Paksakan Rencana Tuhan Dalam Hidup ku

Paksakan Rencana Tuhan Dalam Hidup ku

Ev Yusak Tjipto Purnomo

 

Hasil gambar untuk Yusak Tjipto


Saat Petrus sedang gagal saat setelah penyangkalan Tuhan Yesus hingga 3 kali, dia mau balik ke kehidupan lama tetapi tidak berhasil. Keadaan kita sekarang sama seperti Petrus saat melihat Tuhan dan segera nyebur ke danau untuk menyongsongnya.
Minta paksakan rencana dan kehendak Tuhan dalam hidup kita.
YOHANES 21:15
Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?” Jawab Petrus kepada-Nya: “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.”
Ukuran Tuhan tentang mengasihi beda dengan yang kita maksudkan. Ayah Pak Yusak yang rajin berdoa, rajin baca alkitab, rajin pelayanan tetap punya ikatan dengan mammon. Kita ini punya watak dan perangai yang gak ada yang benar di hadapan Tuhan, kesombongan kita, keakukan kita ? Tidak ada seorangpun di dunia ini yang bisa melepaskan diri dari keterikatan kecuali Tuhan Yesus. Kita harus menyerah secara total, tinggalkan semua secara total. Ingat tulisan Salomo, semuanya sia-sia.
Kita harus benar-benar Tuhan dengan cara menyerah total kepada Tuhan. Serahkan ke-akuan, kehendak dan keinginan ke tangan Tuhan, ijinkan orang lain untuk menuntun kita. Berikan kerendahan hati dan menyerahkan semua ke tangan Dia. Siapkan diri supaya tetap layak dan tidak kecewa.

YOHANES 20
21:15 Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?” Jawab Petrus kepada-Nya: “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.”
21:16 Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Jawab Petrus kepada-Nya: “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.”
21:17 Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: “Apakah engkau mengasihi Aku?” Dan ia berkata kepada-Nya: “Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.
21:18 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki.”
21:19 Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: “Ikutlah Aku.”
Yohanes menulisnya Simon Petrus, tetapi Tuhan Yesus memanggilnya Simon anak Yohanes (ASLInya Simon anak Yunus – Simon bin Jonah) Apa yang manusia lihat dan apa yang Tuhan lihat seringkali berbeda. Bila nama diubah Tuhan biasanya tidak kuat membawanya. Ingat saat Tuhan memberitahukan penderitaannya Petrus berusaha menggagalkan ..then dapat ‘enyahlah Iblis.’
SIMON artinya BULUH. Simon bin Yunus, Yunus artinya Merpati simbol Roh Kudus. Petrus boleh memulai segala sesuatu asal tahu diri asal di bawah naungan Roh Kudus sendiri. Kita masih jadi orang yang gampang diombang-ambingkan perasaan, apa yang kita lihat, apa kata orang. Inget .. TUHAN mau kita jadi orang yang tahu diri, HARUS dalam BIMBINGAN ROH TUHAN. Kita harus tahu diri. TAHU DIRI itu agak susah ya,
* Orang yang gampang menghakimi
* Hidup dalam kebenaran diri sendiri
* Tidak mengerti bahwa semua yang kita terima adalah anugerah Tuhan
makanya Tuhan panggil KAMU Simon si buluh yang gampang di ombang-ambingkan tetapi INGET ada ROH KUDUS di dalam diri kita. Baca teks aslinya, pertanyaan Tuhan kepada Simon adalah apakah engkau AGAPE dengan AKU ? Petrus adalah orang yang berani mendampingi hingga penjara, memotong telinga, berjalan beberapa langkah di atas air … Simon masih belum berani menjawab, jawaban aslinya adalah ya Tuhan aku hanya PHILEO dengan ENGKAU. Kemudian ditanya lagi .. hai kamu buluh yang ada roh kudus di atasmu, apakah engkau Agape dengan aku, Simon menjawab aku hanya phileo dengan Engkau, Simon tahu diri tidak bisa memberikan agape. Yang ketiga .. hai buluh yang ada roh kudus di atasmu, apakah engkau PHILEO kepadaKU, Simon menjawab hanya punya PHILEO kepada Tuhan. Itulah kemudian Tuhan berkata saat masih muda kita bisa kemanapun kita suka, tetapi saat kita berumur Roh Kudus akan membawa kita hingga mencapai maksud Tuhan.
Tuhan akan mengajak Simon berjalan mulai di tingkatan yang dipunyai oleh Simon. Tuhan mau ajak kita jalan di tingkatan dimana kita berdiri.
Jadikan sesuatu yang ENGKAU simpan dan berharga di hatiMu. Dari bawah di bawa, tahu diri, jadi etalase hingga disimpan karena sangat berharga.
Selama ini kita berkata TUHAN aku ingin menyenangkan dan menyukakan hatiMu, ternyata ada tingkatan lagi [Kidung Agung 6:12-13 ..Tak sadar diri aku; kerinduanku menempatkan aku di atas kereta orang bangsawan. Kembalilah, kembalilah, ya gadis Sulam, kembalilah, kembalilah, supaya kami dapat melihat engkau! Mengapa kamu senang melihat gadis Sulam itu seperti melihat tari-tarian perang?] Harus sampai ke level dimana Tuhan terpesona dengan kita seperti di Kidung Agung 7
Simon yang di atasmu ada Roh Kudus Engkau tahu diri, AKU akan turun dan membawa engkau.
JADILAH orang yang TAHU DIRI, dari orang PHILEO ke AGAPE, dari orang yang sak geleme dhewe mau ngikut roh Tuhan.
Ijinkan ROH TUHAN yang membawa kita. Biarkan Roh Kudus yang membuka mata kita. ROH KUDUS tarik dan pegang hidupku, paksa aku ke tempat yang Tuhan mau !!

Komentar

Postingan Populer