Jumat, 26 Januari 2018

KRISTEN GALILEA

KRISTEN GALILEA
GBIG HOLY GLORY
Pdt Hendrik Gomulya

Danau Galilea sepanjang masa telah diberi berbagai nama awalnya diberi nama danau/laut Kinneret, lalu danau/laut Genesaret, danau/laut Galilea dan danau/laut Tiberias. Danau Galilea adalah danau air tawar terbesar di Israel, danau ini sungguh ajaib karena airnya melimpah dan tidak pernah kering, danau ini memberi kepada Israel air minum dan air irigasi sehingga memberi kesuburan dan kehidupan bagi seluruh Israel, Airnya dipompa ke kolam-kolam buatan di bukit-bukit sekitarnya, lalu dialirkan lewat pipa-pipa raksasa ke bagian selatan yang sangat membutuhkannya. Ini sangat kontras dengan negara-negara tetangga yang sering mengalami kekeringan dan ini tepat seperti apa yang Tuhan firmankan bahwa ini adalah tanah Kanaan yang Tuhan janjikan. Setiap kita sebagai Israel rohani juga mewarisi berkat tanah Kanaan yang sama melalui Yesus Kristus tetapi setiap kita mesti menghidupi itu dengan benar agar supaya ketika tanah Kanaan itu diberikan dan berada disana setiap kita hidup dalam pengertian yang benar.


“Kemudian Yesus menampakkan diri lagi kepada murid-murid-Nya di pantai danau Tiberias dan Ia menampakkan diri sebagai berikut. Di pantai itu berkumpul Simon Petrus, Tomas yang disebut Didimus, Natanael dari Kana yang di Galilea, anak-anak Zebedeus dan dua orang murid-Nya yang lain. Kata Simon Petrus kepada mereka: “Aku pergi menangkap ikan.” Kata mereka kepadanya: “Kami pergi juga dengan engkau.” Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa. Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai; akan tetapi murid-murid itu tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. Kata Yesus kepada mereka: “Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?” Jawab mereka: “Tidak ada.” Maka kata Yesus kepada mereka: “Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh.” Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan. Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: “Itu Tuhan.” Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau. Murid-murid yang lain datang dengan perahu karena mereka tidak jauh dari darat, hanya kira-kira dua ratus hasta saja dan mereka menghela jala yang penuh ikan itu. Ketika mereka tiba di darat, mereka melihat api arang dan di atasnya ikan dan roti. Kata Yesus kepada mereka: “Bawalah beberapa ikan, yang baru kamu tangkap itu.” Simon Petrus naik ke perahu lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya, dan sungguhpun sebanyak itu, jala itu tidak koyak.”
(Yohanes 21:1-11 TB)


Danau Galilea adalah danau yang sangat besar, sumber airnya berasal dari 2 tempat, yang pertama berasal dari dataran tinggi Gihon dan yang kedua adalah berasal dari gunung Hermon yang mengalir dan ditampung di danau Galilea. Air dari danau Galilea ini kemudian mengalir sampai ke seluruh Israel. Bagi anda yang pernah di baptis di sungai Yordan, sungai ini juga melaluinya dan terus mengalir sampai ke laut mati dan berakhir disana.


Ketika kita mendapatkan kehidupan jangan pernah berhenti untuk mengalirkan kepada orang lain karena apabila kita hanya ingin diberkati dan itu hanya sampai pada diri kita saja maka tidak akan ada kehidupan dan inilah yang membedakan danau Galilea dan laut Mati, karena di danau Galilea terus mengalir kehidupan. Sumber air yang berasal dari gunung Hermon berbicara tentang berkat Tuhan dan berbicara tentang pemulihan yang Tuhan berikan, tetapi sangat banyak orang yang ingin cukup hanya dirinya saja yang dipulihkan, cukup hanya dirinya saja yang diberkati. Orang Kristen yang seperti ini akhirnya akan mati tanpa ada sesuatu yang bisa dialirkan dari hidupnya.


Beberapa orang yang pergi ke gereja hanya untuk mendapatkan jawaban atas setiap doa-doanya, hanya ingin mendengarkan suara Tuhan bagaimana hidupnya bisa diberkati sama seperti yang lainnya atau ke gereja hanya agar Tuhan melepaskan dirinya dari setiap permasalahan yang dihadapinya. Semua yang dituliskan di atas sebenarnya juga adalah kerinduan Tuhan tetapi tidak semua berkat yang Tuhan berikan itu hanya untuk diri kita sendiri.


Sebuah prinsip yang Tuhan taruh adalah ALIRKAN dan sewaktu kita mengalirkan semua berkat yang Tuhan berikan kepada kita, biarkan Tuhan mendapati bahwa ada alasan dari Tuhan selain memberkati kita yaitu kita juga menjadi berkat dan saluran bagi orang lain. Sewaktu kita menjadi saluran dari setiap berkat Tuhan maka akan ada kehidupan didalam hidup kita, sewaktu kita dan gereja menjadi saluran berkat buat kota dan bangsa ini maka akan mengalir kehidupan dan berkat Tuhan yang besar atas jemaat, kota dan bangsa ini karena tujuan Tuhan memberkati kita adalah untuk mengalirkan setiap berkat itu. Saat kita mengalirkan berkat Tuhan kita sendiri akan menerima berkat-Nya dan hidup kita dipulihkan dan kita bisa melihat bahwa ada kehidupan yang sangat banyak, yang sangat berbeda dengan orang yang tidak mau mengalirkan berkat.


Negara-negara tetangga Israel mungkin juga terdapat sumber mata air tetapi tidak pernah dialirkan sehingga tempat itu menjadi mati. Jadi segala berkat Tuhan bukan hanya untuk diri kita sendiri tetapi juga untuk orang lain, perubahan dari hidup kita harus bisa menjadi berkat bagi orang lain. mungkin Tuhan memberi kita berkat dalam hal keuangan maka kita juga harus bisa menjadi berkat bagi orang lain, bukan persoalan besar atau kecil jumlahnya tetapi seberapa kita mau belajar untuk mentaati apa yang Tuhan katakan.


Danau Galilea disebut juga danau Genesaret, Genesaret berada di daerah Tiberias sehingga danau ini disebut juga danau Tiberias. Ada nama lain dari danau ini yang jarang sekali disebut yaitu Kinneret yang artinya kecapi karena bentuk danaunya seperti kecapi, tetapi ada 2 alasan yang membuat nama danau Kinneret ini disebut dalam perjanjian lama dimana pada masa itu (perjanjian lama) pemain musik dalam hal ini para pemain kecapi selalu berkumpul di tepi danau itu karena saat itu kecapi kalau memakai istilah jaman sekarang itu menjadi trend sehingga orang-orang yang berasal dari daerah atau kota lain seringkali datang untuk bermain kecapi atau mendengarkan para pemain kecapi memainkan kecapinya dan itu sangat memberkati banyak orang.




Sewaktu hidup setiap kita memainkan nada-nada dan memberkati banyak orang maka ada berkat Tuhan yang dialirkan melalui hidup kita. Sangat banyak orang yang ingin diberkati tetapi tidak banyak orang yang meminta untuk menjadi berkat bagi orang lain, yang mana ini seharusnya menjadi identitas setiap kita. Berkat rohani yang Tuhan maksudkan disini adalah ketika danau Galilea memberkati kehidupan banyak orang maka sebenarnya ada kecapi atau nada yang dialirkan. Sewaktu hidup setiap kita menjadi menjadi berkat bagi orang lain maka itu seperti musik atau nada yang kemudian menyegarkan jiwa banyak orang. Orang-orang yang mungkin sedang mengalami stress, galau atau putus pengharapan datang kepada anda karena ada kecapi atau nada dalam hidup anda, orang-orang yang berada di dekat anda akan merasa damai dan diberkati.

Pertanyaannya, bagaimana hidup yang menjadi berkat?

“Maka kata Yesus kepada mereka: “Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh.” Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan.”
(Yohanes 21:6 TB)


Kristen Galilea adalah orang kristen yang hidup dalam ketaatan, mungkin kita tidak sempurna tetapi ketika kita belajar untuk mentaati Tuhan maka sebenarnya ada sebuah kehidupan yang baru “Blessing New Life” itu turun atas hidup setiap kita. Tuhan akan mengubah hidup kita hari demi demi sehingga kita mengalami sendiri Tuhan yang hidup dalam hidup kita dan bukan dari perkataan orang.


Murid-murid Tuhan Yesus merasa mengalami kegagalan karena mereka melihat orang yang menjadi panutan mereka disalibkan sehingga mereka tidak lagi mempunyai orang yang mereka anggap sebagai Raja. Masa 3,5 tahun ketika mereka berjalan bersama Tuhan Yesus adalah masa yang luar biasa, mujizat-mujizat dan hal-hal yang besar terjadi melalui hidup Tuhan Yesus sehingga ketika Tuhan Yesus tidak ada itu seperti kiamat kecil buat hidup murid-murid sehingga ketika Tuhan Yesus bangkit mereka beberapa kali dijumpai, salah satunya di danau Galilea ini. Apa yang Tuhan Yesus mau ajarkan disini adalah untuk memberi pondasi untuk hidup murid-murid-Nya karena orang Kristen Galilea hidup dalam ketaatan, bagaimana untuk hidup dalam ketaatan? Apa yang harus kita lakukan?


Orang kristen yang hidup dalam ketaatan akan mendapatkan 3 hal dan mengeluarkan 2 hal. 3 hal tersebut adalah MENDENGAR – MERESPONI – MELAKUKAN. Sewaktu kita mentaati Tuhan dan mendengar firman-Nya pilihlah untuk melakukan 3 hal tersebut MENDENGAR – MERESPONI – MELAKUKAN. Ada banyak orang yang menjadi kristen cukup mendengarkan firman saja, rajin datang ke gereja beribadah hanya untuk menunggu Tuhan berbicara dan ketika mendapatkan rhema dari Tuhan tidak mau meresponi dan melakukan firman Tuhan tersebut.

“Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu”

Di tengah kegagalan, berserulah dan dengarkan apa yang Tuhan katakan, jangan hanya sebatas mendengarkan saja tetapi responi dan lakukan setiap firman-Nya itu. Apa yang murid-murid lakukan mungkin bagi sebagian orang itu seperti sebuah kegilaan karena sudah semalam-malaman mereka menebarkan jala mencari ikan tetapi mereka tidak mendapatkan apa-apa dan Tuhan berkata agar mereka kembali menebarkan jala ketempat yang sudah sepanjang malam tidak ada hasil yang didapatkan.


Kehidupan yang taat harus di dasari oleh perkataan Tuhan tetapi tidak hanya sampai disitu belajarlah untuk meresponi dan mentaati. Apabila kita ingin menerima warisan rohani dari hidup seseorang belajarlah bukan hanya sebatas mendengarkan tetapi meresponi dan mentaati. Untuk mengalirkan kehidupan dan mengalami kuasa mujizat Tuhan maka lakukanlah 3 hal diatas MENDENGAR – MERESPONI – MELAKUKAN. Hasil dari melakukan atau mentaati maka akan lahir 2 hal yaitu PEMULIHAN dan BERKAT TUHAN.


Murid-murid Tuhan Yesus awalnya pulang tanpa membawa hasil tetapi sewaktu mereka taat melakukannya, bisa kita lihat di ayat 7 dimana Yohanes berkata bahwa itu adalah Tuhan. Darimana mereka mengetahui bahwa itu adalah perintah dari Tuhan Yesus? Mereka mengetahui bahwa itu Tuhan Yesus karena mereka pernah mengalami hal yang sama, mendapatkan perintah yang sama dan hasil ikan yang juga sama. Jadi ketika mengalami masalah dalam hidup, karena kita mempunyai Tuhan yang hidup maka ketika mendapatkan rhema dari firman Tuhan maka dengarkan, responi dan lakukanlah firman itu maka anda akan melihat Tuhan yang hidup, ingatlah selalu apa yang Tuhan pernah lakukan dahulu dan lihatlah bagaimana anda mengalami setiap firman Tuhan itu. Firman Tuhan yang paling mudah untuk di ingat adalah firman yang menjadi rhema dari Tuhan yang lalu anda responi dan lakukan.


Apabila anda mendengar, meresponi dan melakukan setiap firman-Nya maka anda akan selalu mengingat itu untuk selamanya dan itu akan menjadi kekuatan bagi hidup anda di masa yang akan datang serta ada banyak warisan rohani yang anda dapatkan. Mari meresponi dan melakukan setiap firman-Nya untuk melatih dan mempersiapkan kita untuk kegerakan atau hal-hal yang lebih besar yang terkadang itu biasanya dimulai dari melakukan hal-hal yang kecil terlebih dahulu sehingga kita bisa belajar untuk MENDENGAR – MERESPONI - MELAKUKAN.


Mari belajar untuk mentaati Tuhan di saat yang tidak mungkin sekalipun, ketika Tuhan Yesus menyuruh murid-murid menebarkan jala di sebelah kanan perahu, tempat yang sudah semalaman mereka coba dan gagal tetapi sewaktu mereka taat menebarkan jala, mereka mendengar, meresponi dan melakukan itu, mujizat dan pemulihan terjadi atas hidup mereka. Untuk menjadi kristen Galilea, kristen yang mendengar, meresponi dan melakukan, perbaikilah setiap respon yang salah seperti melakukan sesuatu dengan bersungut-sungut yang adalah salah satu bentuk dari tidak meresponi firman. Mujizat mungkin saja bisa terjadi tetapi tidak ada berkat rohani yang didapatkan. Mari buat hidup kita menjadi kesaksian, jangan hidup kita hanya menjadi alat tetapi tidak pernah mengalirkan sebuah kehidupan. Mari menjaga respon karena dari sana lahir kesaksian yang luar biasa, melakukan semua yang Tuhan inginkan sekalipun itu kelihatannya mustahil.


Ketika Tuhan berbicara dan menyuruh melakukan sesuatu, Tuhan akan melihat dari respon dan sikap hati kita dimana itu menandakan sebuah kualitas hidup kita yang dewasa dan itu hanya bisa dilihat oleh Tuhan. Tuhan memberikan kita pemulihan dan berkat-Nya tetapi berkat yang utama adalah sewaktu kita MENDENGAR – MERESPONI – MELAKUKAN (TAAT). Kita mungkin melakukan hal yang salah tetapi bisakah kita melihat bahwa ada berkat Tuhan dari MENDENGAR – MERESPONI – MELAKUKAN maka hidup kita dalam tuntunan Tuhan. Semakin besar yang Tuhan ingin percayakan maka kita harus mulai melatih diri kita untuk mulai taat dari melakukan hal-hal yang kecil.


“Murid-murid yang lain datang dengan perahu karena mereka tidak jauh dari darat, hanya kira-kira dua ratus hasta saja dan mereka menghela jala yang penuh ikan itu.” (Yohanes 21:8 TB)


Sewaktu kita MENDENGAR – MERESPONI – MELAKUKAN firman itu akan tinggal tetap, maka setiap yang ilahi anda akan mengetahui bahwa itu Tuhan. Kalau firman hanya didengar tanpa di resoini dan di lakukan maka anda tidak akn mengetahui bahwa itu dari Tuhan. Seberapa banyak firman yang anda dengarkan itu memang baik tetapi kalau itu tidak di responi dan di lakukan maka anda tidak akan bisa melihat Tuhan, melihat yang ilahi dan kuasa dari firman itu dalam hidup anda sehingga pemulihan dan berkat Tuhan itu tidak bisa anda terima.


153 dalam bahasa ibrani berarti “I AM GOD”, ketika murid-murid berkata itu Tuhan sehingga mereka melakukannya menebarkan jala mereka karena yakin akan mendapatkan ikan seperti yang Tuhan pernah lakukan pada mereka. Dalam sebuah penelitian belum lama ini ditemukan bahwa di danau Galilea ditemukan 153 jenis ikan, ini bukan hal yang kebetulan karena firman Tuhan selalu tepat dimana disini Tuhan mau berkata “I AM GOD”.


Banyak orang mengatakan bahwa kehidupan yang taat itu adalah hal yang sulit karena konotasi dari kristen yang adalah kristen yang sempurna, itu adalah hal yang keliru, kristen yang taat adalah setiap kita belajar darii kegagalan dan kesalahan seperti yang dialami oleh murid-murid, belajar untuk MENDENGAR – MERESPONI – MELAKUKAN sehingga kita akan mengalami banyak mujizat dan kecapi dalam hidup kita mengalir. Ada banyak orang yang mungkin mendengar tetapi tidak banyak yang meresponi dengan benar, ada banyak yang mungkin melakukan tetapi tidak pernah/banyak yang meresponi dengan benar.


Seperti Yabes yang artinya kesakitan karena saat dirinya dilahirkan ibunya mengalami kesakitan dalam hidupnya. Mungkin keadaan anda saat ini juga bisa menggambarkan kegagalan seperti murid-murid di danau Galilea/Tiberias dimana mereka gagal dan tidak mendapatkan ikan, mereka pulang dengan tangan hampa tetapi ada seseorang yang menghampiri di tengah-tengah keputusasaan, kegagalan dan tanpa pengharapan. Pikirkanlah Tuhan menghampirimu karena DIA mau dan sanggup, dengarkan, responi dan lakukan yang firmankan-Nya. Mari minta hati dan kehidupan yang taat dengan Tuhan melakukan firman dari hal-hal yang kecil satu persatu dan biarkan firman itu kita DENGAR – RESPONI DAN LAKUKAN.


Amin

Penulis : Untung Bongga Karua

Tidak ada komentar:

Posting Komentar