KECENDERUNGAN HATI

KECENDERUNGAN HATI MENENTUKAN JENIS NILAI HIDUP

Saya mendapati jenis nilai-nilai kehidupan yang sudah tertanam dalam hidup kita dan kecenderungan hati yang memang kita miliki, memainkan peranan yang sangat penting dalam menentukan berbagai pengambilan keputusan yang kita buat dalam hidup sehari-hari - secara langsung ataupun tidak, ikut mempengaruhi kualitas kehidupan yang kita jalani / bangun.

~~  1. Apapun alasan yang mendasari pengambilan keputusan seseorang, semuanya berasal dari jenis nilai-nilai kehidupan yang sudah terbangun dalam hidupnya.

Bahkan dapat dikatakan bahwa nilai-nilai kehidupan yang ia miliki-lah yang memberikan berbagai alasan dari apapun pengambilan keputusan yang ia buat - terlepas dari alasan tersebut masuk akal ataupun tidak.

Sementara, kecenderungan hati yang dimiliki oleh seseorang-lah yang ikut menentukan jenis nilai-nilai hidup yang dapat terbangun dalam dirinya.

Itu sebabnya, dibutuhkan pekerjaan firman & Roh yang mengubahkan kecenderungan hati manusia sebelum orang yang bersangkutan dapat mulai membangun nilai-nilai kehidupan yang baru, yang Ilahi.

Saya berikan contoh: Alasan Zakheus mengambil profesi sebagai seorang pemungut cukai - walau itu adalah jenis profesi yang membuatnya dibenci oleh orang-orang sebangsanya; tapi dia tidak peduli akan hal tersebut karena tanpa disadarinya, sudah ada kecenderungan untuk jadi ingin cepat kaya, cepat meraih kesuksesan.
Dari kecenderungan hati yang ingin cepat kaya itulah, dengan mudah nilai-nilai hidup yang 'menghalalkan segala cara untuk meraih kekayaan' jadi terus terbangun dalam hidupnya dan ia praktekkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai seorang pemungut cukai, ia jadi cepat meraih kekayaan finansial - walau dengan cara memeras orang-orang sebangsanya; dan memposisikan dirinya ada dalam kelompok 'orang berdosa'.

Tapi ketika ia berjumpa dengan Yesus, sesuatu terjadi dalam hidupnya !
Kecenderungan hati yang ia miliki alami perubahan !
Terjadinya perubahan dalam kecenderungan hatinya telah membuat dirinya tidak lagi memakai / mempraktekkan nilai-nilai hidup yang awalnya ia hidupi. Saat orang banyak 'memprotes' keputusan Yesus untuk tinggal di rumah Zakheus (karena dia sudah dianggap sebagai 'orang berdosa' dan bahkan pengkhianat bagi bangsanya sendiri), Zakheus langsung meresponi dengan berkata: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat." (Luk 19:8)

Nilai kehidupan yang awalnya menghalalkan segala cara demi mendapatkan kekayaan telah berganti dalam hidup Zakheus.
Dia jadi rela kehilangan semua kekayaannya demi untuk bisa 'memiliki Yesus'...

Untuk kita memiliki kehidupan yang akurat dan memperkenan hati Bapa, kita juga perlu memiliki perubahan nilai kehidupan - itu sebabnya Tuhan memerintahkan untuk kita mulai merenungkan firmanNya, terus memikirkan hal-hal yang dari Roh sampai terbangun nilai-nilai kehidupan yang baru, yang Ilahi (Yos 1:8, Rom 8:5-6, Ef 4:22-24)

Tapi sebelum seseorang bisa membangun ulang nilai-nilai kehidupan dalam dirinya, pertama-tama dibutuhkan pekerjaan firman & Roh yang mengubahkan kecenderungan hatinya....

~~  2. Terjadinya perubahan kecenderungan hati dalam hidup seseorang dapat terjadi melalui dua cara: Secara supernatural dan secara natural.

Perubahan kecenderungan hati yang terjadi secara supernatural adalah merupakan wujud termanifestasinya kedaulatan Tuhan sebagai jawaban doa yang Ia berikan kepada umatNya.

Tidak ada doa yang 'mubazir' di hadapan Tuhan; setiap doa pasti akan di responi / di jawab oleh Tuhan - walau seringkali bukan pada ketetapan waktu yang kita harapkan; tapi semua doa yang dinaikkan dengan penuh keyakinan & pengharapan akan selalu di jawab oleh Tuhan (Luk 18:1-8)

Jangan pernah jemu-jemu mendoakan orang-orang yang engkau kasihi; sekalipun sepertinya doa-doamu belum memberikan dampak / perubahan apapun, teruslah berdoa !

KedaulatanNya masih tetap nyata, menjawab doa-doa yang dinaikkan oleh umat pilihanNya dan mengubahkan hati dari orang-orang yang didoakan tersebut...

Perubahan kecenderungan hati yang terjadi 'secara natural' biasanya melibatkan firman yang di perdengarkan/ di sampaikan secara berulang-ulang - di lakukan sebagai 'suatu taburan'. Walau seringkali benih tersebut jatuh di tanah hati yang tidak baik, tapi kekonsistenan dari sang penabur benih akan mengkondisikan untuk selalu tersedianya benih tersebut disaat orang yang bersangkutan mengalami sesuatu dan jadi memiliki keterbukaan hati untuk menerima benih firman.

Kembali, ada peranan doa-doa yang di butuhkan untuk terjadinya tindakan intervensi Tuhan dalam mengatur / membuat terjadinya peristiwa tertentu yang membuat hati orang yang bersangkutan jadi terbuka untuk menerima firman.

Terjadinya pekerjaan firman & Roh dalam hidup seseoranglah yang membuatnya jadi mengalami perubahan kecenderungan hati dalam hidupnya.

Terjadinya perubahan kecenderungan hati dalam hidup seseorang akan membuat proses perenungan firman / memikirkan hal-hal yang dari Roh jadi berlaku sangat efektif dalam hidupnya...

AkuCintaTuhan
(Ps. Steven Agustinus)

Komentar

Postingan Populer