UKIRAN JIWA
UKIRAN JIWA
G7 YOUTH
GRAND REVIVAL AND GOLDEN CHARACTER
EV KRISTIN KARUNIA
LINK YOUTUBE https://youtu.be/q5nNUa4S4fQ?si=S8ZlXTK8J4y00R5J
Berikut adalah resume khotbah dari video tersebut yang berjudul "Retreat G7: Grand Revival Prayer & Golden Character - Sesi 6" oleh Ev. Kristin Karunia:
Tema Utama: Ukiran Jiwa (Luka di Jiwa)
Khotbah ini berfokus pada "U" dalam rangkaian TPU, yaitu Ukiran Jiwa. Ev. Kristin menjelaskan bahwa jiwa manusia (terdiri dari emosi, kehendak, dan pikiran) bisa mengalami luka atau trauma yang tidak terlihat secara fisik namun berdampak besar pada perilaku dan mental seseorang [00:30].
Poin-Poin Penting Khotbah:
Definisi Ukiran Jiwa: Trauma atau luka di jiwa terbentuk dari peristiwa negatif dan bagaimana kita mempersepsikan atau menafsirkan peristiwa tersebut (sudut pandang) [02:12].
Akar Masalah dari Kandungan: Ev. Kristin memberikan kesaksian pribadi bahwa luka jiwa bisa dimulai bahkan sejak di dalam kandungan. Ia menceritakan pengalamannya saat hampir digugurkan karena kondisi kesehatan ibunya, yang terekam dalam bawah sadarnya sebagai rasa "tidak diinginkan" atau "tidak dicintai" [04:25].
Manifestasi Luka Jiwa: Luka jiwa yang tidak dibereskan dapat muncul dalam bentuk rasa minder, amarah yang terpendam, dendam, keinginan untuk membunuh, hingga hasrat bunuh diri [08:05]. Ia menekankan bahwa orang yang terlihat diam atau "bukan siapa-siapa" bisa memiliki luka batin yang sangat dalam [08:48].
Kekuatan Pikiran dan Perkataan:
Amsal 23:7: "Sebab seperti orang berpikir dalam jiwanya, demikianlah dia." Pikiran negatif tentang diri sendiri (bodoh, miskin, tidak disayang) seringkali merupakan suara iblis yang ingin menghancurkan hidup manusia [10:28].
Amsal 18:21: Lidah memiliki kuasa untuk menyelamatkan atau merusak hidup. Apa yang kita ucapkan (deklarasi) sangat berpengaruh pada pemulihan jiwa kita [24:21].
Langkah Pemulihan:
Self-Diagnose & Kejujuran: Belajar memeriksa diri sendiri dan jujur di hadapan Tuhan bahwa kita memiliki masalah atau luka tersebut [17:11].
Datang kepada Tuhan (Yesaya 55:3): Mengobrol dengan Tuhan setiap saat, terutama ketika "kumat" atau emosi mulai tidak stabil [19:00].
Mendengarkan Firman: Firman Tuhan adalah obat (medicine) bagi jiwa. Kita perlu mengganti suara-suara negatif dengan kebenaran Firman Tuhan melalui deklarasi [22:56].
Berperkara dengan Tuhan: Membawa "dosa tersembunyi" atau luka lama ke hadapan Tuhan untuk dicabut akar-akarnya, karena psikolog mungkin hanya bisa memberi arahan, tetapi hanya Tuhan yang bisa memulihkan sampai ke akar [18:06].
Kesimpulan:
Pemulihan jiwa adalah sebuah proses yang membutuhkan waktu dan kejujuran. Dengan terus mendekat kepada Tuhan dan memperkatakan Firman, jiwa yang rusak dapat dipulihkan sehingga kita menjadi pribadi yang sehat secara Roh, Jiwa, dan Tubuh [26:53].
Video lengkap dapat ditonton di sini: https://youtu.be/q5nNUa4S4fQ



Komentar
Posting Komentar