MENGATASI KESEPIAN

G7 YOUTH 
GENERATIONAL SYNERGY 
SESI 9
MENGATASI KESEPIAN 
EV KRISTIN KARUNIA 






















YOUTUBE : https://youtu.be/dFfBqSUUf1o?si=GXAnUTp0DJpjG66S


Berikut adalah resume khotbah dari video tersebut yang dibawakan oleh Ev. Kristin Karunia dengan tema "Generational Synergy: Mengatasi Kesepian":


Pendahuluan


Kesepian adalah musuh yang sangat berbahaya bagi jiwa manusia di segala usia. Bahkan tokoh-tokoh besar dalam Alkitab dan sejarah gereja (seperti yang tercatat dalam buku God’s General) banyak yang mengalami hambatan atau berhenti melayani karena serangan roh kesepian ini [01:47].


Definisi Kesepian

Kesepian (loneliness) didefinisikan sebagai perasaan tidak nyaman, sedih, atau kosong karena kurangnya hubungan sosial yang memadai atau tidak merasa terhubung dengan orang lain [03:46].


Poin Penting: Kesepian bukan berarti tidak ada orang di sekitar kita (absence of people), melainkan hilangnya koneksi batin (absence of connection). Seseorang bisa merasa sangat kesepian bahkan di tengah keramaian [04:31].


Penyebab Kesepian

Beberapa faktor yang memicu kesepian antara lain [06:48]:

Kehilangan orang yang dicintai: Contohnya Daud saat kehilangan Absalom dan Yonathan.


Kesulitan berkomunikasi: Merasa tidak punya tempat untuk bercerita atau tidak ada yang bisa dipercaya.


Perasaan tidak diterima atau dihargai: Manusia butuh untuk mencintai dan dicintai. Ketika pengorbanan atau pelayanan tidak dihargai, ini bisa memicu rasa sepi yang mendalam.


Tokoh Alkitab yang Mengalami Kesepian

Ev. Kristin menekankan bahwa tokoh Alkitab pun tidak imun terhadap perasaan ini, namun mereka menang karena jujur di hadapan Tuhan:


Raja Daud: Dalam Mazmur 25:16 dan Mazmur 102:6, Daud secara jujur mengakui bahwa ia merasa "sebatang kara", "tertindas", dan seperti "burung hantu di padang gurun" [09:24].


Nabi Elia: Merasa sendirian sebagai nabi Tuhan saat menghadapi ratusan nabi Baal [13:34].


Rasul Paulus: Merasa ditinggalkan oleh rekan-rekannya saat menghadapi persidangan [15:04].


Langkah-Langkah Mengatasi Kesepian

Kenali Musuhmu: Pahami emosi yang sedang dirasakan. Jangan menyangkal jika memang sedang merasa sepi atau emosi sedang tidak stabil [17:33].


Akui dan Jujur: Tuhan menginginkan kejujuran kita. Seperti seorang pasien yang harus jujur kepada dokter agar bisa disembuhkan, kita harus jujur kepada Tuhan tentang apa yang kita rasakan [11:30].

Datang dan Bercerita kepada Tuhan: Bawalah segala kesulitan dan masalah ke hadapan Tuhan. Dia adalah Bapa yang selalu siap mendengarkan anak-anak-Nya [18:46].


Kesimpulan

Kesepian bisa menjadi pintu gerbang bagi keputusasaan bahkan keinginan untuk mengakhiri hidup. Namun, sebagai orang percaya, kita memiliki Tuhan Yesus sebagai penyelamat jiwa (Savior of my soul). Tuhan memberikan janji bahwa Dia memberi tempat tinggal bagi orang yang sebatang kara dan membebaskan tahanan sehingga mereka bahagia [19:27].


Video URL: https://youtu.be/dFfBqSUUf1o?si=GXAnUTp0DJpjG66S

Komentar

Postingan Populer