Rabu, 25 April 2018

MEMBANGUN MEZBAH

MEMBANGUN MEZBAH

*MEZBAH PERSEMBAHAN*

Kita semua butuh berkat. Berkat bukan hanya mengenai masalah kesehatan, perlindungan, rumah tinggal, pakaian dan sebagainya, namun juga mengenai kekekalan.

Berkat Allah Abraham , Ishak, dan Israel pada zaman umat Israel mengalir sampai pada keturunan saat ini. Kemanapun Abraham, Ishak, dan Yakub pergi, mereka selalu mendirikan mezbah bagi Tuhan. Allah turun menikmati korban bakaran diatas mezbah mereka. Pengertian mezbah bagi umat Israel adalah sebagai tanda peringatan mereka kepada Allah. Untuk kehidupan kita sekarang, hubungan kita (mezbah) dengan Tuhan harus tetap ada dan jangan putus.

Mezbah dalam Perjanjian Lama adalah sebuah tempat persembahan korban.

Mezbah juga diartikan sebagai sebuah peringatan, untuk mengingat kembali pada suatu pengalaman pertemuan dengan Allah yang luar biasa Mezbah menandai tempat-tempat pengembaraan para nenek moyang bangsa Israel.

Mezbah dalam Perjanjian Baru, memiliki arti sebagai persatuan umat dengan Allah yang terjadi dalam persatuan umat dengan Kristus (Yesus anak domba Paskah - I Kor. 5:7b).

*Mezbah yang didirikan Abraham.*

Ketika itu TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman: "Aku akan memberikan negeri ini kepada keturunanmu." Maka didirikannya di situ mezbah bagi TUHAN yang telah menampakkan diri kepadanya. Kemudian ia pindah dari situ ke pegunungan di sebelah timur Betel. Ia memasang kemahnya dengan Betel di sebelah barat dan Ai di sebelah timur, lalu ia mendirikan di situ mezbah bagi TUHAN dan memanggil nama TUHAN. (Kej. 12:7-8)

Dari sewaktu Abraham masih dipanggil Abram, ia sudah mendirikan mezbah bagi Allah.

*Mezbah yang didirikan Ishak*

Lalu pada malam itu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: "Akulah Allah ayahmu Abraham; janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau; Aku akan memberkati engkau dan membuat banyak keturunanmu karena Abraham, hamba-Ku itu." Sesudah itu Ishak mendirikan mezbah di situ dan memanggil nama TUHAN. Ia memasang kemahnya di situ, lalu hamba-hambanya menggali sumur di situ. (Kej. 26:24-25)

Iman Abraham turun kepada anaknya Ishak, karena Abraham selalu mendirikan mezbah bagi Allah. Itulah paradigma yang ditangkap oleh Ishak sehingga ia mengikuti apa yang Abraham lakukan.

*Mezbah yang didirikan Yakub*

Dalam perjalanannya dari Padan-Aram sampailah Yakub dengan selamat ke Sikhem, di tanah Kanaan, lalu ia berkemah di sebelah timur kota itu. Kemudian dibelinyalah dari anak-anak Hemor, bapa Sikhem, sebidang tanah, tempat ia memasang kemahnya, dengan harga seratus kesita. Ia mendirikan mezbah di situ dan dinamainya itu: "Allah Israel ialah Allah." (Kej. 33:18-20)

Ketika Ishak tahu bahwa kunci Allah memberkati ayahnya yaitu melalui mezbah maka ia meneruskan pesan tersebut kepada Yakub anaknya, dan sampai pada keturunan Israel saat ini mereka selalu diberkati oleh karena mezbah tersebut.

*Janji berkat kepada Abraham dan keturunannya.*

sebab seluruh negeri yang kaulihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu untuk selama-lamanya. (Kej. 13:15)

Tetapi Allah berfirman kepada Abraham: "Janganlah sebal hatimu karena hal anak dan budakmu itu; dalam segala yang dikatakan Sara kepadamu, haruslah engkau mendengarkannya, sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak. (Kej. 21:12)

Dan janji berkat dari Abraham , Ishak, dan Israel sampai kepada kita.

Kamulah yang mewarisi nubuat-nubuat itu dan mendapat bagian dalam perjanjian yang telah diadakan Allah dengan nenek moyang kita, ketika Ia berfirman kepada Abraham: Oleh keturunanmu semua bangsa di muka bumi akan diberkati. (Kis. 3:25)

*Jenis-jenis perjanjian*

Bilateral : Adalah perjanjian yang diadakan oleh dua pihak untuk mengatur kepentingan kedua belah pihak.

Multilateral : Adalah perjanjian yang dilakukan oleh banyak pihak untuk mengatur kepentingan bersama.

Unilateral : Adalah perjanjian yang dilakukan satu pihak memberi janji dan pihak yang lain melakukan kewajiban.

Janji Allah kepada Abraham, Ishak dan Yakub ada pada jenis perjanjian unilateral. Allah tidak meminta persetujuan dari mereka untuk memberikan berkat, Allah hadir pada saat mereka mendirikan mezbah bagi-Nya. Dan kewajiban kita sebagai umat-Nya hanya percaya kepada janjI-Nya.

Tuhan ingin kita sebagai umat-Nya menaruh korban diatas mezbah yaitu hal yang paling berharga dalam kehidupan kita.

*PERSEMBAHKANLAH TUBUHMU*

Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. (Rom. 12:1)

Mengapa tubuh? Alasan pertama karena di Perjanjian Baru membutuhkan tubuh yang hidup, bukan seperti Perjanjian Lama yang mengharuskan korban mati terlebih dahulu. Alasan kedua karena manusia mencintai tubuhnya. Itulah persembahan yang terbaik bagi Tuhan

*PERSEMBAHKANLAH HARTAMU*

Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya. (Ams. 3:9-10)

Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon." (Mat. 6:24)

Kemanapun kita melangkah dan apapun yang kita lakukan janganlah lupa mendirikan mezbah bagi Allah melalui doa pujian penyembahan agar berkat sampai kepada kita dan kita berkenan kepada-Nya, dan itu juga akan berlanjut sampai keturunan kita yang selanjutnya.

"TUHAN YESUS MEMBERKATI"

Dari Berbagai Sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar