Tidak Terkoneksi Akurat Dengan Bapa Rohani Sejati

Tidak Terkoneksi Akurat Dengan Bapa Rohani Sejati



Yesaya 59:21  Adapun Aku, inilah perjanjian-Ku dengan mereka, firman TUHAN: Roh-Ku yang menghinggapi engkau dan firman-Ku yang Kutaruh dalam mulutmu tidak akan meninggalkan mulutmu dan mulut keturunanmu dan mulut keturunan mereka, dari sekarang sampai selama-lamanya, firman TUHAN.

Jika kita berbicara hubungan bapa dan anak rohani, ayat diatas sangat teraplikasi ke dalam hubungan Elia dan Elisa, serta Paulus dan Timotius. Elisa dan Timotius secara sungguh - sungguh memposisikan diri sebagai anak rohani. Setelah saya renungkan, alasan mendasar mengapa mereka bisa mewarisi Roh yang bekerja dalam diri bapa rohaninya adalah karena mereka memiliki "kecenderungan hati yang hanya tertuju kepada Tuhan dan kehendakNya"!

Faktor kecenderungan hati sangatlah menentukan "terkonek" atau tidaknya seseorang dengan bapa rohani sejati. Apalagi jika arah kecenderungan hati masih tertuju kepada uang/mamon.

Jika masih ada kecenderungan hati seperti itu, maka sampai kapan pun seseorang tidak akan pernah terkoneksi akurat dengan bapa rohani sejati, apalagi mewarisi Roh yang sama, tidak akan pernah terjadi. Bahkan jika tidak ditanggulangi, maka orang tersebut akan terputus dari kegerakan.

Itulah yang terjadi pada Gehazi, bujang Elisa. Sebenarnya ia memiliki kesempatan untuk mewarisi segala perkara ilahi yang terjadi dalam diri Elisa sebagaimana yang diimpartasikan Elia kepadanya. Tapi sungguh disayangkan, karena arah hatinya tertuju kepada Mamon, maka dirinya berhenti melaju dalam kegerakan dan tidak mewarisi Roh Elisa.

Akar dari banyak ketidak akuratan dalam hidup seseorang adalah masih adanya cinta akan uang. Seseorang jadi sulit untuk melebur dan terhisap masuk dalam hubungan dengan sang bapa rohani karena ia masih memiliki kebergantungan pada uang.

Oleh karena itu, pada kegerakan jemaat mula - mula, Roh Kudus pertama kali membereskan ketergantungan jemaat pada uang.

Karena hal inilah yang akan selalu menjadi penghambat untuk seseorang memberi dan meleburkan diri dalam Tubuh Kristus. Ketika Tuhan mengambil tindakan tegas terhadap Ananias dan Safira yang mencintai uang, maka sejak saat itulah kegerakan tidak lagi terbendung. Jemaat dalam kitab Kisah Rasul muncul sebagai sekelompok orang yang sangat disegani dan berpengaruh!!

Saya percaya, akselerasi yang terjadi pada jemaat mula - mula, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas (mereka bisa meleburkan diri dengan cepat pada agenda para rasul) disebabkan oleh roh 'cinta akan uang' tidak beroleh tempat lagi dalam hati mereka. Inilah tantangan "TERBESAR" bagi banyak orang untuk menyatu dengan seorang bapa rohani sejati dan meleburkan diri dalam agenda Kerajaan Surga, yaitu ketergantungan yang masih ia miliki pada Mamon (Mat 13:22, Luk 16:13, Mat 6:19-24)

Untuk menjadi penakluk Mamon ternyata sangatlah mudah! Mulailah minta hati yang mencintai Tuhan dan kehendakNya lebih dari apapun juga.

Dan belajarlah untuk mengikuti dorongan Roh Kudus dalam hal memberi untuk pekerjaan Tuhan! Dua hal tersebut akan membuat kita bangkit menjadi pahlawan iman dan menjadi penakluk Mamon!! Dan yang terpenting kita bisa terkoneksi dengan seorang bapa rohani sejati.

Kecenderungan hati yang akurat/benar/lurus dihadapanNya akan membuat kita mewarisi Roh yang bekerja dalam diri sang bapa, dan menerima porsi bagian kita yang telah ditetapkan oleh Tuhan. Sehingga kita bisa menjadi orang yang berdaya guna bagi KerajaanNya di dalam generasi kita. #AkuCintaTuhan (Ps. Steven Agustinus)

Komentar

Postingan Populer