Selasa, 27 Maret 2018

TETAP KUAT

Ibadah Raya Umum
Firman Tuhan oleh
Pdt. Ir. Lukas Yoesianto
"Tetap Kuat & Finish Strong"
Minggu, 25 Maret 2018
Kemah Daud Ministries



Sangat menyedihkan dan menggelisahkan hati kita ketika kita melihat ada orang-orang dengan mudah meninggalkan Tuhan. Padahal orang-orang tersebut dulunya aktif melayani.

Mungkin kita bertanya-tanya mengapa hal itu terjadi? Mengapa bisa terjadi demikian?

*3 Penyebab Seseorang Meninggalkan Tuhan*

*Pertama, Tidak Mengalami Tuhan Secara Pribadi*

*Yohanes 6:63-66*
Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup. Tetapi di antaramu ada yang tidak percaya. Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.

Mereka begitu mudah meninggalkan Tuhan karena tidak mengalami Tuhan secara pribadi dan tidak punya keintiman dengan Tuhan. Bahkan seorang murid yang dekat dengan Yesus pun mengkhianatiNya. Yudas Iskariot, setiap hari ia bersinggungan dengan Yesus, bahkan ia seorang bendahara yang dipercayai Yesus, namun dia pun meninggalkan Yesus.  Mengapa itu terjadi? Yudas tidak hidup dan tidak punya keintiman secara pribadi dengan Yesus.

*Kedua, Roh Agamawi*

Kehidupan agamawi adalah kehidupan kekristenan yang berdasarkan kewajiban, mengerjakan perintah manusia dan bahkan dorongan orang lain. Itu awal yang bagus namun kalau hidup kita tidak beranjak untuk mengenal Tuhan dan mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan, maka kita tidak akan pernah memiliki fondasi yang kuat.

*Ketiga, Kebenaran Diri Sendiri*

Kebenaran diri sendiri adalah kebenaran yang berpusat “menurut aku atau bahkan menurut aku harusnya begitu.” Seharusnya saat kita menghadapi situasi apapun kita datang kepada Tuhan dan bertanya kepada Tuhan untuk minta pengertian dan pewahyuan sehingga kita bisa melakukan dan mengucapkan seperti yang Tuhan mau. Ini berlaku baik situasi pergumulan hidup, pergumulan keuangan, pergumulan keluarga maupun pergumulan orang lain.

*Matius 26:11-12* menceritakan bahwa Yesus dan Maria hidup dalam Roh (berpikir dengan pikiran ilahi dan bertindak berdasarkan pimpinan Roh) namun Yudas hidup dengan kebenaran diri sendiri. Ketika Maria menuangkan minyak narwastu untuk mengurapi Yesus, Yudas  memandang hal itu sebagai tindakan buang-buang uang. Yudas hanya berpikir sesuai dengan kebenaran diri sendiri. Ia mengganggap tidnakan Maria itu sebagai pemborosan, lebih bagus jika minyak itu dijual dan uangnya untuk orang-orang miskin. Akibatnya ketika pekerjaan Roh dinyatakan, Yudas kecewa, ia tidak bisa menerimanya dan meninggalkan Tuhan. Percayalah, antara yang dari Roh dan kebenaran diri sendiri itu bedanya sangat jauh (Yohanes 3:8).

*Bagaimana Mengalami Tuhan Secara Pribadi Sehingga Bisa Sampai Garis Akhir?*

*Pertama, Alami Perjumpaan Dengan FirmanNya*

Minta Roh Kudus untuk menghidupkan setiap firman yang kita dengarkan dan yang kita baca setiap hari. Minta Roh Kudus agar supaya setiap kita mengalami firman Tuhan.

Setiap kali kita mendengarkan firman Tuhan maka mintalah kepada Roh Kudus sehingga setiap firman di torehkan di dalam hati kita (2 Korintus 3:2-3). Bahkan mintalah kepada Roh Kudus agar supaya jari-jariNya menulisi hati kita dengan setiap kebenaran firman yang kita baca dan dengarkan (Ulangan 9:10).

*Kedua, Bergaul dengan Roh Kudus.*

Kita harus bergaul dengan Roh Kudus. Saat menghadapi situasi apapun baik yang berhubungan dengan diri kita sendiri maupun menyangkut orang lain, maka belajarlah untuk datang kepada Tuhan dan bertanya kepada Tuhan untuk minta pengertian dan pewahyuan (Yohanes 14:26).

Departemen Penggembalaan
Kemah Daud Ministries Jogja

Tidak ada komentar:

Posting Komentar