PENGLIHATAN ELIA DAN MUSA
PENGLIHATAN MUSA ELIA DAN PERINGATAN TERHADAP ROH ULAR TUA
SADHU SUNDAR SELVARAJ
Link YouTube https://youtu.be/3wsiBdApkoc?si=FBcu-3kv7hEWrKCl
Berikut adalah resume khotbah dari video Sadhu Sundar Selvaraj mengenai penglihatan tentang Musa, Elia, dan peringatan terhadap Roh Ular:
Peringatan Tentang Roh Ular (Lucifer)
Penglihatan Musa & Elia:
Sadhu Sundar Selvaraj berbagi pengalaman saat dikunjungi oleh Nabi Musa dan Elia yang memberinya peringatan tentang munculnya "Roh Ular" [00:00].
Wujud Roh Ular:
Sadhu menceritakan pengalamannya saat karantina COVID-19 di sebuah hotel. Di tengah malam, ia merasakan kehadiran sosok ular raksasa dengan kepala manusia yang ia kenali sebagai Lucifer [01:57].
Kekuatan Memikat melalui Mata: Nabi Musa menjelaskan bahwa iblis menggunakan matanya untuk memikat manusia melalui "enchantment" (pesona/sihir) [02:47]. Sama seperti Hawa di Taman Eden, iblis membuka mata manusia untuk melihat hal-hal di alam spiritual yang bukan berasal dari Tuhan [03:17].
Bahaya Penyesatan dan Cara Membedakannya
Penyesatan Firman: Iblis dapat memberikan penglihatan, membawa seseorang dalam roh, bahkan menggunakan ayat-ayat Alkitab yang dipelintir untuk menipu [03:38].
Kunci Perlindungan (Penuh dengan Firman): Prinsip utama untuk tidak tersesat adalah dengan penuh dengan Firman Tuhan [04:36].
Jika hati kosong dari Firman, seseorang tidak akan memiliki pertahanan melawan doktrin yang salah [06:52].
Kepekaan Roh: Sadhu menceritakan saat ia dikunjungi oleh sosok yang mengaku malaikat Tuhan, namun ia merasakan kegelisahan dalam rohnya [05:24].
Melalui Firman yang ada di dalamnya, ia menguji sosok tersebut dengan pertanyaan tentang Yesus yang datang dalam daging, hingga akhirnya sosok palsu itu hancur dan menghilang [05:58].
Mata sebagai Gerbang Jiwa
Terang vs Kegelapan: Berdasarkan Matius 6:22-23, mata adalah pelita tubuh. Jika mata penuh terang (Firman), maka seluruh tubuh akan terang dan memiliki kemampuan untuk membedakan yang benar dan salah [07:38].
Logika Manusia yang Menipu: Doktrin palsu seringkali terlihat "baik" dan "menyenangkan" bagi mata serta masuk akal bagi logika manusia [08:26]. Contohnya adalah pemikiran bahwa "Tuhan mengasihi semua orang" yang kemudian dipelintir untuk membenarkan dosa atau perilaku yang dilarang Firman, seperti dukungan terhadap komunitas LGBT [09:02].
Kesimpulan
Sadhu menekankan pentingnya membaca seluruh isi Alkitab (Kejadian hingga Wahyu) berulang kali agar Roh Kudus dapat menyingkapkan kebenaran [07:09].
Tanpa pemahaman Firman yang kuat, manusia akan mudah tergoda oleh pesona ajaran sesat yang tampak logis namun menjauhkan dari keselamatan [11:14].
Video lengkap dapat disaksikan di sini: https://youtu.be/3wsiBdApkoc




Komentar
Posting Komentar