Belajarlah Pada Yesus

Belajarlah Pada Yesus


Menjadi serupa dengan Kristus dalam hidup sehari - hari tentunya haruslah berpatokan pada keberadaan Yesus sewaktu Ia berada diatas muka bumi ini. Bagaimana Ia berkata - kata dan bersikap serta mendemonstrasikan kuasa Tuhan adalah standart kehidupan kita sebagai orang percaya.

Dalam hal ini saya mencoba menyoroti sikap Yesus dalam areal 'interaksi sosial'. Tidak tertulis memang secara detail ekspresi dan cara berbicara Yesus yang membuat dirinya sangat disukai oleh banyak orang. Tapi sebenarnya kita sudah bisa merasa dan 'menebak' bahwa Yesus adalah pribadi yang hangat, ramah, dan punya emosi positif yang sangat stabil. Bahkan tidak tertutup kemungkinan Yesus pun mempunyai selera humor yang cukup baik. 'Ia kerap seringkali  membuat orang bersukacita, tertawa lepas dan terkagum - kagum akan demonstrasi kuasaNya.' Maksud saya bukan berarti apa yang Yesus lakukan bersifat murahan. Melainkan membuat orang alami kemerdekaan dari tekanan kehidupan yang ada.

Sebagaimana contoh ketika Dia memerintahkan kepada Petrus untuk memancing dan membuka mulut ikan untuk mengambil uang pajak yang dibutuhkan mereka. Bayangkanlah percakapan yang penuh tawa ketika Dia memerintahkan hal itu. Sebab memang kisah itu sebenarnya kisah yang cukup lucu. Bagaimana bisa dimulut ikan ada uang? Pastilah peristiwa itu akan membuat petrus kegirangan dan terheran - heran. Saya pun jika jadi Petrus pasti akan tertawa. Sebab uang dimulut ikan adalah sesuatu yang unik!!

Saya juga bisa membayangkan ketika Yesus membuat mukjizat 5 roti 2 ikan yang bermultiplikasi  memberi makan 5000 orang. Memang benar, Yesus melakukan hal itu karena digerakkan oleh belas kasihan. Tapi bukan berarti suasana sewaktu roti tersebut bermultiplikasi menjadi suasana yang "melo". Saya percaya, suasananya pasti penuh sukacita, tawa, dan kedamaian ketika mereka melihat hal itu terjadi.

Permasalahannya selama ini sewaktu kita membaca Kisah Yesus, imajinasi kita seringkali membayangkan Yesus adalah sosok yang 'tegang, kaku, dan tidak bisa tersentuh'. Cara bicaranya pun sangat formil dengan ekspresi wajah yang datar serta jarang tersenyum hanya karena ingin menunjukkan bahwa Dia adalah orang yang diurapi Tuhan. Imajinasi inilah yang justru membuat kita pun tanpa sadar melakukan hal yang sama dalam hidup sehari - hari. Semakin kita 'mengenal Tuhan' akhirnya membuat kita 'menjadi kaku' dan tidak bisa bersosialisasi dengan baik.

Pagi ini Roh Kudus seperti menegaskan kepada saya untuk merombak imajinasi dan cara berpikir yang salah tentang kisah Yesus. Roh berkata ; "imajinasikanlah Yesus yang penuh keceriaan dan kedamaian ketika bercakap - cakap dengan murid - muridNya, dan Yesus yang penuh kehangatan ketika berinteraksi dengan orang. Namun jangan lupa juga, Yesus juga tegas dan tajam ketika Ia harus menegur orang farisi. Ia juga tegas terhadap Petrus dan murid - murid lainNya ketika mereka memanifestasikan keduniawiaan. Dan Yesus sangat akurat dalam menilai kondisi pikiran dan roh seseorang.

Yesus adalah pribadi yang matang dalam berinteraksi satu dengan yang lain. Sifat itulah yang engkau butuhkan dalam interaksi sosial."
Puji Tuhan ada Roh Kristus dalam diri kita. Roh inilah yang akan terus bertumbuh dan memanifestasikan diriNya dalam hidup sehari - hari.

Bagian saya adalah terus memastikan terjadi pembaharuan akal budi oleh firman, dan pengikisan kedagingan oleh pekerjaan Roh. Saya percaya, pekerjaan Roh dan firmanlah yang akan membuat saya bisa berhasil dalam membangun keakuratan dalam areal interaksi sosial. Karena memang sudah sewajarnya kita berinteraksi seperti Yesus berinteraksi.

Lukas 2:52 (TB)  Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.

Terjadilah atasku, di dalam nama Yesus!! #AkuCintaTuhan (Ps. Steven Agustinus)

Komentar

Postingan Populer