Jalan Orang Benar

Jalan Orang Benar


Yesaya 26:7  Jejak orang benar adalah lurus, sebab Engkau yang merintis jalan lurus baginya.
Amsal 4:11  Aku mengajarkan jalan hikmat kepadamu, aku memimpin engkau di jalan yang lurus.

Ternyata, Tuhan tidak pernah berniat menuntun kita ke dalam persimpangan jalan. Sebab tidak ada persimpangan jalan bagi Tuhan.  Persimpangan jalan hanyalah filosofi kiasan dunia yang membuat kehidupan terkesan lebih dramatis.

Dan hal itu terjadi karena hati kita yang sedang mendua. Sebab hati yang bercabang pasti menciptakan persimpangan jalan.

Contoh sederhana dari maksud diatas : Saat bangun dipagi hari ada banyak pilihan aktivitas kegiatan yang akan kita lakukan. Kecenderungan hati ternyata sangatlah menentukan pengambilan keputusan kita. Jika hati kita hanya mencintai Tuhan, maka pastilah kita akan datang sujud menyembah dihadapan Tuhan sang Raja. Tapi jika hati kita sedang bercabang, maka tibalah kita dipersimpangan jalan pengambilan keputusan, ingin tidur kembali atau sibuk dengan aktivitas lainnya.

Disinilah letak pergumulan yang sering kita hadapi. Kalaupun kita akhirnya mengambil keputusan berdoa dan menyembah Tuhan, namun sesungguhnya hati kita sempat mendua. Karena sebenarnya berdoa dan menyembah Tuhan tidak perlu membuat kita sampai bergumul jika kita hanya mencintaiNya dengan segenap hati. Justru itu menjadi kesukaan kita.

Contoh kasus lainnya : Membaca firman dan mendeklarasikannya tiap jam. Inipun hampir selalu menjadi pilihan yang memberatkan. Kenapa berat? Karena tanpa sadar hati telah bercabang. Sehingga terciptalah dua jalan yang harus kita pilih. Jalan ketaatan atau jalan ketidaktaatan.

Walaupun kita akhirnya memilih untuk taat, tapi ketaatan tersebut diawali oleh sikap yang tarik menarik dengan keinginan Roh.

Saya menyadari, dua prinsip diatas, yaitu persekutuan yang hidup dengan Tuhan dan mendeklarasikan firman perjam merupakan prinsip yang sangat menentukan jalan kehidupan kita kedepan. Jika dua hal tersebut saja hati kita masih bercabang dalam melakukannya, maka kehidupan kita pasti akan selalu dipersimpangan jalan yang membingungkan dan sarat godaan terjerat tipu daya iblis. Tapi sebaliknya, jika kita konsisten (sukacita, sungguh, dan bertekun) menjaga hati tetap mencintai Tuhan saja,  maka jalan hidup kita akan diluruskan. Maksudnya adalah: kita tidak perlu melewati jalan hidup yang penuh pencobaan dan pergumulan yang disebabkan oleh karena ketidaktaatan kita sendiri seperti bangsa Israel yang berputar putar dipadang gurun.

Selama ini orang beranggapan, hidup itu sudah sewajarnya ada masalah dan pencobaan, berliku - liku, hidup itu seperti roda, hidup itu harus memilih ke kanan atau ke kiri. Tapi jika kita melihat prinsip kebenaran, sesungguhnya tidaklah seperti itu.

Orang benar akan terus naik dan jalannya lurus!! Maksudnya diri kita akan otomatis melakukan segala prinsip kebenaran dengan cepat dan sukacita. Sehingga tidak akan ada masalah (akibat ketidak taatan) yang terus melanda kita. Jadi sebenarnya kehidupan orang percaya itu harusnya sama seperti Yesus di bumi, taat kepada Bapa, sehingga keberadaan kita menjadi solusi bukan menjadi masalah. Dan tanda - tanda keajaiban pun akan menyertai kita guna menaklukkan sistem dunia yang mengikat kehidupan banyak orang.

Sudah sewajarnya tidak ada lagi keruwetan dan masalah dalam segala aspek kehidupan yang ada. Jalan hidup kita tidaklah berbelok belok melainkan lurus dan semakin bersinar terang!! Semua itu dimulai dari kesukaan akan persekutuan denganNya dan firmanNya. Pastikan,  kita tidak ada di dipersimpangan jalan dalam melakukan hal tersebut, melainkan dengan sukacita menjadi pelaku firman. Sungguh, kita akan sangat menikmati kehidupan bersama dengan Tuhan yang menyertai!!#AkuCintaTuhan (Ps. Steven Agustinus)

Komentar

Postingan Populer