Jumat, 22 September 2017

HARAPAN

HARAPAN
DAILY DEVOTION

Bahan Renungan :
Roma 5:2 (TB)  Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah.

http://www.bibleforandroid.com/v/619ea45e31c5

Renungan :
Ada 4 kata dalam bahasa Ibrani dalam bentuk kata kerja yang artinya mengharapkan yakni :

1.      Kata קׇוַה (qawah) dihubungkan dengan קָו (qaw) artinya berbaring, tali pengukur tegak lurus. Artinya mengulurkan untuk, berbaring untuk, rindu kepada (Allah sebagai objek) muncul 26 kali.
2.      Kata יָהַל (yahal) artinya menunggu, rindu kepada (Allah) muncul 27 kali
3.      Kata חׇכַה (hakah) artinya menunggu (Allah) muncul 7 kali
4.      Kata שָבַר (sabar) artinya menunggu, berharap kepada (Allah) muncul 4 kali.

Keempat dari kata ini artinya hampir sama. Tidaklah banyak keterangan/ bukti didalam perjanjian lama, kata-kata ini hanya digunakan dalam 9 bagian tentang pengharapan kepada Allah. Tetapi yang paling sering dipakai adalah תִקוָה (tiqwah) 17 kali, yang mempunyai bentuk lain misalnya בֵטַה (betah), yang mempunyai arti percaya atau selamat/ aman yang juga di terjemahkan ελπις (elpis) dalam septuaginta. Kata harapan dalam bahasa Ibrani selalu dihubungkan dengan kata percaya.

Kata yunani elpis dan elpizein, kurang cocok dengan paham pengharapan sebagaimana terdapat dalam perjanjian lama, yang jelas mempunyai religius dan yang sama sekali tidak ambivalen. Dengan membandingkan septuaginta dengan teks ibrani, kita harus mengatakan bahwa dengan kata elpizein diungkapkan terutama kepercayaan, dalam arti merasa diri aman, terlindung, mempunyai kepastian. Akan tetapi sekaligus juga berarti menantikan, menginginkan. Dan justru karena hubungan dengan “percaya” itu, elpizein berarti mengharapkan penuh rasa sabar dan tabah hati.

Elpizein dalam bahasa religius kitab suci ada kesamaan dan ada perbedaan dalam bahasa profan.

Kesamaannya ialah orangnya berhadapan dengan masa depan, sedangkan perbedaannya terletak dalam sikap hati orang yang bersangkutan: dalam bahasa profan, orang yang “mengharapkan” masa depan itu masih dapat khawatir juga, sebaliknya dalam kitab suci ia tidak merasa bimbang dan takut tetapi hatinya mantap karena mempunyai pegangan sehingga dengan penuh kesadaran ia berani menghadapi masa depan.

Di dalam bahasa Yunani, kata pengharapan ditulis elpis, yang artinya menantikan yang baik. Perhatikan, kuatir dan takut pun adalah sebuah bentuk pengharapan, namun negatif, karena di saat seseorang kuatir dan takut, dia seperti sedang menantikan yang buruk.

Sedangkan di dalam bahasa Ibrani, kata pengharapan ditulis miqveh, yang artinya sangat menantikan dan mengumpulkan. Ya, bukan hanya menantikan saja, tetapi sangat menantikan. Dan yang menarik, kata pengharapan diterjemahkan mengumpulkan.

Di dalam Filipi 4:8 dikatakan pikirkanlah (mengumpulkan) semua yang benar, mulia, adil, suci, manis, sedap didengar, yang disebut kebajikan dan patut dipuji.

Pengharapan kita hanya Tuhan !! Amin

By His Grace

Joshua Ivan Sudrajat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar