HIDUP BERKEMENANGAN

BAPA SURGAWI BERJANJI MEMBERIKAN HIDUP BERKEMENANGAN

Roma 8:28-29  Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.

Ketika Tuhan membentuk ulang kehidupan seseorang (dari kata Ibrani Yâtsar (baca: yaw-tsar'), yang memiliki arti dibentuk dengan cara ditekan hingga membentuk suatu bentuk tertentu - Yesaya 43:1)

Dia akan mempergunakan segala sesuatu yang berkaitan dengan hidup orang yang bersangkutan  entah melalui situasi, peristiwa atau keadaan, orang-orang tertentu yang berkaitan atau berinteraksi dengan orang yang sedang Ia bentuk tersebut. Yang harus dimiliki oleh setiap orang percaya dalam meresponi pembentukan Tangan Tuhan (karena bagaimana pun setiap orang percaya pasti akan alami fase proses pembentukan oleh Tangan Tuhan ini) adalah memastikan adanya roh yang lembut, mudah dibentuk, mudah diajar, mau berubah dan adanya roh ketaatan mutlak.

Dalam fase pembentukan ini ada 'target-target tertentu' yang Tuhan ingin raih di dalam hidup kita. Dengan memiliki roh yg lembut, mudah dibentuk dan roh ketaatan, akan jadi jauh lebih mudah bagi Tuhan untuk membentuk kita menjadi sosok individu seperti yang memang sudah Ia rancangkan. Merombak pola dunia dan keberadaan dari roh-roh dunia yang sudah terlanjur tercetak di dalam hidup kita selama kita belum ada di dalam Kristus.

1. Mintalah untuk Roh Kudus memberi kesensitifan di dalam batin kita sehingga setiapkali Tuhan membawa kita memasuki fase pembentukan, kita bisa mengenalinya dengan segera.

Kesensitifan dalam batin untuk mengenali datangnya fase pembentukan, akan membuat kita jadi meresponi pembentukan yang sedang datang tersebut secara akurat sehingga fase pembentukan yang kita alami tersebut tidak jadi 'berlama-lama' dalam hidup kita.

Alasan seseorang seperti harus mengulang 'fase pembentukan yang sama' dalam hidupnya adalah karena ia memunculkan respon yang keliru karena ia tidak memiliki roh yang lembut, mudah dibentuk maupun roh ketaatan, sehingga proses yang sama kembali harus diulang - biasanya dengan intensitas yang 'lebih berat'.

Analoginya adalah jika saya harus meremukkan suatu benda dengan menggunakan palu kecil dan ternyata benda tersebut masih terlalu keras, maka terpaksa saya harus mempergunakan martil atau palu besar. Dan jika ternyata benda tersebut tetap tidak bisa dipecahkan dengan menggunakan martil, maka terpaksa harus diledakkan dengan menggunakan dinamit.

Selama seseorang tidak memiliki roh yang lembut, mudah dibentuk serta roh ketaatan, biasanya fase proses akan jadi lebih panjang atau lama. Karena itu dari sejak saat ini, mintalah kepada Bapa untuk Dia memberikan roh yang lembut, mudah dibentuk, mudah diajar, mau berubah serta roh ketaatan (Matius 7:7, 13:11-12)

Pastikan kita memiliki kesensitifan untuk mengenali Tangan Tuhan yang bekerja dan mempergunakan 'segala sesuatu' untuk membentuk kehidupan kita jadi sosok individu seperti yang Ia inginkan (mendatangkan kebaikan bagi kita) sehingga kita tidak menyia-nyiakan momen pembentukan tersebut.

2. Mintalah Roh Kudus untuk menyingkapkan 'target yang ingin Bapa capai' di dalam hidup kita dan bekerja samalah dengan Roh Kudus untuk merealisasikannya dalam hidup kita.

Misalkan adalah target Bapa untuk membuat kita menjadi pribadi yang hidup dalam ketergantungan terhadap firmanNya di kehidupan sehari-hari kita (Matius 4:4, Ulangan 8:1-3). Yang biasanya terjadi adalah Tuhan akan memanfaatkan berbagai aktivitas roh jahat yang mencoba mengganggu atau menyerang hidup kita dalam memanfaatkan adanya celah-celah tertentu dalam hidup kita yang masih belum akurat.

Saat musuh menyerang dengan memanfaatkan apapun yang bisa dia pakai dari ketidakakuratan yang masih kita miliki, segeralah berseru-seru kepada Bapa. Minta untuk Roh Kudus menyingkapkan 'agenda kerja, tujuan Bapa' mengapa Dia mengijinkan hal ini terjadi dalam hidup kita. Begitu Roh menyingkapkan isi hati Bapa, mulailah mempergunakan mulut kita untuk melakukan deklarasi firman. Kita munculkan dimensi rohani yang harus kita miliki berkaitan dengan firman tersebut dari dalam batin kita. Imajinasikan bagaimana kita menjalani kehidupan yang berbeda karena datangnya dimensi rohani yang baru yang berasal dari Bapa ke dalam hidup kita.

Lakukan tindakan mengimajinasikan dan mendeklarasikan firman yang kita terima dari Tuhan tersebut hingga batin kita berkobar-kobar. Harus sampai batin kita berkobar-kobar, karena itulah tanda adanya aktivitas Firman dan Roh dalam hidup kita. Jaminan terjadinya perubahan atau terobosan dalam hidup kita!

3. Ketika kita mencapai target yang Tuhan tetapkan, semua peristiwa, situasi, orang yang selama ini 'dipakai' Tuhan untuk 'menekan' hidup kita akan berlalu secara begitu saja.

Ingatlah selalu, tujuan Tuhan mengijinkan 'berbagai tekanan' itu terjadi adalah karena Dia sedang membentuk hidup kita menjadi sosok individu seperti yg Dia inginkan. Bapa tidak pernah merancangkan kejahatan atau hal-hal yang buruk dalam hidup kita. Dia selalu berencana membawa kita jadi serupa dengan Kristus yang berkemenangan dalam segala hal dan memiliki kehidupan yang memperkenan hati Bapa. Tidak ada lagi pola dunia atau nature dari roh-roh dunia dalam hidup kita!

Ketika 'sidik jari Tangan Tuhan' makin nyata tercetak dalam hidup kita, apa yang memang Ia targetkan untuk terbangun dalam hidup kita sudah terwujud. Otomatis, Dia akan menyingkirkan berbagai 'tekanan' yang ada. Kembali akan ada damai sejahtera, roh yang berkemenangan dan sukacita yang berasal dari Roh Kudus menguasai kehidupan kita (2 Petrus 1:3-4) #AkuCintaTuhan

Ps. Steven Agustinus

Komentar

Postingan Populer