Jumat, 13 April 2018

SETIA MENGIKUT YESUS DALAM SEGALA KEADAAN

SETIA MENGIKUT TUHAN DALAM SEGALA KEADAAN

Yohanes 8:12, Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.
Dalam hidup kekristenan kita, Yesus tidak pernah menjanjikan hidup kita senantiasa baik-baik saja. Tetapi Ia seringkali menuntun kita ke dalam masalah yang besar, supaya terang dalam diri kita bercahaya. Yesus mau lewat semua itu, kita tetap setia dan bertumbuh dewasa di dalam-Nya.

Tujuan akhir hidup kekristenan kita adalah menjadi seperti Yesus. Dan supaya kita bisa seperti diri-Nya, kita harus senantiasa tinggal dalam Terang itu. Ia juga berkata:

"Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan (Yohanes 12:46).
Ini berarti Yesus ingin kita mengalami keselamatan hidup.

Dunia yang didalamnya kita hidup adalah dunia yang semakin hari semakin jahat. Tetapi hanya orang yang matanya tertuju kepada Tuhan yang akan bisa bertahan dan tetap setia, sebab Ia mampu menolong kita.

Orang Kristen yang benar adalah orang yang bergantung kepada kasih karunia Tuhan. Artinya, bahwa sebenarnya kita tidak layak mendapatkan kebaikan Tuhan tetapi karena kasih-Nya maka kita layak menerimanya. Dalam kitab Mazmur 23: 1-6, Daud mengibaratkan dirinya sebagai seekor domba, dan Tuhan adalah Gembala yang senantiasa berdiri di belakang mengiring dan menuntun kehidupannya. Meskipun di Israel dipenuhi oleh gurun pasir, tetapi Tuhan dapat menuntun domba-Nya ke padang rumput dan air yang tenang. Demikian hidup kita, ketika diperhadapkan dengan "padang gurun" yang gersang dimana kita mengalami "lembah kekelaman" (=kesulitan hidup), Tuhan sebagai Gembala mampu menuntun hidup kita ke dalam kelimpahan. Kuncinya adalah taat kepada tuntunan Tuhan melalui firman-Nya.

Tujuan Tuhan membawa kita ke dalam lembah kekelaman adalah bukan karena Ia mau melihat kita menderita tetapi supaya terang dalam diri kita bercahaya, artinya dalam segala keadaan kita mampu mengucap syukur kepada Tuhan.

Bukti Penyertaan Tuhan dalam setiap masalah yang melanda hidup kita:

Yesus meredakan badai taufan dari danau Galilea (Markus 4:36-41).
Tuhan ingin mengajarkan kita agar kita tetap percaya dalam segala keadaan yang kita alami meskipun sepertinya masalah itu begitu hebat menghantam kita. Jika kita melibatkan Dia maka kita pasti mampu menghadapinya bersama-sama Tuhan.

Yesus mengubah air menjadi anggur dalam perkawinan di Kana (Yohanes 2:1-11)
Meskipun dalam pesta itu persedian anggur sudah habis, tetapi karena kehadiran Yesus yang ada disana menghasilkan mujizat yang luar biasa.

Yesus membangkitkan Lazarus (Yohanes 11:5-45)
Yesus sangat mengasihi Marta, Maria dan Lazarus, Namun Yesus sengaja berlama-lama untuk datang menolong mereka. Dalam hidup kita juga, terkadang Yesus sepertinya "berlama-lama" dalam menolong kita. Tetapi percayah! Yesus tidak pernah meninggalkan kita sebab Ia sangat mengasihi kita. Ia melakukan semua itu karena Ia memiliki rencana atas hidup kita.

Banyak orang mengikut Yesus karena menginginkan berkat-berkat-Nya saja (Matius 15: 29-39). Mengikut Yesus dengan motivasi yang tidak tulus tidak akan membawa kita mengasihi dan setia mengikut Yesus. Tetapi sikap yang benar dalam mengikut Yesus adalah dengan mau tinggal dan tetap bersama-Nya dalam segala hal (Yohanes 1:35-38).

"TUHAN YESUS MEMBERKATI"

Sumber : GBI Revival Praise

Tidak ada komentar:

Posting Komentar