Selasa, 10 April 2018

PAHLAWAN-PAHLAWAN DAUD

PAHLAWAN - PAHLAWAN DAUD


(Menurut 2 Sam 23:8-39 Juga 1 Tawarikh 11:10-44)



1 Taw 11:10 dituliskan para pengiring Daud yang membuat Daud menjadi raja. Bukankah Tuhan yang mengangkat Daud jadi raja ? Ternyata ini berarti orang - orang yang Tuhan berkenan menganggap mereka sebagai alat - alat yang Tuhan pakai sebagai kepanjangan tangannya dalam menobatkan Daud sebagai raja, sama seperti Yesus adalah raja tetapi kitalah yang dipakai Tuhan untuk menobatkan Yesus sebagai raja.

Misalnya hanya kita yang menyembah Yesus sebagai raja, melaksanakan kehendakNya, dll. Dan penginjilan sebagai tindakan mengabarkan pada orang yang belum tahu bahwa Yesus adalah raja. Panggilan kita adalah untuk menjadi pahlawan - pahlawan Tuhan Yesus di akhir jaman ini, yang dapat berdiri penuh kuasa Allah. Bagaimana caranya menjadi seorang pahlawan ? Kita akan pelajari malam ini.

Belajar dari Triwira

Isybal orang Hakhmoni / Yasobam Bin Hakhmoni 2 Sam 23:8 / 1 Taw 11:11 Membunuh 300 musuh sekali tempur.

Dan

Eleazar anak Dodo 2 Sam 23 : 9 Bersama Daud mengolok orang filistin padahal tentara Israel sudah mundur, lalu dia sendirian bertempur sampai tangannya kejang dan menempel pada pedangnya.

Dan

Sama anak Age orang Harari. 2 Sam 23: 11

Mereka bertiga adalah Triwira, yang paling dihargai dan dihormati dari semua pahlawan Daud.

Apa yang membuat mereka jadi Pahlawan ?

1. MENGHARGAI HAL - HAL KECIL (bahasa Yesusnya, setia dalam perkara kecil).

I Taw 11: 13-14 / 2 Samuel 23:11-12

Ada sebuah ladang jelai / kacang merah. Tapi mereka bertiga memutuskan untuk berdiri teguh dan membela ladang kacang merah itu. Membela sebuah benteng, kota atau tambang permata semua tentara pasti akan melakukan dengan senang hati demi negaranya. Tetapi sebuah ladang jelai saat tentara lainnya sudah mundur, ini lain cerita. Membela sesuatu yang besar dengan nyawa kita itu mudah, tetapi membela sesuatu yang kecil dengan nyawa kita, jarang yang mampu (atau mau) melakukannya.

Padahal mengenai penting tidaknya suatu perkara hanya panglima tertinggi yang tahu (Daud / Yesus)

Penerima tamu, pembersih gedung gereja, cuci bangku, pengemudi dll punya potensi mengubah dunia bila mau menghargai posisinya meskipun kelihatannya kecil. Ini sangat Tuhan hargai. Oleh karena itu kita sering mendengar cerita bahwa tukang sapu di gereja dapat jabatan lebih terhormat daripada pendeta karena tukang sapi biasanya menghargai hal - hal kecil dibandingkan dengan seorang pendeta.

Seperti bujangnya Elia, setelah 3 tahun 6 kekeringan, melihat awan kecil sebesar telapak tangan padahal dijanjikan hujan besar, tetapi menghargainya, girang ketika ada awan kecil. Maka Tuhan berikan awan dan hujan besar. Jangan bilang suami / istri belum bertobat meskipun sudah didoakan, hargai setiap perubahan kecil misalnya dulu melarang ke gereja, sekarang sudah tidak melarang meski tidak juga mengijinkan ^-^ Belajar menghargai hal - hal kecil yang Tuhan sudah berikan.

Yesus sangat menghargai hal - hal yang kecil. Dia adalah seorang pahlawan tetapi tidak mematahkan buluh yang terkulai, gembala yang meninggalkan 99 domba demi 1 domba yang hilang. Orang yang menghargai arti 5 roti dan 2 ikan. Seorang pahlawan di mata Allah akan menghargai hal - hal yang kecil.

2. BERINISIATIF (bahasa Yesusnya, menjadi hamba yang melayani).

I Taw 11: 15-19 / 2 Samuel 23:13-17

Di 1 Tawarikh lebih jelas tertulis bahwa Daud cuma sedang mengingat masa lalu dan sama sekali tidak memerintahkan siapa - siapa untuk mengambil air. Sebagai seorang jendral dia tahu bahayanya masuk ke betlehem yang sudah dikepung musuh cuma untuk seperigi air. Tapi triwira berinisiatif mengambilkan air bagi Daud.

Tanda bahwa Daud tidak menyuruh / memerintahkan : 1. Kalimat dari 2 Samuel 23:15 berbunyi "Sekiranya ada orang yang memberi aku minum air dari perigi Betlehem yang ada dekat pintu gerbang!" sebagai seorang Jendral, apabila dia sungguh memerintah tidak akan berkata "sekiranya", dan berkata "ada orang" tetapi akan berkata "kamu, kamu dan kamu sekarang pergi". 2. Seorang Jendral tahu bahwa sebuah pertempuran akan memakan korban jiwa dan tidak akan mau mengambil resiko demi sebuah perigi. 3. Bila Daud sungguh mau minum dari sumur di pintu Bethlehem, maka akan merancang strategy tempur dan bukan berkata sepintas lalu.

Inisiatif yang baik ini membuahkan hasil 1. Daud menjadi terkesan (maka dituliskan di 1 Taw) 2. Allah dipermuliakan (air menjadi korban curahan).

Inisiatif itu bagi beberapa orang artinya merepotkan diri sendiri, toh tidak ada yang nyuruh. Biasanya ini dilatari dengan 1. Malas 2. Tidak ada yang nyuruh artinya tidak ada yang memuji. Tetapi sesungguhnya Allah menilai segala apapun yang kita perbuat, meskipun manusia tidak menghargai, tetapi Allah menjadikan ini sebagai kriteria menjadi seorang pahlawan.

Bedanya lancang dan berinisiatif memang tipis, oleh karena itu inisiatif selalu berpikir demi kebaikan yang dilayani. Lancang biasanya demi kebaikan diri sendiri. Jadi perlu tahu isi hati yang dilayani alias triwira ini jelas sayang kepada Daud.

Bila kita ingin tahu isi hati Allah, ya harus dekat kepada Allah dalam doa dan penyembahan serta Firman Allah sehingga tahu isi hati Allah. Bila sayang tok tapi tidak dekat, hasilnya biasanya orang punya kecenderungan berpikir positif - ini jelek karena berpikir positif artinya tidak kenal betul (ABG naksir dll).

Kalau dekat tok tapi tidak sayang biasanya punya kecenderungan apapun yang dilakukan orang tersebut selalu kelihatannya negatif / berprasangka yang buruk - buruk saja. Ini juga jelek (orang tua yang benci dengan anak tertentu). Jadi kita perlu dekat dan sayang untuk tahu isi hatinya Tuhan.

3. GIGIH (bahasa Yesusnya, bertekun).

Abisai, adik Yoab anak Zeruya I Taw 11: 20-21 / 2 Samuel 23:18-19

Orang ini menjadi pahlawan cuma karena menggunakan tombak untuk menikam 300 orang. Seoarang Pahlawan bertekun dalam keadaan seperti apapun juga. Baik kasusnya penting maupun tidak, baik peperangan yang besar maupun kecil. Dan bagaimana cara membunuh orang menggunakan tombak ? SATU PER SATU dan TELITI (Bila menusuk terlalu dalam, tombak akan menyangkut dan tidak bisa dicabut. Bila kurang dalam, musuh tidak mati).

Hamba Tuhan yang mau gampangnya, tidak gigih, biasanya jatuh dalam berbagai dosa, dari mamon sampai berhala.

4. BELAJAR DARI PEMIMPIN (bahasa Yesusnya, menjadi seorang murid).

Benaya Bin Yoyada I Taw 11: 22-25 / 2 Samuel 23:20-23

Siapa yang pernah membunuh raksasa dengan senjata si raksasa itu sendiri ? Bukan hanya Daud tetapi juga Benaya bin Yoyada.

Daud sekalipun penjinah, pembunuh dan pendosa kelas kakap tetaplah orang yang diurapi Allah. Benaya tahu itu dan meniru semua segi baik Daud. Dia tahu Daud membunuh raksasa filistin bernama Goliat DI DALAM NAMA ALLAH, maka Benaya berbuat hal yang sama.

Inilah kualitas vital yang dimiliki Benaya dan di Alkitab prinsip inipun terjadi. Pengganti seorang pemimpin yang diurapi selalu seseorang yang diurapi dengan urapan yang sama. Orang ini biasanya adalah orang yang berguru padanya, yaitu seorang murid.

Seorang guru / perwalian Allah tidak selalu lebih rohani, karena sebenarnya mereka cuma alat Allah sedangkan Allah sendiri yang sebenarnya mengajar. Musa - Yosua (Musa tidak pernah memuji Yosua tapi sering memuji Kaleb) Eli - Samuel (cuma belajar setia melayani Allah) Samuel - Daud (rindu Rumah Allah) Daud - Benaya Bin Yoyada (mengalahkan musuh dalam nama Allah) Daud - Salomo (rindu Rumah Allah) Yesus - para rasul

Angkatan Perang Israel mencapai puncak kejayaannya dibawah pimpinan Benaya Bin Yoyada. Dan perlu diingat bahwa Daud tidak pernah menganggap Benaya sebagai muridnya, tapi itu tidak menghalangi Benaya untuk berguru kepada Daud secara diam - diam dan menjadikan Benaya mengalami apa yang Daud alami, yaitu mengenal Tuhan yang "Melatih tanganku untuk perperang, jari - jariku untuk bertempur". (Mazmur 144:1).

PERTANYAAN BESARNYA : DIMANAKAH POSISI YOAB - PANGLIMANYA DAUD ??????

1 Raja - Raja 1 : 5-8

Ketika Adonia anak Daud merasa berhak menjadi Raja menggantikan Daud, dia juga berkonsultasi dengan Yoab dan YOAB BERPIHAK KEPADA ADONIA DAN BUKAN KEPADA DAUD.

Kesimpulan : Yoab tidak tahu artinya mengabdi. Dia melayani Daud selama Daud masih sejalan dengan dia. Yoab cuma tahu karir, pangkat tinggi dan menjadi jagoan. Dia mencari nama bagi dirinya sendiri.

Banyak orang Kristen berpotensi seperti Yoab. Jago ini itu, intinya mengurusi gereja sendirian juga dia bisa kalo mau. Orang seperti ini selalu merasa benar dan biasanya karena berpotensi memang selalu benar. Tetapi karena itu jarang sadar bahwa perlu penundukan diri terhadap yang lain, karena Tuhan suka orang yang rendah hati. Jadi cenderung menyalahkan orang lain termasuk atasan (Yoab pernah mengancam Daud). 1 Raja 2:28 dikatakan Ia tidak memihak absalom tapi memihak adonia. Dia hanya peduli dengan apa yang dia anggap baik. Bukan apa yang Tuhan / Daud anggap baik.

Tetapi selama belum tahu artinya mengabdi , Tuhan tidak akan angkat dia.

Kita ini hamba (abdi) Tuhan, dan harus bisa mengabdi bagaimanapun beratnya dan terus mengabdi bagaimanapun keadaannya. Keadaan di gereja tidak selalu bagus.

TANTANGAN - Anda mau jadi pahlawan di mata Allah ? :

Orang yang tidak menghargai hal - hal kecil tapi sekarang mau bertobat
Orang yang tidak inisiatif, hanya melakukan apa yang disuruh, suka mementingkan karir sendiri dan tidak mau mementingkan orang yang kita layani dan menggunakan atasan sebagai alat untuk peningkatan karir sendiri tetapi sekarang mau bertobat

Orang yang tidak setia, ingin semua serba cepat dan benci diproses tapi sekarang tahu pentingnya proses pembentukan dari Tuhan dan mau belajar bertekun.

Orang yang tidak punya figur / idola rohani / tudung rohani, karena belum tahu kebenaran, atau benci hamba Tuhan tertentu atau benci semua hamba Tuhan tapi sekarang tahu kebenaran dan mau belajar dari keberhasilan seorang pemimpin rohani.
Orang yang berpikir seperti Yoab, merasa diri sendiri pasti benar sehingga menolak menghambakan diri kepada pemimpin kita bahkan menantikan saat dimana bisa menggantikan pemimpin tersebut tetapi hari ini mau menaati Firman Tuhan dan belajar menjadi seorang hamba yang mengabdi.


Re Write : Joshua



Tidak ada komentar:

Posting Komentar