Selasa, 19 September 2017

Siklus Perjalanan Profetis

Siklus Perjalanan Profetis


Ada 3 prinsip dasar yang harus kita pahami dalam menjalani perjalanan prophetis:
1. Temukan rumah rohani
2. Temukan bapa rohani
3. Temukan panggilanmu yang sejati.

Ketika kita menemukan rumah rohani secara otomatis kita pasti akan ikut menemukan orang yang dipercaya Tuhan untuk memimpin rumah rohani yang ada yaitu sang bapa rohani; demikian pula sebaliknya, apabila kita bertemu dengan sang bapa rohani terlebih dahulu, maka otomatis kita juga akan terhisap masuk ke dalam rumah rohani yang dipercayakan kepadanya.

Setelah proses penanaman akar rohani dirumah rohani yang ada, setiap kita akan mengalami yang namanya 'proses pertumbuhan' dibawah pengayoman seorang bapa rohani, maka sampai pada titik kedewasaan rohani tertentu, barulah Bapa di surga akan menyatakan panggilan kita yang sejati. Tanpa proses pembentukan oleh seorang bapa rohani dan peleburan didalam rumah rohani merupakan hal yang mustahil bagi seseorang akan dapat menemukan destiny yang sudah Tuhan rencanakan atas dirinya.

Efesus 2:10  "Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya."

Walaupun Bapa telah menyiapkan 'pekerjaan baik' atas setiap anaknya, tetap saja ada satu kualifikasi yang harus tercapai terlebih dahulu yaitu orang tersebut harus tertuju kepada KRISTUS YESUS dan DIPOSISIKAN didalam pekerjaan baik yang telah disediakan Bapa atas kita.

Pertanyaan paling krusial yang harus di jawab adalah pada jaman akhir ini, setelah Yesus dipermuliakan dan 'standby' di sebelah kanan tahta Bapa, siapa yang menjadi representasi Yesus di muka bumi ini? Orang benar, orang percaya? Jawabannya bukan merujuk kepada 1 sosok pribadi tetapi kepada Tubuh Kristus atau Sion atau gunung rumah Tuhan atau gerejaNya.

Pekerjaan baik hanya ada didalam rumah Tuhan, diluar sana tidak ada 'pekerjaan baik', sebab masa depan hanya ada didalam Rumah. Tanpa kita terhubung akurat dengan Rumah Tuhan maka yang kita kerjakan sekarang bukanlah pekerjaan baik, bukanlah panggilan kita yang sejati.

Seharusnya, apapun yang kita lakukan 'diluar sana' adalah merupakan wujud aplikasi teknis dari panggilan dan anugerah Tuhan yang kita terima saat menanamkan diri dalam RumahNya - itulah yang dimaksud sebagai 'pekerjaan baik' (Ef 2:10)

Ada banyak orang diluar sana yang sudah merasa bahwa dirinya telah mendapatkan panggilan hidupnya yang sejati.....padahal panggilan yang dimaksud hanya untuk kepentingan pribadinya saja, sementara kehendak hati Tuhan pada generasi akhir ini adalah panggilan kita sebagai 'Tubuh Kristus', dan Tubuh Kristus tidak mungkin termanifestasi melalui kepentingan pribadi.

Dalam Yesaya ps 2 sangat jelas di nubuatkan bahwa gunung rumah Tuhan yang dimaksud adalah Sion, Tubuh Kristus, gerejaNya itu sendiri. Oleh sebab itu semua panggilan pribadi harus dileburkan kedalam agenda kekal kerajaan surga.

Agenda kekal ini baru dapat terwahyukan apabila proses pencetakan pola Ilahi telah dilakukan oleh sang bapa rohani dan penanaman akar rohani atas Rumah Tuhan sudah menghasilkan pertumbuhan dalam kehidupan sehari-hari jemaat.

Tanpa kehidupan kita pertama-tama di cetak, diperlengkapi oleh seorang bapa rohani, tanpa kita betul-betul meleburkan diri dalam suatu gereja lokal yang sedanh bergerak dalam destiny Ilahi, kita akan terus mengalami pergumulan dalam menemukan & melangkah didalam destiny Ilahi. Dengan kita memberi diri dileburkan dalam agenda kerajaan yang ada dalam sebuah gereja lokal, akan jauh lebih mudah bagi kita untuk memiliki suatu kehidupan yang sepenuhnya menyatakan keberadaan kerajaan sorga di bumi ini.

Saya melihat bagaimana Tuhan akan memakai kehidupan sehari-hari umatNya untuk menunjukkan perbedaan antara mereka yang sungguh-sungguh hidup bagi kerajaan sorga (mengejar destiny corporate) dengan orang percaya lain yang hanya sekedar mengejar kesuksesan pribadi belaka...

Yang harus kita lakukan adalah berdoa minta Roh Kudus untuk menolong kita dalam menemukan rumah kita, menemukan bapa rohani kita dan menemukan panggilan kita yang memang sudah Bapa sediakan atas kita. Matius 7:7  "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu." #AkuCintaTuhan (Ps. Steven Agustinus)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar