya mimpi? Itu tidak akan pernah menjadi kenyataan kalau engkau takut. Kalau engkau takut mencoba, takut gagal. Kalau engkau takut, saya berdiri disini membuktikan bahwa engkau tidak perlu takut. Saya tidak menyerah 37 tahun yang lalu. Buktinya saya masih disini. Saya tidak berhenti.Tuhan bilang pada saya pergilah ke Indonesia. Dan saya tidak takut kalaupun iblis menyerang seperti banjir yang mengancam sekarang. Buktinya acara ini masih berlangsung. Saya berdoa agar hujan berhenti dan hujan berhenti. Elia adalah manusia biasa dan dia sungguh-sungguh berdoa agar tidak turun hujan. (Yakobus 5 : 17)

Sekarang musuh dikalahkan karena saya tidak takut. Ada keberanian yang lebih besar. Keberanian ini membuat saya berkata bahwa setelah Indonesia saya akan pergi ke Cina. Beberapa kali saya coba untuk masuk ke Cina, tapi tidak berhasil. Tapi semakin orang bilang tidak bisa itu membuat saya lebih semangat lagi.

Saya dilecehkan secara seksual selama 18 tahun oleh ayah, dan keluarga saya. Ibu saya tidak menolong waktu saya dilecehkan secara seksual. Ibu yang harusnya menolong saya dengan penuh kasih hanya membiarkan saya begitu saja. Ayah yang harusnya melindungi saya tapi malah melecehkan saya. Saya menikah dengan seorang laki-laki karena saya pikir suami saya bisa menjaga dan mengasihi saya. Ternyata tidak. Kasih itu tidak saya dapatkan. Waktu saya hamil pertama, dan keguguran, mantan suami saya malah mabuk-mabukan dan pergi dengan wanita lain. Waktu saya hamil kedua, dia malah meninggalkan saya dan pergi dengan wanita lain begitu saja –dalam keadaan hamil. Betapa hancurnya hidup saya.

Akhirnya ada seorang pria, suami saya sekarang (Dave Meyer), yang mau menerima saya dalam keadaan hancur dan meski saya hamil. Dan akhirnya kami menikah. Tuhan mengasihi saya walau hidup saya hancur. Saya mau berkata bahwa engkau yang masih lajang Tuhan akan membuat suatu “Divine Connection”, (Koneksi yang Ilahi) Dia akan menghubungkan seseorang spesial yang tepat untuk masuk dihidupmu. Izinkan Tuhan membawa orang yang tepat kedalam hidumu. Kalau saya yang hancur saja masih dipertemukan Tuhan dengan pasangan hidup saya, apalagi engkau yang hidupnya mungkin tidak mengalami yang saya alami. Engkau harus percaya. Yang menyenangkan Tuhan adalah imanmu. Bapa disurga berkata: ”Inilah AnakKu yang Kukasihi kepadaNyalah Aku berkenan.” Tuhan berkenan kepadamu. Dia tidak akan pernah berhenti mencintaimu. Tuhan tidak marah kepadamu.  Tuhan akan memberikan pekerjaan yang kau butuhkan. Pasangan ilahi untukmu. Jangan suarakan ketakutanmu dan berkata:”Oh, saya tidak akan punya pekerjaan.” Tidak ada orang yang mau menikah dengan saya. Suarakan imanmu!” Tuhan akan mengurusi hidupmu.                                                                          

Setelah Musa mati , Yosua diperintahkan Tuhan untuk menggantikan Musa memimpin bangsa Israel ke tanah perjanjian.  Pernahkah engkau berpikir jika engkau menjadi Yosua? Apa yang akan kau rasakan? Kalau saya jadi Yosua saya bisa menjadi takut. Kenapa? Musa adalah hamba Tuhan yang sangat penuh kuasa Tuhan. Dia membelah laut Teberau. Berbicara dengan Tuhan seperti seorang teman. Ada banyak mujizat didalam hidup Musa. Yosua bisa saja minder dan merasa tidak percaya diri. Apakan saya bisa seperti Musa? Bagaimana kalau bangsa Israel tidak menyukai saya karena saya tidak sebaik Musa? Namun Yosua tidak kecut dan tawar hati karena Tuhan berfirman: “Seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau; ... Kuatkan dan teguhkanlah hatimu.” (Yosua 1 : 5 - 6)  Tidak masalah jika engkau tidak punya bakat dan talenta yang hebat seperti orang lain. Jika Tuhan bersama denganmu, itu lebih dari cukup. Jika engkau mempunyai Tuhan, engkau mempunyai semua yang kau butuhkan. Seorangpun tidak akan dapat bertahan menghadapimu. Kata “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu.” dalam bahasa Inggris adalah Be strong and courageous!” artinya “Jadilah kuat dan berani!” Jangan fokus lihat sekelilingmu. Fokuslah kepadaKu, firman Tuhan. Berhati-hatilah untuk tidak hanya melihat sekelilingmu. Engkau bisa patah semangat. Waktu Daud menghadapi Goliat, dia melihat Goliat dan berlari. Larilah dengan cepat waktu Tuhan menyuruhmu. Apa hebatnya Daud dibanding Goliat, sampai-sampai Goliat berkata: ”Anjingkah aku sehingga engkau mendatangi aku dengan tongkat? (1 Samuel 17:43)
Daud tahu ditangan Tuhanlah pertempuran. Tentu Goliat tidak ada apa-apanya dibandingakan nama Tuhan Semesta Alam.

Abraham punya mimpi, mempunyai seorang anak diusia yang mustahil, 100 tahun. Sarah 90 tahun. Tidak mungkin. Bagaimana kalau seandainya Abraham hanya melihat dirinya yang sudah mati pucuk, melihat Sarah yang sudah menopause? Mustahil.

Namun Abraham keluar dari kemahnya. Tuhan bilang: “Lihat bintang-bintang dilangit!” Ketika Abraham melihat bintang dia tahu bahwa Tuhanlah yang menciptakan bintang-bintang itu. Dan Tuhan berkata: “demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.”

Keluar dari kemahmu! Jangan tinggal dimasalahmu. Engkau punya visi, lihatlah kepada Tuhan. Kalau visi itu mustahil maka Allah yang akan mengerjakannya dihidupmu.


Saya hanyalah wanita biasa sepertimu. Namun saya berani keluar melangkah dari perahu. Keluar dari kemah kenyamananmu. Saya tidak tunduk terhadap ancaman. Tidak terlambat untukmu memulai suatu visi yang baru. Ingat cerita Abram dan Lot. (Kejadian 13: 1-18)Tuhan berkata: “Abraham pandanglah sekelilingmu! Seluruh negeri yang kau lihat akan kuberikan kepadamu. Jangan lihat masalahmu! Tapi lihat apa yang Tuhan sediakan buat engkau. Tuhan berjanji di Yoel 2:28 bahwa Dia akan mencurahkan RohNya. Orang tua akan bermimpi. Anak-anak muda akan mendapat visi. Saya mungkin sudah tua. Tapi saya masih bermimpi.Saya tidak membicarakan masa lalu. Katakan “selamat tinggal masa lalu. Selamat tinggal ketakutan.” Saya berdoa engkau punya hati seorang penuntas, “Heart of a Finisher.” Saya tidak takut. Saya tidak mau berhenti. Lawan ketakutanmu.                                                                                                                                               


Tuhan menyertaimu. Amen!

Komentar

Postingan Populer