Musim Menuai

Musim Menuai



Menanggulangi benih si Jahat yang sudah terlanjur 'masuk, tertabur' dalam kehidupan kita tidaklah sesederhana mengucapkannya (Mat 13:24-30).

Dibutuhkan kerjasama antara orang yang bersangkutan dengan Roh Kudus, kesadaran diri dari orang yang bersangkutan bahwa dorongan untuk bereaksi, berbagai pemikiran yang melintasi pikiran & berbagai gejolak emosi negatif yang ada adalah merupakan manifestasi dari benih lalang yang di taburkan oleh si Jahat ke dalam hidupnya.

Tanpa ditanggulangi secara tuntas, benih-benih si Jahat akan dapat berperan aktif dalam ikut membentuk/ mencetak nature & karakter seseorang.

1. Benih lalang di taburkan musuh di saat semua orang tidur (Mat 13:25)

Tidak dapat disangkali, seringkali Musuh dengan lihai dapat memanfaatkan moment-moment disaat kita sedang lengah/ tidak waspada. Melalui percakapan dengan teman/ orang yang kita jumpai, bacaan yang kita baca disaat sedang menunggu seseorang/ tulisan yang sambil lalu sempat terbaca, melalui tontonan/ berbagai rumor yang kita simak di media sosial dan lain-lain. Ada banyak situasi, peristiwa & kesempatan yang dimanfaatkan oleh

Musuh untuk menaburkan benih-benih lalang. Memang benih tersebut tidak akan bisa bertumbuh/ langsung memunculkan dirinya selama kita terus hidup dalam level kepenuhan Roh; biasanya 'benih itu' akan terus menunggu moment dimana dalam kesembronoan yang kita lakukan, mulai muncul beberapa perbuatan daging dalam hidup kita (Gal 5:19-21) dan dari situlah 'benih lalang' tersebut akan terus berupaya mencemari & merusak/ membunuh kodrat Ilahi yang sedang terus Tuhan tumbuhkan dalam kehidupan sehari-hari kita (2 Pet 1:3-4)

2. Benih lalang & benih gandum akan tumbuh bersama-sama & benih lalang baru bisa ditanggulangi disaat panen tiba (Mat 13:26-30)

Terkadang kita bisa merasakan hati Roh Kudus yang gundah/ bersedih karena menyaksikan bagaimana kehidupan kita seperti membawa dua jenis kehidupan yang berbeda satu sama lain - disuatu waktu, kita jadi seseorang yang begitu berkobar-kobar dalam mencintai Tuhan; tapi di waktu yang lain, sepertinya dengan mudah Musuh dapat menjatuhkan kita dalam dosa hanya karena godaan yang sangat sepele... Sepertinya, tidak peduli seberapa jauh kita sudah mempraktekkan pelajaran 'Membangun manusia roh', dengan mudah Musuh bisa menjatuhkan kita kembali dan lagi serta berulangkali...

Seakan-akan tidak ada kuasa dari kehendak bebas yang bisa kita pakai untuk menolak godaan dari si Jahat....

Hal tersebut disebabkan karena adanya 'benih lalang' didalam hidup kita; ketika 'musim menuai' tiba, Musuh jadi merasa memiliki hak untuk 'menuai apa yang sudah ia taburkan' ke dalam hidup kita...

a. Hadirnya 'musim menuai' adalah justru moment untuk menaklukkan si Jahat yang sudah menaburkan benih tersebut.

Majikan pemilik ladang mengatakan kepada hambanya: biarkan saja benih gandung & lalang tumbuh bersama-sama; nanti disaat tiba musim menuai barulah diambil tindakan (Mat 13:30)

Musim menuai yang dimaksud adalah moment disaat 'benih lalang tersebut'  mempergunakan berbagai peristiwa negatif yang kita alami dalam hidup sehari-hari untuk dapat memanifestasikan dirinya lebih lagi dan mengkondisikan diri kita untuk mengalami kejatuhan.
Misal: Tanpa kita sadari telah tertabur 'benih perselingkuhan' dalam hidup kita.

Benih tersebut tidak akan pernah bertumbuh & memunculkan dirinya selama hidup kita terus dilingkupi realita hadirat Tuhan & kehidupan keluarga kita baik-baik saja. Biasanya, benih perselingkuhan akan mulai mendapatkan 'unsur-unsur yang ia butuhkan untuk bertumbuh' disaat kita mulai menyimpan kekecewaan terhadap pasangan kita/ mengalami rusaknya jalur komunikasi yang sehat dengan pasangan.

Ditambah jika lingkungan disekitar kita ada cukup banyak 'godaan' dari lawan jenis, hal ini akan ikut memperparah 'kondisi peperangan' yang harus kita hadapi. Akan ada banyak pemikiran cabul, imajinasi najis yang secara masif makin sering berseliweran dalam pikiran kita, mematangkan 'kuasa keinginan' untuk mengambil alih 'akal sehat' & 'pertimbangan alkitabiah' yang selama ini menahan kita untuk melakukan perbuatan bodoh: menjatuhkan diri dalam kubangan dosa.

b. Waspadai segala jenis pemikiran yang melintasi pikiran & gejolak emosi negatif.

Disaat benih lalang 'makin matang & siap dituai', kita akan mendapati bagaimana pikiran kita akan terus dibombardir dengan berbagai pemikiran, imajinasi, keinginan & dorongan yang mengkondisikan diri kita untuk 'melakukan/ memanifestasikan keinginan daging' yang bangkit untuk mengambil alih kehidupan kita. Yang seharusnya kita lakukan disaat itu adalah segera memperkatakan firman & mematahkan kekuatan keinginan daging yang berupaya memanifestasikan diri. Disaat kita teruss memperkatakan firman sambil berkata-kata dalam bahasa roh secara meluap-luap sampai kita kembali merasakan ketenangan, damai sejahtera - bersama Roh Kudus kita kembali memegang kendali atas diri kita, barulah kita mengetahui bahwa peperangan telah kita menangkan - benih perselingkuhan telah berhasil kita cabut dan hancurkan dari hidup kita.

Terus lakukan hal ini sambil secara konsisiten kita membangun pola Ilahi & dimensi keakuratan di setiap area kehidupan. Saya yakin, Tuhan akan terus menolong kita untuk menaiki level kemuliaan yang lebih dahsyat dalam kita mengikut Dia...#AkuCintaTuhan (Ps. Steven Agustinus)



Kotbah Ps. Steven Agustinus berjudul "IKATAN  JANJI"  dan risalah kotbah minggu 12 Febuari 2017 berjudul "KEBANGKITAN  ANAK  KERAJAAN" sudah di upload ke apk. Daily devotion.

Dapatkan segera aplikasi Daily Devotion Anda dan Download langsung Khotbah "Ikatan Janji" dari Ps. Steven Agustinus http://bit.ly/2jBO19D

Atau masuk ke Playstore lalu search : Steven Agustinus.

Komentar

Postingan Populer